Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI GENERASI MUDA TERHADAP KEBERLANGSUNGAN OBJEK WISATA PASAR TERAPUNG MUARA KUIN KELURAHAN ALALAK SELATAN Wahyudi Saputra; Ellyn Normelani; Arif Rahman Nugroho
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.113 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v1i3.1410

Abstract

Pasar Terapung Muara Kuin merupakan salah satu obyek wisata unggulan Kalimantan Selatan yang harus tetap dijaga kelestariannya. Keberadaan remaja di Desa Lok Baintan tentunya sangat berperan penting terhadap perkembangan dan kelestarian pasar terapung itu sendiri. Penelitian ini mengangkat judul tentang Persepsi Remaja di Desa Lok Baintan terhadap keberadaan Pasar Terapung Lok Baintan berdasarkan pengetahuan, minat, sikap, motif, kepentingan dan harapan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja Desa Lok Baintan yang berumur 12-21 tahun berjumlah 286 orang. Penentuan sampel responden dilakukan dengan menggunakan teknik interpolasi pada tabel Krjcie dan Morgan diperoleh sampel berjumlah 164 orang dan menggunakan teknik Simple Random Sampling (Sample Acak Sederhana) teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu dengan menggunakan observasi dan angket, Data yang diperoleh diolah secara kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa Persepsi Remaja Desa Lok Baintan Terhadap Keberadaan Pariwisata Pasar Terapung Lok Baintan Kalimantan Selatan berdasarkan pengetahuan, minat, sikap, motif, kepentingan dan harapan sudah cukup baik namun untuk persepsi tentang pengetahuan sejarah pasar terapung Lok Baintan masih kurang baik karena hanya sedikit remaja yang dijadikan responden menyatakan tidak mengetahuinya.   Kata kunci: Wisata, Pasar Terapung,Muara Kuin, Persepsi, Generasi Muda. 
ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA PANTAI PAGATAN DI KECAMATAN KUSAN HILIR KABUPATEN TANAH BUMBU Armelia Utami; Ellyn Normelani; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.388 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i5.2301

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Pagatan Di Kecamatan Kusan HilirKabupaten Tanah Bumbu”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi objek wisata Pantai Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu.Penelitian ini menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah objek wisata pantai pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu dan penduduk di sekitar obyek wisata pantai pagatan yang berjumlah 11.501 terdiri dari 7 desa yaitu, Desa Muara Pagatan, Desa kampung Baru, Kelurahan Kota Pagatan, Desa Pajela, Desa Jukueja, Desa Wiritasi, dan Gusunge,sedangkan sampel pada penelitian ini diambil pada masyarakat 7 desa sebagai responden yang dihitung menggunakan rumus Krejcie Morgan. Data primer diperoleh dari observasi, kuesioner, dan survey sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen, teknik pustaka, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa objek Wisata Pantai Pagatan Di Kecamatan Kusan HilirKabupaten Tanah Bumbu sesuai untuk dijadikan sebagai objek wisata. Kata kunci : potensi,wisata, pagatan
PEMANFAATAN AIR SUNGAI KANAL TAMBAN UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH MASYARAKAT DI KECAMATAN TAMBAN KABUPATEN BARITO KUALA Sri Noviana; Deasy Arisanty; Ellyn Normelani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.783 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v5i1.4993

Abstract

Penelitian dilakukan di Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala. Kondisi air sungai di Kecamatan Tamban berdasarkan observasi awal yaitu keruh dan berasa payau sampai asin pada musim tertentu sehingga menyebabkan masyarakat kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, minum, dan kakus karena pelayanan air bersih oleh PDAM yang hanya ada di beberapa desa saja. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah kebutuhan air, jenis pemanfaatan air, dan upaya pengolahan air sungai menjadi air bersih. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 367 orang responden. Penelitian menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa air sungai kanal tamban memiliki potensi yang cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan sehari-hari, akan tetapi dari segi kualitas air sungai kanal tamban belum memenuhi syarat untuk pemenuhan sebagai air bersih. Masyarakat lebih banyak memanfaatkan air sungai untuk mandi, mencuci, dan kakus, sedangkan air untuk minum dan memasak diperoleh dari air hujan dan membeli air ledeng dari pedagang. Upaya pengolahan air sungai menjadi air bersih dilakukan dengan cara sederhana yaitu mengendapkan air selama beberapa jam dan pemberian tawas pada air sebelum digunakan.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI KECAMATAN TABUKAN KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Dessyana Ayu Eka Tristanti; Eva Alviawati; Ellyn Normelani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.99 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i1.1332

Abstract

The title of this research is "The Evaluation of Land Suitability for Rice in subdistrict of Tabukan, Barito Kuala regency, South Kalimantan". This study aims to determine the class of land suitability for agricultural land in the subdistrict of Tabukan Barito Kuala.The population and sample of this research are in the form of 14 units of land in subdistrict of Tabukan, which is obtained from the overlap, Notching Land Map, Land Use Map, Soil Map, and Slopes Map.The primary data was obtained through observations in the field, as well as taking soil samples that will be analyzed either directly through the laboratory. Secondary data were obtained from the study of documents and literature. Data analysis technique used was matching and scoring.The results of this research of rice land suitability evaluation using matching method states that the land suitability class S3 (based on marginal) for rice, with the factor of limitation, those are, temperature (T), base saturation (Bs), P2O5, (n), and consistency of big grain soil (p). As for the scoring method for the land suitability class rice  is S1 (very suitable) with the interval of land suitability interval between 110 up to 130. Keywords: Evaluation of land suitability, rice plant, scoring, matching,
UPAYA PENGRAJIN GERABAH DI DESA BAYANAN MENJAGA KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Kamariah Kamariah; Ellyn Normelani; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.946 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i3.1504

Abstract

Penelitian ini berjudul “Upaya Pengrajin Gerabah di Desa Bayanan Dalam Menjaga Keberlangsungan Industri, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan”. Tujuan penelitian ini adalah faktor yang menghambat dan upaya untuk mengatasi faktor penghambat industri gerabah di Desa Bayanan.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pengrajin gerabah yang ada di Desa Bayanan. Sampel yang dijadikan responden adalah sampel penuh yaitu seluruh pengrajin gerabah. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode angket (kuesioner), sedangkan data sekunder menggunakan metode studi pustaka dan dokumen. Analisis data penelitian ini adalah analisis data statistic deskriptif menggunakan teknik frekuensi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberlangsungan industri gerabah serta upaya yang dilakukan dalam menjaga keberlangsungan industri.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menghambat keberlangsungan industri. Faktor-faktor tersebut yaitu bahan baku yang mahal, modal yang tidak mencukupi, tenaga kerja, teknologi, pemasaran, kelembagaan serta upayanya untuk mngatasi faktor penghambat menunjukkan upaya yang baik. Bukti tersebut terlihat dari beberapa upaya penrajin dalam menghadapi faktor penghambat industri gerabah seperti membeli bahan baku grosir/banyak, melakukan pinjaman modal di bank atau koperasi, mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah, menggunakan teknik pewarna cat, melakukan pemasaran di lokasi industri dan outlet serta bergabung dalam berbagai kelompok usaha. Kata Kunci : upaya, pengrajin, gerabah.
Inventarisasi sarana dan prasarana obyek wisata di Kota Banjarmasin Noor Hidayah Pujianti; Ellyn Normelani; Nevy Farista Aristin
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 2, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.1 KB)

Abstract

This article aims to identify, classify and mapping facilities and infrastructure of tourism objects in the city of Banjarmasin. Primary data collection techniques using survey methods, interviews, documentation, and literature study. Secondary data obtained from Tourism Department of Art and Culture and Culture and Tourism Office of South Kalimantan Province. Data analysis technique used is spatial analysis. This study used descriptive qualitative method. The results showed that the facilities and infrastructure of tourism objects in Banjarmasin City for basic facilities, supplementary facilities, and the largest supporting facilities is restaurant / restaurant with the number of 26 pieces or 41.27%, the smallest is the tourist transport and cinema building with each amount 1 fruit or 1.51%. Public infrastructure and public utilities in Banjarmasin are the largest ATMs / Banks with 7 units or 30.43%, the smallest is the power station, the provision of clean water, seaports, and communication facilities with each amounted to 1 piece or 4 , 35%.Keywords: Facilities, Infrastructure, Tourism Objects http://dx.doi.org/10.17977/um022v2i12017p046
PROGRAM PEMERINTAH DALAM KETERSEDIAAN PERUMAHAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI KOTA BANJARMASIN Anisa Putri; Tri Azhara Mirani; M. Rizki Valen Febrianto; Rosalina Kumalawati; Ellyn Normelani; Muhammad Apriadi
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 3, No 1 (2022): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v3i1.5326

Abstract

Kota Banjarmasin sebagai kota yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Kalimantan Selatan, hal ini juga mempengaruhi kebutuhan primer penduduk seperti rumah atau tempat tinggal yang harus dimiliki oleh setiap keluarga untuk melanjutkan kehidupannya sehari-hari. Kebutuhan akan tempat tinggal otomatis mengalami peningkatan sebab jumlah kebutuhan penerimaan sejalan dengan jumlah pertumbuhan penduduk. Tingginya pertumbuhan ekonomi di Banjarmasin, berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan penduduknya. Masyarkat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam kaitannya dengan pembangunan didefenisikan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2016 sebagai masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah maka dalam artikel ini bertujuan membahas perkembangan penyediaan Perumahan Bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berupa penggambaran fenomena yang ada melalui studi kepustakaan dan di dukung dengan data sekunder
INDIKATOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN DINI DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Dwi Ratnasari; Norma Yuni Kartika; Ellyn Normelani
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 2, No 1 (2021): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.366 KB) | DOI: 10.20527/jgp.v2i1.3169

Abstract

Pernikahan adalah penyatuan pria dan wanita dalam suatu hubungan berdasarkan hukum tertentu. Bagi orang yang ingin menikah, ada beberapa aturan dari negara tersebut, salah satunya adalah usia minimal untuk menikah. Hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 sebagai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Menurut peraturan terbaru, usia perkawinan minimal 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Pernikahan dini mengalami penurunan yang cukup banyak dalam tiga puluh tahun terakhir, namun nyatanya masih banyak daerah di Indonesia yang masih mempraktikkan pernikahan, khususnya Kalimantan Selatan. Berdasarkan data BPS, prevalensi kawin anak di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 24 persen. Pada tahun 2015, prevalensi kawin anak hanya menurun sekitar 1 persen. Penurunan prevalensi perkawinan anak di Indonesia tergolong lambat. UNICEF dalam laporannya tahun 2014 menyatakan bahwa dalam tiga dekade terakhir, pernikahan anak di Indonesia mengalami penurunan kurang dari setengahnya. Berdasarkan data BPS tahun 2018, Kalimantan Selatan merupakan provinsi dengan jumlah kasus kawin usia dini tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 22,77%. Data inilah yang menjadi dasar penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melihat dua penelitian sebelumnya mengenai studi bertema pernikahan muda di Kalimantan Selatan kemudian membandingkannya dengan data BPS tahun 2018 tentang pernikahan dini itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah aspek ekonomi seperti kebanyakan daerah lainnya, aspek pendidikan sebagai faktor utama penentu keputusan menikah dini,
The Floating Market of Lok Baitan, South Kalimantan Ellyn Normelani
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism plays an important role in the development of local economic. Tourism has been reported contributes significantly in the local development. Floating market in South Kalimantan has potentiality as tourism attraction, but there are limited study of the value of floating market as tourism attraction. This paper aims to describe the floating market in Lok Baitan, South Kalimantan as a potential attraction for local tourism development. This paper confirm that principally floating market is the integral part of the local people in South Kalimantan, especially who live along Barito rivers. Floating market rich in term of natural and cultural resources that is potential to further development as tourism attractions. There are also numerous possibility to develop tourism programs, ranging from nature based tourism to cultural tourism. In the perspective of tourism development, the community based tourism see to be the significant strategy to develop. Through community based tourism, floating market tourism in Lok Baitan will contribute to the local economi development. From such resources, there are numerous possibility for the development of tourism program and attractions. In such a case, floating market tourism in Lok Baitan should be set up following community based tourism. This will become the key for tourism as a component and strategy for local economic development. Keywords: community based tourism development, culture preservation, floating market, South Kalimantan.
The Role of Women in Lok Baintan Floating Market, South Kalimantan: Implication for Tourism Development Deasy Arisanty; Ellyn Normelani; Herry Porda Nugroho Putro; Moh. Zaenal Arifin Anis
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lok Baintan Floating Market is the tourism destination in South Kalimantan. Trading activity in Lok Baintan become the tourism attraction, which traders in the Floating Market are women using the small boat (jukung). The objective of research is to analyze the role of women in Lok Baintan Floating Market. The study uses fieldwork and qualitative approach. Research data is obtained through interviews with traders in the Floating Market. The research shows that women have the important role in floating market. The role of women is to prepare the merchandise the day before selling until then they sell in the floating market in next day. Merchandise is sold by women in the floating market such as agricultural products, fishery products, handicrafts, traditional cuisine, and traditional cakes. Women get both agricultural product and fishery product from their own land or from other traders. Women make their own craft and then sold in the floating market. Women make both traditional dishes and traditional cake and then sold in the floating market. The presence of women in Lok Baintan has improved the local socio-economics of community. In the perspective of tourism development in floating market, there is still need women community empowerment.Keywords: floating market, tourism destination, women role.
Co-Authors Ade Saputra Agung Sismono Agung Wicaksono Ahmad Alim Bachri Aida Rismana Akhbianor Akhbianor Akhmad Rusmin Nooryadin Alfi Syah Anisa Putri Arif Rahman Nugroho Armelia Utami Astuti Astuti Aulia Puspitasari Daya Pintaruan Deasy Arisanty Dessyana Ayu Eka Tristanti Dini Maulidda Aprilia Diny Amelia Amelia Dwi Ratnasari Efrinda Ari Ayuningtyas Elsa Asriana Ernilawati Ernilawati Eva Alviawati Fitria Ardilla Gusti Ihda Majaya Gusti Thamrin Ihsan Hafiz Maulana Hanifah Mahat Heny Muranti Herry Porda Nugroho Putro Heru Heru I Gusti Bagus Wiksuana Irawaty Safitri Kamariah Kamariah Karunia Puji Hastuti, Karunia Puji Lisa Febrina Listi Handayani M Miftahul Munir M. Rizki Valen Febrianto Mahmudah Mahmudah Maulida, Emmy May Dwi Cahyaningtias Mayang Sari Mery Mentari Noor Moh Zaenal Arifin Anis Moh Zaenal Arifin Anis Moh. Zaenal Arifin Anis Mohmadisa Hashim Muhammad Apriadi Muhammad Azizirrahman Muhammad Efendi MUHAMMAD EFENDI Muhammad Iqbal Muhammad Noor Azhari Muhammad Syamsu Rizal Munawati Munawati Mursyidah, Annisa Nahdiatul Husna Nasir Nayan Nasruddin nasruddin Nasruddin Nasruddin Naufal Fikri Nevy Farista Aristin Nevy Farista Aristin, Nevy Farista Noor Hidayah Pujianti Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika Norma Yuni Kartika, Norma Yuni Normasari, Eka Rahayu Normi Aulia Norrina Aprida Ulfah Nur Hidayah Nurhidayah Nurhidayah Nurul Maulida Parida Angriani Pujianti, Noor Hidayah Puspitasari, Aulia Putri Aulia Noor Regina Arisandi Rendya Adi Kurniawan Rendya Adi Kurniawan Reni Purwasih Riska Pualita Fatimah Rita Khairina Rizky Nur Hakimah Rizky Nur Hakimah Rizky Nur Hakimah Rizky Nur Hakimah Rosalina Kumalati Rosalina Kumalawati Rusdiansyah Rusdiansyah Rusdiansyah Rusdiansyah Safariah Safariah Saiyidatina Balkhis Norkhaidi Salma Safitri Sari, Yulika Puspita Selamat Riadi Selamat Riadi Sidharta Adyatma Siti Zakaria Lestari Sopyan Sopyan Sopyan Sopyan Sopyan Sopyan Sri Marlina Sri Noviana Syahrul Arifin Syohiroh, Syohiroh Tri Azhara Mirani Vonny Lollyanti Wahyudi Saputra Wisnu Putra Danarto Yazid Saleh Yulian Firmana Arifin Zakiati, Miftahani