Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-I

Netnography of Gaya Nusantara’s Communication on Instagram Ana, Nur; Dharma, Ferry Adhi
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8, No 1 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v8i1.26926

Abstract

Abstract:  Social media is also used by various communities, including Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ) which has spread widely in various forms of media, including Instagram, Facebook, Tiktok and the others of social media. This research aims to understand how symbolic interactions are applied on social media, especially Instagram, by GAYa Nusantara (GN) as an analytical tool to explore people's social interactions regarding the presence of LGBTQ people and other non-normative SOGIESC on social media. Netnography is a method used to study cyberspace from informed texts, with the aim of understanding societal culture that arises online. This method is specifically planned to study online culture and groups, being a term that has unique characteristics in virtual groups. The result of this research is GN's efforts to campaign for the values of equality and human rights, especially for LGBTQ people. Through Instagram, GN symbolizes itself as an NGO that is neutral and anti-intolerance. However, for netizens or the virtual community, GN is a deviant NGO because it contradicts the values of Pancasila, especially the first principle. This happens because netizens have internalized the values of Pancasila and also religious values and therefore consider LGBTQ as a deviation that cannot be tolerated.Abstrak:  Media sosial juga dimanfaatkan oleh berbagai komunitas, termasuk Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) yang telah tersebar luas dalam berbagai bentuk media, termasuk Instagram, Facebook, Tiktok, dan media sosial lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat memahami bagaimanakah interaksi simbolik yang diterapkan di media sosial, khususnya Instagram, oleh GAYa Nusantara (GN) sebagai alat analisis untuk mengeksplorasi interaksi sosial masyarakat terhadap kehadiran kaum LGBTQ dan SOGIESC non-normatif lainnya di media sosial. Netnografi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengkaji ruang siber dari teks yang diinformasikan, dengan tujuan memahami budaya masyarakat yang timbul secara daring. Metode ini secara spesifik direncanakan untuk mempelajari kebudayaan dan kelompok daring, menjadi suatu istilah yang memiliki ciri khas dalam kelompok maya. Hasil penelitian ini adalah adanya usaha GN dalam mengkampanyekan nilai-nilai kesetaraan dan hak asasi manusia, khususnya pada LGBTQ. Melalui Instagram, GN melakukan simbolisasi sebagai NGO yang netral dan anti intoleransi. Kendati demikian, bagi netizen atau masyarakat maya, GN adalah NGO yang menyimpang karena bertentangan dengan nilai-niai Pancasila, khususnya sila yang pertama. Hal ini terjadi karena netizen sudah terinternalisasi dengan nilai-nilai Pancasila dan juga nilai agama sehingga menganggap LGBTQ sebagai penyimpangan yang tidak dapat ditolerir.
A Virtual Etnography of Male K-Drama Fans on the Social Media X Account @kdrama_menfess Sa’diah, Anisa’ Fadilatus; Dharma, Ferry Adhi
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35281

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif-motif laki-laki pecinta K-drama dalam menggunakan media yaitu akun @kdrama_menfess untuk mengikuti tren yang berkembang tentang K-drama dalam perspektif teori Uses and Gratification yang membagi empat indikator kebutuhan menggunakan media, yaitu diversion (pengalihan), personal relationship (kebutuhan integrasi sosial), personality identity (kebutuhan identitas pribadi), dan surveillance (pengawasan). Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini ialah kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual. Penelitian ini mengambil lima informan laki-laki dengan memiliki rentang usia 19 hingga 25 tahun. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan pada penelitian ini yaitu observasi dan wawancara melalui online. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification yang dikemukakan oleh Elihu Katz didefinisikan bahwa individu secara aktif mencari media dan konten tertentu untuk mencapai kepuasan atau hasil tertentu. Hasil temuan ini secara keseluruhan, dari keempat motif utama yang diidentifikasi berdasarkan teori Uses and Gratification, motif diversion atau pengalihan merupakan motif yang paling dominan di antara kelima informan laki-laki pecinta K-drama. Bagi mereka, K-drama bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk melepas penat, mengisi waktu luang, dan mengurangi kesepian terutama saat jauh dari rumah. Lebih dari itu, K-drama berperan sebagai sarana psikologis yang membantu mengatasi stres diwaktu penat. Abstract: This study aims to explore the motives of male K-drama lovers in using media, focusing on the @kdrama_menfess account and the growing trend of K-drama. The research uses the Uses and Gratification theory, which divides media use needs into diversion, personal relationship, personality identity, and surveillance. The method used is qualitative with a virtual ethnographic approach. Five male informants aged 19 to 25 years participated in the study. Data was collected using online observation and interviews. Uses and Gratifications theory, proposed by Elihu Katz, states that individuals actively seek specific media and content to achieve certain satisfaction or outcomes. The findings show that, among the four main motives identified, diversion is the most dominant for the five male informants who enjoy K-dramas. For them, Korean dramas provide entertainment, a way to relax, fill leisure time, and alleviate loneliness, especially when far from home. Additionally, Korean dramas help them cope with stress during difficult times by serving as a psychological tool.