Articles
Working mothers: Resilience and subjective well-being
Prahara, Sowanya Ardi;
Noviyanti, Refana
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 25 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/psikologi.v25i1.3241
This study aims to determine the correlation between resilience and subjective well-being in working mothers. The method used in this study is a quantitative method with a correlational design. The subjects in this study amounted to 88 people with characteristics including a woman who is married and has children, works in the formal sector, and is at least 21 years old and a maximum of 60 years old. The data collection method in this study used two scales, namely the Subjective Well-Being Scale and the Resilience Scale. The data analysis technique used is the product-moment correlation from Karl Pearson. The results of the analysis of the data obtained provide a relationship coefficient value (rxy) of = 0.580 (p <0.05), which means that there is a significant positive correlation between resilience and subjective well-being.
Bagaimana Hardiness mempengaruhi Career Adaptability Karyawan Generasi Millenial
Prahara, Sowanya Ardi;
Wijaya, Eko Gandhi
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/pib.v5i1.26124
Saat ini kelompok generasi milenial atau gen Y menjadi penyumbang terbanyak sebagai karyawan di perusahaan, artinya dari berbagai sektor industri telah di dominasi oleh karyawan generasi milenial. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kesiapan dalam menghadapi perkembangan karier dan salah satu faktor yang dapat meningkatkannya adalah kemampuan hardiness karyawan generasi milenial. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara hardiness dengan career adaptability. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode uji korelasional. Adapun responden dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial yang berusia 22-41 tahun dan sudah bekerja minimal 1 tahun (n = 80) yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel hardiness adalah Skala Hardiness yang disusun oleh peneliti dengan mengacu pada Occupational Hardiness Questionaire (OHQ), sedangkan untuk mengukur variabel career adaptability menggunakan Skala Career Adaptability yang disusun peneliti dengan mengacu Career Adapt-Abilities Scale (CAAS). Adapun hasil dari analisis dengan menggunakan metode uji korelasi product moment antara hardiness dengan career adaptability pada karyawan generasi milenial di dapatkan nilai koefisien korelasi sebesar (r) = 0,792 dengan signifikansi 0,001 (p < 0,050). Berdasarkan hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan career adaptability pada karyawan generasi milenial.
How does organizational commitment in employees relate to work engagement in millennial employees in the era of the Fourth Industrial Revolution?
Jakayati, Novia;
Prahara, Sowanya Ardi
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2024): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/psikologia.v19i1.14042
The era of the Industrial Revolution 4.0 requires the world to continue to develop. This affects the performance of human resources at this time. Therefore, employees who are competent in their fields are needed. One of them is millennial generation employees who are known to be able to adapt and control technology. However, millennial employees have characteristics that make them quickly bored, so they easily decide to leave their jobs. This is undoubtedly related to the engagement of employees of the millennial generation. Therefore, millennial generation employees need organizational commitment; by committing, they can increase their sense of attachment to the company. The subjects in this study amounted to 60 millennial-generation employees with the characteristics of working for at least one year and aged between 21 and 41 years. The data collection method in this study used the Work Engagement Scale and the Organizational Commitment Scale. The data analysis technique used is product-moment correlation from Karl Pearson. The results of data analysis were obtained with the correlation coefficient value, which means there is a significant positive relationship between Organizational Commitment and Work Engagement.
Work Engagement dan Subjective Well-Being pada Ibu yang Bekerja
Lili, Asep;
Prahara, Sowanya Ardi
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/intensi.v1i1.3186
Era moderinasasi menuntut intensitas peran wanita khususnya ibu yang bekerja meningkat, di mana disamping mengurus keluarga, ibu juga mempunyai peran sebagai pekerja. Akan tetapi disisi lain, jika kondisi kerja tidak sesuai dengan ekspektasi maka ibu yang bekerja akan memutuskan untuk mencari tempat kerja yang baru. Oleh karena itu, work engagement sangat penting untuk dilakukan ibu yang bekerja, dengan begitu dapat meningkatkan emosi positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dengan subjective well-being pada ibu yang bekerja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan karakteristik ibu yang bekerja dan usia minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun. Metode pengambilan data penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu Skala subjective well-being dan Skala work engagement. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product momen dari Karl Pearson. Hasil dari analisis data yang diperoleh menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar = 0,663 (p=0,000) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara work engagement dengan subjective well-being. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi work engagement maka semakin tinggi pula subjective well-being pada ibu yang bekerja. Sebaliknya, semakin rendah work engagement maka semakin rendah pula subjective well-being pada ibu yang bekerja.
Work-Family Enrichment dan Work Engagement pada Karyawan yang Sudah Menikah
Susilo, Diaz Fahmi Zakiy;
Prahara, Sowanya Ardi
Mediapsi Vol 5 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.5
The current research aims to examine the relationship between work-family enrichment and work engagement among married employees. The design of the current research was a correlational survey in which the data were analysed using the Pearson’s product moment correlation. Among 39 married employees at Wisma Wisma Yogyakarta who were drawn on the basis of the purposive sampling, the result revealed as hypothesised that work-family enrichment was significantly and positively correlated with work engagement. We discuss this empirical finding in terms of theoretical and practical implications, as well as directions for future studiesPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara work-family enrichment dengan work engagement pada karyawan yang sudah menikah. Penelitian ini didesain sebagai survei korelasional dimana data dianalisis menggunakan Pearson’s product moment correlation. Subjek penelitian adalah 39 karyawan yang sudah menikah, yang direkrut atas dasar purposive sampling. Hasil penelitian mendukung hipotesis yang ditetapkan dimana work-family enrichmentberhubungan secara signifikan ke arah positif dengan work engagement. Temuan penelitian ini didiskusikan baik dari segi implikasi teoretis dan praktis, serta saran-saran untuk penelitian lanjutan
HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN PERILAKU INOVATIF KARYAWAN BAGIAN PENJUALAN
Dewi, Lina Febriani Ayu Andon;
Yuniasanti, Reny;
Prahara, Sowanya Ardi
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 19 No. 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.174 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v19i1.597
Agar dapat bertahan di era disruptive setiap perusahaan menuntut karyawannya untuk bisa lebih inovatif dalam proses kerjanya. Masih rendahnya perilaku inovatif di PT. A terutama pada bagian penjualan menjadi permasalahan yang harus dicarikan bentuk intervensi yang tepat. Hipotesis penelitian yaitu terdapat hubungan antara persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dengan perilaku inovatif dalam pekerjaan. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 35 karyawan penjualan PT. A Yogyakarta yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian adalah karyawan tetap dengan masa kerja minimal setahun. Pengumpulan data  menggunakan alat ukur skala persepsi lingkungan kerja dan skala perilaku inovatif. Dari hasil analisis data menggunakan korelasi product moment Pearson, diketahui terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi lingkungan kerja dengan perilaku inovatif penjualan karyawan PT. A Yogyakarta (r = 0,439; p <0,050). Persepsi lingkungan kerja secara efektif berkontribusi sebesar 13,90% terhadap perilaku inovatif karyawan. Berdasarkan analisis regresi, diketahui bahwa persepsi lingkungan kerja fisik memberikan kontribusi efektif sebesar 11,70%, dan persepsi lingkungan kerja non fisik secara efektif berkontribusi sebesar 17,40% pada perilaku inovatif. Berdasarkan hasil penelitian ini memberikan informasi intervensi untuk lebih menyelaraskan dan mengharmoniskan hubungan di dalam organisasi untuk memunculkan perilaku inovatif karyawan
PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA ANAK DOWN SYINDORME PADA ORANGTUA
Prahara, Sowanya Ardi;
Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 20 No. 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.121 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v20i1.629
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris apakah pelatihan efikasi diri mampu meningkatkan efikasi terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome pada diri orangtua. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan efikasi diri orangtua terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome sebelum dan sesudah pelatihan pada kelompok eksperimen. Subjek penelitian sebanyak 6 orangtua yang memiliki anak down syndrome yang mendapatkan skor rendah dari Skala Efikasi Diri terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome. Design eksperimen yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis data Wilcoxon matched pairs sigend-ranks test menunjukkan nilai Z yang didapat sebesar -2.207 dengan p = 0.0135 (p = <0.05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat efikasi diri terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome pada orangtua yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan efikasi diri.
PELATIHAN EFIKASI DIRI GURU: EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Prahara, Sowanya Ardi;
Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 21 No. 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.198 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v21i1.765
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai efektivitas pelatihan strategi peningkatan efikasi diri pada guru mampu meningkatkan efikasi diri akademik dan prestasi belajar siswa. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan efikasi diri akademik siswa sebelum dan sesudah diberikan tritmen dan ada hubungan antara efikasi diri dengan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian sebanyak 180 siswa. Design eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik. Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan hasil nilai t sebesar 1.419 dengan taraf signifikansi 0.159 (p<0.05). Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan efikasi diri akademik pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Walaupun subjek memiliki efikasi diri akademik lebih tinggi setelah diberikan perlakuan dengan rerata sebesar 68.84 daripada sebelum diberikan perlakuan dengan rerata sebesr 67.89. Berdasarkan dari nilai rerata yang diperoleh dari pengukuran tersebut dapat diketahui bahwa perlakuan yang diberikan bukan berarti tidak berpengaruh terhadap subjek penelitian, melainkan disebabkan karena adanya variable extraneous yang turut serta di dalamnya. Selain itu, juga tidak ada hubungan antara efikasi diri akademik dengan prestasi belajar siswa.
GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI DALAM RELASI SOSIAL SUAMI DENGAN ISTRI BEKERJA YANG MENGALAMI KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA (DALAM KELUARGA JAWA) : PENDEKATAN INDIGENOUS PSYCHOLOGY
Edwina, Triana Noor;
Kuncoro, Muhammad Wahyu;
Prahara, Sowanya Ardi
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 22 No. 1: Februari 2020
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.449 KB)
|
DOI: 10.26486/psikologi.v22i1 Feb.1023
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dukungan suami dan relasi sosial antara suami dengan istri bekerja yang mengalami konflik pekerjaan-keluarga, dalam keluarga Jawa, berbasis pendekatan indigenous psychology. Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu pusat budaya Jawa. Subjek penelitian yang digunakan memiliki karakteristik : seorang istri mengidentifikasikan dirinya sebagai etnis Jawa, memiliki anak yang usianya kurang dari 12 tahun, menetap bersama suami, dan memiliki pekerjaan sebagai tenaga profesional. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument open-ended questionaire yang diberikan pada subjek penelitian, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik (thematic analysis) untuk memperoleh gambaran dukungan suami dan relasi sosial antara suami dengan istri bekerja yang mengalami konflik pekerjaan-keluarga (dalam keluarga Jawa) berbasis pendekatan indigenous psychology. Selanjutnya aspek-aspek ini akan dioperasionalisasikan menjadi indikator perilaku yang lebih konkrit dan akan dikembangkan menjadi aitem-aitem dalam skala dukungan dan relasi sosial suami dengan istri bekerja yang mengalami konflik pekerjaan-keluarga.
KONSTRUKSI INSTRUMEN PENGUKURAN KONFLIK PEKERJAAN KELUARGA PADA IBU YANG BEKERJA: BERBASIS PENDEKATAN INDIGENOUS
Kuncoro, Muhammad Wahyu;
Edwina, Triana Noor;
Prahara, Sowanya Ardi
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 22 No. 2: Agustus 2020
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26486/psikologi.v22i2.1149
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skala konflik pekerjaan-keluarga yang dialami ibu yang bekerja pada istri yang bekerja berbasis pendekatan psikologi indigenous Melalui pendekatan psikologi indigenous diharapkan dapat menciptakan instrumen pengukuran psikologi dengan aspek yang lebih konstektual. Penelitian ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena DIY merupakan salah satu pusat budaya Jawa. Karakteristik subyek penelitian adalah istri yang mengidentifikasikan dirinya sebagai etnis Jawa mempunyai anak yang berusia di bawah 12 tahun yang tinggal bersama suami, bekerja sebagai tenaga professional sebanyak 292. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala konflik pekerjaan-keluarga yang dialami ibu yang bekerja, penulisan aitem skala ini mengacu pada aspek hasil temuan dari penelitian dengan pendekatan psikologi indigenous untuk mengeksplorasi konstrak konflik pekerjaan-keluarga. Berdasarkan analisis dengan menggunakan model persamaan struktural yaitu SEM (Struktural Equation Modeling) diperoleh instrumen konflik pekerjaan-keluarga yang dialami ibu yang bekerja pada istri yang bekerja berbasis pendekatan psikologi indigenous. Kontribusi terbesar pada variabel konflik pekerjaan-keluarga adalah dimensi rekan kerja dan yang terendah adalah beban kerja Â