Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

BIROKRASI DAN PELAYANAN PUBLIK Asep Sumaryana
Sosiohumaniora Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i2.5545

Abstract

Birokrasi merupakan alat pemerintah yang dapat mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Dengan birokrasi pelayanan dapat dilakukan lebih mudah sekaligus memuaskan masyarakat. Untuk itu birokrasi harus mampu melayani seluruh stakeholder secara proporsional dan profesional. Tidak semua stakeholder mudah dilayani mengingat banyak kepentingan didalamnya sehingga upaya tersebut akan menjadi sulit tatkala birokrasi sudah berpihak kepada kepentingan salah satu stakeholder. Untuk itu birokrasi harus terus memacu kemampuan diri dan tetap bersikap independen. Mengabaikan kemampuan seperti itu akan mendorong birokrasi jatuh kedalam kubangan hujatan masyarakat. Kata kunci : Birokrasi dan independensi dalam pelayanan publik
AN ALTERNATIVE MODEL OF CHILD SEXUAL ABUSE HANDLING POLICY IN INDONESIA Rd. Ahmad Buchari; Asep Sumaryana; Rosita Novi Andari
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.202 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.13597

Abstract

Child sexual abuse is one of the forms of crimes against children that call for serious attention of the government. Indonesian Commission for Child Protection (KPAI)’s 2011-2016 years data shows that the number of child sexual abuse victims has been fluctuating year by year. The objectives of the present research were to evaluate the output of the implementation of government policies on handling child sexual abuses during 2011-2014, and to develop an alternative model of child sexual abuse handling policy suitable to apply in Indonesia. The research used a descriptive qualitative approach with a data collection technique of documentation and a descriptive data analysis. The research findings revealed that the policies currently pursued were generally ineffective both in prevention and in law enforcement against the offenders. Therefore, a model of child sexual abuse handling policy in Indonesia by a systems approach can be made as an alternative model of policies in dealing with the problem.
FAKTOR LINGKUNGAN DALAM MANAGEMEN PUBLIK Asep Sumaryana
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.67 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.5233

Abstract

Managemen tidaklah berdiri sendiri, ada lingkungan yang tidak dapat dilepaskan darinya. Lingkungan ini memengaruhi bagaimana managemen dijalankan. Dalam managemen publik pun seperti demikian adanya. Kepuasan publik yang diharapkan dapat diberikan dalam konteks pelayanan publik seringkali luput. Hal demikian berkaitan dengan sejumlah aktor lingkungan yang ada di dalamnya. Tidak heran jika kemudian pelayanan publik menjadi rendah dan mengecewakan. Kapasitas manager publik menjadi penting dalam menjalankan managemennya. Kapasitas yang baik dapat menghindari pengaruh yang menyebabkan kinerjanya menjadi buruk, namun pengaruh yang mendorong kinerja membaik perlu terus dipacu. Kondisi tersebut memudahkan keluhan publik dapat direspons cepat dan perubahan managerial dapat terus dijalankan lebih cepat. Responsivitas semacam ini akan mengubah persepsi publik atas praktik pelayanan publik yang lamban menjadi cepat tanggap sehingga kepuasan publik dapat diperbaiki secara sistematis. Kata