Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Husband Support in Work-Family Conflict Among Working Mothers (Perspective of Communal Sharing and Equity Matching) Dewayani Soeharto, Triana Noor Edwina; Kuncoro, Mohammad Wahyu; Prahara, Sowanya Ardi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.104865

Abstract

This study aimed to determine the effect of the husband's support on work-family conflict in working mothers through the lens of equality matching and communal sharing based on the indigenous psychology approach. The data was collected from 296 participants through a survey using the work-family conflict scale, husband support scale, communal sharing social relationship scale, and social equality matching scale. Data analysis used was a test measurement model at once against 3 constructs using path analysis. Based on the results of the model test, it was found that the model of the influence of husband's support on work-family conflict in working mothers through social relations equality matching and communal sharing was empirically tested (kai-squared value with p> 0.05; GFI value ≥0.90; AGFI value. ≥0.90). In addition, it was found that the social relations of communal sharing have a direct influence on family work conflicts in working mothers with a total effect of -0.334 (p <0.05); Social relations equality matching has an effect on family work conflicts in working mothers with a total effect of -0.135 (p <0.05); and husband's support affects work-family conflict in working mothers with a total effect of -0.205 (p <0.05).
Perceived Organizational Support Dengan Employee Engagement Pada Karyawan Alkasim, Muhammad Agung; Prahara, Sowanya Ardi
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2019): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v4i2.5169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dengan employee engagement pada karyawan. Hipotesis  yang diajukan adalah ada hubungan positif antara perceived organizational support dengan employee engagement pada karyawan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang memiliki karakteristik minimal masa kerja lebih dari 1 tahun. Cara pengambilan subjek dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan Skala Perceived Organizational Support dan Skala Employee Engagement. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (R) hipotesis sebesar 0,612 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perceived organizational support dengan employee engagement. Diterimanya hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,375 variabel perceived organizational support menunjukkan kontribusi 37,5% terhadap employee engagement dan sisanya 62,5% dipengaruhi oleh faktor lain yaitu job characteristic, reward & recognition, perceived supervisor support, dan distributive & procedural justice.
Working mothers: Resilience and subjective well-being Prahara, Sowanya Ardi; Noviyanti, Refana
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 25 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v25i1.3241

Abstract

This study aims to determine the correlation between resilience and subjective well-being in working mothers. The method used in this study is a quantitative method with a correlational design. The subjects in this study amounted to 88 people with characteristics including a woman who is married and has children, works in the formal sector, and is at least 21 years old and a maximum of 60 years old. The data collection method in this study used two scales, namely the Subjective Well-Being Scale and the Resilience Scale. The data analysis technique used is the product-moment correlation from Karl Pearson. The results of the analysis of the data obtained provide a relationship coefficient value (rxy) of = 0.580 (p <0.05), which means that there is a significant positive correlation between resilience and subjective well-being.
Bagaimana Hardiness mempengaruhi Career Adaptability Karyawan Generasi Millenial Prahara, Sowanya Ardi; Wijaya, Eko Gandhi
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i1.26124

Abstract

Saat ini kelompok generasi milenial atau gen Y menjadi penyumbang terbanyak sebagai karyawan di perusahaan, artinya dari berbagai sektor industri telah di dominasi oleh karyawan generasi milenial. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kesiapan dalam menghadapi perkembangan karier dan salah satu faktor yang dapat meningkatkannya adalah kemampuan hardiness karyawan generasi milenial. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara hardiness dengan career adaptability. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode uji korelasional. Adapun responden dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial yang berusia 22-41 tahun dan sudah bekerja minimal 1 tahun (n = 80) yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel hardiness adalah Skala Hardiness yang disusun oleh peneliti dengan mengacu pada Occupational Hardiness Questionaire (OHQ), sedangkan untuk mengukur variabel career adaptability menggunakan Skala Career Adaptability yang disusun peneliti dengan mengacu Career Adapt-Abilities Scale (CAAS). Adapun hasil dari analisis dengan menggunakan metode uji korelasi product moment antara hardiness dengan career adaptability pada karyawan generasi milenial di dapatkan nilai koefisien korelasi sebesar (r) = 0,792 dengan signifikansi 0,001 (p < 0,050). Berdasarkan hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan career adaptability pada karyawan generasi milenial.
How does organizational commitment in employees relate to work engagement in millennial employees in the era of the Fourth Industrial Revolution? Jakayati, Novia; Prahara, Sowanya Ardi
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2024): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v19i1.14042

Abstract

The era of the Industrial Revolution 4.0 requires the world to continue to develop. This affects the performance of human resources at this time. Therefore, employees who are competent in their fields are needed. One of them is millennial generation employees who are known to be able to adapt and control technology. However, millennial employees have characteristics that make them quickly bored, so they easily decide to leave their jobs. This is undoubtedly related to the engagement of employees of the millennial generation. Therefore, millennial generation employees need organizational commitment; by committing, they can increase their sense of attachment to the company. The subjects in this study amounted to 60 millennial-generation employees with the characteristics of working for at least one year and aged between 21 and 41 years. The data collection method in this study used the Work Engagement Scale and the Organizational Commitment Scale. The data analysis technique used is product-moment correlation from Karl Pearson. The results of data analysis were obtained with the correlation coefficient value, which means there is a significant positive relationship between Organizational Commitment and Work Engagement.
Work Engagement dan Subjective Well-Being pada Ibu yang Bekerja Lili, Asep; Prahara, Sowanya Ardi
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3186

Abstract

Era moderinasasi menuntut intensitas peran wanita khususnya ibu yang bekerja meningkat, di mana disamping mengurus keluarga, ibu juga mempunyai peran sebagai pekerja. Akan tetapi disisi lain, jika kondisi kerja tidak sesuai dengan ekspektasi maka ibu yang bekerja akan memutuskan untuk mencari tempat kerja yang baru. Oleh karena itu, work engagement sangat penting untuk dilakukan ibu yang bekerja, dengan begitu dapat meningkatkan emosi positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dengan subjective well-being pada ibu yang bekerja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan karakteristik ibu yang bekerja dan usia minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun. Metode pengambilan data penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu Skala subjective well-being dan Skala work engagement. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product momen dari Karl Pearson. Hasil dari analisis data yang diperoleh menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar = 0,663 (p=0,000) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara work engagement dengan subjective well-being. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi work engagement maka semakin tinggi pula subjective well-being pada ibu yang bekerja. Sebaliknya, semakin rendah work engagement maka semakin rendah pula subjective well-being pada ibu yang bekerja.
Work-Family Enrichment dan Work Engagement pada Karyawan yang Sudah Menikah Susilo, Diaz Fahmi Zakiy; Prahara, Sowanya Ardi
Mediapsi Vol 5 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.5

Abstract

The current research aims to examine the relationship between work-family enrichment and work engagement among married employees. The design of the current research was a correlational survey in which the data were analysed using the Pearson’s product moment correlation. Among 39 married employees at Wisma Wisma Yogyakarta who were drawn on the basis of the purposive sampling, the result revealed as hypothesised that work-family enrichment was significantly and positively correlated with work engagement. We discuss this empirical finding in terms of theoretical and practical implications, as well as directions for future studiesPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara work-family enrichment dengan work engagement pada karyawan yang sudah menikah. Penelitian ini didesain sebagai survei korelasional dimana data dianalisis menggunakan Pearson’s product moment correlation. Subjek penelitian adalah 39 karyawan yang sudah menikah, yang direkrut atas dasar purposive sampling. Hasil penelitian mendukung hipotesis yang ditetapkan dimana work-family enrichmentberhubungan secara signifikan ke arah positif dengan work engagement. Temuan penelitian ini didiskusikan baik dari segi implikasi teoretis dan praktis, serta saran-saran untuk penelitian lanjutan
HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN PERILAKU INOVATIF KARYAWAN BAGIAN PENJUALAN Dewi, Lina Febriani Ayu Andon; Yuniasanti, Reny; Prahara, Sowanya Ardi
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 19 No. 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.174 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v19i1.597

Abstract

Agar dapat bertahan di era disruptive setiap perusahaan menuntut karyawannya untuk bisa lebih inovatif dalam proses kerjanya. Masih rendahnya perilaku inovatif di PT. A terutama pada bagian penjualan menjadi permasalahan yang harus dicarikan bentuk intervensi yang tepat. Hipotesis penelitian yaitu terdapat hubungan antara persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dengan perilaku inovatif dalam pekerjaan. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 35 karyawan penjualan PT. A Yogyakarta yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian adalah karyawan tetap dengan masa kerja minimal setahun. Pengumpulan data  menggunakan alat ukur skala persepsi lingkungan kerja dan skala perilaku inovatif.  Dari hasil analisis data menggunakan korelasi product moment Pearson, diketahui terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi lingkungan kerja dengan perilaku inovatif penjualan karyawan PT. A Yogyakarta (r = 0,439; p <0,050). Persepsi lingkungan kerja secara efektif berkontribusi sebesar 13,90% terhadap perilaku inovatif karyawan. Berdasarkan analisis regresi, diketahui bahwa persepsi lingkungan kerja fisik memberikan kontribusi efektif sebesar 11,70%, dan persepsi lingkungan kerja non fisik secara efektif berkontribusi sebesar 17,40% pada perilaku inovatif. Berdasarkan hasil penelitian ini memberikan informasi intervensi untuk lebih menyelaraskan dan mengharmoniskan hubungan di dalam organisasi untuk memunculkan perilaku inovatif karyawan
PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA ANAK DOWN SYINDORME PADA ORANGTUA Prahara, Sowanya Ardi; Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 20 No. 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.121 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v20i1.629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris apakah pelatihan efikasi diri mampu meningkatkan efikasi terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome pada diri orangtua. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan efikasi diri orangtua terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome sebelum dan sesudah pelatihan pada kelompok eksperimen. Subjek penelitian sebanyak 6 orangtua yang memiliki anak down syndrome yang mendapatkan skor rendah dari Skala Efikasi Diri terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome. Design eksperimen yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis data Wilcoxon matched pairs sigend-ranks test menunjukkan nilai Z yang didapat sebesar -2.207 dengan p = 0.0135 (p = <0.05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat efikasi diri terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome pada orangtua yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan efikasi diri.
PELATIHAN EFIKASI DIRI GURU: EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Prahara, Sowanya Ardi; Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 21 No. 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.198 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai efektivitas pelatihan strategi peningkatan efikasi diri pada guru mampu meningkatkan efikasi diri akademik dan prestasi belajar siswa. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan efikasi diri akademik siswa sebelum dan sesudah diberikan tritmen dan ada hubungan antara efikasi diri dengan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian sebanyak 180 siswa. Design eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik. Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan hasil nilai t sebesar 1.419 dengan taraf signifikansi 0.159 (p<0.05). Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan efikasi diri akademik pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Walaupun subjek memiliki efikasi diri akademik lebih tinggi setelah diberikan perlakuan dengan rerata sebesar 68.84 daripada sebelum diberikan perlakuan dengan rerata sebesr 67.89. Berdasarkan dari nilai rerata yang diperoleh dari pengukuran tersebut dapat diketahui bahwa perlakuan yang diberikan bukan berarti tidak berpengaruh terhadap subjek penelitian, melainkan disebabkan karena adanya variable extraneous yang turut serta di dalamnya. Selain itu, juga tidak ada hubungan antara efikasi diri akademik dengan prestasi belajar siswa.