Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Deteksi Gen Resisten Kloramfenikol (cat) pada Isolat Klinik Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli dengan Metode Polymerase Chain Reaction Wahyudi, Didik; Silviani, Yusianti; Nirwana, Ardy Prian; Saroh, Dewi
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.161

Abstract

Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli adalah patogen oportunistik dari kelompok bakteri gram negatif yang menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. Kedua spesies tersebut sering ditemukan telah resisten terhadap beberapa antibiotik. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut, salah satu gen pengendali resistensi kloramfenikol adalah gen cat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gen resistensi kloramfenikol (cat) pada isolat klinik P. aeruginosa dan Escherichia coli. Bakteri diisolasi dari kasus infeksi di Rumah Sakit. Kemudian dilakukan identifikasi dengan metode uji biokimia, isolasi DNA, kemudian diamplifikasi dengan metode Polymerase Chain Reaction, dengan menggunakan dua pasang primer spesifik untuk kedua bakteri tersebut, dilanjutkan visualisasi hasil PCR dengan menggunakan elektroforesis. Hasil uji menunjukkan bahwa semua isolat P. aeruginosa terdeteksi adanya gen cat (100%), sedangkan E. coli terdeteksi gen cat sebesar 71,4%
upaya Penanggulangan Plak pada Gigi Menggunakan Pasta Gigi Herbal Non Paraben di Panti Asuhan Bethshan Sukoharjo Harningsih, Tri; Silviani, Yusianti; Indito, Adelio Szaky Putra; Rahmawati, Afrilia; Anjarani, Ajeng Viona Putri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1998

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan promotif dan preventif terkait penanggulangan plak pada gigi menggunakan pasta gigi herbal non paraben. Kesehatan gigi merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Pengabdian masyarakat ini mengangkat tema mengenai kesehatan gigi yang dilaksanakan di Panti Asuhan Bethshan Sukoharjo. Kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Masalah kesehatan gigi dan mulut paling banyak dialami oleh anak usia balita hingga remaja. Tujuan pendidikan kesehatan gigi dan mulut pada hakekatnya adalah memperkenalkan dengan dunia kesehatan gigi serta segala persoalan mengenai gigi, sehingga mampu memelihara kesehatan gigi. Metode yang digunakan dengan penyuluhan, pemberian media untuk sikat gigi, dan praktek secara langsung. Evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara mengukur nilai pre tes dan post test peserta. Hasil uji t-test dipereloh nilai signifikansi sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan ada perubahan pengetahuan nilai pretest dan postest dari kegiatan ini. Hasil pengisian angket kepuasan mitra diperoleh nilai rata-rata 93,4 sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini sangat memuaskan bagi peserta kegiatan. Muara dari kegiatan ini yaitu kesadaran dalam kesehatan gigi di Panti Asuhan Bethshan memiliki perilaku hidup positif dan sehat dalam melakukan aktivitas rutinnya.
Penyuluhan Pencegahan Faringitis Menggunakan Obat Kumur Rebusan Daun Sirih Hijau Silviani, Yusianti; Harningsih, Tri; Kusumaningrum, Septiana; Anjaswari, Vivi Capawati; Yulianti, Widya Ratri Intan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2529

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai manfaat obat kumur rebusan daun sirih hijau untuk pencegahan faringitis. Penggunaan sirih sebagai bahan obat mempunyai dasar kuat karena adanya kandungan minyak atsiri yang merupakan komponen fenol alami sehingga berfungsi sebagai antiseptik yang kuat. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab dan demonstrasi pembuatan produk. Materi penyuluhan terdiri dari pencegahan faringitis dan manfaat daun sirih hijau. Jumlah peserta yang hadir yaitu sebanyak 34 peserta ibu-ibu PKK RT 06 RW 01 Kelurahan Gedangan Grogol Sukoharjo. Evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa angket kepada para peserta yang mengikuti kegiatan. Hasil angket kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pelaksanaan kegiatan pengabdian oleh dosen. Rata-rata pencapaian pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan persentase 87% termasuk dalam kategori sangat baik. Antusiasme peserta penyuluhan dengan tingkat kehadiran 100% dan dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan respon yang bagus pada jawaban yang diberikan. Rata-rata pretest adalah 51,21 dengan standar deviasi 10,82. Sedangkan rata-rata postest adalah 85,76 dengan standar deviasi 7,08. Hasil uji t berpasangan diperoleh nilai p = 0,000 (0,0001) maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test sebelum dengan sesudah pemberian penyuluhan. Angket kepuasan peserta penyuluhan telah diuji dengan uji validitas menggunakan.
Penyuluhan Gejala, Pencegahan dan Penanganan Infeksi Saluran Kemih pada Posyandu Lansia Silviani, Yusianti; Harningsih, Tri; Syafa, Alya Nur; Yulianti, Adhiesti Nur; Adisty, Candrika
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4261

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan masalah kesehatan umum terjadi pada lansia. Infeksi saluran kemih dapat mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Pencegahan Infeksi saluran kemih menjadi penting untuk menghindari dampak negatif yang dapat timbul, dan melibatkan berbagai strategi mulai dari pemeliharaan kebersihan pribadi hingga pengelolaan hidrasi yang tepat. Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang banyak diderita oleh lansia. Selain faktor umur, kondisi fisiologis seperti penurunan fungsi organ dan penurunan sistem imunitas membuat lansia mudah terkena infeksi saluran kemih. Kondisi di lapangan, masyarakat mengabaikan penyakit ini dan takut untuk pergi ke layanan kesehatan guna pemeriksaan laboratorium. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang infeksi saluran kemih dan memberikan pemeriksaan laboratorium secara gratis untuk deteksi infeksi saluran kemih. Penyuluhan yang efektif diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia dan keluarganya tentang cara mencegah infeksi, mengenali gejala secara dini, serta memahami langkah-langkah penanganan yang tepat. Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Joyotakan, Surakarta dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Lansia aktif menyimak presentasi dan melakukan tanya jawab terkait infeksi saluran kemih. Hasil pretest dan postest didapati p value sebesar 0,002. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah mendapatkan sosialisasi tentang Infeksi saluran kemih. Pendekatan edukasi dan komprehensif, diharapkan dapat memperbaiki deteksi dini Infeksi saluran kemih dan mengurangi risiko komplikasi dan berdampak terhadap kualitas hidup lansia dapat terjaga dengan lebih baik.
RESISTANCE TEST OF GRAM NEGATIVE ROD BACTERIA THAT CAUSE URINARY TRACT INFECTIONS (UTI) TO THE ANTIBIOTICS AMOXICILIN, GENTAMICIN, AND TETRACYCLINE IN ELDERLY WOMEN IN KRATONAN VILLAGE, SURAKARTA Pembayun, Raflesia Rasmiati Putri; Silviani, Yusianti
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6, Nomor 2, November 2024
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v6i2.346

Abstract

Urinary tract infection (UTI) is an infection caused by bacteria, especially gram-negative rod bacteria. Gram-negative rod bacteria that can cause UTIs are Escherichia coli, Klebsiella sp, Proteus sp, Enterococcus sp, Enterobacter sp, and Pseudomonas sp. Treatment to treat cases of bacterial infections using antibiotics. The purpose of this study was to determine the resistance of gram-negative rod bacteria that cause urinary tract infections (UTIs) to antibiotics amoxicilin, gentamicin, and tetracycline. The type of research used in this Scientific Paper is observational descriptive research. This research was conducted at the Bacteriology Laboratory of the Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional. The sampling technique used is quota sampling. The sample used was the urine of elderly women in the Surakarta Kratonan Village area. Urine samples were cultured using BHI media, and then gram painting was done. Culture results are inoculated on Mac Conkey media, and after the colony grows continued inoculation on biochemical test media to determine the bacterial species. Bacterial species were found to be tested for antibiotic resistance by the Kirby-Bauer method. The results showed that there were several species of bacteria resistant to antibiotics amoxicilin, gentamicin, and tetracycline. In Escherichia coli bacteria (60%) resistant to the antibiotic amoxicilin, and (40%) tetracycline; Klebsiella pneumoniae (50%) resistant to antibiotics amoxicilin and (25%) tetracycline; Klebsiella oxytoca (100%) resistant to antibiotics amoxicilin and (100%) tetracycline; Proteus mirabilis (100%) is resistant to the antibiotics amoxicilin, (100%) gentamicin, and (100%) tetracycline.
Upaya Penanggulangan Faringitis dengan Menggunakan Teh SiKers (Sirsak Kersen) pada Wanita Tani Silviani, Yusianti; Wimpy, Wimpy; Septiyan, Erni Dwi; Pertiwi, Kartika; Mulatningtyas, Zevanya
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.6218

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan promotif dan preventif terkait penanggulangan faringitis pada anak menggunakan the sirsak dan kersen. Faringitis merupakan infeksi saluran pernafasan atas yang banyak diderita oleh masyarakatbaik usia anak sampai dewasa, terutama saat cuaca panas. Daun kersen dan daun sirsak merupakan bahan alam yang dapat digunakan sebagai antivirus, antibakteri dan antioksidan. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahun tentang faringitis dan penggunaan teh dengan bahan daun sirsak dan daun kersen sebagai antifaringitis. Pengabdian ini dilakukan 9 – 10 November 2024 di Kelurahan Bakipandeyan dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Ibu-Ibu PKK aktif menyimak presentasi dan melakukan tanya jawab terkait faringitis. Pada pengabdian ini juga dijelaskan pembuatan teh dengan menggunakan daun sirsak dan daun kersen. Hasil t test pre test dan post test didapati p value sebesar 0.000 dengan nilai rata-rata postest sebesar 87,4 sehingga dapat disimpulan bahwa kegiatan pengabdian ini sangat memuaskan peserta, perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah mendapatkan sosialisasi tentang faringitis. Muara dari kegiatan ini adalah pengurangan antibiotik dan penggunaan bahan alami sebagai alternative pengobatan faringitis.
Pemberdayaan Wanita Tani melalui Edukasi dan Konsumsi Teh SiKers (Sirsak-Kersen) dalam Menghadapi Risiko Pestisida Wimpy, Wimpy; Silviani, Yusianti; Septiani, Erni Dwi; Pertiwi, Kartika; Pramuditha, Zevanya Mulatningtyas
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6285

Abstract

Wanita tani di Desa Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo, berperan penting dalam sektor pertanian, terutama dalam pengelolaan lahan dan panen. Namun, mereka sering kali menghadapi tantangan besar terkait kesehatan akibat penggunaan pestisida yang berlebihan dan kurangnya pengetahuan tentang mitigasi risiko. Paparan pestisida dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan hormonal, penyakit pernapasan, dan potensi kanker. Wanita, terutama yang sedang hamil, berisiko lebih tinggi. Pentingnya kegiatan ini dilaksanakan karena memberikan pengetahuan praktis yang langsung dapat diterapkan oleh para wanita tani untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan pestisida. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang pengelolaan pestisida dan alternatif alami seperti teh daun sirsak dan daun kersen, diharapkan dapat menurunkan dampak negatif bagi kesehatan mereka dan keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang pestisida dan penggunaan teh dengan bahan daun sirsak (Annona muricata) dan daun kersen (Muntingia calabura) sebagai antisipasi terhadap toksisitas yang disebabkan pestisida. Pengabdian ini dilakukan pada 9 – 10 November 2024 di Kelurahan Bakipandeyan dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Ibu-ibu wanita tani aktif menyimak presentasi dan melakukan tanya jawab. Pada pengabdian ini juga dijelaskan pembuatan teh dengan menggunakan daun sirsak dan daun kersen. Hasil uji t berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, dengan nilai rata-rata selisih sebesar -12,400 (t = -7,856, p = 0,000), yang mengindikasikan peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan materi sosialisasi. Selain itu, edukasi ini juga memperkuat peran wanita tani dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan, serta meningkatkan ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan di daerah tersebut
Differences in The Incidence of Urinary Tract Infection (UTI) in Women Using Herbal and Non-Herbal Sanitary Napkins Yanti, Rahma; Silviani, Yusianti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i2.8873

Abstract

Urinary Tract Infection (UTI) is a common health issue among women, including those caused by the use of menstrual pads. This study aims to investigate the difference in the incidence of UTI between women using herbal and non-herbal pads at Prodia Clinical Laboratory in Palembang. This research employed an analytical observational design with 31 female employees as subjects. Sampling was conducted using a questionnaire and complete urine tests, including dipstick and microscopic examination. The results showed that 10.5% of non-herbal pad users were suspected of having UTI, while no herbal pad users were suspected of having UTI. Based on the Mann Whitney U statistical test, no significant differences were found between the two groups (p > 0.05). This study concluded that there is no significant difference in the incidence of UTI between users of herbal and non-herbal pads. Further research with a larger sample size is recommended to confirm these findings.
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN MISI NUSANTARA SURAKARTA Juliana Christyaningsih; Puspitadewi, Teresia Retna; Alberta, Lembunai Tat; Pengge, Nuning Marina; Siagian, Hotmaida; Mutiarawati, Diah Titik; Rahayuningsih, Christ Kartika; Kurniawan, Dedi; Lestari, Indah; Sumasto, Hery; Endarini, Lully Hani; Kiaonarni OW; Ira Puspita Sari; Evi Yunita N; Suliati; Darjati; Nur Hatijah; Khambali; Hadi Suryono; Demes Nurmayanti; Tatarini Ika Pipitcahyani; Astuti Setiyani; Siti Alfiah; Dina Isfentiani; Bambang Hadi Sugito; Retno Sasongkowati; Yusianti Silviani; N. S. Widodo
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.553

Abstract

Permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat adalah kaum marjinal yang terpinggirkan seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis, dan sebagainya. Salah satu upaya mengatasi masalah kaum marjinal yaitu dengan didirikan lembaga sosial berupa panti asuhan anak. Sejak masa pandemi, anak di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta jarang mendapat layanan kesehatan dan ada keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu panti asuhan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan penghuni dan pengelola Panti Asuhan Misi Nusantara di Surakarta. Metoda pelaksanaan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi Anak, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan pengelola panti asuhan serta pelatihan penanggulangan bencana. Hasil pemeriksaan Kesehatan pada penghuni dan pengelola panti didapatkan sebagian besar (52,6 persen) penghuni panti berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya berusia rata-rata 21-60 tahun, Sebagian besar (68,4 persen) tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, Sebagian besar (73,1 persen) berstatus gizi normal, hampir seluruhnya (94,4 persen) glukosa darah kurang dari 126 m/dL dan asam urat kurang dari 8 mg/dL. Secara umum keadaan warga panti asuhan dalam keadaan baik Social problems that often occur in society are abandoned children, street children, beggars, disabled people, neglected elderly, poor families, families with social problems, and so on. Children and poor people should have their human rights fulfilled by the State of Indonesia. However, in reality there are many children whose needs are not met, such as parents who are unable to provide for the child's needs or the child does not have parents. One effort to overcome this is to establish social institutions in the form of orphanages. Since the pandemic, children at the Mission Nusantara Surakarta Orphanage rarely receive health services and there is limited space for children to move. Theless than purpose of this community service is to assist the orphanage in monitoring the growth and development of residents and managers of the Mission Nusantara Orphanage in Surakarta. The implementation method is in the form of examinations on child growth and development, Counseling on Clean and Healthy Living, checking on the Nutritional Status of Children, counseling on how to brush their teeth properly, health checks for orphanage managers and training on disaster management. 6 percent) of the residents of the orphanage are male, almost half of them are aged 21-60 years, most (68.4 percent) have blood pressure less than 140/90 mmHg, most (73.1 percent) have normal nutritional status, almost all (94.4 percent) blood glucose less than 126 m/dL and uric acid less than 8 mg/dl. Similar activities are needed to see general body health and must be monitored periodically, so that the residents of the orphanage can find out their health status, especially now that they are still in a pandemic condition Covid-19
Identification of Neisseria gonorrhoeae in Commercial Sex Worker Clients with and without Condom Use Maulandi, Andi; Silviani, Yusianti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9142

Abstract

This study investigates the prevalence of Neisseria gonorrhoeae among commercial sex workers and their clients in Pulau Baai, Bengkulu, with a focus on comparing infection rates between individuals who use condoms and those who do not. The primary objective is to assess the impact of condom usage on the prevalence of gonorrhea in this high-risk population. A cross-sectional observational design was employed, involving 40 male participants who had engaged with commercial sex workers in the Pulau Baai area. The participants were divided into two groups based on their condom use. Urethral secretion samples were collected and analyzed via Gram staining for Neisseria gonorrhoeae detection. The study found no cases of Neisseria gonorrhoeae in any of the samples, with all 36 condom users and 4 non-users testing negative. These results suggest no gonorrhea infections in the studied population, regardless of condom use. However, due to the limitations of the Gram staining method, further research using more sensitive diagnostic techniques and a larger sample size is recommended to verify these findings.
Co-Authors Adisty, Candrika Andriyani - Puspitaningrum Andriyani Puspitaningrum Anjarani, Ajeng Viona Putri Anjaswari, Vivi Capawati Anjela Bella Dora Natalia Ardy Prian Nirwana Ardy Prian Nirwana, Ardy Prian Aribowo, Daffina Ramadhani Putri Astriana, Sevy Astuti Setiyani Bambang Hadi Sugito Binuko Amarseto Darjati Dedi Kurniawan Demes Nurmayanti Didik Wahyudi Didik Wahyudi Dwi Iswanto, Endro Endarini, Lully Hani Evi Yunita N Hadi Suryono Handayani, Susanti Herlinda Darmastuti Indah Lestari, Indah Indito, Adelio Szaky Putra Indriati, Elli Ira Puspita Sari Isfentiani, Dina Juliana Christyaningsih Kartika Pertiwi Khambali, Khambali Khasanah, Barhoroh Nurul Kiaonarni OW Kusumaningrum, Septiana Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Lenzu, Henrek Miko Leonardo Bagus Utomo Maulandi, Andi Mohammad Masykuri Mulatningtyas, Zevanya Mutianingsih, Nur Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Niassinta, Julita Novita Sari, Dyah Ayu Nur Hatijah Nur Hidayati Nurhidayat Nurhidayat Octaviana Ikka Sandra Susanti Pembayun, Raflesia Rasmiati Putri Pengge, Nuning Marina Pramuditha, Zevanya Mulatningtyas PuriMahaliya, Karisma Puspitadewi, Teresia Retna Puspitasari, Afita Indah Putri, Alifa Purwahari Putu Salsabila Rida Okta Rahayu, Ayu Puji Rahayuningsih, Christ Kartika Rahmawati, Afrilia Retno Sasongkowati Sari, Aprilia Saroh, Dewi Septiani, Erni Dwi Septiani, Risma Dyah Septiyan, Erni Dwi Siagian, Hotmaida Siti Alfiah Suciati Sudarisman Sugiyarto Sugiyarto Suliati Sumasto, Hery Sungkar, Rizky Fadzillah Susanti Handayani Syafa, Alya Nur Tantias, Farmasiriana Deli Tri Harningsih, Tri Wahono Putri, Yordha Maharani Wandan Wisdyafanny, Marcelina Wimpy, W Yanti, Rahma Yulianti, Adhiesti Nur Yulianti, Widya Ratri Intan Yuniarta, Abdullah Burhan Zahra, Angelique Fadhilah Zuhria Nurullita