Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Utilizing WhatsApp Translation Strategies for Enhancing Online Interaction in English for Specific Purposes Courses Sujarwo Sujarwo; Asdar Asdar; Yulini Rinantanti; Akhiruddin Akhiruddin; Sukmawati Sukmawati; Sarmila Sarmila
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5075

Abstract

The integration of instant messaging services into educational settings has become increasingly prevalent, providing unique opportunities for enhanced communication and learning. This study aimed to examine the viewpoints of educators and students regarding the use of instant messaging services, such as WhatsApp, in their translation education and instruction. The study employed a qualitative research approach, specifically content analysis, to examine the utterances of two translation lecturers and fifteen ESP students. The results revealed that participants unanimously agreed that instant messaging services facilitated their teaching and learning of translation by using consistent terminology and rephrasing complex tasks to provide guidance throughout the chat. This approach enriched the translation understanding of ESP students. The study suggests using one consistent term to refer to the translation process throughout the text. In conclusion, chatting applications like WhatsApp are powerful and efficient communication tools that can facilitate an engaging, authentic, and meaningful learning experience when effectively included in English for Specific Purposes (ESP) classrooms for online translation interactions.
Utilizing WhatsApp Translation Strategies for Enhancing Online Interaction in English for Specific Purposes Courses Sujarwo Sujarwo; Asdar Asdar; Yulini Rinantanti; Akhiruddin Akhiruddin; Sukmawati Sukmawati; Sarmila Sarmila
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5075

Abstract

The integration of instant messaging services into educational settings has become increasingly prevalent, providing unique opportunities for enhanced communication and learning. This study aimed to examine the viewpoints of educators and students regarding the use of instant messaging services, such as WhatsApp, in their translation education and instruction. The study employed a qualitative research approach, specifically content analysis, to examine the utterances of two translation lecturers and fifteen ESP students. The results revealed that participants unanimously agreed that instant messaging services facilitated their teaching and learning of translation by using consistent terminology and rephrasing complex tasks to provide guidance throughout the chat. This approach enriched the translation understanding of ESP students. The study suggests using one consistent term to refer to the translation process throughout the text. In conclusion, chatting applications like WhatsApp are powerful and efficient communication tools that can facilitate an engaging, authentic, and meaningful learning experience when effectively included in English for Specific Purposes (ESP) classrooms for online translation interactions.
PKM Pelatihan Pembuatan Kuis Interaktif dengan Menggunakan Aplikasi Wordwall untuk Meningkatkan Minat Bahasa Inggris Mahasiswa Sukmawati Sukmawati; Yulini Rinantanti; Sunarlia Limbong; Asdar Asdar; Yuriatson Jubhari; Chusnul Khatimah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.690

Abstract

Sekarang perkembangan teknologi semakin luas dan canggih. Sehingga jarang ditemukan mahasiswa yang tertarik dengan membaca dan menghapal yang lebih tertarik dengan perangkat mereka sendiri. Selain itu, kemajuan di era digitalisasi saat ini banyak memanfaatkan aplikasi AI yang mudah digunakan karena berbagai fitur dan petunjuk penggunaan yang tersedia. Akan tetapi, banyak peserta pelatihan PKM masih menggunakan metode pembelajaran manual yang belum terkomputerisasi atau terdigitalisasi. Akibatnya, pembelajaran menjadi tidak menarik bagi siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membuat mahaisiswa PPL Universitas Megarezky melek digital agar supaya membantu mahasiswa PPL menggunakan teknologi digital, seperti membuat desain pembelajaran berupa kuis interaktif Bahasa Inggris yang menarik dengan menggunakan wordwall. Metode kegiatan pelatihan berupa memberikan materi pengenalan tentang game edukasi, membahas cara menggunakan Wordwall, melakukan praktik pembuatan, Melakukan observasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan melakukan simulasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Wordwall sebagai media edukasi. Menguji tingkat keberhasilan kegiatan PKM melalui lembaran observasi kepada mahasiswa yang berisi informasi tentang tingkat keberhasilan peserta. Berdasarkan dari analisis kepuasan mahasiswa, 90% menyatakan bahwa mahasiswa sebagai peserta PPL merasa tertarik dan puas dengan pelatihan kuis interaktif yang mereka terima dari pelatihan penggunaan aplikasi wordwall. Dapat disimpulkan bahwa wordwall adalah media edukasi yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang mengikuti PPL di Universitas Megarezky karena dapat meningkatkan kemampuan untuk mengingat dan menyerap informasi lebih baik.
Pendampingan Inovasi Teknologi Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Eksplorasi Kearifan Lokal Pada Siswa SMK Sujarwo Sujarwo; Sukmawati Sukmawati; Sunarlia Limbong; Vivit Rosmayanti; Asdar Asdar; Chusnul Chatima
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1243

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam inovasi teknologi pembelajaran bahasa Inggris melalui eksplorasi kearifan lokal pada siswa SMK Negeri 5 Gowa. Metode PKM ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, eksplorasi kearifan lokal, penerapan pembelajaran kontekstual, pendekatan project-based learning (PjBL), evaluasi dan refleksi. Lokasi di SMK Negeri 5 Gowa yang berjumlah 24 orang siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan pre-test dan post-test, rata-rata nilai Bahasa Inggris siswa mengalami peningkatan signifikan, dari 60 menjadi 84 setelah mengikuti program ini. Temuan kegiatan PKM ini mengindikasikan bahwa pendekatan teknologi inovatif yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Inggris berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik, relevan, dan partisipatif, sehingga mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa selain memberikan manfaat akademik, pendekatan ini juga mendukung pelestarian dan promosi budaya lokal, sehingga menjadikannya sebagai model pembelajaran yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan identitas budaya lokal siswa.
Pendampingan Inovasi Teknologi Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Eksplorasi Kearifan Lokal Pada Siswa SMK Sujarwo Sujarwo; Sukmawati Sukmawati; Sunarlia Limbong; Vivit Rosmayanti; Asdar Asdar; Chusnul Chatima
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1243

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam inovasi teknologi pembelajaran bahasa Inggris melalui eksplorasi kearifan lokal pada siswa SMK Negeri 5 Gowa. Metode PKM ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, eksplorasi kearifan lokal, penerapan pembelajaran kontekstual, pendekatan project-based learning (PjBL), evaluasi dan refleksi. Lokasi di SMK Negeri 5 Gowa yang berjumlah 24 orang siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan pre-test dan post-test, rata-rata nilai Bahasa Inggris siswa mengalami peningkatan signifikan, dari 60 menjadi 84 setelah mengikuti program ini. Temuan kegiatan PKM ini mengindikasikan bahwa pendekatan teknologi inovatif yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Inggris berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik, relevan, dan partisipatif, sehingga mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa selain memberikan manfaat akademik, pendekatan ini juga mendukung pelestarian dan promosi budaya lokal, sehingga menjadikannya sebagai model pembelajaran yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan identitas budaya lokal siswa.
Empowering the Implementation of Self-Regulated Learning Through Project-Based Learning (PjBL) in English Instruction Sukmawati; Rosmayanti, Vivit; Amin, Sulvahrul; Sujarwo; Akhiruddin; Christo, Yudi; Khatima, Chusnul
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 58 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v58i1.82086

Abstract

Students accustomed to more teacher-centered methods may find it challenging to take the initiative, create goals, and monitor their learning required by SRL. In addition to covering the essential material, teachers must create projects that promote SRL. This study aimed to test the effect of project-based Learning (PjBL) on empowering students’ self-regulated learning in some schools in South Sulawesi. The current study utilized a descriptive-quantitative methodology with structural equation modelling (SEM) and partial least squares (PLS) statistical analysis. The population of each school is 1.120 students. This study applied random purposive sampling, and the number of samples was 285 students. Findings show that the structural model reflected the relationship between variables and tested the hypothesis in the inner model. The results described that implementation of project-based learning is effective on student’s self-regulated learning is proved by a t-test of 38.745 smaller than the t-table of 1.96 and the p-value is smaller than 0.05 (p-value =0.00) so it can be seen that all indicators on self-regulated learning have a positive influence on the implementation of project-based learning (PjBL) model. It can be concluded that the key determinant that has the most substantial influence on the quality of students is the effective delivery of project-based learning in fostering the development of self-regulated learning. The implication requires professional development to effectively integrate PjBL with SRL strategies. Training could focus on designing projects that promote self-regulation and developing assessment methods of students' SRL skills.