Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Mengidentifikasi Miskonsepsi Matematika pada Peserta Didik Sekolah Dasar dengan Speech Delay Napfiah, Siti; Kartika, Era Dewi; Setyaningsih, Sri Wahyu
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i1.18628

Abstract

Latar Belakang. Banyak penelitian yang membahas tentang pemahaman konsep matematika dan juga speech delay. Tetapi, belum ada penelitian yang membahas tentang hubungan speech delay dengan pemahaman konsep matematika. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika pada peserta didik speech delay. Oleh sebab itu, peneliti fokus mendeskripsikan pemahaman konsep matematika peserta didik speech delay. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Tiga peserta didik kelas 2 Sekolah Dasar yang mengalami speech delay dijadikan sebagai subjek penelitian ini. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep matematika, wawancara dan observasi peserta didik. Instrumen penelitian dirancang berdasarkan lima indikator pemahaman konsep matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik speech delay kurang mamahami konsep ukuran dan penggunaan istilah-istilah dalam matematika masih kurang tepat. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika pada peserta didik yang mengalami speech delay termasuk kategori yang rendah. Terdapat hubungan yang saling memengaruhi antara kemampuan pemahaman konsep matematika dengan keterlambatan bicara atau speech delay karena kemampuan bahasa dan komunikasi peserta didik yang kurang baik.   Many studies discuss the understanding of mathematical concepts and also speech delay. However, there is no research that discusses the relationship between speech delay and understanding of mathematical concepts. The purpose of this study is to analyze the ability to understand mathematical concepts in speech delay students. Therefore, researchers focus on describing the understanding of mathematical concepts of speech delay students. The research method used is qualitative method. Three students grade two elementary school who experienced speech delay were used as the subjects of this study. The instruments used in this research are test of the ability to understand mathematical concepts, interviews and observation of students. The research instrument was designed based on five indicators of understanding of mathematical concepts. The result of this study indicate that speech delay learners do not understand the concept of size and the use of terms in mathematics is still inappropriate. Based on the results of this study, it is cocluded that the ability to understand mathematical concepts in student who experience speech delay is in the low category. There is mutually influencing relationship between the ability to understand mathematical concepts and speech delay due to the learner’s poor language and communication skills.
Kegiatan Bimbingan Belajar dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMP Iceya Ndaha Napfiah, Siti; Kalli, Yohanes Ndara; Sulistyorini, Yunis; Kartika, Era Dewi; Surahman, Harry
Community Services and Social Work Bulletin Vol 5, No 1 (2025): Community Services and Social Work Bulletin Volume 5 No. 1 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/cswb.v5i1.13912

Abstract

Tutoring plays an important role in the development of children's learning, because not only what is obtained at school, learning outside of school has a considerable impact and influences student learning motivation. Non-formal education is expected to increase students' interest or interest in learning.  In non-formal education students are invited to study with methods that are different from formal education in general, non-formal education is more relaxed and attractive by introducing something new or what they don't understand with interesting things, in contrast to formal education, learning is more fun by  playing games as a distraction and also as an insert in learning. Students are not only required to be able to memorize but also must understand and be interested because by being interested students themselves find out what they don't know.  For this reason, the application of learning using the learning and playing method can motivate students in learning to become individuals who are more creative and active in thinking and also solving problems.
Identifikasi etnomatematika pada motif kain tenun Sumba Barat Daya Kalli, Yohanes Ndara; Napfiah, Siti
Cakrawala Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v3i2.2555

Abstract

Etnomatematika merupakan ilmu yang mempelajari keterkaitan antara matematika dengan budaya dan berfungsi untuk menjelaskan hubungan antara budaya dan matematika. Belajar matematika melalui budaya atau disebut etnomatematika memudahkan siswa untuk lebih memahami matematika karena terdapat di daerah mereka masing-masing. Budaya kain tenun Sumba Barat Daya merupakan budaya yang diwariskan dari turun temurun yang memiliki keanekaragaman motif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep matematika di dalam motif kain tenun Sumba Barat Daya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa di dalam  kain tenun Sumba Barat Daya terdapat konsep matematika meliputi segitiga, simetri lipat, belah ketupat, persegi, garis horizontal, garis vertikal, dan garis sejajar. Segitiga dan simetri lipat ditemukan pada motif kain Mamoli, belah ketupat ditemukana di kain tenun suku Kodi, persegi ditemukan pada kain tenun suku Laura dan suku Wewewa, serta garis horizontal, vertical, garis sejajar ditemukan pada motif kain tenun Bintang.
Meningkatkan kemampuan berhitung siswa dengan menggunakan media buku gasing Napfiah, Siti; Haliza, Nur
Cakrawala Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v2i1.1603

Abstract

Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa madrasah dalam pembelajaran matematika melalui media pembelajaran buku gasing. Guru dituntut wajib memahami materi dengan baik juga memberikan motivasi kepada siswanya. Penelitian ini dilaksanakan pada pembelajaran operasi penjumlahan bilangan bulat di MTs Miftahul Ulum Ngingit Kabupaten Malang. Subjek penelitian yakni siswa kelas 7 MTs MIftahul Ulum. Siswa diminta mengerjakan soal yang sudah ditentukan jumlahnya dengan cepat, tepat, dan teliti dan dibatasi oleh waktu tertentu. Tolak ukur dari keberhasilan penelitian ini, jika nilai berhitung siswa sudah diatas 75. Pada saat studi pendahuluan nilai masih tergolong sangat rendah. Selanjutnya pada siklus I terdapat yang mendapat nilai 75, berikutnya pada siklus II setiap siswa mendapat nilai 100. Dengan demikian tujuan penelitian ini sudah tercapai.
Pengembangan modul pembelajaran matematika berbasis kontekstual materi barisan dan deret Panjanji, Deni Arianto Kabubu; Napfiah, Siti; Yazidah, Nok lzatul
Cakrawala Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v1i2.1421

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas modul yang dihasilkan ditinjau dari aspek kelayakan dan keefektifan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan pokok yakni analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Instrumen yang digunakan yaitu: (1) angket penilaian oleh ahli, (2) angket respon guru dan respons siswa, dan (3) tes hasil belajar (posttest). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Nggaha Ori Angu. Kualitas modul dilihat dari aspek kelayakan termasuk dalam klasifikasi sangat baik dengan rata-rata skor penilaian ahli materi sebesar 4,275 dan rata-rata skor penilaian modul oleh ahli media sebesar 4,88 pada rentang skor skala 5. Angket respos guru dengan skor rata-rata yaitu 4,57 dan skor rata-rata angket respon siswa yaitu 4,522 yang termasuk dalam klasifikasi sangant baik. Sedangkan dari aspek keefektifan, modul tersebut dinyatakan efektif berdasarkan hasil posttest yang menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa adalah 87,05% yang termasuk dalam klasifikasi sangat baik.
Pengembangan E-modul interaktif berbasis RME (Realistic Mathematic Education) pada materi statistika Napfiah, Siti; K, Anggi Widiarti
Cakrawala Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v3i2.2427

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan elektronik modul interaktif berbasis RME (Realistic Mathematics Education) sebagai media pembelajaran materi statistika sub materi pemusatan data. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian R&D (Research and Development) yang biasanya disebut juga dengan penelitian dan pengembangan. Peneliti menggunakan studi rekonstruksi dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Observasi dilakukan untuk menguji unsur interaktif pada e-modul dilihat melalui penggunaan e-modul dan penyelesaian games pada apersepsi. Adapun data yang telah diperoleh oleh peneliti berdasarkan hasil analisis kelayakan e-Modul yaitu sebesar 97% termasuk dalam kategori valid dan analisis keefektifan sebesar 84% termasuk dalam kategori efektif. Maka e-modul tersebut layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan disimpulkan bahwa e-Modul interaktif ini efektif digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa elektronik modul interaktif berbasis RME (Realistic Mathematic Education) layak dan efektif dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi menunjukan bahwa unsur interaktif pada e-modul sudah terpenuhi.
Pengembangan bahan ajar papan SPLDV berbasis probing prompting dalam pembelajaran matematika Napfiah, Siti; Maulita, Ruli
Cakrawala Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v3i1.2142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar papan SPLDV berbasis probing prompting pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Bahan ajar merupakan hal yang penting bagi pendidik dan siswa dalam menciptakan proses belajar. Model pembelajaran probing prompting adalah model pembelajaran dengan menyajikan serangkaian pertanyaan yang bersifat menuntun dan menggali gagasan siswa, sehingga dapat mengetahui proses berpikir siswa dalam mengaitkan pengetahuan dan pengalaman siswa dengan pengetahuan baru yang dipelajari. Model pembelajaran probing prompting digunakan untuk menggali kemampuan berpikir kritis siswa. Metode pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementasikan, dan evaluation). Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi ahli media dan lembar angket respon siswa. Hasil validasi dinilai baik dengan kategori valid. Hasil analisis data angket menunjukkan presentase dengan rata rata 80% dengan kategori efektif. Bahan ajar yang telah dikembangkan memenuhi kriteria efektif, keefektifan bahan ajar ini dibuktikan dengan ketertarikan dan kemudahan siswa menggunakan bahan ajar ini.
Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi himpunan ditinjau berdasarkan kemampuan siswa Napfiah, Siti; Zahira, Revira Cahaya
Cakrawala Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/cakrawala.v3i1.2159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaiakan soal cerita pada materi himpunan ditinjau berdasarkan kemampuan siswa bagisiswa SMP kelas XI. Indikator kesulitan pada penelitian ini adalah kesulitan dalam memahami konsep, kesulitan mengingat materi, kesulitan menentukan rumus. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas XI dari SMPN 2 Beji, yaitu siswa yang memiliki kemampuan tinggi, kemampuan sedang dan kemampuan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan masih ada siswa yang belum bisa menyelesaikan soal cerita materi himpunan, penyebab kesulitan tersebut dikarenakan siswa tidak menguasai materi himpunan dan siswa cenderung lupa dengan materi yang telah diajarkan sebelumnya. Siswa juga tidak teliti dalam memahami soal sehingga siswa belum mampu menyelesaikan soal dengan tepat. Siswa juga belum mampu mengubah soal yang diberikan ke dalam model matematika. Untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut dapat melakukan proses pembelajaran seperti  penerapan soal pada kehidupan nyata, lebih memerhatikan tingkat penguasaan materi siswa, melakukan sedikit tes kepada siswa yang belum paham.
ANALISIS ALGORITMA PENCARIAN SOLUSI PADA PERMAINAN RUBIK DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sabatini, Abigeil Febriola; Napfiah, Siti
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.9980

Abstract

Penelitian ini menganalisis algoritma pencarian solusi pada permainan Rubik dan aplikasinya dalam pembelajaran matematika. Rubik’s cube, yang diciptakan oleh Ernő Rubik pada tahun 1974, merupakan teka-teki mekanis populer yang menawarkan tantangan dalam pemecahan masalah melalui kombinasi yang sangat kompleks. Dengan sekitar 88 Juta kemungkinan kombinasi, penyelesaian permainan ini memerlukan pemahaman mendalam tentang algoritma pencarian solusi yang efisien. Penelitian ini berfokus pada analisis berbagai algoritma pencarian solusi Rubik’s cube dan mengeksplorasi aplikasinya dalam pembelajaran matematika, khususnya pada konsep permutasi. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Nasional Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan tiga subjek penelitian yang memiliki tingkat pemahaman dan keterampilan yang berbeda dalam menyelesaikan Rubik’s cube. Menggunakan metode Analisis Deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran algoritma pencarian solusi pada Rubik’s cube dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika seperti pemrograman dinamis dan strategi pencarian. Selain itu, penggunaan Rubik’s cube sebagai alat bantu pembelajaran interaktif membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, berpikir logis, dan analisis kritis. Metode ini juga meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika, Siswa merasa terlibat dalam proses pembelajaran dikarenakan siswa dapat melihat langsung hubungan matematika dengan Rubik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis yang signifikan terhadap pendidikan matematika. Dari segi teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang penggunaan permainan dan algoritma dalam pendidikan. Secara praktis, penelitian ini menawarkan metode pembelajaran alternatif yang kreatif dan efektif, yang dapat diimplementasikan dalam kurikulum pendidikan matematika. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan variasi algoritma yang diajarkan dan integrasi kompetisi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Implementasi E-Learning dengan Adaptasi Game Based Learning di SMP untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterlibatan Aktif Siswa Choirul Kurniawan; Ismatul Azizah; Napfiah, Siti
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 1 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i1.1260

Abstract

Electronic Learning (E-Learning) is a learning process that utilizes electronic media, particularly the internet, as the primary system in teaching and learning activities. This study aims to describe the implementation of e-learning with game-based learning adaptations in the form of session-based gamification challenges in junior high schools. Another goal of this research is to evaluate the impact of this method on improving students' conceptual understanding and encouraging their active engagement during the learning process. Furthermore, this study seeks to identify the factors that support the successful implementation of gamification and to explore the challenges that may arise during the learning process. The method used in this research is classroom action research (CAR). The indicators of implementing e-learning with game-based learning adaptation in the form of session-based gamification challenges include conceptual understanding and active engagement. Conceptual understanding is measured through students' ability to explain concepts, solve problems, apply concepts, and show improvement in evaluation results. Active engagement is observed from participation in discussions, involvement in gamification, activity on the e-learning platform, and students' learning motivation. The study was conducted on fraction material at SMP Taman Siswa Turen, Malang Regency. This study involved 8th-grade students as its subjects, with a total of 20 students tasked with completing questions prepared in the Kahoot application. Based on the results of the study, it was found that prior to the implementation of gamification on this material, students' understanding of fraction concepts was relatively low, particularly in fraction operations. Students often struggled to identify solution steps and frequently made calculation errors. This highlights the need for a more interactive approach to enhance their understanding.