Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) UNTUK PENGHARUM RUANGAN Fany Lesmana; Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i2.147

Abstract

Aromaterapi merupakan sebuah metode penyembuhan dengan menggunakan minyak esensial yang sangat pekat yang seringkali sangat wangi dan diambil dari sari-sari tanaman.Pengharum ruangan merupakan suatu sediaan yang dapat melepaskan bahan-bahan volatilnya sehingga dapat mengharumkan ruangan.Bahan pewangi yang digunakan terbagi menjadi dua jenis yaitu sintetik dan alami.Penelitian bertujuan untuk mentahui apakah pembuatan sediaan lili aromaterapi dari minyak biji kopi robusta dapat mengharum ruangan. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat formulasi sediaan lilin aromaterapi dari minyak kopi robusta dilanjutkan dengan pengujian uji organoleptik Pada F1 warna putih kekuningan, bentuk tidak retak dan bau khas oleum nilam, pada F2 warna coklat muda, bentuk sedikit retak dan bau khas minyak biji kopi robusta, dan terakhir pada F3 warna putih, bentuk sedikit retak dan bau khas minyak biji kopi robusta.kemudian uji waktu bakar F1 lilin pada waktu 02:47:58 detik, waktu yang di dapatkan F2 02:50:27 detik dan F3 02:48:05 detik. Uji ketahan aroma F1 wangi hilang pada waktu 02:49:55 detik, F2 aorma hilang pada waktu 03:05:03 detik,F3 aroma hilang pada waktu 02:54:46 detik.Hasil penelitian dari sediaan lilin aromaterapi dari minyak biji kopi robusta, lilin yang disukai pada F2 dengan lilin sebleum dibakar dengan persentase 71% dan sesudah dibakar dengan persentase 82%.
PENGARUH PERBEDAAN METODE MASERASI DAN REMASERASI KULIT PISANG NANGKA (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PENAPISAN FITOKIMIA Ryan Farhan Pebrian; Marini Marini; Sinta Partiwi
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i2.196

Abstract

Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, fenol, tanin, flavonoid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi yang lebih baik antara metode Maserasi dan Remaserasi pada Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) terhadap Penapisan Fitokimia. Kandungan senyawa tersebut memiliki khasiat sebagai Antibakteri dan Antioksidan. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Uji Laboratorium dengan uji metabolit sekunder menggunakan Ekstrak Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) yang menggunakan pelarut Etanol 96%, dengan perbedaan penggunaan metode ekstraksi antara Maserasi dan Remaserasi. Hasil identifikasi uji penapisan fitokimia dengan dua metode yang berbeda ini menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama, yaitu: alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Sedangkan pada nilai rendemen ekstrak Kulit Pisang Nangka dari metode maserasi, diperoleh persentase nilai rendemen sebanyak 5,21%, dan pada metode remaserasi sebanyak 5,64%. Hasil dari analisis kualitatif dengan metode penapisan fitokimia menunjukkan bahwa metode ekstaraksi maserasi dan remaserasi tidak mempengaruhi kandungan senyawa kimia dalam tumbuhan tetapi mempengaruhi % rendemen ekstrak yang dihasilkan.
KARAKTERISASI PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav) Aas Mugi Lestari; Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.215

Abstract

Tanaman sirih merupakan tanaman yang banyak dipelihara di Indonesia khususnya yaitu daun sirih hijau (Piper betle L.) dan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav). Kedua tanaman sirih ini sering dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakterisasi ekstrak sirih hijau (Piper betle L.) dan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dengan parameter spesifik. Karakterisasi parameter spesifik meliputi identitas ekstrak, pengamatan makroskopik dan mikroskopik, uji kandungan pola kromatogram dan penapisan fitokimia. Hasil karakterisasi parameter spesifik yaitu menunjukkan nama ekstrak kental daun sirih hjau yang mengandung senyawa flavonoid, tanin, polifenol, kuinon dan saponin, sedangkan pada ekstrak kental daun sirih merah mengandung senyawa alkaloid, tanin saponin, kuinon, saponin, flavonoid dan polifenol. Hasil kromatografi lapis tipis mengandung senyawa flavonoid golongan flavonol dengan hasil bercak noda berwarna kuning, nilai Rf keduanya yaitu 0,40 serta menggunakan pembanding kuersetin yang mempunyai nilai Rf 0,38 yang hasilnya mirip pada noda kesatu. Kata kunci: Karakterisasi, parameter spesifik, Piper betle L., Piper crocatum Ruiz & Pav.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle L.) DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI GELLING AGENT CARBOMER 940 Ersih - Saphira; Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i1.202

Abstract

ABSTRAK Daun sirih (Piper betle L.) memiliki kandungan senyawa kimia berupa saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Dalam kandungan senyawa daun sirih (Piper betle L.) senyawa yang dapat memberikan aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus adalah flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan masker gel peel-off dengan ekstrak daun sirih sebagai anti jerawat dengan menggunakan basis carbomer 940 sebagai basis untuk memperoleh sediaan masker gel peel-off yang baik dan mengetahui uji evaluasi masker gel peel-off dengan konsentrasi basis carbomer 940 yang bervariasi. Konsentrasi basis carbomer 940 yang digunakan yaitu 0.5%, 1%, 1.5%, dan 2%. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Evaluasi masker gel peel-off daun sirih meliputi uji organoleptik, uji pH, uji waktu kering, uji viskositas dan uji daya sebar. Hasil penelitian menunjukan sediaan masker gel peel-off dengan basis carbomer 940 dapat dijadikan sediaan masker gel peel-off, dengan formula yang paling baik adalah Formula 1 dengan konsentrasi carbomer 940 0,5% jika dilihat dari hasil organoleptis, dengan rata-rata pH yang diperoleh yaitu 6, dan waktu kering yang cepat dibanding formula yang lain. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak daun sirih dapat diformulasikan sebagai zat aktif dalam pembuatan masker gel peel-off. Serta evaluasi sediaan masker gel peel-off ekstrak daun sirih dengan konsentrasi carbomer 940 yang bervariasi memiliki hasil evaluasi yang baik serta memenuhi syarat uji evaluasi sediaan masker gel peel-off. ABSTRACT Betel leaf (Piper betle L.) contains chemical compounds in the form of saponins, flavonoids, polyphenols, and essential oils. In the compound content of betel leaf (Piper betle L.) compounds that can provide activity to inhibit the growth of staphylococcus aureus bacteria are flavonoids. The purpose of this study was to formulate a peel-off gel mask preparation with betel leaf extract as an anti-acne by using carbomer 940 as a base to obtain a good peel-off gel mask preparation and to know the evaluation test of peel-off gel mask with a concentration of carbomer base 940 which varies. The concentration of the base carbomer 940 used was 0.5%,1%,1.5%, and 2%. This research method is experimental laboratory.Evaluation of betel leaf peel-off gel mask includes organoleptic test, pH test, dry time test, viscosity test and spreadability test. The results showed that the peel-off gel mask preparation with a carbomer 940 base could be used as a peel-off gel mask preparation, with the best formula being Formula 1 with a concentration of carbomer 940 0.5% when viewed from the organoleptic results, with an average pH of 0.5%. obtained is 6, and the dry time is fast compared to other formulas. The conclusion of this study is that betel leaf extract can be formulated as an active substance in the manufacture of peel-off gel masks. And the evaluation of betel leaf extract peel-off gel mask preparations with varying concentrations of carbomer 940 had good evaluation results and met the evaluation test requirements for peel-off gel mask preparations.
Pendampingan Penanaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Dalam Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Sakerta Timur Kabupaten Kuningan Marini Marini; Imas Maesaroh; azmi Darotulmutmainnah; Nova Oktavia
JURNAL BESEMAH : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurnalbesemah.v2i1.113

Abstract

In order to improve the degree of public health, one thing that can be done is planting and utilizing TOGA (family medicinal plants). TOGA development can also be used as a flagship program for residents in East Sakerta Village (Saktim) Darma District, Kuningan Regency, in addition to improving health as well as being a superior product to increase the economic value of the community through post-harvest processing. This community service aims to increase the knowledge and abilities of community members, especially members of the tourism awareness group (Pokdarwis) in Saktim Village in the utilization and processing of medicinal plants into more economical drug dosage forms. Community service activities in the Increasing the Role of Women towards a Healthy and Prosperous Family (P2WKSS) program are carried out by providing counseling about the properties of medicinal plants, and training in making TOGA gardens and the process of making traditional medicines.    
FORMULASI SEDIAAN SPRAY HAND SANITIZER DARI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) DAN PERASAN BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) SEBAGAI ANTIBAKTERI Wilda Yuniar; Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v4i2.365

Abstract

Daun Salam (Syzigium polyanthum (Wight.) Walp) dan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) yang mengandung senyawa flavonoid dan minyak atsiri yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri, antivirus dan memiliki aroma yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak daun salam (Syzigium polyanthum (Wight.) Walp) dan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) sebagai bahan alami pembuatan sediaan spray hand sanitizer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi ekstrak daun salam dan perasan buah jeruk nipis yang sama yaitu 1% ; 35% dan dibedakan pada gliserin yang bermanfaat sebagai humektan dengan konsentrasi (F1) 10%, (F2) 15%, (F3) 20%. Dilakukan uji fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, dan uji waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji organoleptik dari setiap formula berbeda warna, dalam segi bentuk sediaan cair dan memiliki bau aroma khas yang sama bau khas jeruk nipis. Uji homogenitas ketiga formula menunjukkan sediaan yang homogen. Uji pH ketiga formula memiliki nilai yang sama yaitu 4. Uji waktu mengering pada ketiga formula berbeda dimana F1=28 detik, F2=32 detik, dan F3 35 detik. Kata Kunci: Antibakteri, Antivirus, Daun salam (Syzigium polyanthum (Wight.) Walp), Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle), Spray Hand Sanitizer.
PROFIL PERESEPAN OBAT GASTRITIS PADA PASIEN DEWASA DI APOTEK AMALGA KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN PERIODE JANUARI – DESEMBER 2020 Marini Marini; Astri Pratiwi
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol 8 No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v8i1.236

Abstract

Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung terutama pada selaput lendir lambung dan merupakan penyakit lambung yang banyak ditemukan di masyarakat. Angka kejadian gastritis di Jawa Barat mencapai (31,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat gastritis pada pasien dewasa di Apotek Amalga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan periode Januari – Desember 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif menggunakan metode retrospektif terhadap resep-resep pasien gastritis di Apotek Amalga Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.878 resep. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 330 resep dengan teknik pengambilan sampel menggunakan System Random Sampling. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin pasien terdiagnosa gastritis terbanyak adalah berjenis kelamin perempuan sebesar 55,75%, berdasarkan rentang usia terbanyak adalah 36-45 tahun sebesar 29,69%, berdasarkan penggolongan obat yang banyak digunakan adalah obat golongan antasida sebesar 40,20%, berdasarkan penggunaan obat generik paling banyak adalah obat omeprazole sebesar 10,81%, merupakan salah satu obat gastritis golongan PPI (Proton Pump Inhibitor) dan berdasarkan peresepan kombinasi obat gastritis paling banyak yaitu kombinasi antara Antasida dan PPI (Omeprazole) sebesar 21,05%.
PHYSICAL EVALUATION OF CURCUMA RHIZOME EXTRACT (Curcuma xanthorrhiza) FORMULATION IN ANTI ACNE LOOSE POWDER Marini Marini; Haty Latifah Priatni; Azmi Darotulmutmainnah; Dea Safitri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.811

Abstract

When Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermis are isolated from acne-proneskin, the essential oil and curcuminoids in curcumin (Curcuma zanthorrhiza Roxb) exhibitantibacterial activity against blemished skin. The purpose of this study was to create an antiacne loose powder using Curcuma rhizome extract and to determine which formulationsmeet the best test requirements. Extraction was carried out using the maceration methodwith 96% ethanol solvent. The powder formulation consisted of alba bolus, magnesiumcarbonate, magnesium stearate, zinc oxide, oleum rosae, and talc, developed withtemulawak rhizome extract at concentrations of F0 (0%), F1 (8%), F2 (10%), and F3 (12%).The evaluation of the powder preparation was organoleptic, humidity, powder flow rate,specific gravity, and pH.. The results indicated that the F1 formulation's humidity test resultsof less than 10%, the speed of the powder flow evaluation test results was 15.6%, the angleof repose test result was 26.6°, and the measurement of pH showed that the result of 6fulfilled the requirements. Based on a physical test of the anti-acne loose powder, theCurcuma rhizome extract in the FI formulation with an 8% concentration produced optimalresults. Keywords: anti acne, physical evaluation, loose powder, curcuma
Formulasi Dan Uji Aktivitas Sirup Liofilisat Buah Harendong (Melastoma affine D.Don) Terhadap Bakteri Penyebab Diare Imas Maesaroh; Marini
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVRSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah harendong (Melastoma affine D. Don) secara empirik digunakan sebagai obat anti diare. Penelitian bertujuan untuk memperoleh formula sirup dari liofilisat ekstrak buah harendong yang stabil secara farmasetika dan untuk mengetahui aktivitasnya terhadap bakteri penyebab diare seperti Escherichia coli, Shigella dysentriae dan Salmonella sp. Penelitian ini diawali dengan menentukan konsentrasi liofilisat dari ekstrak buah harendong yang memiliki aktivitas terhadap beberapa bakteri penyebab diare dengan mengukur diameter daya hambat bakteri. Pengujian stabilitas sirup dengan metode penyimpanan dipercepat melalui parameter organoleptis, homogenitas, viskositas dan pH sediaan. Konsentrasi ekstrak dan sirup liofilisat buah harendong untuk uji aktivitas terhadap beberapa bakteri penyebab diare yaitu 0,5%; 1%; 1,5%; 5%; 10% dan 15%. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak dan sirup buah harendong tidak aktif terhadap bakteri penyebab diare kecuali pada ekstrak liofilisat buah harendong 10% resisten terhadap S.dysentrie dan Salmonella sp dan konsentrasi 15% resisten terhadap S.dysentrie dan intermediate terhadap Salmonella sp. Hasil uji stabilitas sirup liofilisat buah harendong menunjukkan tidak ada perubahan pada tiap konsentrasi secara organoleptis (bau, warna dan konsistensi), homogenitas dan pH. Sedangkan viskositasnya mengalami peningkatan pada konsentrasi 0,5% dan mengalami penurunan pada konsentrasi 1% dan 1,5%.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Sirup Liofilisat Buah Harendong (Melastoma affine D.Don) Terhadap Bakteri Penyebab Diare Imas Maesaroh; Marini
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i1.767

Abstract

Buah harendong (Melastoma affine D. Don) secara empirik digunakan sebagai obat anti diare. Penelitian bertujuan untuk memperoleh formula sirup dari liofilisat ekstrak buah harendong yang stabil secara farmasetika dan untuk mengetahui aktivitasnya terhadap bakteri penyebab diare seperti Escherichia coli, Shigella dysentriae dan Salmonella sp. Penelitian ini diawali dengan menentukan konsentrasi liofilisat dari ekstrak buah harendong yang memiliki aktivitas terhadap beberapa bakteri penyebab diare dengan mengukur diameter daya hambat bakteri. Pengujian stabilitas sirup dengan metode penyimpanan dipercepat melalui parameter organoleptis, homogenitas, viskositas dan pH sediaan. Konsentrasi ekstrak dan sirup liofilisat buah harendong untuk uji aktivitas terhadap beberapa bakteri penyebab diare yaitu 0,5%; 1%; 1,5%; 5%; 10% dan 15%. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak dan sirup buah harendong tidak aktif terhadap bakteri penyebab diare kecuali pada ekstrak liofilisat buah harendong 10% resisten terhadap S.dysentrie dan Salmonella sp dan konsentrasi 15% resisten terhadap S.dysentrie dan intermediate terhadap Salmonella sp. Hasil uji stabilitas sirup liofilisat buah harendong menunjukkan tidak ada perubahan pada tiap konsentrasi secara organoleptis (bau, warna dan konsistensi), homogenitas dan pH. Sedangkan viskositasnya mengalami peningkatan pada konsentrasi 0,5% dan mengalami penurunan pada konsentrasi 1% dan 1,5%.