Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFITIK ACTINOMYCETES DARI TANAMAN PADI LOKAL LOMBOK Erna Listiana1; Dwi Ratna Anugrahwati1; Irwan Muthahanas2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Empat isolat endofitik actinomicetes diperoleh dari jaringan sehat tanaman padi lokal Lombok. Isolasi menggunakan dua jenis media yaitu Water Yeast Extract Agar dan Yeast Extract Cassamino Acid Agar. Karakteristik masing-masing isolat berbeda yaitu pada substrat micelia, aerial micelia, spora dan pigmen yang dikeluarkan. Salah satu isolat yaitu EL41 memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan jamur fitopatogenik Fusarium sp. and Rhizoctonia solani. ABSTRACT Four strains of endophytic actinomycetes were isolated from stem and leaves tissues of healthy Lombok local rice. The isolation used 2 types of poor-nutrient media, that is Water Yeast Extract Agar and Yeast Extract Cassamino Acid Agar. Each strain has different characteristics on substrate mycelia, aerial mycelia, spore and reverse pigment. One strain, EL41 has strong ability to inhibit the growth of phytopatogenic fungi Fusarium sp. and Rhizoctonia solani.
ISOLATION OF NEW 1DS/1RS WHEAT_RYE RECOMBINANTS (ISOLASI REKOMBINAN BARU GANDUM-RYE 1DS/1RS) Dwi Ratna Anugrahwati1
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The wheat-rye translocation 1DL.1RS has been used to introduce stem rust disease resistance associated with the 1RS chromosome, however, cultivars carrying this translocation exhibit deleterious end-use quality. The aim of the experiment was to screen and isolate additional wheat-rye recombinants, in order to eliminate or reduce these deleterious effects of the rye chromosome 1RS when transferred to wheat. Besides their potential use in wheat improvement, a series of new wheat-rye recombinants could find application in mapping activities with other genes. Using the presence of the SEC‑1 marker as an indication of the 1RS chromosome segment, several suspected recombinants were isolated. The frequency of recovery of suspected recombinants of phenotypes “TRI‑D1+GLI‑D1-SEC‑1+” and “TRI‑D1-GLI‑D1+SEC‑1+” ranged from 0.6 to 6 % in families 1 to 3. However, family 4 showed a much higher than expected frequency of these suspected recombinant chromosomes (24.4%). A model was proposed to explain the nature of Family 4 based on homozygosity for the 1DL.1RS translocation and the presence of two recombinants chromosomes involving the short arm of group 1 chromosomes. ABSTRAK Translokasi gandum-rye 1DL.1RS digunakan untuk mengintroduksi ketahanan terhadap penyakit karat batang yang terletak pada kromosom 1RS, tetapi kultivar pembawa tranlokasi ini menunjukkan kualitas produk akhir yang jelek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi rekombinan gandum-rye baru, untuk mengurangi efek kurang menguntungkan dari kromosom 1RS ini jika ditransfer ke tanaman gandum. Disamping pentingnya dalam perbaikan kualitas gandum, serangkaian rekombinan akan bermanfaat bagi kegiatan pemetaan gen-gen lain. Dengan menggunakan marker protein SEC-1 sebagai indikator keberadaan segmen kromosom 1RS, beberapa rekombinan telah diisolasi. Frekuensi rekombinan “TRI‑D1+GLI‑D1-SEC‑1+” dan “TRI‑D1-GLI‑D1+SEC‑1+” berkisar 0.6 – 6% pada famili 1-3, tetapi famili 4 menunjukkan frekuensi jauh lebih tinggi (24.4%). Suatu model dirancang untuk menjelaskan keadaan ini berdasarkan homosigositas translokasi 1DL.1RS dan keberadaan 2 rekombinan kromosom yang melibatkan lengan pendek kromosom grup 1 pada gandum.
Tingkat Partisipasi Kelompok Tani Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Demplot Di Dusun Jugil Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; I Gusti Putu Muliarta Aryana; I Gusti Made Kusnarta
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.69

Abstract

Permasalahan petani di dusun Jugil, yaitu kurangnya pengetahuan dan ketrampilan tentang sistem tanam jajar legowo dan penggunaan bahan organik serta saat pemupukan anorganik. Tujuan pengabdian yaitu mengetahui tingkat partisipasi kelompok tani dalam pertemuan dan pembuatan demplot dan mengetahui pertumbuhan tanaman jagung pada dua paket yang diterapkan pada demplot. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode pendidikan orang dewasa (POD) dengan teknik partisipatif. Mula-mula disampaikan beberapa materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, diskusi dan dilanjut dengan pembuatan demplot. Pada demlot, diterapkan dua paket, yaitu paket I dan paket II. Paket I, yaitu sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik Petroganik dan pemupukaan anorganik saat tanam dan umur 28 hari. Paket II, sistem tanam tunggal, tanpa pupuk organik dan pemupukan anorganik umur 21 hari dan 35 hari. Tingkat partisipasi dianalisis dengan metode kuantitatif deskriptif. Pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun dianalisis dengan uji t pada taraf nyata 5 persen. Penyampaian materi dan diskusi dilakukan pada menjelang penanaman. Hasil pengabdian menunjukkan, bahwa rata-rata tingkat partisipasi kelompoktani dalam pertemuan dan pembuatan demplot tergolong sedang sebesar 53,33 persen. Paket pertama memiliki pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman umur 28 hari lebih baik dibanding paket kedua.
Pengenalan Teknik Pembuatan Benih Jagung Komposit Sinta Unram Di Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.748 KB) | DOI: 10.29303/jsit.v2i2.48

Abstract

Kelompok tani Lembah Telaga Desa Gumantar adalah sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Permasalahan yang dihadapi, meliputi tidak tersedianya benih komposit berkualitas di tingkat petani; petani belum memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hal produksi benih jagung berkualitas dan benih jagung sebagai benih sumber perbanyakan, belum tersedia. Oleh karena itu, dilakukan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan petani di bidang produksi benih jagung berkualitas (bersertifikat); mengenalkan karakteristik calon varietas unggul jagung super genjah (Sinta Unram) dan dihasilkan benih jagung Sinta Unram yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah metode pendidikan orang dewasa (POD) dengan teknik partisipatif. Pengukuran peningkatan ilmu pengetahuan peserta dilaksanakan dengan mengisi daftar pertanyaan sebelum dan sesudah penyampaian materi. Kegiatan diawali dengan penyampaian beberapa materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Demontrasi plot (demplot) dibuat pula untuk memperkenalkan karakterisitik Sinta Unram dan praktek memproduksi benih sesuai prosedur sertifikasi benih. Hasil pengabdian menunjukkan, bahwa terjadi peningkatan ilmu pengetahuan petani di bidang karakteristik tanaman jagung super genjah, dan teknik pembuatan benih jagung komposit sebesar 30,84 persen akibat telah dilaksanakan pertemuan dan diskusi. Demonstrasi plot telah dilaksanakan dan diperoleh benih jagung komposit sebanyak 152 kg. Benih tersebut telah dibagikan kepada petani peserta di desa Gumantar kabupaten Lombok Utara.
UJI DAYA HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN GANDUM (Triticum Aestivum L.) PADA DATARAN MEDIUM DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Lina Andriyanti; Uyek Maik Yakop; Dwi Ratna Anugrahwati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.607 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i3.656

Abstract

Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil beberapa varietas tanaman gandum (Triticum Aestivum L.) di dataran medium di Kabupaten Lombok Timur. Percobaan dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan September 2018 di Dusun Trawangan Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur dengan ketinggian tempat ± 400 mdpl. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu varietas gandum yang terdiri dari 2 varetas Nasional (Nias dan Dewata) dan 5 varietas introduksi (Axe, Gladius, Corel, Scout, Mace) dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 21 unit perlakuan. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa karakter varietas yang ditanam di dataran menengah beragam kecuali bobot berangkasan kering, jumlah spikelet dan jumlah biji yang tidak berbeda dan varietas yang menunjukkan hasil yang cukup baik dengan umur panen yang tidak terlalu lama adalah Nias dan Dewata sebagai varietas Nasional dan Gladius sebagai genotipe Introduksi.
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorgum bicolor L) Septinaria Anggraini S; Akhmad Zubaidi; Dwi Ratna Anugrahwati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i2.688

Abstract

Sorgum merupakan tanaman pangan serealia yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Banyaknya manfaat yang dimiliki oleh tanaman sorgum serta daya adaptasi yang tinggi dapat menjadikan tanaman sorgum sebagai pangan alternatif yang kedudukannya hampir sama dengan beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pemberian berbagai dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorgum bicolor L). Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Oktober 2020-Januari 2021 di Desa Gondang Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor, faktor pertama adalah Jarak Tanam dengan 2 taraf yang terdiri atas jarak tanam 40cm x 20cm, dan 70cm x 20cm, dan faktor kedua adalah perlakuan pemupukan dengan 4 taraf yang terdiri atas dosis pupuk kandang sapi 10 t/ha, 20t/ha, 30t/ha, dan 40 t/ha. Dari kedua faktor diperoleh 8 kombinasi, masing-masing kombinasi diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil percobaan menunjukkan jarak tanam yang lebih renggang (70cm x 20cm) memberikan pertumbuhan tanaman sorgum terbaik, sedangkan pemberian berbagai dosis pupuk kandang sapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman sorgum. Jarak tanam yang lebih rapat (40cm x 20cm) memberikan hasil/ha tertinggi, dosis pupuk kandang 30 t/ha memberikan hasil/ha tertinggi, dan interaksi jarak tanam 40cm x 20cm dengan dosis pupuk kandang 30 t/ha juga memberikan hasil/ha tertinggi (13,98 ton).
PENGENALAN PLASMA NUTFAH PADI BERAS MERAH GALUR HARAPAN DESA SAPIT KECAMATAN SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Anak Agung Ketut Sudharmawan; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Dwi Ratna Anugrahwati; Uyek Malik Yakop
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan demontrasi plot padi beras merah dan meningkatkan kesadaran petani akan manfaat padi beras merah bagi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, dan praktik lapang berupa demontrasi plot (Demplot) di sawah milik petani. Waktu pelaksanaan mulai bulan Juli hingga Nopember 2016. Kegiatan Diskusi dan demontrasi plot dilaksanakan di lahan petani di Dusun Batu Cangku Desa Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Evaluasi kegiatan dilakukan sebelum dan setelah pelaksanaan pengabdian pada masyarakat melalui cara penilaian berbentuk angka yang nilainya berkisar dari 0-100 yang merupakan nilai rata-rata dua unit penilaian yaitu penilaian pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan para petani tentang pengenalan plasma nutfah dan pemuliaan padi beras merah di Dusun Batu Cangku Desa Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur meningkat dari 58,25 menjadi 76,50. Penyampaian materi penyuluhan sangat sesuai dengan waktu dan tempat pelaksanaan sehingga peserta sangat antusias dan aktif mengikuti maupun berdiskusi tentang materi yang disampaikan, tercermin pada hasil post test yang lebih baik daripada pre test; banyaknya pertanyaan antara lain tentang pengenalan plasma nutfah, pemuliaan padi, dan dapat membedakan antara plasma nutfah padi, sama halnya dari wanita tani yang menanyakan tentang manfaat beras merah untuk kesehatan dan kecantikan.. Pada kegiatan demontrasi plot, petani menyimak dan memahami proses pembentukan varietas melalui persilangan beras merah dan benih.
Estimation of Genetic Variance and Heritability of F2 Populations of Corn Plants in Dry Land I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. SpecialIssue (2022): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8iSpecialIssue.2481

Abstract

This study was aimed to determine the genetic variance of several F2 population traits of maize, broad heritability values and phenotypic correlations between yields and other quantitative traits. The method used is the experimental method. The experiment was designed in a randomized block design, with 6 replications. The number of treatments was 4 populations, namely population F2, Sinta Unram, hybrid NK212 and NK7328. Each population was planted in 4 rows, each consisted of 40 plants. The observed characteristics included plant height, leaf number per plant, leaf angle, ear length, ear diameter, weight of dry ear harvested per plant and yield (dry seed weight per plant). The data were analyzed by simple statistical analysis and analysis of variance at the 5 percent level of significance. The results showed that the genetic variance of plant height, leaf angle, and dry cob weight at harvest per plant population of F2 was higher than that of Sinta Unram's genetic diversity with relatively wide genetic diversity. The genetic variance of leaf number per plant, ear length and ear diameter were also higher than that of Sinta Unram; but the genetic diversity is quite narrow. The genetic diversity of the F2 population's traits is the same as that of Sinta Unram with a broad category. The heritability value of broad meaning classified as high (> 50 %) was obtained on plant height, leave number per plant, ear length, ear diameter, weight of dry ear harvested per plant and yield; while the leaf angle is classified as moderate. Harvested dry cobs weight per plant showed strong phenotypic correlation with yield (0.827); while other properties are classified as very weak to moderate. Improving the yield of the F2 population can be done by indirect mass selection using the weight of harvested dry cobs per plant as the selected trait
PENERAPAN PAKET TEKNOLOGI JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharata Sturt) DI DESA OMBE KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT I Wayan Sutresna; Sumarjan Sumarjan; Uyek Malik Yakop; I Wayan Sudika; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Pepadu Vol 3 No 3 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.228 KB)

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccapharata Sturt) atau sweet corn merupakan jenis jagung yang relatif baru dikembangkan di Indonesia. Pada mulanya dikenal melalui hasil yang dikalengkan dan pada awal tahun 1980 mulai ditanam secara komersil. Budidaya jagung manis lebih menguntungkan dibandingkan jagung lainya, mengingat harga jual relatif lebih tinggi dan dan umur panen lebih genjah. Walaupun produksi per hektar lebih rendah 42%, namun harga jual lebih tinggi sehingga lebih menguntungkan. Kesenjangan antara peneliti dengan penyuluh, menyebabkan informasi yang diterima petani terasa masih kurang; rendahnya kualitas sumberdaya manusianya seperti pengetahuan, ketrampilan dan penerapan teknologi budidaya khususnya jagung manis kurang memadai mengakibatkan rendahnya produksi pertanian. Peranan kelembagaan kelompoktani tidak efektif untuk aktifitas usaha tani dan rendahnya motivasi petani untuk berusahatani. Tujuan dari kegiatan ini yaitu : Memberikan bekal pengetahuan tentang dasar teori penggunaan teknologi budidaya jagung manis sebagai upaya peningkatan produksi dan pendapatan petani; Menerapkan teknologi budidaya dalam pelaksanaanya di lapangan dalam bentuk Demontrasi Plot. Metode yang digunakan dalam penerapan program pengabdian kemiteraan ini adalah metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau Androgogi dengan menekankan pada partisipasi aktif dari peserta diskusi dan demontrasi lapang (Demplot). Hasil yang dicapai adalah: Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di desa Ombe Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat dapat berjalan dengan baik dan lancar; Pengetahuan petani tentang teknologi budidaya tanaman khususnya jagung manis telah bertambah. Petani dapat menerapkan teknologi budidaya tanaman jagung manis dengan hasil tongkol layak jual sebesar 14,78 ton/Ha
PENGENALAN BEBERAPA VARIETAS JAGUNG UNGGUL PADA BERBAGAI LINGKUNGAN TUMBUH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI Jurnal Pepadu; I Wayan Sutresna; I Wayan Sudika; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Pepadu Vol 2 No 2 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i2.2190

Abstract

ABSTRAKRendahnya produksi akibat penguasaan terhadap teknologi budidaya jagung yang kurangmemadai, pendapatan per kapita relatif rendah, pendidikan juga rendah dan sebagian besarberpendidikan Sekolah dasar; Kesenjangan antara peneliti dengan penyuluh, sehingga menyebabkaninformasi yang diterima petani terasa masih kurang; Pendapatan kelompoktani masih rendah akibatkualitas sumberdaya manusianya seperti pengetahuan, ketrampilan dan penerapan teknologi budidayajagung rendah menyebabkan tingkat produksi pertanian relatif rendah; Peranan kelembagaankelompoktani tidak efektif untuk aktifitas usaha tani dan rendahnya motivasi petani untuk berusahatani.Tujuan dari kegiatan ini yaitu: Memberikan bekal pengetahuan tentang dasar teori penggunaan teknologibudidaya(varietas dan lingkungan tumbuh) jagung unggul sebagai upaya peningkatan produksi danpendapatan petani; Menerapkan dua jenis varietas jagung unggul pada lingkungan tumbuh berbedadalam pelaksanaanya di lapangan dalam bentuk Demontrasi Plot. Metode yang digunakan dalampenerapan program pengabdian kemiteraan ini adalah metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atauAndrogogi dengan menekankan pada partisipasi aktif dari peserta diskusi dan demontrasi lapang(Demplot). Kegiatan penyuluhan telah dilakukan dan sampai saat ini pengetahuan dan ketrampilanpetani telah berubah. Petani mampu membedakan antar varietas unggul yang diterapkan sebagaiDemplot dan dapat memilih sesuai tujuan yang diinginkan. Tim selalu menjadi pendamping danmerupakan desa binaan untuk kegiatan tersebut sehingga diharapkan ada lahir pengusaha jagung yangprofesional di Desa Dana Tebu Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Hasil yang dicapaiadalah: Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di desa Dasan Tebu Kecamatan GerungKabupaten Lombok Barat dapat berjalan dengan baik dan lancar, diharapkan kegiatan seperti ini selaludilakukan di desanya; Pengetahuan petani tentang teknologi budidaya tanaman jagung khususnyapengenalan varietas dan lingkungan tumbuh telah bertambah; Petani dapat mengenal dan membedakanhasil produksi tanaman jagung varietas Sukmaraga 217,42 g/tan pada lingkungan tumbuh (Urea 150kg/ha, Posnka 250 kg/ha, kompos 2000 kg/h dengan jarak tanam (50x20)x100) dan Lamuru 224,26 g/tanpada lingkungan yang sama dengan kerapatan tanam (40x30)x60
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Akhmad Zubaidi Akhmad Zubaidi Anjar Pranggawan Azhari Arif Rahman Baiq Eka Septiani Baiq Erna Listiana Baiq Erna Listiana Bambang Budi Santoso Bambang Budi Santoso dan Sumarjan Desi Purwati Dini Isti Ayu Lestari Dwi Noorma Putri Dwi Yuniantari Maulida Erna Listiana1 Fuji Amanda Oktavini Larika Ghea Amelia Putri Gio Indra Hairil Ihsan Haniatul Aulani Hasriani Rizki Haq Hikmah, Lale Melati Komala I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Gusti Putu Muliarta Aryana I Komang Damar Jaya I WAYAN SUANA I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna2 Ida Nurlaili Ika Kasturi Imam Ahmadifauzan Imam Ahmadifauzan Irwan Muthahanas Jufri, Afifah Farida Jurnal Pepadu Khaerina Umami Kisman Lalu Taufikkurrahman Lestari Ujianto Lestari Ujianto Liana Suryaningsih B. Lina Andriyanti Listiana, Baiq Erna Miftahul Jannah Misfalah Misfalah Muh. Ade Izam Wahyudi Muliarta - Aryana Mustika Ayu Febrianti Ni Wayan Sri Suliartini Nida Yusrina Novita Hidayatun Nufus Nurhalida Nurhaliza, Evi Pranggawan, Anjar Azhari Ruth Stella Petrunella Thei Santoso Wibisono Septinaria Anggraini S Solihat, Nur Aenun Sri Rahayu Suliartini, Ni Wayan Sri Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sumarjan Suud Ahmadi Tijani Zata Izzati Auladifa Uyek Maik Yakop Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Vera Yulandasari Wayan Wangiyana Wiwin Amaliatussolihah Yakop, dan Uyek Malik Yakop, Uyek Malik Zilfida, Siti Azira Zubaidi, Akhmad Zubaidi, Akhmad