Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RPP BERBASIS TPACK DI SDN GADING KULON 2 KABUPATEN MALANG Ulum, Bahrul; Arifin, Bustanol
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.162-168

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru SDN Gadingkulon 2 dalam menyusun RPP 1 halaman berbasis TPACK. Kegiatan pendampingan penyusunan RPP berbasis TPACK menawarkan empat metoe pelaksanan  melalui kegiatan berikut: 1) Focus Group Discussion (FGD) , 2) Pelatihan penyusunan RPP berbasis TPACK. 3) Pendampingan penyusunan RPP berbasis TPACK, 4) Refleksi dan tindak lanjut. Pelaksanaan pendampingan penyusunan RPP berbasis TPACK ini dilaksanakan secara luring. Pelaksanaan luring didasarkan pada kebijakan pemeberlakuan kehidupan new normal setelah dibukanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ditengah kondisi pandemik covid 19 yang terjadi di Indonesia. Proses penyampaian materi pendampingan secara luring di awali dengan brainstorming. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang TPACK termasuk framework pengintegrasian teknologi, pedagogi dan konten (materi) beserta komponen-komponen TPACK Pada tahapan akhir Pengabdian dilakukan refleksi dengan mengevaluasi pelaksaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, meskipun secara keseluruhan pelaksanaan berjalan lancar.
Optimizing gross motor skills in elementary school students through the traditional game gobak sodor Arifin, Bustanol; Muzakki, Abdurrohman; Suwandayani, Beti Istanti
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 5 No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bimaloka.v5i2.44995

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the traditional game Gobak Sodor as a medium for developing gross motor skills in elementary school students physical education. The research employed a true experimental pretest–posttest control group design involving 40 children aged 7–9 years from SD Nusantara Jakarta Timur. Participants were randomly assigned to an experimental group, which participated in structured Gobak Sodor sessions twice a week for four weeks, and a control group, which performed conventional physical education activities. The gross motor observation sheet served as the instrument to assess strength, agility, balance, and coordination. Data from pretests and posttests were analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests via SPSS version 25, with a significance level of 0.05. The results indicated a significant improvement in the experimental group (mean score increased from 15.22 to 76.11) compared with the control group (12.17 to 62.67), with p = 0.003. These findings confirm that Gobak Sodor positively influences gross motor skill enhancement in elementary school students, while also promoting social interaction and cultural appreciation through play-based learning. The study’s limitations include a short intervention period and a relatively small sample size. Future research should involve larger samples and explore other traditional games to enhance generalizability and deepen understanding of culturally grounded physical education strategies.
Pembelajaran Permaian Kinestetik Gobak Sodor untuk Siswa Sekolah Dasar Frendy Aru Fantiro; Bustanol Arifin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v3i2.135

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah wadah atau institusi formal yang bertujuan untuk mendidik anak dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang belum baik menjadi baik. Proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan oleh dirinya dan orang orang sekitar. Berikut adalah langkah-Langkah Penelitia: (1) Penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting). (2) Perencanaan (planning). (3) Pengembangan draft produk (develop preliminary form of product). (4) Uji coba lapangan awal (preliminary field testing). (5) Merevisi hasil uji coba (main product revition). (6) Uji coba lapangan (main field testing (7) Penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operational product revision). (8) Uji pelaksanaan lapangan (operational field testing (9) Penyempurnaan produk akhir (final product revision). (10) Diseminasi dan implementasi (dissemination and implementation). Dari 37 responden hanya 1 siswa (2,70%) yang menjawab tidak mudah pada aspek tingkat kerumitan soal dalam permaian gobag sodor. Selanjutnya, 1 siswa (2,70%) yang menjawab cukup menarik model permainan gobag sodor, cukup paham terhadap konsep materi yang disampaikan melalui model permainan gobag sodor, cukup jelas gambar dan tulisan dalam media permainan gobag sodor, dan cukup jelas soal yang digunakan dalam media permainan gobag sodor.
Blended learning atau full online: Meningkatkan mood dan motivasi siswa selama era new normal Aru Fantiro, Frendy; Arifin, Bustanol; Muzakki, Abdurrohman; Setiawan, Edi
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 8 No 1 (2022): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1640.613 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v8i1.17507

Abstract

The purpose of this study is to improve students' mood state and motivation to learn through blended learning versus full online. This research is quantitative with the use of experimental methods. Participants in this study were students from University of Muhammadiyah Malang (n=42) who take physical education courses. The forty-two participants were allocated to the blended learning group (n=21) and full online group (n=21). The instruments in this study used the mood states and motivation questionnaire. The intervention program was carried out for four weeks with three weekly meetings. The raw data in this study will be analyzed using the SPSS application to find the mean and standard deviation, normality test, and homogeneity test. Independent sample t-test was used to test the difference in pre-test and post-test mood state scores and student motivation. The level of significance used in this study is 0.05. The study results found that there was a significant difference in effect between blended learning and full online and the data proved that blended learning had a better effect than full online. This research contributes to developing a learning system that can be used in the new normal era so that lecturers can create optimal lectures.
Aplikasi Mobile Interaktif Sebagai Media Pendidikan Jasmani untuk Siswa Sekolah Dasar Abdurrohman, muzakki; Arifin, Bustanol; Wardana, Heru; Juniar Aryanto, Sherif
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2025): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/x4w1yx38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuat dan menilai aplikasi seluler interaktif untuk siswa sekolah dasar sebagai alat bantu pembelajaran pendidikan jasmani. Tujuan dari perangkat lunak ini adalah untuk membantu siswa memperkuat keterampilan motorik dasar mereka dan meningkatkan minat mereka dalam belajar. Dua bagian diikutsertakan dalam penelitian ini: bagian eksperimen yang menggunakan aplikasi seluler, dan bagian kontrol yang menggunakan metode tradisional. Eksperimen ini memiliki desain pra-tes dan pasca-tes. Dengan nilai p sebesar 0,003, hasil menunjukkan bahwa evaluasi akhir bagian eksperimen secara signifikan lebih tinggi daripada bagian kontrol. Hasil uji homogenitas varians dan normalitas juga menunjukkan bahwa data memenuhi praduga yang diperlukan untuk analisis statistik. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi seluler interaktif dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan jasmani siswa. Di era digital, penelitian ini mendukung penerapan kurikulum berbasis teknologi dan membantu mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran pendidikan jasmani.
The effectiveness of petanque games in developing motor coordination in fifth-grade elementary school students Muzakki, Abdurrohman; Arifin, Bustanol; Yoga, Heru Wardana; Aryanto, Sherif Juniar
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 6 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bimaloka.v6i2.45228

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of petanque games in improving motor coordination among fifth-grade elementary school students, particularly hand–eye and hand–foot coordination. A quasi-experimental design (nonequivalent control group design) was employed, involving 60 students selected through purposive sampling. The experimental group participated in Physical Education (PJOK) integrated with petanque games, while the control group received conventional instruction. Data were collected through coordination tests administered at pre-test and post-test stages and analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests (α = 0.05). The results indicated that both groups had comparable baseline abilities (p > 0.05). After the intervention, the experimental group showed substantially greater improvements in hand–eye coordination (75.8 to 85.8; 21.60% increase) and hand–foot coordination (73.4 to 83.4; 21.30% increase) compared to the control group (7.10% and 8.20%, respectively). These findings demonstrate a strong practical effect of petanque-based learning on students’ motor coordination. In conclusion, petanque games are effective as a precision-based instructional strategy in physical education to enhance students’ coordination skills. Future research is recommended to employ more rigorous experimental designs and include additional variables such as balance and concentration.
Sekolah Ramah Digital: Upaya Peningkatan Literasi Digital dan Kesadaran Etis Gen-Z di Dunia Maya Arif Prasetyo Wibowo; Abdurrohman Muzakki; Bustanol Arifin
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8699

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan tantangan bagi generasi muda dalam membangun perilaku penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, khususnya dalam aspek literasi digital dan kesadaran etis di dunia maya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis Gen-Z melalui program Sekolah Ramah Digital di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode pengabdian menggunakan pendekatan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan nilai rata-rata dari 59,2 menjadi 84,1 setelah mengikuti program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui Sekolah Ramah Digital dapat menjadi model penguatan budaya digital sekolah yang mengintegrasikan kemampuan teknologi dan kesadaran etis peserta didik.
Pemberdayaan Masyarakat Turen melalui Budidaya Padi Raksasa untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan Mohamad Syahri; Nurbani Yusuf; Bustanol Arifin
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8700

Abstract

Ketahanan pangan berkelanjutan membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat melalui inovasi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui penerapan budidaya padi raksasa sebagai upaya meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan melibatkan kelompok tani sebagai mitra kegiatan. Metode pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi budidaya, pendampingan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dari nilai rata-rata 60,2 menjadi 85,4 setelah mengikuti program. Kegiatan ini menghasilkan model pemberdayaan berbasis inovasi budidaya yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas petani dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan.
Model Pembelajaran PJOK Berbasis Petanque untuk Meningkatkan Literasi Olahraga di SMA Muhammadiyah 3 Batu Setiya Yunus Saputra; Heru Wardana Yoga; Bustanol Arifin
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8705

Abstract

Pengabdian berbasis sekolah ini berangkat dari kebutuhan SMA Muhammadiyah 3 Batu dalam memperluas literasi olahraga melalui cabang Petanque yang belum banyak dikenal dalam pembelajaran PJOK maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kondisi awal mitra menunjukkan bahwa sekolah memiliki potensi lahan, dukungan kelembagaan, dan antusiasme siswa, tetapi belum didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana, serta sistem pembinaan Petanque yang terstruktur. Artikel ini bertujuan menguraikan model pemberdayaan sekolah berbasis Petanque sebagai strategi peningkatan pengetahuan, keterampilan, minat, dan kesiapan warga sekolah dalam mengembangkan olahraga alternatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-partisipatif melalui tahapan pemetaan kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan guru, praktik siswa, penyediaan produk hard berupa peralatan Petanque, penyusunan produk soft berupa modul dan panduan praktik, dokumentasi kegiatan, serta evaluasi proses. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pemberdayaan mampu mendorong peningkatan pemahaman guru terhadap teknik dasar, aturan permainan, dan pola pembinaan Petanque. Siswa juga menunjukkan respons positif melalui keterlibatan aktif dalam praktik lapangan, rasa ingin tahu terhadap permainan, serta minat untuk mengikuti kegiatan lanjutan. Selain itu, tersedianya alat, modul, dan rancangan pembinaan menjadi fondasi awal bagi sekolah untuk mengembangkan Petanque secara berkelanjutan. Model ini memberi kontribusi praktis bagi penguatan ekosistem olahraga sekolah sekaligus memperluas literasi olahraga siswa secara kontekstual, aplikatif, dan sesuai kebutuhan mitra.
Upaya Penguatan Keterampilan Gerak Dasar melalui Permainan Terstruktur di TK Nurul Falah Kediri Bustanol Arifin; Heru Wardana Yoga; Abdurrohman Muzakki
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8706

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya stimulasi keterampilan gerak dasar anak usia dini di TK Nurul Falah Kediri. Aktivitas fisik anak masih cenderung berlangsung spontan, kurang terprogram, serta belum didukung oleh media pembelajaran gerak yang variatif dan aman. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses, hasil, dan makna penguatan keterampilan gerak dasar melalui permainan terstruktur berbasis gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis pengabdian dengan tahapan sosialisasi, pelatihan guru, penerapan media dan permainan terstruktur, pendampingan, evaluasi, serta penyusunan keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas anak, wawancara guru, dokumentasi kegiatan, dan catatan reflektif, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian temuan, dan penarikan simpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mulai memahami pembelajaran gerak sebagai bagian penting dari kegiatan belajar, bukan sekadar aktivitas selingan. Guru juga lebih mampu mengenali dan mempraktikkan variasi gerak dasar melalui sirkuit gerak, gerak berirama, lempar tangkap, dan story-based movement. Pemanfaatan media sederhana seperti cone botol plastik, tangga koordinasi dari pita dan tali, rintangan mini dari pipa PVC, serta bola ringan memperkaya pengalaman gerak anak tanpa bergantung pada alat mahal. Anak menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi, keberanian mencoba gerakan, kemampuan mengikuti instruksi, menunggu giliran, dan berinteraksi positif dalam permainan kelompok. Program ini menyimpulkan bahwa permainan terstruktur dapat menjadi strategi aplikatif, murah, aman, kontekstual, dan berkelanjutan untuk membangun budaya gerak aktif di TK Nurul Falah Kediri.