Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

STUDI FARMAKOVIGILANS OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Nazhipah Isnani; Muliyani Muliyani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.404 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.180

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan diabetes melitus yang paling banyak di Indonesia. Penyakit DM tipe II disebabkan resistensi insulin. Penggunaan obat DM menyebabkan terjadinya adverse drug reaction (ADR) sehingga perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat melalui studi farmakovigilans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan mengetahui persentase angka kejadian ADR pada pasien rawat jalan DM tipe II di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien rawat jalan DM tipe II di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin yang telah menderita DM tipe II selama ≥ 6 bulan dan mendapat obat antidiabetes tunggal maupun kombinasi. Sampel yang digunakan sebanyak 95 sampel. Pengumpulan data melalui rekam medis pasien dan algaroritma naranjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 51 – 60 tahun paling banyak menderita DM yaitu 42,1%, jenis kelamin perempuan sebesar 55,6%. Angka kejadian ADR dengan total skor 1 – 4 kategori “cukup mungkin” memiliki nilai persentase yang paling besar yaitu 31,57% dan penggunaan obat kombinasi yang paling banyak menghasilkan ADR yaitu sebesar 22,1% untuk kategori cukup mungkin.
PROFIL PENGGUNAAN VITAMIN DAN SUPLEMEN PADA PASIEN COVID-19 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III BANJARMASIN PADA TAHUN 2020 Muliyani Muliyani; Muhammad Zaini; Nazhipah Isnani; Maulida Rahmah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.926

Abstract

This study is conducted to determine the characteristics of covid-19 patients and the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized covid-19 patients during the pandemic at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin. The purpose of this study is determine the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized Covid-19 patients at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin in 2020. The source of data in this study is secondary data taken from the results of medical records in 2020. The results of the research conducted were that the percentage of male patients infected with Covid- 19 was more than 69 people (71%) and the age group above 30 years was 76 people (78.35%). While the occupation is the police with a total of 48 people (49%). While the percentage of use of vitamins and supplements in Covid-19 patients hospitalized at Bhayankara Hospital Banjarmasin in 2020 is Vitamin D (61%), and Vitamin C (39%). As for supplements, namely Curcuma (63%), Becom C (26%), Imboost Force syrup (4%), Hepa-Q (2%), Cibexon syrup (1%), Becom zet (2%), Curvit (2 %) and Curbexon syrup (1%), in 97 samples.
Pengaruh Karakteristik Pasien Dengan Terjadinya Adverse Drug Reaction (ADR) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rsud Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Nazhipah Isnani; Muliyani Muliyani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v4i1.16

Abstract

gejala metabolik yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan glukosa darah akibat rusaknya sekresi insulin atau resistensi terhadap insulin atau keduanya. Di Indonesia, jumlah penyandang DM semakin tahun juga semakin menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. Pada tahun 2000, jumlah penderita DM di Indonesia sebanyak 8,4 juta jiwa dan diperkirakan akan mencapai angka 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 nanti. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 pada pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dan untuk mengetahui karakteristik pasien yang mempengaruhi kejadian ADR pada pasien rawat inap yang menggunakan obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 18 orang ( 90%) sedangkan usia ?55 tahun paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 11 orang (55%). Berdasarkan analisis karakteristik pasien terhadap terjadinya ADR terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada jenis kelamin yaitu sebesar 0,008. Hal ini berarti bahwa jenis kelamin mempengaruhi terjadinya ADR.
Implementasi Peraturan Bupati Katingan Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Surat Izin Usaha Perdagangan (Studi di Kantor Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Katingan BPM-PTSP) Muliyani Muliyani
Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Vol. 8 No. 2 (2019): JISPAR
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jispar.v8i2.1031

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) Kabupaten Katingan? (2) Apa yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mekanisme pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) Kabupaten Katingan? Fokus penelitian ini adalah Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu SIUP Di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan aspek-aspek model pelayanan perizinan secara cermat. Peneliti mengembangkan indikator inovasi pelayanan sebagai dasar untuk menghimpundata dan fakta berdasarkan fenomena yang terjadi pada Unit Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Di Kabupaten Katingan. Lokasi atau tempat penelitian ini adalah di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Subjek penelitian meliputi Pegawai/staf Pemerintah Kabupaten Katingan Badan Pergerakan Modal. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara, danDokumentasi. Hasil penelitian (1) Proses implementasi kebijakan pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah dilihat dari aspek: komunikasi (antara penyelenggara kebijakan dengankelompok sasaran), sumberdaya (ketersediaan dan ketercukupan SDM dan sumber daya finansial), disposisi(kesediaan dan komitmen pelaksana kebijakan), struktur birokrasi (mekanisme dan struktur organisasi pelaksana/pembagian tugas dan tanggung jawab). (2) Implementasi kebijakan pelayanan SuratIzin Usaha Perdagangan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah yang dilihat dari tingkat efektivitas yang ditunjukkan oleh tingkat pencapaian target penerima Surat Izin Usaha Perdagangan sudah optimal. Sedangkan tingkat efisiensi ditunjukkan adanya kepastian atau jaminan biaya pelayanan, namun dari segi waktu penyelesaian pelayanan masih sering tidak sesuai yang disebabkan terutama oleh aspek teknis.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI FARMASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT TK.III DR. R. SOEHARSONO Nazhipah Isnani; Muliyani Muliyani; Muhammad Zaini; Putri Sheila Wardhani
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i2.920

Abstract

Diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia and disturbances of carbohydrate, fat and protein metabolism associated with absolute or relative deficiency of insulin action and/or secretion. The purpose of this study was to determine the characteristics of type 2 DM patients and whether there were DRPs (Drug Related Problems) using antidiabetic drugs in patients with Type 2 Diabetes Mellitus at the Inpatient Pharmacy Installation of Tk.III Hospital Dr. R. Soeharsono period 2019-2020. This research is a non-experimental research with a descriptive research design with a retrospective approach. The sampling technique used was total sampling with a sample of 42 patients taken from the medical records of type 2 DM patients who received antidiabetic drugs at the Inpatient Pharmacy Installation of Tk.III Hospital Dr. R. Soeharsono Banjarmasin. From the results of this study, type 2 diabetes was mostly experienced by women, 25 patients (60%) with an age range of 41-60 years (62%), with the most diabetes complications being hypertension (59.5%). The results of the study of 42 patients studied, there were 22 patients (52.3%) who experienced DRPs by category in a row, namely drug interactions (33.3%), drugs without indications (14%), indications without drugs (4 ,7%), wrong drug (2.4%), under dos
PROFIL PENGGUNAAN VITAMIN DAN SUPLEMEN PADA PASIEN COVID-19 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. III BANJARMASIN PADA TAHUN 2020 Muliyani Muliyani; Muhammad Zaini; Nazhipah Isnani; Maulida Rahmah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.926

Abstract

This study is conducted to determine the characteristics of covid-19 patients and the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized covid-19 patients during the pandemic at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin. The purpose of this study is determine the profile of the use of vitamins and supplements in hospitalized Covid-19 patients at Bhayangkara Hospital Level III Banjarmasin in 2020. The source of data in this study is secondary data taken from the results of medical records in 2020. The results of the research conducted were that the percentage of male patients infected with Covid- 19 was more than 69 people (71%) and the age group above 30 years was 76 people (78.35%). While the occupation is the police with a total of 48 people (49%). While the percentage of use of vitamins and supplements in Covid-19 patients hospitalized at Bhayankara Hospital Banjarmasin in 2020 is Vitamin D (61%), and Vitamin C (39%). As for supplements, namely Curcuma (63%), Becom C (26%), Imboost Force syrup (4%), Hepa-Q (2%), Cibexon syrup (1%), Becom zet (2%), Curvit (2 %) and Curbexon syrup (1%), in 97 samples.
Pandangan Apoteker dalam Penerapan e-Prescribing di Rumah Sakit dan Farmasi Komunitas : Literatur Review Muhammad Zaini; Muliyani Muliyani; Nazhipah Isnani; Husin Husin
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v5i1.99

Abstract

Electronic Prescribing is a system that utilizes information technology to replace or reduce the use of paper prescriptions in the process of prescribing medication to patients. The implementation of e-Prescribing poses significant challenges related to user readiness, facilities, and other factors. This study aims to determine the perspectives of hospital and community pharmacists on the implementation of e-Prescribing. The research design used in this paper is a literature review. The objects used in this study were taken from the results of research published in national and international journals. Articles were obtained from PubMed and Google Scholar using the keywords "Pharmacists" AND "Electronic prescribing" AND "Hospital". A total of 80 articles from PubMed and 280 articles from Google Scholar were obtained. The selection resulted in 6 articles that met the inclusion and exclusion criteria for use in this study. Based on the literature review of the 6 journals, information was obtained that the implementation of e-Prescribing from the perspectives of hospital and community pharmacists provides benefits in terms of ease of use, improving patient safety, speeding up service processes, and improving the quality of medication dispensing. Weaknesses identified in the implementation of e-Prescribing are associated with the availability of supporting facilities, skills and readiness of human resources, as well as the continued risk of medication errors.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI KELURAHAN SUNGAI LULUT KECAMATAN SUNGAI TABUK muliyani muliyani
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v5i1.102

Abstract

TOGA adalah singkatan tanaman obat keluarga (TOGA). Pada hakekatnya, toga merupakan sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun, atau ladang, yang dipergunakan untuk membudidayakan tanaman berkhasiat obat. Tujuanya untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan keluarga. Keberadaan tanaman obat keluarga di lingkungan rumah sangat penting,terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses mudah ke pelayanan medis. Memahami manfaat dan khasiat jenis tanaman menjadi, tanaman obat alami yang aman. Bangsa Yunani kuno yang berjaya pada tahun 800 SM juga sudah menggunakan sekitar 63 spesies tanaman obat dengan menggunakan 657 jenis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk. Metode penelitian ini menggunakan survei deskriptif dengan teknik accidental sampling, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk yang berjumlah 1,002 orang dan di dapatkan sampel sebanyak 111 orang. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan responden tentang pemanfaatan TOGA pada kategori tingkat pengetahuan baik sebanyak 29 Responden (26,12%), tingkat sikap pada kategori baik sebanyak 83 Responden (74,77%) dan tingkat tindakan pada kategori baik sebanyak 53 Responden (47,70%). Simpulan penelitian ini adalah secara keseluruhan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman TOGA adalah cukup baik (61,71%), tingkat sikap masyarakat secara keseluruhan adalah baik (82,21%) dan tingkat tindakan masyarakat secara keseluruhan adalah cukup baik (69,90%)
EKSPLORASI HERBAL LOKAL KALIMANTAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN EDUKASI SISWA MTS DAN MA SEBAGAI IMPLEMENTASI SDGS Nily Su'aida; Muliyani Muliyani; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34089

Abstract

Abstrak: Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk berbagai tanaman lokal dengan potensi manfaat kesehatan yang tinggi. Namun, pemanfaatan tanaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari masih terbatas, khususnya di kalangan siswa. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengenalkan pemanfaatan tanaman lokal khas Kalimantan sebagai solusi kesehatan bagi 26 siswa Mts dan MA Desa Rumpiang. Metode kegiatan meliputi identifikasi tanaman berkhasiat, pelaksanaan pre-test dan post-test terkait pengetahuan obat tradisional, penyuluhan kepada siswa, serta pelatihan pembuatan produk berbasis tanaman herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang pemanfaatan tanaman lokal yang ditunjukkan dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 15,32% pada siswa MTs dan 35,42% pada siswa MA. Selain itu, siswa memperoleh keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer, jamu, dan masker alami yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif terapi untuk berbagai masalah kesehatan. Program ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan kesehatan yang baik dan kesejahteraan (SDG 3) serta pendidikan berkualitas (SDG 4).Abstract: Kalimantan is rich in biodiversity, including a wide range of local plants with significant potential health benefits. However, the utilization of these plants in daily life remains limited, particularly among students. This community engagement program aimed to explore and introduce the use of local Kalimantan plants as health solutions for students at MTs and MA in Rumpiang. The methods included identifying medicinal plants, conducting pre-tests and post-tests related to traditional medicine knowledge, delivering educational sessions, and providing training on the production of herbal-based products. The results demonstrated an increase in students’ knowledge of local plant utilization, as indicated by an average score improvement of 15.32% among MTs students and 35.42% among MA students. Furthermore, the participants acquired practical skills in producing herbal hand sanitizers, jamu, and natural facial masks as alternative therapies for various health issues. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly good health and well-being (SDG 3) and quality education (SDG 4).
KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG MENDAPATKAN TERAPI ANTIDIABETIK ORAL DI RSUD DR. H. MOCH.ANSARI SALEH BANJARMASIN muliyani, muliyani muliyani; isnani, nazhipah
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.53 KB) | DOI: 10.52674/jkikt.v1i1.3

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan kumpulan gejala metabolik yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan glukosa darah akibat rusaknya sekresi insulin atau resistensi terhadap insulin atau keduanya. Di Indonesia, jumlah penyandang DM semakin tahun juga semakin menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. Pada tahun 2000, jumlah penderita DM di Indonesia sebanyak 8,4 juta jiwa dan diperkirakan akan mencapai angka 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 nanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, tingkat kepatuhan pasien. Metode penelitian merupakan penelitian Observasional Crossectional dengan mengambil data pasien secara prospektif dengan melakukan penelusuran dokumen terdahulu, yaitu pada lembar rekam medik pasien rawat inap periode Juni – Juli 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan karakteristik subjek penelitian sebanyak 28 responden. Usia < 55 tahun sebanyak 12 orang (42,9%) dan >55 tahun sebanyak 16 orang (57,1%), tingkat pendidikan yang paling sedikit adalah > SMA sebanyak 11 orang (39,3%) dan <SMA sebanyak 17 orang (60,7%), 16 orang berjenis kelamin perempuan (57,1%) dan sebanyak 12 orang (42,9%), 23 orang yang bekerja (82,1%), dan yang tidak bekerja sebanyak 5 orang (17,9%), lama pasien menderita DM tipe 2 sebagian besar > 5 tahun sebanyak 18 responden (64,3%) dan paling sedikit < 5 tahun sebanyak 10 (35,7%), jenis pengobatan Monoterapi sebanyak 16 responden (57,43%) dan Kombinasi sebanyak 12 (42,57%).