Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Matematika Kelas IV di SD Negeri 07 Palembang Chaesya Putri Andira; Kabib Sholeh; Sylvia Lara Syaflin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.4293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaran matematika di kelas IV SDN 07 Palembang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas IV dan siswa kelas IV SDN 07 Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pada saat perencanaan pembelajaran matematika guru sudah menyiapkan modul ajar sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, (2) Pelaksanaan pembelajaran dikelas metode yang guru gunakan itu bervariasi seperti metode pembelajaran ceramah, metode pembelajaran game, metode pembelajaran diskusi kelompok dan metode pembelajaran demonstrasi, (3) Saat Evaluasi Pembelajaran guru selalu menanyakan kepada peserta didik mengenai kepemahaman peserta didik terhadap materi tersebut sehingga guru dapat mengetahui sampai dimana letak ketidaktahuan peserta didik dalam mengikuti pelajaran dan menutup kegiatan belajar mengajar dengan memberi sedikit motivasi kepada peserta didik untuk belajar. (4) Perilaku Pesertadidik saat kegiatan belajar berlangsung mereka belajar dengan tenang dan kondusif sehingga mereka menghargai guru yang sedang menjelaskan materi di depan kelas.
Sebaran Situs-Situs Peninggalan Masa Kesultanan Di Palembang Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal Siti Nur Azizah; Kabib Sholeh; Dina Sri Nindiati
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8200

Abstract

Situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang merupakan warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Namun, pemanfaatan situs-situs tersebut dalam pembelajaran masih belum optimal karena informasi mengenai persebaran dan nilai historis yang terkandung di dalamnya belum banyak diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang dan mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisa data reduksi/kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang tersebar di wilayah Kota Palembang, yaitu berada di kawasan Iliran dan Uluan yang pada masa Kesultanan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, kegiatan keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Situs-situs tersebut mengandung nilai historis berupa nilai religius, sosial, pertahanan dan militer, serta politik dan pemerintahan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan materi pembelajaran sejarah lokal pada Fase E kelas X dan dapat diintegrasikan ke dalam capaian pembelajaran serta tujuan pembelajaran. Selain itu, sebaran situs-situs Kesultanan di Palembang dapat dimanfaatkan sebagai media sekaligus sumber pembelajaran yang membantu peserta didik memahami lokasi situs dan nilai historis yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, sebaran situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang berpotensi menjadi sumber pembelajaran sejarah lokal yang efektif untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual d an  meningkatkan pemahaman sejarah lokal peserta didik.
Nilai Historis Arca Buddha Museum TPKS Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal SMA PGRI 2 Palembang Laisa Tiara Zalika Ananda; Kabib Sholeh; Nur Syafarudin
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v11i1.8221

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan arca peninggalan Sriwijaya koleksi Museum Taman Purbakala Kedatuan Sriwijaya (TPKS) sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koleksi arca Sriwijaya di Museum TPKS, menganalisis nilai historis arca bercorak Buddha, serta menganalisis integrasinya sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Pada hasil penelitian peneliti memilih 19 koleksi arca Sriwijaya yang terdiri dari 5 arca Buddha dan 14 arca Hindu. Lima arca Buddha  Maitreya, Bodhisatwa I, Bodhisatwa II, Awalokiteswara, dan Buddha Bukit Siguntang  mengandung nilai historis meliputi nilai agama, toleransi, estetika, dan budaya. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal melalui pengembangan media Flipbook yang realistis dan aplikatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 19 arca yang dipilih terdiri dari  arca Sriwijaya 5 Buddha dan 14 Hindu, dengan lima arca bercorak Buddha mengandung nilai historis berupa nilai agama, toleransi, budaya, dan estetika. Nilai-nilai tersebut relevan dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang melalui pengembangan media Flipbook berbasis arca Buddha yang realistis dan aplikatif.
Analysis of Teaching Material Needs as a Basis for Learning Management in the Hindu-Buddhist Civilization History Course Wahid Ibrahim Banul Ngindom; Nur Ahyani; Kabib Sholeh
JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Vol. 11 No. 1 (2026): JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan)
Publisher : Graduate Program Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmksp.v11i1.21251

Abstract

This study aims to analyze the needs for teaching materials in the Hindu–Buddhist Civilization History course in the History Education Study Program at Universitas PGRI Palembang. The research employed a descriptive qualitative approach using a needs analysis design. Participants consisted of 73 students who had completed the course and 3 lecturers responsible for teaching the subject. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and document analysis of curriculum and existing teaching materials. Descriptive statistical analysis and thematic qualitative analysis were applied. The findings reveal a strong need for systematically organized printed teaching materials integrated with digital learning resources. Students reported high demand for coherent content structure, visual presentation, and access to online historical resources. Lecturers emphasized the importance of blended print–digital materials to support effective learning management. This study provides practical implications for the development of integrated teaching materials that can be directly utilized to improve instructional planning and learning effectiveness in history education.  
PELATIHAN ANALISIS BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH Nur Syafarudin; Muhamad Idris; Ema Agustina; Sukardi Sukardi; Wandiyo Wandiyo; Ahmad Zamhari; Dina Sri Nindiati; Aan Suriadi; Kabib Sholeh; Eva Dina Choirunisa
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v3i2.1049

Abstract

Analisis buku teks salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih menganalisis buku teks materi sejarah di SMA N 1 Sungai Pinang. Metode pengabdian menggunakan ceramah, tanya jawab dan latihan. Peserta dalam kegiatan ini adalah peserta didik kelas XII SMA N 1. Hasil kegiatan pelatihan bahwa peserta didik telah dapat mengidentifikasi Peta Kerajaan Sriwijaya, Raja Balaputadewa, Sungai Musi, kerajaan maritim kesemuanya adalah hasil identifikasi dan analisis buku teks dalam satu sub tema kerajaan-kerajaan pada masa Hindu-Budha (Kerajaan Sriwijaya). Kesimpulan kegiatan pelatihan ini peserta didik dapat mengembangkan analisis buku teks pelajaran sejarah yang berkaitan nilai sejarah dan pengetahuan kesejarahan yang berhubungan dengan sejarah lokal.
Strategi Guru Dalam Mengintegrasikan Sejarah Lokal Pada Materi Sejarah Indonesia Di SMA PGRI 2 Palembang Aleynsa Permata; Sukardi Sukardi; Kabib Sholeh
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8328

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang optimalnya pengintegrasian sejarah lokal pada materi pembelajaran Sejarah Indonesia di   SMA PGRI 2 Palembang, sehingga diperlukan strategi guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada sejarah indonesia, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada materi Sejarah Indonesia, menganalisis strategi yang digunakan guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada Sejarah Indonesia di SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumen dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah di SMA PGRI 2 Palembang memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah lokal, namun integrasinya dalam pembelajaran masih terbatas dan didominasi oleh materi Indonesia. Strategi yang digunakan meliputi identifikasi sumber lokal, analisis kurikulum, penentuan materi yang diintegrasikan, penyusunan CP dan tujuan pembelajaran, penyusunan materi ajar sejarah dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian Guru sejarah di SMA PGRI 2 Palembang memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah lokal, namun integrasinya dalam pembelajaran masih terbatas dan didominasi materi sejarah Indonesia. Untuk mengintegrasikannya, guru menerapkan strategi yang meliputi identifikasi sumber lokal, analisis kurikulum, penentuan materi, penyusunan CP dan tujuan pembelajaran, penyusunan materi ajar, hingga pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Nilai-Nilai Perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II Tahun 1819-1821 Sebagai Materi Sejarah Lokal Di SMA Negeri 2 Palembang Nur Annisa Hamidah; Aan Suriadi; Kabib Sholeh
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8345

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya materi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah yang masih perlu ditingkatkan, padahal sejarah lokal memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Salah satu tokoh sejarah lokal yang memiliki nilai-nilai perjuangan yang dapat dijadikan teladan adalah Sultan Mahmud Badaruddin II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819–1821 dan menganalisis relevansinya sebagai materi sejarah lokal di SMA Negeri 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri atas guru sejarah SMA Negeri 2 Palembang dan pengelola museum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819–1821 dalam mempertahankan Kesultanan Palembang Darussalam dari kekuasaan kolonial Belanda mengandung nilai-nilai patriotisme, keberanian, cinta tanah air, rela berkorban, tanggung jawab, dan pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai tindakan Sultan Mahmud Badaruddin II dalam mempertahankan kedaulatan wilayah serta melindungi rakyatnya dari ancaman kolonialisme. Selain itu, nilai-nilai perjuangan tersebut memiliki relevansi yang tinggi sebagai materi sejarah lokal karena dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai karakter, meningkatkan kesadaran sejarah, menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah, serta memperkuat sikap nasionalisme peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819–1821 mengandung nilai-nilai patriotisme, keberanian, cinta tanah air, rela berkorban, tanggung jawab, dan pantang menyerah yang relevan sebagai materi sejarah lokal untuk menanamkan karakter dan memperkuat nasionalisme peserta didik di SMA Negeri 2 Palembang.  
Integrasi Nilai Historis Prasasti Kota Kapur Sriwijaya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Di SMA Negeri 2 Mendo Barat Bangka Nur Ardyansah Susilo; Kabib Sholeh; Muhamad Idris
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8354

Abstract

Prasasti Kota Kapur merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang memiliki berbagai nilai historis, namun pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah lokal di sekolah masih belum optimal. Selain itu, nilai-nilai historis yang terkandung dalam Prasasti Kota Kapur belum banyak diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai historis Prasasti Kota Kapur sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA Negeri 2 Mendo Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prasasti Kota Kapur mengandung empat nilai historis utama, yaitu nilai politik, hukum, religius, dan sosial. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dengan materi perkembangan Kerajaan Sriwijaya pada mata pelajaran Sejarah Indonesia fase E dalam Kurikulum Merdeka. Integrasi Prasasti Kota Kapur sebagai sumber belajar sejarah lokal mampu mendukung pembelajaran yang kontekstual, memperkuat kesadaran sejarah peserta didik, serta mengembangkan kemampuan berpikir historis melalui pemanfaatan sumber sejarah primer yang berasal dari lingkungan sekitar peserta didik. Dengan demikian, Prasasti Kota Kapur dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal yang relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran sejarah yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir historis serta kesadaran sejarah peserta didik.
Strategi Guru Dalam Mengintegrasikan Sejarah Lokal Pada Materi Sejarah Indonesia Di SMA PGRI 2 Palembang Aleynsa Permata; Sukardi Sukardi; Kabib Sholeh
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8328

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang optimalnya pengintegrasian sejarah lokal pada materi pembelajaran Sejarah Indonesia di   SMA PGRI 2 Palembang, sehingga diperlukan strategi guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada sejarah indonesia, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada materi Sejarah Indonesia, menganalisis strategi yang digunakan guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada Sejarah Indonesia di SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumen dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah di SMA PGRI 2 Palembang memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah lokal, namun integrasinya dalam pembelajaran masih terbatas dan didominasi oleh materi Indonesia. Strategi yang digunakan meliputi identifikasi sumber lokal, analisis kurikulum, penentuan materi yang diintegrasikan, penyusunan CP dan tujuan pembelajaran, penyusunan materi ajar sejarah dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian Guru sejarah di SMA PGRI 2 Palembang memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah lokal, namun integrasinya dalam pembelajaran masih terbatas dan didominasi materi sejarah Indonesia. Untuk mengintegrasikannya, guru menerapkan strategi yang meliputi identifikasi sumber lokal, analisis kurikulum, penentuan materi, penyusunan CP dan tujuan pembelajaran, penyusunan materi ajar, hingga pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Peran Sungai Musi dalam Peradaban Palembang Kuno hingga Modern Lidya Burhan; Septa Pani; Wayan Anjani; Kabib Sholeh
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v8i1.9171

Abstract

Sungai Musi merupakan nadi kehidupan peradaban Palembang sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga era kota metropolitan modern. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran multifaset Sungai Musi sebagai pusat kegiatan politik-ekonomi, agama-budaya, transportasi, dan ruang hidup masyarakat Palembang dari abad ke-7 M hingga abad ke-21 melalui tinjauan kajian literatur. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana transformasi fungsi Sungai Musi dari pusat maritim Sriwijaya menjadi sungai perkotaan yang menghadapi ancaman pencemaran dan banjir di era modern, serta bagaimana memori kolektif masyarakat Palembang tetap mempertahankan sungai tersebut sebagai identitas kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data primer bersumber dari naskah kuno (prasasti Sriwijaya, Nagarakrtagama, Sejarah Melayu) dan laporan arkeologi underwater, sedangkan data sekunder berasal dari 47 artikel jurnal, 18 buku, dan 9 tesis/diserasi terbit 1980–2025. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan historis-kronologis dan tematik. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teori. Analisis dilakukan dengan content analysis dan interpretasi hermenetika sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Musi bertransformasi dari “jalur sutra maritim” Sriwijaya (abad 7–13), pusat perdagangan kolonial Belanda (abad 17–19), sumber minyak dan gas (1950–1990), hingga menjadi objek wisata heritage dan ruang publik kontemporer. Namun, industrialisasi dan pembuangan limbah telah menurunkan kualitas air hingga kelas IV. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Sungai Musi bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan living heritage yang terus membentuk identitas kolektif Palembang. Kata kunci: Sungai Musi, Kerajaan Sriwijaya, Palembang kolonial, identitas kota, living heritage, transformasi Sungai