Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemanfaatan Alat Pengusangan Cepat Menggunakan Etanol untuk Pendugaan Vigor Daya Simpan Benih Jagung (Zea mays L.) Zulfa Fauziyyah Taini; Rahmad Suhartanto; Ahmad Zamzami
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.669 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.230-237

Abstract

Pengusangan cepat adalah pengujian vigor daya simpan benih setelah mendapatkan pengusangan fisik maupun kimia yang dapat memberikan simulasi lingkungan suboptimum yang dapat menyebabkan kemunduran benih mirip seperti kondisi sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode pengusangan cepat kimia pada benih jagung dengan memanfaatkan alat pengusangan cepat tipe IPB 77-1 MM. Alat pengusangan cepat (APC IPB 77-1 MM) diharapkan merupakan mesin yang akan dapat mempercepat kemunduran benih dengan memanfaat uap etanol 96%. Fungsi dari alat pengusangan cepat IPB 77-1 MM dimaksudkan agar dapat melihat kemunduran benih secara cepat yang bisa menggambarkan kemunduran mutu yang terjadi pada penyimpanan alami yang dalam penelitian ini ditunjukkan dengan menggunakan metode penyimpanan terkontrol. Penelitian ini menggunakan lima lot benih jagung dengan tingkat vigor yang berbeda hasil dari deteriorasi terkontrol pada suhu 40 °C dan RH 98%. Hasil dari pembuatan lot benih dari vigor tinggi hingga rendah: P1 (94.5% berkecambah normal), P2 (92.5% berkecambah normal), P3 (70% berkecambah normal), P4 (38% berkecambah normal), dan P5 (17% berkecambah normal). Penelitian ini terdiri dari dua percobaan, percobaan pertama adalah pengusangan cepat kimia yang terdiri atas 5 taraf waktu pengusangan yaitu 0, 25 (1x25’), 50 (2x25’), 75 (3x25’), dan 100 (4x25’) menit. Percobaan kedua adalah penyimpanan terkontrol pada kondisi suhu kamar (30-34 °C) dan RH tinggi (85-99%) yang didapatkan dari larutan garam jenuh Na2SO4 dan terdiri dari 5 taraf waktu penyimpanan yaitu 0, 10, 20, 25, dan 30 hari.. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan APC IPB 77-1 MM untuk pendugaan vigor daya simpan benih jagung dengan menggunakan pengusangan kimia. Hasil percobaan menunjukkan alat pengusangan cepat IPB 77-1 MM dapat digunakan untuk menduga penurunan vigor pada benih jagung. Hasil percobaan juga menunjukkan alat pengusangan cepat IPB 77-1 MM dapat menduga nilai vigor daya simpan yang sama dengan percobaan penyimpanan pada tolok ukur daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum sedangkan untuk tolok ukur indeks vigor dan kecepatan tumbuh belum menunjukkan konsistensi penurunan vigor.
Pengaruh Waktu Pemupukan dan Macam Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill) Ahmad Zamzami; Rohlan Rogomulyo; Setyastuti Purwanti
Vegetalika Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.109 KB) | DOI: 10.22146/veg.24651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan waktupemupukan dan macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kedelaihitam. Penelitian lapangan ini dilakukan pada bulan Juni 2014 hingga bulan Oktober2014 di Kebun Percobaan Tridharma milik Fakultas Pertanian, Universitas GadjahMada, di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian menggunakan rancanganpercobaan faktorial 4x3 yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap(RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah waktu pemupukan pupukkandang dengan 4 aras, yaitu 1 minggu sebelum tanam (W1), 2 minggu sebelumtanam (W2), 3 minggu sebelum tanam (W3), dan 4 minggu sebelum tanam (W4).Faktor kedua adalah macam pupuk kandang (P) yang terdiri atas 3 aras, yaitu pupukkotoran sapi (P1), pupuk kotoran kambing (P2), dan pupuk kotoran ayam (P3). Datahasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian dengan tingkat kepercayaan 95%.Apabila perlakuan menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan yang sama.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa macam pupuk kandang yaitu pupuk kandangsapi, kambing, dan ayam memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai hitam yangsama baiknya dan penelitian ini juga menunjukkan bahwa waktu pemupukan 1, 2, 3,dan 4 minggu sebelum tanam memberikan pengaruh yang sama terhadappertumbuhan dan hasil kedelai hitam.
Pembelajaran Partisipatif Secara Daring bagi Petani Sorgum di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur Ridwan Diaguna; Okti Syah Isyani Permatasari; Candra Budiman; Ahmad Zamzami; Vincencius Arman; Joni Aba; Flora Ifoni Naomi
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.1.113-119

Abstract

Dryland is a potential food production in the future and sorghum is one of the potential commodities to be developed. Sorghum has been cultivated by a small number of people in Ende Regency, such as in Kotabaru and Nangapanda sub-districts. However, the cultivation has not yet applied cultivation techniques to achieve production optimization. In addition, there are still many limitations in knowledge of processing the production of sorghum seeds, leaves, and stems. Farmers have not enjoyed and received the benefits of cultivation so far. The purpose of this study is to increase awareness, understanding, and knowledge about the importance of sorghum to support food security and farmer welfare in Ende Regency, and to map the potential of online learning for farmers. The online learning was carried out in Kotabaru Village with the target being the Kema Sa Ate Women Farmers Group (KWT), which are sorghum cultivators. Learning is carried out using the lecture plus method (lecture-discussion) using a zoom meeting. Learning materials about harvesting and post-harvesting sorghum. The obstacle faced in this online learning is a device that does not support it. This problem was solved by involving a learning facilitator played by Field Agricultural Extension (PPL). Participants' initial knowledge before the training program was 3.8 and after training the final knowledge was 7.2. Based on the initial and final knowledge, it can be concluded that there is an increase in knowledge of 89.5%. The level of participant satisfaction with the 5 indicators proposed in the evaluation of the learning implementation process is very high, more than 80%. The level of participants' satisfaction with the five indicators in the evaluation of the training process also increased. More than 90% for problem solving in the field, speaker competence, and the level of urgency of information, while for media innovation and training methods more than 80%.
PEMUPUKAN BAHAN ORGANIK UNTUK PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI TALAS SUTRA Ridwan Diaguna; Edi Santosa; Candra Budiman; Ahmad Zamzami; Okti Syah Isyani Permatasari; Aldi Kamal Wijaya
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.1.35-42

Abstract

Indonesia has a great taro diversity and had been utilized for long time. Taro has more competitiveness including high nutrition, wide adaptation, and ease for cultivation, further, it’s very potential to be the future food and create new economical value. The objective of the research was to obtain the organic manure fertilizer effect on sutra taro variety growth and yield. The research was conducted for eight months from January till August 2021 at Leuwikopo Farm, Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University. A Completely Randomized Block Design (CRBD) with five replications and four-level organic manure treatments (0.25 kg, 0.5 kg, 0.75 kg, and 1.00 kg per plant) was applied. Taro growth, corm characters, and yields were affected by organic manure fertilizer dose. The dose of 0.75-1.00 kg/plant (equivalent to 15-20 ton/ha) showed the highest growth, corm characters and yields more than the lower doses. Taro “Sutra variety” cultivation by fully using organic manure fertilizers is very potential to be encouraged. 
Pengaruh Bobot 1,000 Butir terhadap Field Emergence, Pertumbuhan dan Produksi pada Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) Alma Wahyuningrum; Ahmad Zamzami; Herdhata Agusta
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v8i3.46485

Abstract

Benih bermutu berperan penting dalam keberhasilan budidaya tanaman. Mutu benih yang tercantum pada kemasan benih bersertifikat hanya kadar air benih, daya berkecambah dan kemurnian benih. Nyatanya, masih banyak peubah mutu lain yang belum tercantum salah satunya bobot 1,000 butir. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Kebun Percobaan Sawah Baru, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dilaksanakan Desember 2020 sampai Juni 2021. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot 1,000 butir benih terhadap viabilitas dan vigor benih, field emergence, pertumbuhan dan hasil produksi padi. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) tiga perlakuan, yaitu benih berbobot 1,000 butir tinggi, sedang, dan rendah. Percobaan dilakukan pada tiga varietas, yaitu Ciherang, Inpari 32, dan Inpari 42. Bobot 1,000 butir benih berpengaruh nyata pada daya hantar listrik benih, tinggi bibit, jumlah daun bibit, bobot kering bibit dan pertumbuhan tanaman padi. Perbedaan bobot 1,000 butir benih tidak berpengaruh nyata terhadap peubah IV, DB, Kct, Kst, PTM, BKKN, komponen hasil dan produksi pada ketiga varietas yang diuji. Benih dengan bobot tinggi memiliki kemampuan untuk tumbuh menjadi bibit yang kuat dan dapat mempercepat masa persemaian dari ketiga varietas yang diuji. Benih berbobot tinggi dan sedang memiliki pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dibandingkan benih berbobot rendah. Kata kunci: bibit, persemaian, produktivitas
Evaluasi Metode Pemetikan Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) untuk Memproduksi Teh Hijau di Perkebunan Teh Negara Kanaan, Bandung Muhammad Raihan Ferdiansyah; Ahmad Zamzami; Purwono
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46486

Abstract

Kegiatan bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode pemetikan teh dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pucuk teh. Hasil pengamatan tinggi bidang petik, lebar bidang petik, dan potensi pucuk menunjukkan semakin tinggi umur pangkas, tanaman akan semakin tinggi, bidang petik akan semakin lebar, dan persentase peko menurun. Analisis petik pada pemetikan secara semi-mekanis lebih baik dibandingkan mekanis untuk memperoleh jenis petikan medium. Analisis pucuk yang memenuhi syarat (PMS) pada pemetikan secara semimekanis lebih tinggi dibandingkan pemetikan secara mekanis. Gilir dan hanca petik pada areal semi-mekanis lebih cepat dibandingkan dengan areal pemetikan mekanis. Kapasitas pemetik pada pemetikan semi-mekanis lebih sedikit dibandingkan mekanis dan tidak dipengaruhi oleh umur, lama pengalaman kerja, dan gender pemetik. Kekurangan tenaga petik pada areal semi-mekanis lebih sedikit dibandingkan areal mekanis dengan total kekurangan 24 orang. Pertumbuhan pucuk pada areal semi-mekanis lebih cepat dibandingkan areal mekanis. Kata kunci: alat petik, gilir petik, kualitas pucuk, pertumbuhan pucuk, tenaga pemetik
The role of hydrilla (Hydrilla verticillata (L.f.) Royle) as soil protectant in improving soil physical, chemical, and biological properties Dyah Roeswitawati; Zamzami Faizal Ahmad; Machmudi Machmudi
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.76121

Abstract

One of the aquatic weeds inhibiting agricultural production is hydrilla. The plants are simply removed not far from the bunds to prevent them from competing with cultivated plants. However, hydrilla can be used to improve the physical, chemical, and biological properties of the soil. As an indicator of production, chili plants were planted in the trial field in Purworejo Village, Ngantang Sub-district, Malang District from October 2020 to January 2021 to test the dose of hydrilla compost. The treatments tested consisted of hydrilla compost doses of 5 t.ha⁻¹ (P₁), 10 t.ha⁻¹ (P₂), 15 t.ha⁻¹ (P₃), and 20 t.ha⁻¹ (P₄), and NPK (16:16:16) inorganic fertilizer dose of 250 kg.ha⁻¹ (P₅) as control. The experiment was arranged in a randomized block design with three replications. Analysis of variance showed no significant difference (F<0.05) in the number of flower results. Meanwhile, there was a significant effect on the number of fruits, fruit weight, and percentage of flowers into fruits (F>0.05). Hydrilla compost contained 17.3% organic C element, while the inorganic fertilizer contained 4.27%. Hydrilla compost contained decomposing microorganisms, including Pseudomonas luorescent group, Trichoderma sp., Aspergillus sp. and Penicillium sp. The optimum dose of hydrilla compost for chili plants is 20 t.ha⁻¹.
The role of hydrilla (Hydrilla verticillata (L.f.) Royle) as soil protectant in improving soil physical, chemical, and biological properties Dyah Roeswitawati; Zamzami Faizal Ahmad; Machmudi Machmudi
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.76121

Abstract

One of the aquatic weeds inhibiting agricultural production is hydrilla. The plants are simply removed not far from the bunds to prevent them from competing with cultivated plants. However, hydrilla can be used to improve the physical, chemical, and biological properties of the soil. As an indicator of production, chili plants were planted in the trial field in Purworejo Village, Ngantang Sub-district, Malang District from October 2020 to January 2021 to test the dose of hydrilla compost. The treatments tested consisted of hydrilla compost doses of 5 t.ha⁻¹ (P₁), 10 t.ha⁻¹ (P₂), 15 t.ha⁻¹ (P₃), and 20 t.ha⁻¹ (P₄), and NPK (16:16:16) inorganic fertilizer dose of 250 kg.ha⁻¹ (P₅) as control. The experiment was arranged in a randomized block design with three replications. Analysis of variance showed no significant difference (F<0.05) in the number of flower results. Meanwhile, there was a significant effect on the number of fruits, fruit weight, and percentage of flowers into fruits (F>0.05). Hydrilla compost contained 17.3% organic C element, while the inorganic fertilizer contained 4.27%. Hydrilla compost contained decomposing microorganisms, including Pseudomonas luorescent group, Trichoderma sp., Aspergillus sp. and Penicillium sp. The optimum dose of hydrilla compost for chili plants is 20 t.ha⁻¹.
EFFECT OF THE TREATMENT OF RICE SEED INFECTED BY XANTHOMONAS ORYZAE PV. ORYZAE ON GROWTH AND YIELD OF RICE IN THE FIELD Ahmad Zamzami; Satriyas Ilyas
Agrotech Journal Vol 2, No 2 (2017): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v2i2.317

Abstract

This research aimed to study the effect of treatment of rice seed infected with X. oryzae pv. Oryzae naturally to control bacterial leaf blight and to increase growth and yield of rice in the field. The research used Slit plot design with the main plot of variety consisting of IR64 and Ciherang, while the subplot is a seed treatment consisting of control, bactericide 0.2%  (Agrept 20WP), 1% citronella oil, biological agent Pseudomonas diminuta (McFarland IV scale ), matriconditioning + Agrept 0.2%, matriconditioning + 1% citronella oil, and matriconditioning + P. diminuta. Although seed treatment has not been able to control the bacterial leaf blight, it can increase the growth of seed and yield. Treatment of matriconditioning + Agrept 0.2% can increase the seed viability and dry weight of seedlings. Height of seedlings can be increased by the treatment of citronella oil, biological agents P. diminuta, matriconditioning + agrept 0.2%, and  matriconditioning + 1% citronella oil. Treatment of citronella oil, matriconditioning + P. diminuta, biological agents P. diminuta, and matriconditioning + Agrept 0.2% can increase the  estimated yield of ubinan/CCE harvest
Pemilahan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) serta Hubungan Ukuran Benih dengan Mutu Benih Hielga Bariq Rosyadita; Ahmad Zamzami; Ridwan Diaguna
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.1-10

Abstract

Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia yang produksi nasionalnya masih tergolong rendah sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Produksi nasional dapat ditingkatkan dengan penggunaan benih bermutu. Mutu benih berkaitan dengan ukuran benih. Penelitian ini menguji pengaruh ukuran benih terhadap mutu benih kedelai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal berupa ukuran benih. Taraf ukuran benih yang diuji adalah ukuran besar, sedang, kecil, dan campuran, diulang sebanyak tiga ulangan. Penelitian secara terpisah dilakukan terhadap varietas Grobogan dan Demas 1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran benih berpengaruh secara beragam terhadap beberapa peubah mutu benih. Ukuran benih Grobogan hanya berpengaruh terhadap bobot kering kecambah normal dengan ukuran benih besar merupakan yang terbaik. Sementara itu, ukuran kecil dan campuran pada Demas 1 menghasilkan indeks vigor, bobot kering kecambah normal, dan daya hantar listrik yang terbaik daripada ukuran lainnya. Benih Demas 1 ukuran kecil menunjukkan kemunduran vigor yang relatif lebih rendah setelah pengusangan cepat dibanding ukuran lain. Laju imbibisi dipengaruhi oleh luas penampang yang dibuktikan dengan varietas Grobogan yang memiliki ukuran lebih besar memiliki laju imbibisi yang juga lebih besar dibandingkan benih kedelai Demas 1. Pemilahan benih kedelai sebaiknya memperhatikan ukuran optimal pada masing-masing varietas karena akan berpengaruh terhadap mutu benihnya.