Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN

CORAK PENGALAMAN KEAGAMAAN MAHASISWA STAIN PEKALONGAN Takrifin, Ahmad; Maskhur, Maskhur; Untung, Moh. Slamet; Fateh, Moh.
Jurnal Penelitian Vol 6 No 2: Nopember 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.253 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v6i2.224

Abstract

Riset ini mengkaji pengalaman keagamaan mahasiswa STAIN Pekalongan dan pengaruhnya terhadap perubahan (konversi) keagamaan mereka dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa corak pengalaman keagamaan mahasiswa STAIN Pekalongan sangat mempengaruhi konversi keagamaan mereka. Corak kesadaran beragama mereka sebagai dampak konversi keagamaan mereka pun ada yang berpengaruh positif dan ada juga yang negatif,  baik bersifat drastis maupun bertahap. Temuan lain, konversi keagamaan tidak selalu terjadi pada masa usia dewasa pertengahan (40-60 tahun) yang dianggap  sebagai masa kematangan beragama, tetapi bisa terjadi pada masa remaja akhir dan dewasa awal (18-39 tahun). Faktor yang mempengaruhinya pun bermacam-macam, ada internal: kepribadian dan pembawaan maupun eksternal: keluarga, pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tradisi keagamaan, dan lain-lain.
TAFSIR BUDAYA ATAS TRADISI BARZANJI DAN MANAKIB Ta'rifin, Ahmad
Jurnal Penelitian Vol 7 No 2: Nopember 2010
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.633 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v7i2.107

Abstract

Barzanji and Manakib, as an Islamic traditional culture in Java of Indonesia, has been observably detected in traditional muslim’s religious life. Reading Barzanji, is aimed to upgrade faith and love of Prophet Muhammad saw, whereas reading Manakib is tracing the miracle tale of Abdul Qadir Jaelani. These rituals have been constantly civilized among traditional Javanese muslims for centuries, even in local tradition of Kauman, Comal Pemalang. Using triple approaches (fenomenology, anthropology, and ethnography), this research was aimed to analyze the depth meaning of Barzanji and Manaqib tradition among Kaumaneese people, including their cultural shifting and its preservation
FORMALISASI DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN PESANTREN Ahmad Takrifin; Muhlisin Muhlisin; Maskhur Maskhur; Miftahul Ula
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i2.244

Abstract

Kajian ini menyimpulkan bahwa upaya formalisasi pendidikan pesantren yang dilaksanakan pada beberapa pesantren di Kota Pekalongan dengan orientasi "setengah hati", tidak diikuti pendirian lembaga pendidikan formal, justru berdampak negatif terhadap perkembangan pesantren. Sebaliknya, jika diikuti dengan pendirian lembaga pendidikan formal seperti MTs dan MA maka berpengaruh terhadap perkembangan pesantren secara kondusif. Formalisasi pesantren juga berdampak terhadap pergeseran pola kepemimpinan pesantren, dari kepemimpinan individu ke kepemimpinan kolektif yayasan; dari sistem pendidikan tradisional ke sistem pendidikan persekolahan; dari kurikulum kitab kuning oriented ke kurikulum integrative; dan dari metode tradisional salafi yang kyai oriented (weton, sorogan, hapalan, ceramah) ke metode student oriented (diskusi, resitasi, problem solving, kerja kelompok) dan lain-lain. Yang menarik, ketika pesantren-pesantren yang diteliti memformalisasikan pendidikannya, kurikulum pesantren salaf yang berbasis kitab kuning tetap dipertahankan, sedangkan ilmu umum hanya dijadikan pendukung ilmu agama yang ada di kurikulum salaf. Ilmu umum dipandang sebagai kebutuhan/tantangan modernisasi pendidikan.