Claim Missing Document
Check
Articles

METODE REWARD AND PUNISHMENT PADA PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Novalinda, Rizky; Syahbana, Ali; Septiati, Ety
TRANSFORMASI Vol 4 No 2 (2020): TRANSFORMASI : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v4i2.913

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya untuk mengetahui pengaruh metode Reward and Punishment pada pembelajaran Probing Prompting terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan populasi siswa kelas X SMK PGRI 2 Palembang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X TO 4 sebanyak 31 siswa dan siswa kelas X TO 6 sebanyak 22 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan independent sample t test dan analisis dokumen tertulis hasil tes siswa. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan pembelajaran Probing Prompting dengan Reward and Punishment dibandingkan dengan pembelajaran Probing Prompting tanpa Reward and Punishment.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP PGRI 1 Palembang pada Materi Segiempat Gea Violita; Ali Syahbana; Ety Septiati
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v4i2.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal segiempat. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII.1 yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Data dianalisis mengunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase rata-rata tiap indikator kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam menyelesaikan soal mencapai 56,66%. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan indikator kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas VIII.1 SMP PGRI 1 Palembang sudah masuk dalam kategori sedang. Namun, jika dilihat dari aspek pencapaian perindikator kemampuan pemecahan masalah belum terpenuhi secara maksimal.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEYAKINAN MATEMATIS SISWA Helda Monica; Nila Kesumawati; Ety Septiati
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.662 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a12

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan keyakinan matematis siswa SMP. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Gelumbang Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Postest-Only Control Design. Sampel penelitian ini adalah 62 siswa. Instrumen yang di gunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket keyakinan matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan keyakinan siswa di SMPN 6 Gelumbang Sumatera Selatan.Abstract:This study aims to know whether there is influence of Problem Based Learning (PBL) approach to the ability of solving mathematical problem, mathematical belief of students of SMP. This study did at SMPN 6 Gelumbang, South Sumatera. The method used in this study is the Postest-Only Control Design experiment method. The sample in this study was 62 students. The instrument of this study was the ability of solving mathematical problem test and mathematical belief questionnaire. Data analysis technique used is t test. The result of the study was there is influence of Problem Based Learning (PBL) approach to the ability of solving mathematical problem the belief of students of students SMPN 6 Gelumbang, South Sumatera.
Model Pembelajaran LAPS-Heuristic, Pengaruh ke Kemampuan Berpikir Reflektif Ditinjau dari Minat Belajar Esy Widianti; Nila Kesumawati; Ety Septiati
Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Matematika RAFA
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jpmrafa.v5i2.3644

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the LAPS-Heuristic learning model on reflective thinking skills in terms of student learning interests. The method used in this study was a quasi-experimental method (quasi experiment), with design factorial (factorial design). This research was conducted at Middle School in Palembang. The sample of this study was class VII1 students as the experimental class and class VII2 students as the control class with conventional learning applied. Data analysis using Two Way Anava with a significance level of 5%. The results of this study concluded that: (1) There is the influence of the LAPS-Heuristic learning model on students' mathematical reflective thinking abilities. (2) There are differences in students 'mathematical reflective thinking skills towards students' learning interests. (3) There is no interaction between the learning model
KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA MATA KULIAH ANALISIS REAL Ety Septiati
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 2 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v16i2.2048

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berpikir logis matematis mahasiswa pendidikan matematika setelah mengikuti perkuliahan Analisis Real. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan metodologi penelitian deskriptif.  Kemampuan berpikir logis mahasiswa dilihat dari nilai tes yang diperoleh dalam penyelesaian soal yang telah disusun dengan mengacu pada indikator kemampuan berpikir logis matematis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, perhitungan statistika deskripstif dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan berpikir logis matematis mahasiswa berada pada kategori rendah. Indikator tertinggi yang berhasil diraih adalah pada indikator 4, menetapkan kombinasi beberapa variabel dan berada pada kategori sedang. Sedangkan indikator terendah yaitu menarik kesimpulan atau membuat perkiraan atau prediksi berdasarkan korelasi antara dua variabel yang berada pada kategori sangat rendah. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Logis Matematis, Analisis RealMATHEMATICAL LOGICAL THINKING ABILITY OF MATHEMATICS EDUCATION STUDENTS IN REAL ANALYSIS LECTURES Abstract               This study aims to describe the mathematical logical thinking ability of mathematics education students after attending Real Analysis lectures. This research includes the type of quantitative research using descriptive research methodology. The students' logical thinking ability is seen from the test scores obtained in the solution of the questions that have been prepared with reference to the mathematical logical thinking ability indicator. Data analysis techniques used in this study include data reduction, data presentation, descriptive statistical calculations and drawing conclusions / verification. The results showed that overall students' mathematical logical thinking ability was in the low category. The highest indicator achieved is on indicator 4, establishing a combination of several variables and being in the moderate category. While the lowest indicator is to draw conclusions or make estimates or predictions based on the correlation between two variables that are in very low category. Keywords: Mathematical Logical Thinking Ability, Real Analysis
SYARAT-SYARAT PEMETAAN DI RUANG METRIK PARSIAL AGAR MEMILIKI TITIK TETAP Sagita Charolina Sihombing; Ety Septiati
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 16
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRuang metrik parsial tengah menjadi topik yang menarik perhatian banyak ahli dewasa ini. Matthews (1992) dalam Bukatin, et al (2009) memperkenalkan ruang metrik parsial sebagai pengembangan dari sebuah ruang metrik . Pengembangan ini didasari oleh permasalahan yang ditemukan dalam ilmu komputer dimana dua barisan tak hingga yang sama belum tentu memiliki jarak nol. Hal ini berbeda dengan sifat ruang metrik yang mensyaratkan jarak untuk dua barisan yang sama adalah nol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji syarat cukup pemetaan di Ruang Metrik Parsial agar memiliki titik tetap.Kata Kunci—Ruang Metrik Parsial; Titik Tetap; Pemetaan Kontraktif
PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Ety Septiati
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 19
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSelama ini muncul anggapan bahwa guru hanya sekadar pelaksanakurikulum, maka tingkat kreatifitas dan inovasi guru dalam merekayasapembelajaran sangat lemah. Guru tidak terpacu untuk melakukan berbagai pembaruan. Mengajar dianggapnya bukan sebagai pekerjaan profesional, tetapi sebagai tugas rutin atau tugas keseharian. Pada makalah ini akan dikaji kembali bagaimanakah peran guru dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Melalui kajian pustaka akan ditinjau karakteristik dari kurikulum 2013 dan juga tugas pokok dan fungsi guru yang professional. Selanjutnya juga akan diperlihatkan contoh peran guru dalam pembelajaran yang mengimplementasikan kurikulum 2013, khususnya untuk tingkat Sekolah Mengeah pertama (SMP), dimana student centered bukan berarti guru tidak punya peran sama sekali dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian diharapkan artikel ini akan memberikan masukan bagi guru dan juga tenaga kependidikan dalam rangka mempersiapkan implementasikurikulum 2013 pada Tahun Ajaran baru yang akan datang.Kata kunci: Peran guru, Kurikulum 2013
DISPOSISI BERPIKIR LOGIS MATEMATIK PESERTA MATA KULIAH ANALISIS REAL Ety Septiati
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 9
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan disposisi berpikir logis matematika mahasiswa program studi pendidikan matematika, khususnya yang mengikuti mata kuliah Analisis Real. Indikator yang digunakan untuk menggambarkan disposisi berpikir logis matematik, yaitu: a) rasa percaya diri, b) kebiasaan memberikan respons yang beralasan dan masuk akal; c) memandang matematika sebagai sesuatu yang logis, bergunadan berfaedah, d) kebiasaan melakukan induksi (menyusun: analogi, generaliasi, konjektur), melakukan deduksi (menyimpulkan berdasarkan aturan inferensi, membuktikan), kebiasaan melakukan analisis, dan sintesis, e) kebiasaan mempertimbangkan sesuatu secara proporsional, dan probabilistik, f) kebiasaan manganalisis hubungan sebab akibat atau korelasional antar variabel, g) mempertimbang kansituasi secara keseluruhan.Teknik pengumpulan data terdiridari tes skala disposisi dan wawancara. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang tahun akademik 2016/2017 yang sedang mengikuti perkuliahan Analisis Real. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,7% mahasiswa memiliki disposisi berpikir logis kategori tinggi, 62,1%kategori sedang dan 17,2% kategori rendah.Kata kunci:Disposisi Berpikir Logis Matematik, Analisis Real
PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Ety Septiati
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Jurnal
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada makalah ini akan dipaparkan mengenai pendidikan karakter di perguruan tinggi sebagai sebuah solusi dalam rangka menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dampak terciptanya MEA adalah pasar bebas di bidang permodalan, barang dan jasa, serta tenaga kerja. Era globalisasi ini semakin menuntut perlunya pendidikan karakter agar lulusan di berbagai jenjang dapat bersaing dengan rekan-rekannya di berbagai belahan dunia lain. Karakter adalah suatu hal yang unik hanya ada pada diri individual ataupun pada suatu kelompok, bangsa dan merupakan kunci keberhasilan individu. Sesuai dengan fungsi pendidikan nasional, pendidikan karakter dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Di jenjang perguruan tinggi, setiap perguruan tinggi mengemban misi pemerintah untuk mengembangkan pendidikan karakter bagi para mahasiswanya. Penyelenggaraan pendidikan karakter di perguruan tinggi(LPTK) dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur, yaitu pembelajaran, manajemen perguruan tinggi, dan kegiatan kemahasiswaan. Nilai-nilai karakter yang diterapkan adalah dengan memilih nilai-nilai inti (core values) yang akan dikembangkan dan diimplementasikan pada masing-masing jurusan atau program studi.Kata kunci: Masyarakat Ekonomi Asean, Pendidikan Karakater, Perguruan Tinggi
Kemampuan Berpikir Logis Matematis Mahasiswa Pendidikan Matematika Pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Ety Septiati
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 6
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir logis, adalah kemampuan esensial yang perlu dimiliki dan dikembangkan peserta didik yang belajar matematika. Kemampuan tersebut diperlukan untuk menghadapi suasana bersaing yang semakin ketat serta sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan tujuan pembelajaran matematika sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan menganalisis atau menggambarkan kemampuan berpikir logis matematika mahasiswa program studi pendidikan matematika pada materi Relasi. Indikator yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan berpikir logis adalah a) menarik kesimpulan analogi, generalisasi, dan menyusun konjektur,
b) menarik kesimpulan logis berdasarkan aturan inferensi, memeriksa validitas argumen, dan menyusun argumen yang valid,
c) menyusun pembuktian langsung, tak langsung, dan dengan induksi matematik.  Teknik pengumpulan data terdiri dari tes tertulis, dan wawancara. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRi Palembang tahun akademik 2015/2016 yang sedang mengikuti perkuliahan Matematika Diskrit. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kemampuan berpikir logis matematika mahasiswa program studi pendidikan matematika pada mata kuliah Matematika Diskrit materi Relasi tergolong Rendah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kecermatan dalam mengabstraksi soal, penguasaan konsep-konsep Relasi serta penerapannya dan kecenderungan mahasiswa dalam mengandalkan hafalan.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Logis Matematika, Matematika Diskrit, Relasi