Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Aplikasi TASING dan Video Conference dalam Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Perempuan dalam Pencegahan Stunting Sarita, Rezeki Oktari; Mardiani, Mardiani; Wijaya, Andra Saferi
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 5 No. 2 (2024): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v5i2.481

Abstract

Stunting is a condition where a person's height is less than normal based on age and gender. Stunting can impact motor and verbal development, increase degenerative diseases, morbidity and mortality. This research is quantitative research, this type of research uses the pre-experimental design method, with one group pre-test and post-test research. The sampling technique in this research is purposive sampling. The sample taken in this research was the whole or also called total sampling with a total of 50 female students. Data analysis in this study used the Sapiro Wilk test. It is hoped that this research can increase knowledge and provide references and information for researchers who wish to conduct further research related to preventing stunting in adolescent girls.
Knowledge Retention of Scout Member Post Hands Only CPR Training Using CPR Pillow in Lubuklinggau City Sapondra Wijaya; Wahyu Dwi Ari Wibowo; Andra Saferi Wijaya; Hendri Heriyanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) Vol. 3 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jiph.v3i4.12809

Abstract

Knowledge gained during CPR training can decline over time. Periodic training is needed to minimize the decline in knowledge. This study used the development of a CPR pillow as a learning medium with a low-cost, low-fidelity mannequin. A total of 72 subjects in this study were given CPR education and training. Measurements were taken 4 times, namely before training, the second immediately after training, then the third and fourth times within a 2-month period. The results showed an increase in average knowledge immediately after training and a decrease 2 months after training although not significant. The use of a CPR pillow can ultimately help maintain CPR knowledge to overcome the high cost of training related to mannequins.
PENINGKATAN SELF AWARENESS TERHADAP RESIKO PENYAKIT GINJAL KRONIS PADA ANAK DI KELURAHAN LEMPUING KOTA BENGKULU Lestari, Widia; Septiyanti, Septiyanti; Wijaya, Andra Saferi; Arsiana, Dian; Wulandari, Dwi
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.5762

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia dengan insiden yang terus meningkat, sehingga memunculkan potensi epidemi. Prevalensi global PGK pada anak berkisar antara 15 hingga 74,7 kasus per juta anak. Upaya pencegahan PGK pada usia dewasa dapat dimulai sejak masa kanak-kanak. Peran serta orang dewasa sangat dibutuhkan dalam mendukung upaya preventif ini. Intervensi yang dilaksanakan meliputi sosialisasi mengenai penyakit ginjal kepada pemangku kepentingan di wilayah Desa Lempuing, pemberian edukasi tentang peningkatan kesehatan ginjal kepada anak dan keluarga, serta monitoring tindakan yang mendukung kesehatan ginjal di lingkungan rumah. Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini berupa banner, leaflet, buku saku, booklet, dan presentasi PowerPoint. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan kesadaran diri terhadap risiko Penyakit Ginjal Kronis. Pengetahuan kader, orang tua, dan anak meningkat melalui pelatihan tentang kesehatan ginjal dan pencegahan penyakit gagal ginjal. Selain itu, tingkat kemandirian anak dalam mencegah PGK juga mengalami peningkatan. Hasil pengukuran pengetahuan pada 108 anak yang telah menerima edukasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan sebesar 2,5 poin. Terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi dengan tingkat pengetahuan, dengan nilai p=0,00. Anak-anak diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dalam kehidupan sehari-hari.
PENERAPAN EDUKASI PHBS BAGI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENDEKATAN KEPERAWATAN KOMUNITAS UNTUK MEMBANGUN GENERASI SEHAT Fadhilah, Miftah Kamilia; Kasih, Raisha Aulia; Septiyanti; Wijaya, Andra Saferi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 4 No 2 (2025): JPKM PUSTINGKIA JULI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v4i2.1006

Abstract

Implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) from an early age is a strategic step in improving children's health and preventing various diseases. This study aims to improve the knowledge and skills of students of Elementary School 19 Bengkulu City through PHBS education activities focused on the practice of washing hands with soap and brushing teeth properly. The activity was carried out on April 16, 2025 with a quasi-experimental approach using a one group pre-test and post-test design. Education was delivered through leaflets, posters, videos, and direct demonstrations by students. Evaluation was carried out using a questionnaire instrument before and after counseling. The results showed a significant increase in the level of student knowledge after participating in the activity, from 72% in the poor category to 62% in the good category. This activity is effective in shaping student awareness and behavior regarding the importance of maintaining personal hygiene, and can be used as a model for ongoing education in other elementary schools to form a healthy and independent generation.
Pengaruh cuddle therapeutic side sitting position dan breastfeeding terhadap nyeri imunisasi bayi usia 0-12 bulan Saputri, Apreni; Annisa, Rahma; Wijaya, Andra Saferi; Septiyanti, Septiyanti; Nafratilova, Mercy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1359

Abstract

Background: Immunization is one way to increase children's immunity to prevent diseases, especially infectious diseases. Immunization through injections can experience a direct effect, namely pain. Immunization injections, if not properly managed, can cause injuries that cause pain short-term and long-term effects on babies. One of the non-pharmacological pain managements that can be done is cuddle therapeutic side sitting position and breastfeeding. Purpose: To determine the effect of therapeutic side-sitting and breastfeeding on immunization pain scores in infants aged 0-12 months. Method: Quasi-experimental research with post-test only control group method, conducted at Sawah Lebar Community Health Center, Bengkulu City in March-April 2025. The independent variables are cuddle therapeutic side sitting position and breastfeeding while the dependent variable is immunization pain in infants. The sampling technique using total sampling obtained a total sample of 46 respondents who were divided into intervention and control groups, with inclusion and exclusion criteria. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Mann Whitney test. Results: Mann-Whitney test showed p=0.000, meaning that there was a difference in the average pain score between the intervention group and the control group. It can be concluded that cuddle therapeutic side-sitting position and breastfeeding have a significant effect on pain scores in infants during immunization. Conclusion: Mann-Whitney test showed p=0.000, meaning that there was a difference in the average pain score between the intervention group and the control group. It can be concluded that cuddle therapeutic side-sitting position and breastfeeding have a significant effect on pain scores in infants during immunization.   Keywords: Breastfeeding; Cuddle Therapeutic; Immunization Pain; Infant; Side Sitting Position.   Pendahuluan: Imunisasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak guna mencegah penyakit, terutama penyakit menular. Imunisasi melalui suntikan dapat menimbulkan efek langsung, yaitu rasa sakit. Suntikan imunisasi, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan cedera yang menimbulkan rasa sakit serta efek jangka pendek dan jangka panjang pada bayi. Salah satu metode pengelolaan rasa sakit non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah posisi duduk menyamping dengan pelukan terapeutik dan menyusui. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh cuddle therapeutic side sitting position dan breastfeeding terhadap nyeri imunisasi bayi usia 0-12 bulan. Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan p-value sebesar 0.000, artinya ada perbedaan rata-rata skor nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol, sehingga cuddle therapeutic side-sitting position dan breastfeeding berpengaruh signifikan terhadap skor nyeri pada bayi saat imunisasi. Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan metode post-test only control group, dilaksanakan di Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu pada bulan Maret-April 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah cuddle therapeutic side sitting position  dan breastfeeding, sedangkan variabel dependen adalah nyeri imunisasi pada bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 46 partisipan, terbagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Simpulan: Posisi cuddle therapeutic side sitting memberikan rasa aman, stabilitas, dan kedekatan fisik antara bayi dan orang tua, sehingga dapat menenangkan bayi dan menurunkan respon nyeri.   Kata Kunci: Bayi; Breastfeeding; Cuddle Therapeutic; Nyeri Imunisasi; Side Sitting Position.
PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP VITAL SIGN PADA BAYI PREMATUR Ria, Siti Nadila; Wijaya, Andra Saferi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi prematur merupakan kelompok rentan yang sering mengalami ketidakstabilan tanda-tanda vital akibat ketidakmatangan organ tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Qur'an terhadap tanda vital pada bayi prematur di RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada dua bayi prematur yang mengalami ketidakstabilan suhu tubuh, frekuensi pernapasan, denyut jantung, dan saturasi oksigen. Intervensi berupa pemutaran murottal Al-Qur'an selama 30–40 menit per hari selama lima hari. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan positif, yaitu peningkatan kestabilan suhu tubuh, penurunan frekuensi pernapasan dan detak jantung, serta peningkatan saturasi oksigen pada kedua bayi. Terapi murottal terbukti dapat menstabilkan tanda vital bayi prematur sebagai metode non-farmakologis yang mudah diterapkan. Penelitian ini memberi nutrisi integrasi terapi murottal dalam pemeliharaan neonatal untuk meningkatkan kualitas perawatan bayi prematur. Kata Kunci : Al-Qur'an, Bayi Prematur, Terapi Murottal, Vital Sign
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Gizi: Strategi Pencegahan Stunting di Kabupaten Seluma Yuliantini, Emy; Kamsiah, Kamsiah; Eliana, Eliana; Wijaya, Andra Saferi; Yunita, Yunita
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Welfare : September 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v1i3.652

Abstract

The prevalence of stunting in Indonesia will decrease from 24.4% to 21.6% in 2022. In 2022, Seluma Regency will be 22.1% and in Bengkulu Province, 32.8%. The aim of this community service is to empower the community with nutrition education, prevention, and early detection of stunting in Seluma district. This community service is carried out using mentoring methods, lectures, and assessments from pre- and post-tests to determine the increase in knowledge and skills of mothers of toddlers. There is an increase in the knowledge and skills of mothers of toddlers, cadres, and village officials regarding prevention, early detection, and the benefits of the stunting reduction and prevention strategy program in Seluma Regency. There is increasing community independence regarding prevention, early detection, the benefits of the Reduction Strategy Program, and the hope that village cadres and officials can apply the knowledge and skills that have been obtained during activities to provide education and assistance to every community in their area.
EFEKTIFITAS INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA BERBASIS TRANSKULTURAL NURSING DENGAN APLIKASI ANDROID TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING Wijaya, Andra Saferi; Nafratilova, Mercy
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.1150

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mencatat prevalensi 18,86% pada tahun 2022. Faktor budaya seperti pantangan makanan dan pola asuh tradisional yang kurang tepat turut memperburuk kondisi gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang didukung aplikasi Android SIPENTING dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan keluarga untuk pencegahan stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen pre–post dengan kelompok kontrol. Sebanyak 80 keluarga balita berisiko stunting dipilih secara purposive. Kelompok intervensi menerima pendampingan keperawatan berbasis budaya melalui aplikasi SIPENTING selama delapan minggu, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima edukasi standar melalui leaflet. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada kelompok intervensi untuk semua variabel yang diukur. Skor pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan transkultural meningkat secara bermakna, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Proporsi stunting juga menurun dari 37,5% menjadi 23,8% setelah intervensi.Kesimpulan: Intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang dipadukan dengan aplikasi Android efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting dan praktik pengasuhan keluarga. Pendekatan ini dapat mengatasi hambatan budaya dan menjadi model berbasis bukti yang dapat diadopsi dalam upaya penanggulangan stunting di tingkat komunitas.
Peningkatan Kompetensi Deteksi Dini Dan Intervensi Cepat Pada Kasus Gawat Darurat Neonatus Dan Anak Bagi Tenaga Kesehatan Di Rsud Kepahiang Bengkulu: Improving Competence in Early Detection and Rapid Intervention in Neonatal and Child Emergency Cases for Health Workers at Kepahiang Regional Hospital, Bengkulu Yuliana, Sri; Nafratilova, Mercy; Utario, Yossy; Andini, Indah Fitri; Wijaya, Andra Saferi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.48

Abstract

Abstract Neonatal and child mortality remain a serious public health problem both globally and nationally. Early detection and rapid intervention in neonatal and infant emergencies are crucial for healthcare workers and are a top priority for healthcare workers, especially midwives and nurses, as they are the forefront of maternal and child healthcare services. This community service, implemented in collaboration between the Bengkulu Ministry of Health's Polytechnic of Health and its healthcare partner, Kepahiang Regional Hospital, is part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, specifically in the aspect of Community Service. The Community Service activity took place on November 17-18, 2025, at Kepahiang Regional Hospital, and 89 participants were included in this activity. Evaluation results showed an increase in participant knowledge after participating in the education and training activities, with an average knowledge score of 58, and after the training, the average knowledge score increased to 86. It is recommended that similar activities be implemented on an ongoing basis and developed into skills-based training and competency certification to ensure the sustainability and validity of healthcare worker competency improvements.  Abstrak Kematian neonatus dan anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Deteksi dini dan intervensi yang cepat dalam kasus kegawatdaruratan neonatal dan balita sangat penting untuk dimiliki oleh tenaga kesehatan, dan menjadi prioritas utama tenaga kesehatan terutama bidan dan perawat, karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan mitra layanan kesehatan dalam hal ini RSUD Kepahiang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 17-18 November 2025 di RSUD Kepahiang dan di ikuti 89 perawat dan bidan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan dengan data rata-rata skor pengetahuan 58, dan setelah kegiatan skor rata-rata pengetahuan menjadi 86. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan ke arah pelatihan berbasis keterampilan serta sertifikasi kompetensi guna menjamin keberlanjutan dan validitas peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.