Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW UNTUK POSISI PENGELASAN 1G PADA MATERIAL BAJA KAPAL SS 400 TERHADAP CACAT PENGELASAN Pratama, Ranu Yudistira; Basuki, Minto; Pranatal, Erifive
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.089 KB)

Abstract

Pengelasan (welding) adalah suatu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa logam penambahan dan membentuk logam yang kontinyu. Salah satu jenis pengelasan yang paling sering digunakan dalam industri perkapalan adalah SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yaitu proses pengelasan dengan cara mencairkan material dasar atau logam induk dan elektroda (bahan pengisi). Didalam penelitian ini dilakukan analisa kekuatan tarik dan cacat las yang terjadi pada sambungan butt joint dengan tipe pengelasan SMAW pada material baja ASTM SS 400. Uji cacat las yang paling banyak pada pengelasan 1G adalah cacat las Porosity,Undercut,Spatter yang disebabkan oleh cepatnya proses pengelasan,tingginya busur pengelasan dan kotoran didaerah kampuh las.
PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN AKIBAT AIR PEMBUANGAN AIR BALAS DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Prakaatmaja, Danny Djaya; Basuki, Minto; Pranatal, Erifive
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.046 KB)

Abstract

Balas merupakan pemberat yang sangat dibutuhkan oleh kapal untuk menjaga sarat air guna untuk kestabilan kapal pada saat kapal telah terisi oleh muatan atau kosong muatan. Dengan menggunakan air laut sebagai balas kapal maka akan berdampak pada lingkungan laut pada daerah pelabuhan yang mengalami bongkar dan muat, yaitu adanya spesies terikut yang bersifat invasive. Dengan adanya dampak dari air balas tersebut makin banyak mikroorganisme yang berevolusi menjadi SAI (Spesies Asing Invasif). Tujuan penelitian ini, adalah melakukan penilaian risiko lingkungan akibat air balas kapal yang ada di perairan Pelabuhan Tanjung Perak. Analisis menggunakan data – data kunjungan kapal yang beroperasi di PT. Pelindo III cabang Tanjung Perak Surabaya.Data-data tersebut dianalisis terhadap volume air balas yang dibuang menggunakan rumusan dari dokumen IMO MEPC 56/23 ANNEX II. Kemudian analisis dilanjutkan dengan kunjungan kapal serta jumlah air balas yangdibuang keperairan. Analisis yang dikelompokkan menjadi 10% sampai dengan 60 % dari total kunjungan kapal, lalu dirambatkan dengan 5 sampai 25 ton kapal membuang air balas. Hasil pembahasan, air balas kapal yang dibuanperairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan kunjungan kapal yang dirambatkan sampai 60% dengan pembuangan air balas 25 ton per kapal bahwa tercatat, air balas kapal mencapai 53.625 ton atau setara dengan 54.966 kL. Pengurangan dampak pembuangan air balas kapal, dilakukan mitigasi dengan menurunkan risiko dengan menggunakan pengolahan air balas secara eksternal dan pemasangan pengolah air balas di setiap kapal, dengan konsekuensi pada biaya.
STUDI KELAYAKAN PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL DI DAERAH PELABUHAN LOSPALOS DI TIMOR–LESTE DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS Guterres, Gerson Garcia; Basuki, Minto; Santosa, Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.301 KB)

Abstract

Provinsi Lospalos adalah salah satu provinsi di Timor-Leste yang miliki galangan kapal pertama yang memproduksi kapal tadisional sendiri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kapasitas produksi galangan kapal dan kondisi eksisting galangan kapal tradisional yang ada di daerah Lospalos. Hal tersebut di lakukan untuk menentukan kemampuan galangan kapal tradisional pada saat ini, penentuan kondisi eksisting dapat menjadi tolak ukur pertimbangan pengambilan keputusan dalam menentukan galangan mana saja yang dapat ikut serta berperan dalam pengadaan kapal penangkap ikan berskala nasional.  Data-data yang dipakai untuk analisis didapatkan dari Kementerian Pertaniaan dan Perikanan yaitu proyek pengadaan kapal dari tahun 2016 berjumlah 84 kapal dengan ukuran 3 GT - 15 GT. Kelengkapan data lain sebagai pendukung penelitian didapatkan secara langsung dari responden dan pemilik galangan kapal tradisional di Daerah Lospalos , yang memiliki luasan 230 km². Metode yang dipakai dalam penelitian menggunakan metode hand layup, dengan pendekatan teknis dalam menghitung produktifitas dan kapasistas produksi pembangunan kapal penangkap ikan pada galangan kapal tradisional. Hasil analisis didapatkan rata-rata kapasitas produksi kapal-kapal penangkap ikan, dengan tingkat produktifitas sebesar 4 JO/GT, kebutuhan material fiberglass 1.83 m2 /GT dan lama waktu pengerjaan 1 waktu/GT. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa peningkatan produktifitas dan kapasitas produksi, perlu meningkatkan dalam hal lay out galangan, fasilitas galangan, manajemen galangan, sumber daya manusia, serta material.
PERANCANGAN GALANGAN KAPAL UNTUK PEMBANGUNAN DAN REPARASI KAPAL DI DILI TIMOR- LESTE DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS Freitas, Julio de Deus Xavier; Basuki, Minto; Imawan, Pramudya
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.833 KB)

Abstract

Timor – Leste merupakan negara yang dalam proses kemajuan di bidang maritim, posisi geografis Timor - Leste yang berada di daerah tropis, di posisi silang antar dua benua (Asia dan Australia). Kabupaten Dili yang merupakan ibu kota Negara Timor - Leste memiliki perkembangan transportasi laut yang cukup pesat, karena adanya pelabuhan utama APORTIL I.P. Laju perkembangan tersebut masih terhambat karena belum adanya galangan kapal yang dapat mereparasi kapal maupun pengadaan bangunan kapal baru. Data yang didapat dalam survey di pelabuhan utama APORTIL I.P adalah kunjungan kapal di Timor – Leste. jumlah rata – rata kapal pertahun = 70 kapal, GT (Gross Tonnage) per kapal 1000 – 1500 GT. Dalam perancangan layout galangan diperlukan lokasi pembangunan galangan kapal yang ditinjau dari dua (2) lokasi dan dipertimbangkan dengan mengunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dari hasil yang didapatkan dari pertimbangan antara lokasi mengunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process), bobot tertinnggi 1,6 di kabupaten Manatuto yang dipilih untuk pembangunan galangan kapal. Dalam paper ini dilakukan perancangan galangan, untuk reparasi kapal – kapal dan penbangunan kapal baru, ditinjau dari aspek teknis dan ekonomis.
PERANCANGAN KAPAL FERRY UNTUK DAERAH PENYEBERANGAN DILI DAN PULAU ATAURO (TIMOR-LESTE) Guteres, Mercia Pascoela Gacia; Basuki, Minto; Pranatal, Erifive
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.631 KB)

Abstract

Pulau Atauro merupakan pulau terpisah dari wilayah Timor-Leste, oleh karena itu memerlukan sarana transpostasi laut untuk membawa penumpang,barang, dan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah perancangan kapal Ferry untuk daerah penyeberangan Dili dan Plulau Atauro. Data untuk analisa didapatkan dari hasil survey di yang dilakukan yaitu rata-rata penumpang 341 orang, rata-rata barang 2 ton, rata-rata kendaraan roda dua 5 dan kendaraan roda empat 5. Hasil survey tersebut dijadikan paremeter dalam penetuan utama kapal penyeberangan Dili dan Pulau Atauro. Dalam perancangan kapal ini digunakan metode kapal pembandingan yang merupakan metode perancangan kapal yang mensyaratkan adanya satu kapal pembandingan dengan tipe yang sama dan telah memenuhi kriteria perancangan. Hasil perhitungan menggunakan metode kapal pembanding, makan didapatkan ukuran utama kapal: L = 33.93 m, B = 9.75 m, H = 2.92 m, T = 1.95 m untuk tipe kapal yaitu Kapal Ferry.
PERHITUNGAN BERAT KAPAL KOSONG SEBAGAI FUNGSI DARI DAYA MESIN UTAMA Fajar, Rifki; Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.965 KB)

Abstract

Kapal Tug Boat adalah tipe kapal tunda (Tugboat) yang beroperasi pada wilayah perairan yang dapat dioperasikan di Pelabuhan, Pelayaran Pantai dan cocok untuk kegiatan penundaan kapal dengan fungsi menarik, mendorong dan menggandeng serta dapat digunakan untuk kegiatan SAR. Kapal Tug Boat memiliki berbagai macam ukuran dan daya mesin yang berbeda tergantung dari permintaan Owner yang memesan kapal berdasarkan kegunaan dan fungsi operasional Kapal Tug Boat tersebut. Pada kapal-kapal kecil diantaranya juga merupakan kapal Tug Boat perhitungan berat kosong kapal dengan jalan pendekatan, hasilnya sangat jauh dengan realitasnya. Perhitungan berat baja badan kapal merupakan basic untuk menghitung Displacement, Perhitungan berat kapal kosong yang terdiri dari berat baja badan kapal, berat mesin kapal, berat perlengkapan kapal dapat diketahui keterkaitan dan hubungannya dengan (Horse Power) HP mesin induk yang diaplikasikan kedalam bentuk metode regresi. Penentuan pembangunan kapal baru Tug Boat berdasarkan kebutuhan (Horse Power) HP mesin induk berat kapal kosongnya dapat diketahui dari hasil metode regresi tersebut.
PENILAIAN RISIKO PEKERJAAN BUNKER UNTUK MENCEGAH TUMPAHAN MINYAK DI ATAS KAPAL SESUAI ISGOTT PADA KM. CAMARA NUSANTARA I Sholihah, Irma Rif'atus; Basuki, Minto; Santosa, Pramudya Imawan
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.302 KB)

Abstract

Kecelakaan kapal dapat terjadi pada kapal-kapal baik dalam pelayaran, sedang berlabuh atau sedang melakukan kegiatan pengisian bahan bakar di terminal begitu juga kecelakaan kapal pada saat kondisi sedang melakukan proses bunker. Maka penulis menganalisa hal tersebut dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung dilapangan dan wawancara terhadap tenaga ahli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur bungker yang sesuai dengan aturan yang juga mencegah terjadinya tumpahan minyak pada saat kegiatan bunker berlangsung dan bagaimana untuk mengatasi beberapa tingkat risiko agar pekerjaan bunker diatas kapal bisa berjalan sesuai prosedur dengan minim risiko yang terjadi di kapal KM. Camara Nusantara 1. Dari hasil perhitungan matrik risiko diperoleh nilai rating risiko yang terjadi pada pekerjaan bunker di kapal KM. Camara Nusantara 1 adalah, masih baik untuk pengendaliannya, tetapi harus tetap diperhatikan mengenai pelaksanaan prosesbunker karena merupakan proses utama dalam kegiatan bunker yang apabila terhambat atau terhenti akan mengalami eterlambatan dan sumber bahaya berikutnya adalah yang paling fatal, kurangnya menjaga keamanan lingkungan di area kerja yang dapat memicu terjadinya kebakaran/ledakan dan pencemaran laut yang berakibat sangat fatal. Dengan acuan rating risikonya menggunakan The Australian New Zaeland Risk Manajemen Standart (AS/NSZ 4360,2004). Sehingga rata-rata tingkat risiko di kapal KM. Camara Nusantara 1 masih tergolong rendah atau sangat rendah dari rawannya risiko, namun mitigasi risiko tetap diberikan untuk menjaga ketika keamanan atau adanya risiko yang tinggi muncul sewaktu-waktu yang akan terjadi.
MODEL IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH MENGENAI BALLAST WATER MANAGEMENT DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Aningtyas, Nuris Samsi; Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.493 KB)

Abstract

Dampak dari pembuangan air ballas yang sangat berbahaya yaitu berkembangnya spesies asing (spesies invasive) di laut, menurut IMO, hal dinilai lebih sulit ditanggulangi dibanding dampak dari pencemaran akibat tumpahanminyak. Sejak tahun 2004, International Maritime Organization (IMO) telah mengadopsi konvensi Ballast Water Management untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari suatu daerah ke daerah lain. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model implementasi peraturan yang sudah ada di Pemerintahan Indonesia mengenai pengolahan air balas di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan kesiapan sumber daya manusia yang ada di pelabuhan dan di kapal. Untuk mengetahui peraturan yang sudah diterapkan di pelabuhan maka dilakukan survey secara langsung dan untuk mengetahui kesiapan SDM yang ada di kapal maka dilakukan survey melalui google form yang telah dibuat oleh penulis, lalu dilakukan analisa mengenai respon/jawaban dari para SDM. Dengan keluarnya Perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management. Untuk kesiapan SDM yang ada di kapal banyak yang sudah mengetahui peraturan nasional dan internasional mengenai Ballast Water Management hanya saja tidak menyeluruh. Perlunya penyiapan SDM pengelola dalam antisipasi penerapan aturan internasional dan nasional tersebut.
MODEL PENGOLAHAN AIR BALLAST KAPAL AKIBAT DEBALLASTING DI PELABUHAN TELUK LAMONG BERBASIS RISIKO Abdillah, Ikhwan; Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.494 KB)

Abstract

Air ballast digunakan sebagai pemberat dan penyeimbang kapal saat berlayar, namun air ballast akan menimbulkan masalah yang serius ketika kapal melakukan proses ballasting dan deballasting maka akan terjadi pertukaran organisme di satu daerah dengan daerah lainnya. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun selama kapal beroperasi. Hal ini mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Maka dari itu sekretaris jenderal IMO (International Maritime Organization) menyatakan bahwa semua kapal harus menerapkan rencana air ballast dan manajemen sedimen, dan semua kapal harus mempunyai buku catatan air ballas yang nantinya akan diminta untuk melakukan prosedur pengelolaan air ballast yang sudah ditetapkan oleh IMO. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yakni mengambil data model pengolahan yang sudah ada di pelabuhan teluk lamong, kesiapan sumber daya manusia yang ada dipelabuhan dan model pengolahan air balas dipelabuhan, untuk mengetahui kondisi dan peraturan air balas yang sudah diterapkan dipelabuhan teluk lamong maka dilakukan survey secara langsung, kemudian setelah dilakukanya proses wawancara dilakukan analisa mengenai jawaban dari para SDM. Maka dengan keluarnya perpres Nomor 132 Tahun 2015 dan surat edaran pada tahun 2019 maka pihak pelabuhan teluk lamong segera menerapkan Peraturan Pemerintah mengenai Ballast Water Management metode D-2 bagi kapal kapal berbendera indonesia yang melakukan pelayaran internasional.
STUDY IMPLEMENTASI ISPS CODE PADA PELABUHAN DILI TIMOR-LESTE Taequi, Agosto; Basuki, Minto
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.193 KB)

Abstract

Keamanan dan keselamatan pada kapal dan fasilitas di pelabuhan Dili, Timor-Leste merupakan hal yang sangat penting bagi kunjungan kapal-kapal maupun proses bongkar muat barang. Tujuan penelitian ini mengetahui penerapan ISPS (The International Ship and Port Facility Security Code) untuk mengurangi risiko-risiko terhadap keamanan dan keselamatan pelabuhan. Data untuk analisis berdasarkan data data lapangan yang berkaitan dengan penerapan ISPS di pelabuhan Dili Timor-Leste. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Hasil analisis di dapatkan bahwa langkah-langkah perlindungan keamanan dan keselamatan fasilitas di pelabuhan Dili Timor-Leste masih minimum yang harus ditingkatkan dengan menggunakan kartu pengenal berupa Id card dan proses keluar masuk sesuai prosedur di pelabuhan Dili Timor-Leste. Semakin ramainya di pelabuhan Dili Timor-Leste maka harus di tambahkan dengan pos-pos penjaga keamanan.
Co-Authors A.A.B. Dinariyana AAB Dinariyana AAB Dinariyana Abdillah, Ikhwan Abrian Sistian Achmad Sholeh Achmad Sholeh, Achmad Ade, Putut Akhmad Miftahul Huda ALFARIZI, MUHAMMAD RIZAL Alfiatin Nuriyah Alfredo rana yosaka Alif Wahfiuddin Aningtyas, Nuris Samsi Anjasari, Putri Arjun Muhamad Suyuti Arkhilaus Obe Arul Efansyah Avellyn Shinthya Sari Bayu Setya Pratama Cesar Ivan Nugraha Dean Musa Pratama Sitompul Djauhar Manfaat Djauhar Manfaat Dwi Yantono Efansyah, Arul Egar, Gustavito Yakobus Egar Yakobus Erifive Pranatal F, Moh Syahroni Fajar, Rifki Fariya, Siti Firmansyah, Muhamad Iqbal Fortuna, Dhea Freitas, Julio de Deus Xavier Gatot Basuki HM Gerson Garcia Guterres Gustavito Yakobus Egar Yakobus Egar Guteres, Mercia Pascoela Gacia Guterres, Gerson Garcia Guterres, Joao Hadi Kurniawan, Hadi Hildawan Mahendra, Oka Hildawan, Oka HM, Gatot Basuki I K, I Putu Andhi I. S., Pramudia I. S., Pramudya Ikhwan Abdillah Imawan, Pramudya Ishardwiyanto, M.Rizky Janah, Jati Ifah Julio de Deus Xavier Freitas Jumrotin Nisa Lestari Kustiawan, Aris Kusuma, Andhi Indira Kusuma, I Putu Andhi Indira Laksono, Agung Mat Syai’in Maulana, Mochamad Aldi Mei Yanarko Mercia Pascoela Gacia Guteres Muh. Adrian Ariq Maulana Muhamad Iqbal Firmansyah Muhamad Muzaki Muhammad Faris Putratama Muhammad Yasin Tuanaya Muzaki, Muhamad Nasrululah P. N. Nofwan Saputra Norita Prasetya Wardhani Nuriyah, Alfiatin Obe, Arkhilaus P, Candra Permana P. N., Nasrululah Prakaatmaja, Danny Djaya Pramudia I. S. Pramudya I. S. Pramudya Imawan Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pranatal, Erivife prastyawan, adi putra Pratama, Andhika Rafly Pratama, Ranu Yudistira Putut Ade Irawan Ramadhan, Muhammad Rifaldo Ranu Yudistira Pratama Raushanfikr, Mohammad Rekiana Jati Kusuma Rifki Fajar Rizky Saputra Aminata Rohmatulloh, M Ravi Rozi, Muhammad Fahrur Rukmono, Priyagung Harda Rum Sulaiman, Muhammad S., Pramudya I. Saputra, Nofwan Sasongko, Sukendro Broto Satria Ambara Iriawan, Satria Ambara Setyawan, Krisna Setyo Nugroho Setyo Nugroho Sholihah, Irma Rif'atus Sistian, Abrian Sitompul, Dean Musa Pratama Soejitno Soejitno Sofia Sofia, Sofia Suejitno, Suejitno Sulthan Shalahuddin Anhar Sutantio, Erian Syai’in, Mat Taequi, Agosto Tanu, Yoga Tsalist, Vahmy Brata Vahmy Brata Tsalist Wahfiuddin, Alif Wahyuningtias, Novi WK, Mas Nabilah Yanarko, Mei Yantono, Dwi Z. B, Maria Margareta