Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

OPTIMASI KOMBINASI CARBOMER DAN CMC Na DALAM SEDIAAN GEL PEWARNA RAMBUT EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) Mardiana, Lia; Sunarni, Titik; Murukmihadi, Mimiek
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.3 KB) | DOI: 10.35799/pmj.2.2.2019.26531

Abstract

ABSTRACTColor and perfume substance factors are essential in a hair dye preparation. Anthocyanin in Butterfly Pea flower (Clitoria ternatea L.) has the potency to act as a natural dye. The physical attributes of hair dye are determined from the combination of carbomer gel and CMC Na as the gelling agent. This research aimed to discover the effect of the combination of carbomer and CMC Na on the physical attributes of the hair dye and to know the optimal formula composition as well as its physical stability during storage and in irritation test. Dry powder of the Butterfly Pea flower was macerated in water that was acidified with tartaric acid using ultrasonic wave to obtain the filtering result’s filtrate with vacuum filtration. The extract was obtained through freeze dry process for 3 days. Eight Butterfly Pea flowers’ extracts with various carbomer and CMC Na compositions were tested for its physical attributes in order to obtain the optimal formula which included adhesiveness, dispersion, pH, and viscosity. To obtain the optimal formula, stability test was conducted on its physical qualities using freeze and thaw method in 3 cycles and another stability test conducted on its dying duration, washing, as well as the sunlight’s effect on it. The result showed that carbomer had dominant effect in improving viscosity, adhesiveness, and pH of the gel; meanwhile CMC Na had dominant effect in increasing the gel’s dispersion. The optimal formula for Butterfly Pea flower hair dye contained 1,66% carbomer and 6,00% CMC Na. There were no significant differences between the experiment’s response and prediction. Unstable viscosity, adhesiveness, dispersion (p<0,05) was analyzed through paired t-test in both before and after the stability test for 3 cycles. The optimal formula of the hair dye caused light irritation to the skin and the gel was the panelists’ favorite during the hedonic test (texture, color, fragrance, and ease of use).    Keywords : Butterfly Pea Flower, Carbomer, CMC Na, Factorial Design, Hair Dye. ABSTRAKFaktor zat warna dan pewangi sangat penting dalam sediaan kosmetik pewarna rambut. Antosianin pada Tanaman Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) berpotensi sebagai zat pewarna alami. Sifat fisik pewarna rambut ditentukan dari kombinasi basis gel carbomer dan CMC Na sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi carbomer dan CMC Na terhadap sifat fisik pewarna rambut, mengetahui komposisi formula optimum, stabilitas fisik selama penyimpanan dan pengujian iritasi. Serbuk kering bunga telang dimaserasi dengan air yang diasamkan dengan asam tartarat menggunakan gelombang ultrasonik hingga didapatkan filtrat hasil penyaringan dengan vacuum fitrat. Ekstrak diperoleh dengan metode pengeringan freeze dry selama 3 hari. Delapan formula pewarna ekstrak bunga telang dengan variasi basis gel carbomer dan CMC Na diuji sifat fisiknya untuk mendapatkan formula optimum meliputi daya lekat, daya sebar, pH dan viskositas. Formula optimum yang dibuat dilakukan uji stabilitas mutu fisik dengan metode freeze and thaw selama 3 siklus dan uji stabilitas warna terhadap lama pewarnaan pada rambut, pencucian serta pengaruh sinar matahari. Hasil menunjukkan bahwa carbomer dominan meningkatkan viskositas, daya lekat dan pH gel sedangkan CMC Na dominan meningkatkan daya sebar gel. Interaksi dari carbomer dan CMC Na meningkatkan viskositas, daya lekat, pH dan daya sebar. Formula optimum pewarna rambut bunga telang mengandung carbomer sebesar 1,66% dan CMC Na sebesar 6,00%. Tidak ada beda signifikan antara respon percobaan dengan prediksi. Viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH tidak stabil (p<0,05) dianalisa dengan paired t-test pada sebelum dan sesudah uji stabilitas selama 3 siklus. Formula optimum pewarna rambut menyebabkan iritasi ringan pada kulit dan merupakan gel yang disukai oleh panelis pada uji hedonik (Tekstur, warna, aroma dan kemudahan pengambilan sediaan). Kata kunci: Bunga Telang, Carbomer, CMC Na, Factorial Design, Pewarna Rambut.
Analisis Kinerja Apoteker Dalam Pelayanan Farmasi Klinik di Puskesmas Kota Banjarmasin karina erlianti; Hasniah Hasniah; Lia Mardiana
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.761 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v7i1.5882

Abstract

Kinerja seorang apoteker perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian baik dalam pelayanan farmasi klinik maupun pengelolaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kinerja apoteker di Puskesmas Kota Banjarmasin dalam melakukan pelayanan farmasi klinik. Penelitian analisis kinerja apoteker dalam melakukan pelayanan farmasi klinis di Puskesmas Kota Banjarmasin ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif melalui penelusuran dokumen dan dilengkapi dengan observasi langsung dengan menggunakan daftar tilik sebagai data kualitatif serta dilengkapi dengan wawancara untuk memperdalam temuan di lapangan. Kinerja apoteker dan faktor yang mempengaruhi kinerja apoteker dianalisis secara deskritif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 5 apoteker yang berpraktek di lima Puskesmas kota Banjarmasin yang mewakili setiap kecamatan di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja apoteker dalam pelayanan farmasi klinik di Puskesmas pada era Jaminan Kesehatan Nasional berada pada kategori sangat tinggi pada aspek penggunaan obat generik dan penggunaan injeksi pada myalgia. Kategori kinerja yang tinggi ditunjukkan pada aspek pengkajian resep, rata-rata item obat dalam resep dan penggunaan antibiotik pada diare non spesifik. Kategori kinerja sedang ditunjukkan melalui aspek konseling pasien dan penggunaan antibiotic pada ISPA non pneumonia
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN HERBAL ECENG GONDOK DI DESA SEMANGAT DALAM Karina Erlianti; Lia Mardiana; Aris Fadillah; Didi Susanto
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Eichornia crassipes) yang merupakan gulma di sungai dan rawa memiliki kandungan antioksidan serta memiliki aktivitas antibakteri pada kulit. Desa semangat dalam merupakan desa yang terletak pada wilayah rawa dengan pertumbuhan gulma eceng gondok yang cukup besar. Perkembangbiakan eceng gondok yang tidak terkendali dapat berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang benar mengenai manfaat eceng gondok untuk kesehatan kulit serta memberikan pelatihan pemanfaatan tanaman ini sebagai bahan dasar untuk membuat produk kecantikan berupa sabun herbal. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan diikuti dengan pelatihan pembuatan produk sabun herbal. Pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2022 yang diikuti oleh ibuibu warga RT 31 Desa Semangat Dalam. Desain pretest dan postest digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil preteset dan post test menunjukkan terjadi peningkatan pemahanan peserta mengenai manfaat sabun herbal eceng gondok untuk kesehatan kulit serta cara pembuatan nya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR KOMBINASI DAUN KELOR DAN MADU DI DESA TELAGA LANGSAT KABUAPTEN TANAH LAUT Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Hasniah Hasniah; Lia Mardiana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16773

Abstract

ABSTRAKDaun kelor merupakan bagian dari tanaman kelor yang memiliki aktifitas antioksidan dan antibakteri yang bermanfaat untuk kulit. Bahan alam lain yang memiliki manfaat untuk kulit yaitu madu yang dapat melembabkan kulit. Desa Telaga Langsat Kabupaten Tanah Laut meruapakan desa yang memiliki hasil kebun berupa daun kelor dan juga merupakan sentra madu kelulut di Kabupaten Tanah Laut. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang benar mengenai manfaat daun kelor dan madu kelulut untuk kesehatan kulit serta memberikan pelatihan pemanfaatan tanaman ini sebagai bahan dasar untuk membuat produk sabun cair herbal kaya manfaat. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan diikuti dengan pelatihan pembuatan produk sabun cair serta memberikan contoh desain kemasan yang menarik.  Pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 yang diikuti oleh ibu-ibu anggota PKK Desa Telaga Langsat. Desain pretest dan postest digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta  sebelum  dan  setelah  kegiatan.  Skor pretest pada kegiatan ini adalah sebesar 1,7 dan skor pretest adalah 4,6. Hasil  preteset  dan  post  test tersebut  menunjukkan  terjadi  peningkatan pemahanan peserta sebesar 58% mengenai manfaat daun kelor dan madu untuk Kesehatan kulit serta cara pembuatannya menjadi sabun cair. Kata Kunci: daun kelor; madu; sabun cair ABSTRACTMoringa leaves are part of the moringa plant that have antioxidant and antibacterial activities beneficial for the skin. Another natural ingredient that is beneficial for the skin is honey, which can moisturize the skin. Telaga Langsat Village in Tanah Laut Regency is a village that produces moringa leaves and is also a center for stingless bee honey in the Tanah Laut Regency. The implementation of this activity aims to provide accurate information about the benefits of moringa leaves and stingless bee honey for skin health and to provide training on how to utilize these plants as the main ingredients to create beneficial herbal liquid soap products. The method used in this activity involved providing counseling followed by training on how to make the liquid soap products and providing attractive packaging design examples. The Community Service was conducted on June 17, 2023, and was attended by the women members of the PKK of Telaga Langsat Village. Pretest and posttest designs were used to measure the participants' knowledge before and after the activity. The pretest score for this activity was 1.7, and the posttest score was 4.6. The results of the pretest and posttest showed a 58% improvement in participants' understanding of the benefits of moringa leaves and honey for skin health and how to turn them into liquid soap. Keywords: moringa leaves; honey; liquid soap
Use of MOCAF flour as raw material for healthy and hygienic lakar crackers in N&N MSMEs Muhaimin Muhaimin; Anis Yohana Chaerunisaa; Tiana Milanda; Intan Timur Maisyarah; Uce Lestari; Mayang Kusuma Dewi; Lia Mardiana; Karina Erlianti
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 4 (2023): November 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i4.11237

Abstract

In the vicinity of NN Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) in Jatiroke Village, Sumedang, West Java, cassava plantations abound, yet their harvest is often undervalued and sold at low prices. To enhance economic value, cassava from Jatiroke Village is now being processed into Modified Cassava Flour (MOCAF) for use as a primary ingredient in lakar cracker production at NN MSME. Previously, wheat and tapioca flours were sourced from the market for cracker production. The objective of this Community Partnership Empowerment (CPE) initiative is to replace wheat flour with locally processed MOCAF, diversifying food ingredient sources using available resources. MOCAF is not only gluten-free but is also deemed safe for consumption, especially for those with autoimmune diseases, memory loss, and autism. The CPE program includes training on MOCAF flour production and hands-on experience in making lakar crackers with MOCAF as a core ingredient. This comprehensive effort aims to promote NN MSME's growth by incorporating innovative technology for the production of healthy and hygienic crackers, thereby benefiting public health, particularly individuals with autoimmune conditions. This strategic shift not only holds economic promise but also contributes to the well-being of the community.
SOSIALISASI PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI PADA PENGOLAHAN KERUPUK LAKAR DI UMKM N&N JATINANGOR Muhaimin, Muhaimin; Chaerunisaa, Anis Yohana; Milanda, Tiana; Maisyarah, Intan Timur; Lestari, Uce; Dewi, Mayang Kusuma; Mardiana, Lia; Erlianti, Karina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21970

Abstract

UMKM N&N yang berada di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat merupakan satu-satunya UMKM yang memproduksi kerupuk lakar dengan bahan dasar singkong. Awal produksi kerupuk lakar menggunakan pewarna makanan sintetis yang berada dipasaran. Mengingat bahayanya penggunaan pewarna sintetis pada makanan akan berdampak pada kesehatan manusia salah satunya adalah timbulnya reaksi alergi pada jangka waktu yang pendek dan timbulnya penyakit kanker pada jangka waktu yang lama. Oleh karena itu untuk menghindari pengunaan pewarna sintetis pada kerupuk lakar, maka tim PKM (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) Universitas Padjadjaran Bandung mengadakan sosialisasi pemanfaatan pewarna alami yang berasal dari bahan alam seperti wortel (warna orange), buah naga (warna merah fanta), bayam (warna hijau) dan ubi ungu (warna ungu) untuk dijadikan pewarna pada pengolahan kerupuk lakar yang sehat dan hygienis. Adapun tujuan sosialisasi atau penyuluhan pada UMKM N&N adalah untuk mendapatkan produk kerupuk lakar yang sehat dan bebas dari pewarna sintetis, sehingga dapat meningkatkan daya tarik bagi konsumen untuk mengkonsumsinya. Hasil dari penyuluhan penggunaan pewarna alami pada makanan telah diterapkan oleh UMKM N&N pada pengolahan kerupuk lakar dengan penggunaan 4 pewarna alami seperti wortel, bayam, buah naga dan ubi ungu sehingga dapat menambah varian warna dari kerupuk lakar yang dihasilkan. Selain itu kegiatan PKM ini juga memberikan kebermanfaatan kepada UMKM N&N dengan bantuan kemasan kerupuk berupa standing pouch sehingga dapat menambah nilai jual kerupuk lakar dan dapat dijual pada pasar retail seperti minimarket dan supermarket. Kerupuk lakar yang diproduksi oleh UMKM N&N diberi nama merek dagang kerupuk lakar ANIA.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Granul Instan Talas (Colocasia Esculenta L) Dan Sintrong (Crassocephalum Crepidioides) Sebagai Suplemen Kesehatan Mardiana, Lia; Fauzi, Muhammad
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.272

Abstract

Sistem kekebalan tubuh dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kebiasaan hidup sehat dengan memberikan nutrisi yang tepat serta menggunakan suplemen dan ramuan kesehatan tradisional. Suplemen kesehatan dalam bentuk granul dari Tanaman Talas (Colocasia esculenta L.) dan Sintrong (Crassocephalum crepidiodes) dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan karena mengandung fenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak daun talas dan daun sintrong serta mendapatkan formula sediaan granul instan yang stabil selama waktu penyimpanan meliputi uji waktu alir, sudut diam, indeks kompresibilitas, kandungan lembab dan waktu larut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai IC50 dari ekstrak daun sintrong lebih tinggi dari ekstrak daun talas yaitu sebesar 76,34 ppm dan 83,68 ppm. Aktivias antioksidan sediaan granul menunjukan IC50 formula I, formula II, dan formula III berturut-turut adalah 85,97 ppm, 80,39 ppm, dan 75,71 ppm. Nilai IC50 sediaan granul tergolong antioksidan kuat.
PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN KULIT UDANG DAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN NUGGET KAYA NUTRISI Aris Fadillah; Lia Mardiana; Muhammad Fauzi; Didi Susanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19392

Abstract

Abstrak: Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung kaya akan potensi hasil laut, salah satunya adalah udang. Kulit udang yang umumnya dianggap sebagai limbah, diketahui mengandung protein yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai bahan pada olahan makanan. Daerah ini juga banyak ditumbuhi tanaman kelor (Moringa oleifera). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor sangat kaya akan nutrisi, diantaranya kalsium, besi, protein, vitamin A, B dan C serta memiliki zat antioksidan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi limbah kulit udang dan daun kelor, serta memberikan pelatihan pembuatan nugget kaya nutrisi. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan serta pelatihan pembuatan nugget berbahan kulit udang dan daun kelor. Kegiatan ini diikuti oleh 29 orang peserta yang terdiri dari kader PKK dan warga setempat. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 34,81% dari hasil pre dan post-test.Abstract: Telaga Langsat Village have a big potential in marine products and one of them is shrimp. Shrimp shells that generally considered as a food waste, is known as a high-protein ingredient so it is suitable to be used as food additive. Moringa plants (Moringa oleifera) can also easily found there. Several studies have shown that Moringa leaves contains a variety of nutrients as calcium, iron, protein, vitamin A, B and C and also some antioxidants. This program aims to provide knowledge about the potential of shrimp shell and moringa leaf as food additives, as well as provide direct training in making nuggets. The methods used in this program are providing a course and training in making nuggets with shrimp shells and Moringa leaves as additives. This program was attended by 27 participants consisting of PKK cadres and local residents. There was an increase in participants's knowledge by 34.81% from the pre and post test results.
Phytochemical Screening And Antioxidant Activity Test of Lupun Root (Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr) from South of Borneo Mardiana, Lia; Milanda, Tiana; Hadisaputri, Yuni Elsa; Chaerunisaa, Anis Yohana
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i2.51350

Abstract

Lupun root is the local name for Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr. in the Aranio region, South of Borneo, Indonesia. P.suaveolens is a medicinal plant traditionally used to treat various ailments and to enhance the body’s immune function. This study aimed to investigate the secondary metabolites and antioxidant capacity of the ethanol extract derived from the root of Lupun (P. suaveolens). Samples were collected from Aranio, South Borneo. Extraction was performed by maceration using 96% ethanol. The analysis included phytochemical screening and evaluation of antioxidant activity using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) assay measured by a UV-Vis spectrophotometer. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, and phenolic compounds in the Lupun root extract. The antioxidant assay showed an IC50 value of 20.44 µg/mL, indicating strong antioxidant potential of the ethanol extract. These results highlight the plant’s promise as a candidate for pharmaceutical development.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK SEBAGAI SPRAY LUKA Juwita Ramadhani; Hasniah Hasniah; Dewi Rosaria; Aris Fadillah; Karina Erlianti; Muhammad Fauzi; M. Hasan Andryanto; Lia Mardiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34501

Abstract

Abstrak: Permasalahan limbah eceng gondok yang melimpah di Desa Sungai Arfat mendorong perlunya inovasi pemanfaatan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah eceng gondok menjadi produk kesehatan bernilai jual serta memperkenalkan strategi promosi digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi eceng gondok, penyuluhan mengenai urgensi pengelolaan limbah, serta workshop pembuatan spray luka berbasis eceng gondok. Kegiatan diikuti oleh 29 anggota PKK Desa Sungai Arfat dengan pendampingan langsung dari tim pelatih, sedangkan evaluasi dilakukan melalui angket pemahaman. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan postest, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest 51,03 meningkat menjadi 97,93 pada postest dengan kenaikan rata-rata 46,90 atau 149,71%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan hardskill masyarakat dalam produksi, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM berbasis eceng gondok yang berorientasi pada peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.Abstract: The problem of abundant water hyacinth waste in Sungai Arfat Village has prompted the need for innovative utilization to add economic value. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in processing water hyacinth into marketable health products and introducing digital promotion strategies. The methods used included socialization of the potential of water hyacinth, counseling on the urgency of waste management, and workshops on making water hyacinth-based wound sprays. The activity was attended by 29 members of the Sungai Arfat Village PKK with direct assistance from the training team, while the evaluation was conducted through a comprehension questionnaire. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, with the success indicators being an increase in the participants' knowledge and understanding. The results showed that the average pretest score of 51.03 increased to 97.93 in the posttest, with an average increase of 46.90 or 149.71%. This activity not only improved the community's hard skills in production but also opened up opportunities for the development of water hyacinth-based MSMEs oriented towards sustainable local economic improvement.