Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN PERSENTASE PENAMBAHAN FLYASH TERHADAP KUAT TEKAN BATA RINGAN JENIS CLC Bella, Rosmiyati A.; Pah, Jusuf J. S.; Ratu, Ariansyah G.
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.962 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas, kuat tekan dan serapan pada bata ringan dengan menggunakan fly ash sebagai pengganti semen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggantikan semen dengan fly ash dengan variasi penambahannya sebesar 10% hingga 90% dari berat semen dengan kenaikan 10%. Pengujian kuat tekan dan densitas dilakukan pada masa perawatan bata ringan berumur 7, 21, dan 28 hari sedangkan pengujian serapan air dilakukan pada umur 28 hari. Kuat tekan maksimum berada pada variasi fly ash 10%, selama masa perawatan berturut-turut sebesar 0,633 MPa, 0,781 MPa, 0,819 Mpa dengan densitas selama masa perawatan berturut-turut sebesar 750,741 kg/m3, 664,444 kg/m3, 588,519 kg/m3 serta serapan air sebesar 26,256%. Untuk kuat tekan minimum bata ringan dihasilkan pada variasi fly ash 40% berturut-turut sebesar 0,485 MPa, 0,633 MPa, 0,670 MPa, dengan densitas selama masa perawatan berturut-turut sebesar 585,556 kg/m3, 566,296 kg/m3, 549,259 kg/m3 serta serapan air sebesar 38,184%. Variasi fly ash pengganti semen dengan kadar 50% ke atas mengalami gagal/pecah. Berdasarkan penelitian tersebut variasi fly ash sebesar 40% merupakan batas maksimum penambahan fly ash pada bata ringan CLC dikarenakan penambahan fly ash dapat berpengaruh terhadap kekuatan bata ringan itu sendiri akibat tidak adanya ikatan antar agregat. The objective of this research was to find out the density, compressive strength and absorption of lightweight brick by using fly ash as the substitute of cement. The method used in this research was experimental method by substituting cement with fly ash. The variations were 10% to 90% of cement weight with 10% increment. The compressive strength test was conducted when the lightweight brick was 7,21 and 28 days for the water absorption. The maximum compressive strength was achieved in the 10% of fly ash variation, during the treatment of 0,633 MPa, 0,781 MPa, 0,819 MPa with the density of 750,741 kg/m3, 664,444 kg/m3, 588,519 kg/m3 and 38,184% of water absorption. Whereas, the variation of 50% fly ash as the substitution of cement was failed or cracked. This research indicated that the 40% variation of fly ash was the maximum limit to be added to the CLC lightweight brick for the reason that the addition of fly ash could affect the strength of the brick as the consequence of the non-existent aggregate bonds.
ANALISIS BIAYA PRODUK ASPHALT MIXING PLANTS (AMP) DI PULAU TIMOR Messah, Yunita A.; Bella, Rosmiyati A.; Klomang, Gerry B.
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.766 KB)

Abstract

Pada proses produksi dan distribusihotmix, jarak antara sumber material dan jarak antara lokasi permintaan hotmix dengan AMP akanberpengaruh pada biaya transportasi dan kualitas campuran yang dikirim ke lokasi pekerjaan. Penelitian dilakukan pada lokasi-lokasi yang terdapat Asphalt Mixing Plant (AMP) di Pulau Timor.Metode penelitian yang dilakukan ialah dengan observasi langsung (survei) ke lokasi dan melakukan wawancara langsung.Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan analisa perhitungan produktivitas alat dan perhitungan biaya.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 unit AMP di Pulau Timor, dengan rincian 4 unit AMP di Kabupaten Kupang, 2 unit AMP di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 2 unit AMP di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dan 4 unit AMP di Kabupaten Belu. Berdasarkan lokasi-lokasi tersebut, maka setelah dilakukan analisis perhitungan produktivitas kerja alat dan biaya maka diketahui bahwa produktivitas kerja alat sangat mempengaruhi waktu pekerjaan sebuah proyek jalan yang menggunakan hotmix, di mana dengan angka produktivitas kerja alat yang rendah akan mengakibatkan biaya yang digunakan untuk pekerjaan proyek jalan semakin besar, dan juga kualitas hotmix yang digunakan akan berkurang.
KINERJA DAN PELAYANAN OPERASIONAL PELABUHAN PENUMPANG TENAU Frans, John H.; Bella, Rosmiyati A.; Siahaan, Benny T.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.791 KB)

Abstract

Evaluasi kinerja dan pelayanan operasional di pelabuhan penumpang Tenau Kupang dilakukan pada terminal penumpang untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh pengelola pelabuhan berdasarkan persepsi penumpang dan juga dilihat dari Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 37 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Penumpang Angkutan Laut. Kinerja terminal berdasarkan persepsi pengguna jasa terminal diperoleh dari hasil kuisioner dengan skala Likert menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Dari hasil analisa IPA, wawancara dilakukan dengan pihak pengelola pelabuhan Tenau menggunakan metode Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) dan hasilnya dianalisis untuk strategi penyelesaian masalah. Hasil analisis pelayanan diketahui bahwa terminal penumpang Tenau masih belum sesuai dengan standar pelayanan minimum penumpang angkutan laut yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepentingan dan kepuasan rata-rata pengguna jasa terhadap 42 indikator faktor pelayanan sebesar 3,01 persen dan 4,32 persen. Kemudian dari hasil penelitian ini, ada 10 faktor pelayanan yang perlu mendapat perhatian  menurut persepsi penumpang. Hasil wawancara kemudian dimasukan dalam matriks kuadran SWOT dengan strategi SO (Strengths – Opportunities), yaitu memanfaatkan lokasi pelabuhan Tenau yang strategis dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah NTT.Performance evaluation and operational services at Tenau Passenger Port Kupangare conducted at the passenger terminal to determine the quality of services provided by the port management based on passenger perception and also seen from the Minister of Transportation Regulation Number 37 Year 2015 on Minimum Passenger Service Standard of Sea TransportTerminal performance based on terminal service user's perception is obtained from questionnaire with Likert scale using Importance Performance Analysis (IPA) method. From the IPA analysis results, the interviews were conducted with Tenau port management using the Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) method and the results were analyzed for the problem solving strategy. From the result of service analysis it is known that the Tenau passenger terminal is still not in accordance with the minimum service standards of sea transport passengers. Based on the research results obtained value of interest index and satisfaction of average service user to 42 indicators of service factor equal to 3,01 percent and 4,32 percent. Then from the results of this study, there are 10 service factors that need to get attention according to the perception of passengers. The interview results are then included in the SWOT quadrant matrix with the SO (Strengths - Opportunities) strategy, utilizing the strategic location of Tenau harbor in order to improve economic growth in the NTT region.
PENGGUNAAN PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON PEMBERAT PIPA MINYAK/GAS LEPAS PANTAI Dasalaku, Anggrainy P. W.; Sina, Dantje A. T.; Bella, Rosmiyati A
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.292 KB)

Abstract

ABSTRAKPasir besi merupakan potensi alam yang terdapat di Pantai Pasalai Malli, KecamatanMamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur dalam jumlahyang sangat banyak yaitu mencapai 100 juta ton. Pasir besi memiliki bobot yang beratsehingga dapat dimanfaatkan sebagai agregat halus pada beton pemberat pipa. Hasilpenelitian, dengan metode ACI memperoleh berat jenis dan kuat tekan beton pemberatsebesar 2722.868 kg/m3 untuk kekuatan 38.14 MPa. Beton ini memenuhi persyaratanabsorpsi beton pemberat di bawah 5% yaitu maksimum 4.29%.
ANALISIS BIAYA PRODUK ASPHALT MIXING PLANTS (AMP) DI PULAU TIMOR Messah, Yunita A.; Bella, Rosmiyati A.; Klomang, Gerry B.
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.766 KB)

Abstract

Pada proses produksi dan distribusihotmix, jarak antara sumber material dan jarak antara lokasi permintaan hotmix dengan AMP akanberpengaruh pada biaya transportasi dan kualitas campuran yang dikirim ke lokasi pekerjaan. Penelitian dilakukan pada lokasi-lokasi yang terdapat Asphalt Mixing Plant (AMP) di Pulau Timor.Metode penelitian yang dilakukan ialah dengan observasi langsung (survei) ke lokasi dan melakukan wawancara langsung.Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan analisa perhitungan produktivitas alat dan perhitungan biaya.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 unit AMP di Pulau Timor, dengan rincian 4 unit AMP di Kabupaten Kupang, 2 unit AMP di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), 2 unit AMP di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dan 4 unit AMP di Kabupaten Belu. Berdasarkan lokasi-lokasi tersebut, maka setelah dilakukan analisis perhitungan produktivitas kerja alat dan biaya maka diketahui bahwa produktivitas kerja alat sangat mempengaruhi waktu pekerjaan sebuah proyek jalan yang menggunakan hotmix, di mana dengan angka produktivitas kerja alat yang rendah akan mengakibatkan biaya yang digunakan untuk pekerjaan proyek jalan semakin besar, dan juga kualitas hotmix yang digunakan akan berkurang.
KINERJA DAN PELAYANAN OPERASIONAL PELABUHAN PENUMPANG TENAU Frans, John H.; Bella, Rosmiyati A.; Siahaan, Benny T.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.791 KB)

Abstract

Evaluasi kinerja dan pelayanan operasional di pelabuhan penumpang Tenau Kupang dilakukan pada terminal penumpang untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh pengelola pelabuhan berdasarkan persepsi penumpang dan juga dilihat dari Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 37 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Penumpang Angkutan Laut. Kinerja terminal berdasarkan persepsi pengguna jasa terminal diperoleh dari hasil kuisioner dengan skala Likert menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Dari hasil analisa IPA, wawancara dilakukan dengan pihak pengelola pelabuhan Tenau menggunakan metode Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) dan hasilnya dianalisis untuk strategi penyelesaian masalah. Hasil analisis pelayanan diketahui bahwa terminal penumpang Tenau masih belum sesuai dengan standar pelayanan minimum penumpang angkutan laut yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepentingan dan kepuasan rata-rata pengguna jasa terhadap 42 indikator faktor pelayanan sebesar 3,01 persen dan 4,32 persen. Kemudian dari hasil penelitian ini, ada 10 faktor pelayanan yang perlu mendapat perhatian  menurut persepsi penumpang. Hasil wawancara kemudian dimasukan dalam matriks kuadran SWOT dengan strategi SO (Strengths ? Opportunities), yaitu memanfaatkan lokasi pelabuhan Tenau yang strategis dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah NTT.Performance evaluation and operational services at Tenau Passenger Port Kupangare conducted at the passenger terminal to determine the quality of services provided by the port management based on passenger perception and also seen from the Minister of Transportation Regulation Number 37 Year 2015 on Minimum Passenger Service Standard of Sea TransportTerminal performance based on terminal service user's perception is obtained from questionnaire with Likert scale using Importance Performance Analysis (IPA) method. From the IPA analysis results, the interviews were conducted with Tenau port management using the Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) method and the results were analyzed for the problem solving strategy. From the result of service analysis it is known that the Tenau passenger terminal is still not in accordance with the minimum service standards of sea transport passengers. Based on the research results obtained value of interest index and satisfaction of average service user to 42 indicators of service factor equal to 3,01 percent and 4,32 percent. Then from the results of this study, there are 10 service factors that need to get attention according to the perception of passengers. The interview results are then included in the SWOT quadrant matrix with the SO (Strengths - Opportunities) strategy, utilizing the strategic location of Tenau harbor in order to improve economic growth in the NTT region.
PENGGUNAAN PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON PEMBERAT PIPA MINYAK/GAS LEPAS PANTAI Dasalaku, Anggrainy P. W.; Sina, Dantje A. T.; Bella, Rosmiyati A
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.292 KB)

Abstract

ABSTRAKPasir besi merupakan potensi alam yang terdapat di Pantai Pasalai Malli, KecamatanMamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur dalam jumlahyang sangat banyak yaitu mencapai 100 juta ton. Pasir besi memiliki bobot yang beratsehingga dapat dimanfaatkan sebagai agregat halus pada beton pemberat pipa. Hasilpenelitian, dengan metode ACI memperoleh berat jenis dan kuat tekan beton pemberatsebesar 2722.868 kg/m3 untuk kekuatan 38.14 MPa. Beton ini memenuhi persyaratanabsorpsi beton pemberat di bawah 5% yaitu maksimum 4.29%.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN KONSTRUKSI AKIBAT POTENSI PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DESA OEBELO Bella, Rosmiyati A.; Bunganaen, Wilhelmus; Sogen, Paulus M.
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.463 KB)

Abstract

Desa Oebelo merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penelitian Sonbay (2010), tanah di Oebelo merupakan tanah lempung ekspansif, dengan kandungan mineral montmorillonite sebanyak 75% dan kaolinite sebanyak 25%. Tanah lempung yang mengandung Montmorilonite sangat mudah mengembang ketika terjadinya perubahan kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai potensi pengembangan dan tekanan pengembangan tanah lempung ekspansif di Desa Oebelo pada variasi kadar air asli, kadar air 30% dan kadar air 40% serta Mengetahui hubungan antara tingkat kerusakan konstruksi terhadap potensi pengembangan tanah lempung ekspansif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan secara langsung di lapangan sebagai langkah awal guna mengindentifikasi kerusakan rumah dan wawancara terhadap pemilik rumah untuk mengetahui riwayat pembangunan dan kerusakan konstruksi serta pengujian sampel tanah di laboratorium untuk mengetahui potensi pengembangan tanah. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian potensi pengembangan dan penurunan satu dimensi tanah kohesif menggunakan SNI 6424-2008 (Metode A). Berdasarkan identifikasi kerusakan, wawancara dan pengujian pengembangan di laboratorium menunjukkan bahwa tingginya potensi pengembangan tanah menyebabkan tingkat kerusakan yang tinggi. Oebelo Village is a village that is located at Central Kupang District of East Nusa Tenggara Province. Based on the research by Sonbay (2010), Oebelo soil is expansive clay with percentage of mineral content are 75% of montmorillonite and 25% of kaolinite. Clay with montmorillonite is easy to swell when the water content changing. The purpose of this research is to know the value of swelling potential and swelling pressure in Oebelo Village at the condition of real water content variation, 30% of water content and 40% of water content and also to know the correlation between the value of construction damage against the swelling potensial of expansive clay. The method used in this research is the direct observations in the field as a first step to identify the damage to house and interviews with house owners to know the history of the development and construction damage and testing of soil samples in the laboratory to determine the swelling potential soil. Tests were done is test the swelling potential and the consolidation one-dimensional of cohesive soil according to SNI 6424-2008 (A method). Based on the interview and swelling test at the laboratory showing that the high potential of soil swelling causing high value of destruction.
PEMODELAN BANGKITAN PERJALANAN BERBASIS RUMAH TANGGA DI KOMPLEKS RSS. BAUMATA, KECAMATAN TAEBENU, KABUPATEN KUPANG Bella, Rosmiyati A.; Malaikosa, Kharson; Fanggidae, Linda W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.173 KB)

Abstract

Pergerakan masyarakat dalam suatu wilayah mememiliki beberapa karakteristik, yang umumnya dipengaruhi oleh aktivitas guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan pergerakan rumah tangga dan memperoleh model bangkitan pergerakan di Perumahan RSS Baumata. Metode analisis yang digunakan adalah meto deregresi dengan menggunakan variabel penjela stujuan perjalanan (X1), moda transportasi (X2), kepemilikan kendaraan (X3), pendapatan rata-rata (X4), jumlah anggota keluarga(X5). Sedangkan jumlah perjalanan rumahtangga dalam seminggu merupakan variabel terikat (Y). Berdasarkan hasil analisis menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions ) Versi 12.00 diperoleh model bangkitan perjalanan dengan bentuk matematis Ŷ = 2,609 + 1,252 X1 + 0,738X3 + 0,850 X4 + 0,685X5, Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor tujuan perjalanan, faktor jumlah anggota keluarga, faktor kepemilikan kendaraan dan faktor pendapatan rata-rata merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan perjalanan di wilayah Perumahan RSS Baumata. Sedangkan faktor moda transportasi merupakan faktor yang tidak signifikan terhadap bangkitan perjalanan di wilayah ini
PENGARUH UKURAN DIAMETER PIPA OUTLET FOAM GENERATOR TERHADAP KUAT TEKAN DAN SERAPAN AIR BATA RINGAN JENIS CLC Bella, Rosmiyati A.; Sinlae, Astryana M.; Pah, Jusuf J. S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.746 KB)

Abstract

The power of Cellular Lightweight Concrete is influenced by the size of its pores. If the Lightweight Concrete’s pore is larger, then the compressive strength is smaller and the uptake of water produced is greater. This is caused by the using of the outlet pipe diameter that is greater cause cavities in the foam produced even greater. That foam occupy cubes of concrete’ space and generate pores that are large on the Lightweight Concrete, causing its compressive strength are small and water’s absorption is large if it is compared to the diameter of the outlet pipe is smaller. The test results in the laboratory is the compressive strength of Cellular Lightweight Concrete in 14 days amounted to 2.148 MPa, 2.074 MPa, 1.926 MPa and 1.852 MPa on the variation of ½ inch, 1 inch, 1 ½ inch and 2 inches diameter. In 28 days, it amounted to 2,667 MPa, 2,593 MPa, 2,444 MPa, dan 2,296 MPa with same diameters. In 42 days, it amounted to 2,815 MPa, 2,667 MPa, 2, 519 MPa, dan 2,444 MPa on diameter of 0,5 inch, 1 inch, 1,5 inch, and 2 inches. In 56 days, it amounted to 2,889 MPa, 2,741 MPa, 2,593 MPa, and 2,519 MPa with same diameters. At the age of 56 days, the average value of water absorption of the CLC with outlet foam generator of diameter of 0.5 inches amounted to 13.554%. Whereas on 1-inch increase to 15.268%. The size of 1.5 inches increased to 17.163% and the size of 2 ins by 19.463%.