Articles
EVALUASI KEBERHASILAN PENERAPAN TERAPI ESA (Erythropoietin Stimulating Agent) PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD PRINGSEWU
Martianus Perangin Angin;
Nofita Nofita;
Luciana Cindy Maharani
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.83 KB)
|
DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4811
Keberhasilan terapi ESA berkaitan erat dengan penanganan anemia pada pasien hemodialisa, terutama bagi pasien yang mengalami Gagal Ginjal Kronik (GGK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi seberapa tinggi tingkat keberhasilan terapi ESA dalam menangani anemia pada pasien hemodialisa periode Januari – Desember 2019 di RSUD Pringsewu dengan beberapa indikator keberhasilan yang dilihat mulai dari target Hb tercapai, tidak adanya tambahan transfusi darah, dan terjadi perkembangan kesehatan pada pasien. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan observasional dengan rancangan metode retrospektif. Data dikumpulkan dari data rekam medik pasien yang dirangkum dalam sebuah tabel. Analisis data menggunakan rumus presentase (%). Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 106 sampel yaitu total seluruh pasien Unit hemodialisa di RSUD Pringsewu. Hasil penerapan terapi ESA ini telah dibuktikan berhasil pada 78 pasien dengan presentase 73,58%, yang berarti bahwa terapi ESA ini berhasil dalam menangani anemia yang terjadi pada pasien GGK.Kata Kunci : Terapi ESA, Pasien Hemodialisa/GGK, Rumah Sakit
EVALUASI KELENGKAPAN RESEP PASIEN ANAK RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AZZAHRA KALIREJO LAMPUNG TENGAH
Nofita Nofita;
Martianus Perangin Angin;
Restu Septia Ningsih
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (37.34 KB)
|
DOI: 10.33024/jfm.v3i2.3828
Penulisan resep yang tepat dan rasional merupakan penetapan berbagai ilmu, berdasarkan variabel-variabel yang harus diperhatikan, seperti unsur obat, kemungkinan kombinasi obat, dan penderitanya secara individual. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan resep yang memenuhi persyaratan sesuai PerMenKes No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan metode Purposive Sampling terhadap 90 resep pasien poli anak di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Azzahra Kalirejo Lampung Tengah tahun 2019. Penilaian kelengkapan resep dilakukan dengan mengevaluasi setiap komponen persyaratan administrasi, farmasetik, dan klinis. Analisis data dihitung dengan besaran persentase dalam setiap komponen persyaratan. Hasil evaluasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan persyaratan administrasi resep diperoleh hasil sebesar 94%, kelengkapan persyaratan farmasetik resep diperoleh hasil sebesar 97%, kelengkapan persyaratan klinis resep diperoleh hasil sebesar 98%. Berdasarkan hasil penelitian diatas, terdapat komponen pada setiap persyaratan yang tidak sesuai dengan Standar PerMenKes yang berlaku.
ANALISIS SGOT DAN SGPT PADA TIKUS JANTAN YANG DI INDUKSI PARASETAMOL UNTUK MENETAPKAN AKTIVITAS EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L.) SEBAGAI HEPATOPROTEKTIF
Nofita Nofita;
ade maria ulfa;
davit muhamad muslim
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.089 KB)
|
DOI: 10.33024/jfm.v3i1.3018
Enzim SGOT dan SGPT berhubungan dengan sel parenkim hati yang dikeluarkan akibat kerusakan sel hati. Pengaruh Punica granatum pada enzim hati dapat dirujuk ke pada efektivitas antioksidan yang kuat dari senyawa aktifnya yang dapat berinteraksi dengan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan aktivitas hepatoprotektif ekstrak buah delima terhadap hepatotoksisitas yang diinduksi parasetamol. Hepatotoksisitas diinduksi pada tikus jantan Sprague Dawley dengan pemberian oral parasetamol dosis 2000 mg/kg berat badan pada hari ke 9, 2 jam setelah pemberian ekstrak buah delima dan silymarin. Ekstrak dari buah delima diberikan secara oral dengan dosis 200 mg/kg dan 400 mg/kg BB dan silymarin diberikan secara oral dengan dosis 100 mg/kg setiap hari selama 9 hari. Beberapa penanda seperti SGOT dan SGPT diukur untuk menilai efek ekstrak pada kerusakan hati yang disebabkan oleh parasetamol. Sampel darah dari tikus yang diberi ekstrak buah delima 200 mg / kg BB dan 400 mg / kg BB memberikan kadar SGOT dan SGPT yang lebih rendah di bandingkan kontrol negatif (paracetamol) menunjukkan efek ekstrak dalam mencegah kerusakan akibat hepatoksin, akan tetapi efek yang diberikan belum mampu menyamai kontro positif pada kadar SGOT. Silymarin digunakan sebagai obat kontrol positif. Sehingga perlu adanya penambahan waktu pemberian dan dosis dari ekstrak buah delima sehingga efek yang dihasilkan lebih baik. Kata Kunci : Buah Delima, Hepatoprotektif, SGOT, SGPT, Parasetamol
DAMPAK NEGATIF DAN PENCEGAHAN OBESITAS
Anjar Jaulin;
Nofita Nofita
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.948 KB)
Masalah yang terdapat dalam ruang lingkup puskesmas yosodadi lainnya yaitu obesitas, perlu pemahaman dalam masyarakat mengenai apa itu obesitas, bagaimana pencegahan, penanganan dan penyakit atau resiko kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat obesitas tersebut. Tujuan kegiatan diharapkan masyarakat mengetahui tentang dampak-dampak negatif dari Obesitas, dan mengerti apa yang harus dilakukan sebagai pencegahan terjadinya obesitas. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa observasi dan pemberian informasi awal kepada kader posyandu maupun kader pelayanan kesehatan lain di ruang lingkup puskesmas tentang akan dilaksanakannya kegiatan penyuluhan tentang obesitas di puskesmas Yosodadi, Metro Timur. Hasil penyuluhan diketahui bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendorong mahasiswa untuk mengerti masalah-masalah dalam bidang kesehatan yang timbul dimasyarakat khususnya ruang lingkup puskesmas yosodadi, Perlu adanya penambahan pemahaman serta perubahan pola hidup masyarakat sebagai pencegahan terjadinya obesitas. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus di dukung dengan program kerja yang terencana dan terpadu dari dasar pelayanan kesehatan itu sendiri dalam hal ini puskesmas
PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA SAAT PUASA DI PUSKESMAS GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG
Nofita Nofita;
Davit Muhamad Muslim;
Chusairil Pasa
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati Vol 2 No 2, November 2019
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyakit degeneratif mengacu pada kondisi kesehatan seseorang akibat memburuknya suatu jaringan atau organ seiring dengan waktu. Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya mempengaruhi fungsi organ secara menyeluruh. Proses penuaan adalah penyebab penyakit degeneratif yang umum. Diantara penyakit degeneratif, prevalensi yang paling banyak adalah DM, Cardiovascular disease. Bulan suci Ramadhan 1440H yang merupakan kewajiban umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari pada bulan tersebut. Bagi mereka yang tidak dalam kondisi sehat dan ingin tetap melaksanakan ibadah puasa tentunya akan mempengaruhi pola penggunaan obat yang berbeda dari hari-hari biasa. Perubahan jadwal penggunaan obat perlu diperhatikan agar tidak mempengaruhi efek terapi yang sedang dijalani. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan kuisioner. Terdapat peningkatan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan yang memberikan yang memberikan peningkatan pengetahuan pada peserta, yang dapat bermanfaat bagi mereka yang ingin melaksanakan puasa dalam kondisi tidak sehat tanpa mempengaruhi terapi yang sedang dijalani. Kata kunci : Penyakit degeneratif, penggunaan obat, bulan puasa, lansia.
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN KADAR KOLESTEROL PADA LANJUT USIA (LANSIA) DI POSYANDU PEKON YOGYAKARTA GADING REJO PRINGSEWU
Nofita Nofita;
Rica Novia Sari
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dari data yang didapatkan, penyakit di Puskesmas Gadingrejo 50,55% di tempati oleh penyakit Kolesterol tinggi. Angka tersebut masih cukup tinggi, sehingga perlu upaya untuk menurunkan persentase tersebut. Kolesterol merupakan zat di dalam tubuh yang berguna untuk membantu pembentukan dinding sel, garam empedu, hormon, dan vitamin D serta sebagai penghasil energi. Kolesterol saat ini tidak hanya menjadi masalah kesehatan yang dihadapi negara-negara maju tetapi juga negara-negara berkembang. Seperti kita ketahui, kolesterol merupakan salah satu penyebab penyakit jantung koroner (PJK). Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penyuluhan tentang kadar kolesterol dengan tujuan supaya Lansia mampu mengenali dirinya dengan gejala kolesterol tinggi atau tidak, sehingga dapat mencegah atau mengobati dan Lansia dapat mengetahui pentingnya melakukan pemeriksaan kadar kolesterol. Penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap lansia sesudah dan sebelum penyuluhan. Dengan demikian penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan berkaitan tentang pemeriksaan kadar kolesterol.
PENYULUHAN TENTANG UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT ARTHRITIS RHEUMATOID PADA MASYARAKAT DI DAERAH KEMILING RAYA BANDAR LAMPUNG
Nofita Nofita;
Bella Afni Ganis;
Eka Setia Ningsih;
Anike Putri;
Fitri Rohana;
Farikha Nur Azizah;
Isnaini Hatta Putri;
Mega Ayuning Phakerti;
Rahayu Septia Ayuni
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jpfm.v4i1.4454
Penyakit Arthritis Rheumatoid merupakan penyakit yang sering dialami oleh setiap orang khususnya masyarakat Desa Kemiling Raya Bandar Lampung. Banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui tentang penyakit Arthitis Rheumatoid, gejala penyakit Arthitis Rheumatoid, dan pencegahan serta pengobatan sendiri terhadap penyakit yang bisa dilakukan swamedikasi. Oleh karena itu, setiap masyarakat membutuhkan informasi terkait penyakit Arthitis Rheumatoid, gejala penyakit Arthitis Rheumatoid, dan pencegahan serta pengobatan sendiri terhadap penyakit yang bisa dilakukan swamedikasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan memberikan informasi masyarakat tentang penyakit Arthitis Rheumatoid, gejala penyakit Arthitis Rheumatoid,dan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit Arthritis Rheumatoid. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2020 bertempat di Masjid Darul Falah Kemiling Raya. Adapun hasil yang di dapat dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat langsung mendapatkan informasi kesehatan dan dapat meningkatkan pengetahuan akan penyakit Arthitis rheumatoid, gejala penyakit Arthitis rheumatoid, dan pengobatan sendiri terhadap penyakit yang bisa dilakukan swamedikasi.
PENYULUHAN DIABETES MELLITUS TERHADAP LANSIA DI POSYANDU LANSIA KURNIA ABADI I PEKON WONODADI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADINGREJO PRINGSEWU
Nofita Nofita;
Arini Susanti
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.291 KB)
Lansia mengalami kemunduran fisik dan mental yang menimbulkan banyak konsekuensi, seperti komplikasi makrovaskular maupun mikrovaskular. Sekitar 50% lansia mengalami intoleransi glukosa dengan kadar gula darah puasa normal. Diabetes Mellitus (DM) pada lansia terjadi karena timbulnya resistensi insulin pada usia lanjut yang disebabkan oleh banyak faktor. DM pada lansia umumnya bersifat asimptomatik, Inilah yang menyebabkan diagnosis DM pada lansia seringkali agak terlambat. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penyuluhan tentang penyakit diabetes mellitus dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya pencegahan diabetes mellitus serta meningkatkan prilaku hidup sehat pada lansia, meningkatkan status kesehatan pada lansia serta lansia mampu mengetahui pentingnya memilh makanan yang sehat untuk dikonsumsi dan meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia mengenai penyakit diabetes mellitus. Penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap lansia sesudah dan sebelum penyuluhan. Dengan demikian penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan berkaitan tentang diabetes mellitus.
KONSELING, INFORMASI DAN EDUKASI BAHAYA PENGGUNASALAHAN DAN PENYALAHGUNAAN OBAT
Nofita Nofita;
Mahathir Farhan Muhammad;
Rizka Damei Yanti;
Ruth Sri Agus Murniningsih;
Vivit Millani Putri;
Wira Irawan
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.6014
Obat merupakan komoditi kesehatan yang strategis karena sangat diperlukan oleh masyarakat. Penggunasalahan dan penyalahgunaan obat merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat saat ini. Obat yang sering disalahgunakan adalah obat-obat yang bekerja di sistem syaraf pusat seperti narkotika dan psikotropika. Kemudahan dalam memperoleh obat-obatan tentunya menjadi salah satu faktor yang dapat memicu maraknya penyalahgunaan obat tersebut. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat yang berkujung ke Apotek Cahaya Sukabumi Bandar Lampung tentang bahaya penggunasalahan dan penyalahgunaan obat. Metode yang digunakan adalah Konseling, Informasi dan Edukasi dengan alat bantu kuesioner dan pamflet. Hasil kegiatan didapatkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai penggunasalahan dan penyalahgunaan terdapat peningkatan. Dilihat dari hasil evaluasi kuesioner dengan rata-rata nilai sebelum penyuluhan yaitu 53,00 untuk penggunasalahan obat dan 45,00 untuk penyalahgunaan obat (skala 1-100) menjawab pertanyaan dengan benar sedangkan kuesioner sesudah pengabdian yaitu 100 untuk keduanya kuesioner tersebut.Kata Kunci: Obat, Pengetahuan, Konseling, Informasi dan Edukasi.
PENYULUHAN TENTANG DAGUSIBU OBAT SEDIAAN CAIR ORAL DI POSYANDU LANSIA PUSKESMAS GADINGREJO
Nofita Nofita;
Yunitauly Hutagalung;
Chusairil Pasa
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 3, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN FARMASI MALAHAYATI VOLUME 3 NO 2 NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan program gerakan keluarga sadar obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia dalam mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk memberikan informasi serta pengetahuan kepada masyarakat untuk lebih memahami DAGUSIBU obat sediaan cair oral. Program yang dilakukan pada KKL-PPM ini adalah melakukan penyuluhan dengan tema DAGUSIBU obat sediaan cair oral pada lansia. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari Jumat 26 April 2019 bertempat di Aula Puskesmas Gadingrejo. Adapun hasil yang di dapat dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman lansia tentang cara mendapatkan obat sediaan cair oral di tempat yang tepat, cara penggunaan obat cair oral yang sesuai aturan pemakaian, penyimpanan obat sediaan cair oral sebelum dan sesudah dibuka tutupnya dan membuang obat sediaan cair oral yang sudah rusak secara benar.Kata kunci : DAGUSIBU, obat sediaan cair oral, penyuluhan