Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER Handry Anom Ervianto; Fajar Sri Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.17 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36730

Abstract

Perkembangan laju industri konstruksi di Indonesia berkembang pesat dengan masuknya berbagai teknologi pelaksanaan proyek, untuk mengimbanginya diperlukan penelitian-penelitian yang meneliti perihal manajemen biaya, mutu dan waktu agar diperoleh hal yang paling efisien. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pengawasan dan pengendalian proyek maka dilakukan pengendalian biaya dan waktu. Pengendalian adalah aktivitas yang mengikat keseluruhan aktivitas yang terdapat pada manajemen proyek. Perencanaan dan pengorganisasian memang merupakan aktivitas yang berpengaruh terhadap proyek, tetapi pengendalian proyek yang efektif merupakan hal terpenting. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang pertanyaanya berdasarkan perbandingan dokumen pelaksanaan dan monitoring selama proyek berjalan. Dokumen Pelaksanaan sebagai alat pengedalian proyek diperlukan untuk mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang dapat terjadi dengan memberikan suatu peringatan dini (early warning), bahwa seberapa prestasi pekerjaan yang harus dicapai pada suatu waktu tertentu melalui standar acuan yang dipakai sebagai dasar pengukuran, sehingga apabila terjadi penyimpangan, tindakan perbaikan ( corrective action ) dapat dilakukan sebelum terjadi masalah yang lebih serius. Sedangkan Monitoring dan pelaporan adalah alat-alat yang diperlukan untuk pengendalian dan pengawasan proyek. Monitoring dapat diartikan sebagai mengamat-amati dan mempengaruhi kegiatan-kegiatan pokok dan hasil pekerjaan. Pelaporan berarti memberikan informasi kepada seseorang tentang kemajuan, masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan di kemudian hari. Dari penelitian ini didapatkan peningkatan kinerja biaya proyek dipengaruhi oleh kesesuaian kualitas pelaksanaan dilapangan yaitu tentang analisa harga satuan pekerjaan utama, kesesuaian penawaran harga kontraktor, kinerja pelaksanaan prakualifikasi, kenaikan upah dan harga. Peningkatan kinerja waktu proyek konstruksi dipengaruhi oleh kesesuaian kualitas pelaksanaan dilapangan yaitu tentang jumlah dan kondisi alat yang digunakan untuk pekerjaan utama, kesesuaian waktu penyelesaian, metode pelaksanaan kerja dan penangguhan pekerjaan. Diperoleh rumus regresi linier untuk kinerja biaya Y1 = 0,271 + 0,128X1 + 0,177X2 + 0,234X11 + 0,128X16, dan untuk kinerja waktu Y2 = 0,052 + 0,156 X3 + 0,006 X7 + 0,301 X8 +0,272X15.
PREDIKSI KEKERINGAN DENGAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WURYANTORO KABUPATEN WONOGIRI Riyan Ardiputro; Raden Roro Rintis Hadiyani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.149 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37003

Abstract

Perubahan cuaca dan iklim tidak menentu yang diakibatkan oleh pemanasan global dapat menyebabkan berbagai dampak negatif. Seperti durasi antara musim penghujan dan musim kemarau tidak seimbang dan musim kemarau yang berkepanjangan. DAS Wuryantoro yang terletak di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah mempunyai kondisi geografis berupa tanah kapur.yang sulit meresapkan air ke dalam tanah. Hal ini menjadikan wilayah Wonogiri rawan akan bencana kekeringan ketika musim kemarau tiba. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di DAS Wuryantoro dan (2) Mengetahui prediksi kekeringan berdasarkan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) jika diverifikasi dengan Metode Indeks Kekeringan Hidrologi (IKH) berdasar debit pada tahun 2015-2018.Perhitungan hujan wilayah menggunakan Metode Poligon Thieseen. Untuk hujan simulasi menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropgation dengan Matlab. Indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan menggunakan Metode SPI. Hasil hujan simulasi digunakan untuk menghitung prediksi indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan Metode SPI. Dari hasil prediksi curah hujan juga digunakan untuk menghitung IKH berdasar debit Metode Mock. Hasil dari analisis ini diperoleh bahwa indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan pada tahun 2003-2010 mengalami kondisi normal dan tahun 2011-2014 mengalami kondisi kering terutama pada bulan Juli sampai Oktober dengan indeks kekeringan -1,0131 sampai -1,2487. Prediksi kekeringan pada tahun 2015 sampai tahun 2018 mengalami kondisi Sangat Kering di bulan Juli-September dengan indeks kekeringan rata-rata -1,7907 sampai -1,8056, sementara kondisi kering terjadi pada bulan Juli dengan indeks kekeringan rata-rata -1,1265 sampai -1,1584. Selebihnya bulan-bulan lainnya selama empat tahun tersebut mengalami kondisi normal. Dari hasil analisis dan prediksi antara Metode SPI dan IKH, hasil perhitungan kekeringan metode SPI hampir sama dengan derajad ketajaman kekeringan IKH berdasar debit yaitu pada pertengahan tahun selama 4 tahun mengalami kondisi Kering dan Sangat Kering.
APLIKASI WEB ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DENGAN METODE MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA 1997 Gery Riyandi; Setiono Setiono; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.958 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36851

Abstract

Analisis kinerja simpang bersinyal dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 merupakan analisis yang dilakukan secara manual. Analisis secara manual yaitu permasalahan masukan data yang terkadang keliru, perhitungan yang memakan waktu lama. Kekurangan tersebut mengakibatkan kurang effisiennya perhitungan manual untuk pemakaian pada waktu saat ini. Kekurangan tersebut dapat diselesaikan dengan perancangan alat bantu berupa website. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu tahap analisis dan perancangan proses analisis usulan dan tahap perancangan interface. Pada tahap analisis dan perancangan proses analisis, dilakukan identifikasi sistem berupa proses analisis secara manual dan analisis dengan sistem aplikasi web. Proses analisis manual dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 menjadi acuan dalam pembuatan sistem aplikasi web. Pada tahap perancangan dilakukan perancangan tata letak interface, penggunaan basis data, dan penyusunan program aplikasi berupa website. Penggunaan basis data pada media terpilih dengan program aplikasi MySQL. Penyusunan program aplikasi dengan bantuan Adobe Dreamweaver. Hasil dari penelitian adalah program aplikasi web dengan basis data. Validasi secara sistem menunjukkan bahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik. Disamping validasi terhadap sistem, langkah verifikasi juga dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan program dengan hasil perhitungan manual. Dapat disimpulkan bahwa keduanya tidak berbeda secara signifikan. Dan perhitungan program dapat dilakukan dengan lebih cepat dengan hasil benar.
PEMODELAN PROPORSI SUMBER DAYA PROYEK KONSTRUKSI Kevinnoka Adi Prasanda; Sugiyarto Sugiyarto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.645 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36899

Abstract

Dalam proyek konstruksi dibutuhkan ketepatan untuk menentukan besar proporsi biaya tiap sumber daya. Jika alokasi biaya tidak tepat pada perhitungan sumber daya proyek, maka dapat mengakibatkan permasalahan pada proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mencari variabel-variabel yang berpengaruh dalam proporsi sumber daya proyek dan membuat model matematis sebagai acuan untuk estimasi. Data diperoleh dari dokumen RAB gedung kelurahan di Surakarta. Sumber daya material (Y1), sumber daya manusia (Y2) dan peralatan (Y3) dipilih sebagai variabel terikat. Nilai kontrak (X1), durasi pekerjaan (X2), dan jumlah lantai (X3) dipilih sebagai variabel bebas. Analisis data menggunakan SPSS untuk menguji pengaruh tiap variabel dengan uji regresi linier berganda. Dari hasil analisis tersebut diperoleh model matematis untuk proporsi sumber daya material Y1 = 53,96 + 0,751 X1 - 35,56 X3, sumber daya manusia Y2 = -55,252 + 0,156 X1 + 36,090 X3, dan sumber daya peralatan Y3 = 1,294 + 0,093 X1 - 0,536 X3.
Estimasi Waktu Perjalanan Berbasis Kecepatan Sesaat Dengan Bahasa Pemrograman VB.NET (Menggunakan Metode Instantaneous Model dan Time Slice Model) Anjas Budi Priono; Setiono Setiono; Amirotul M. H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.529 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37227

Abstract

Informasi tentang perkiraan waktu perjalanan lalu lintas sangat berguna bagi para pengguna jalan karena pengguna jalan tersebut dapat memilih dan menentukan waktu perjalanan terbaik yang akan dilaluinya pada rute yang telah ditentukan/dilewati sebelum melakukan perjalanan. Implementasi Intelegent Transport System (ITS) merupakan suatu media yang dibutuhkan di tengah meningkatnya masalah transportasi yang dihadapi di Kota Surakarta. Travel Time Information (TTI) yang dibutuhkan nantinya dapat diinformasikan melalui media tersebut sehingga dapat memberikan informasi tentang estimasi waktu perjalanan. Suatu program estimasi waktu perjalanan akan sangat membantu dalam menginformasikan suatu waktu perjalanan kepada pengguna jalan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui deviasi keakuratan suatu program dibandingkan dengan perhitungan manual dan mengetahui kelebihan-kelebihan yang didapat dari program rekayasa estimasi waktu perjalanan yang telah dibuat dengan memerjemahkan/memodelkan perhitungan estimasi waktu perjalanan yang telah ada. Program ini dibuat dengan Visual Studio Express 2010 dengan penggunaan database Microsoft Access, proses pembuatannya meliputi konsep dan perhitungan estimasi waktu perjalanan berbasis kecepatan sesaat dengan dua model, yaitu Instantaneous Model dan Time Slice Model. Uji validasi antara program dengan perhitungan manual menggunakan perbandingan dengan pembulatan tiga angka dibelakang koma. Hasil penelitian dari program TravTime didapat selisih perhitungan antara program dengan hitungan manual apabila digunakan pembulatan tiga angka dibelakang koma adalah 0%. Keuntungan-keuntungan penggunaan program adalah meminimalisasi kesalahan masukan data dan menampilkan peringatan apabila terjadi kesalahan; mempercepat perhitungan estimasi waktu perjalanan; menyimpan data kecepatan yang terekam ke dalam database secara otomatis; serta mencetak datanya ke dalam selembar kertas.
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH PERUMAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (F-AHP) DI KABUPATEN KARANGANYAR Muhammad Rizan Adam; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.192 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44019

Abstract

Perkembangan masyarakat yang berlangsung secara pesat memicu bertambahnya jumlah kebutuhan tempat tinggal terutama perumahan yang biasanya terjadi di daerah perkotaan. Semakin banyak kebutuhan akan perumahan, membuat para pengembang (developer) mulai mengembangkan proyek-proyeknya dengan menawarkan berbagai fasilitas yang diharapkan dapat membantu dan menguntungkan para pembeli rumah. Sebelum membangun perumahan, tentu developer akan mengkaji hal-hal yang dapat mendatangkan keuntungan terbesar. Dengan demikian, developer akan menyediakan berbagai fasilitas pada perumahan untuk menarik minat para pembeli. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian terkait preferensi atau selera masyarakat dalam memilih perumahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi masyarakat dalam memilih perumahan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dengan pengisian kuisioner oleh masyarakat dan pengolahan data menggunakan program software Microsoft Excel 2016. Sementara hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keamanan dan kenyaman mendapatkan bobot nilai terbesar dan merupakan faktor yang paling mempengaruhi masyarakat dalam memilih perumahan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA SRIWEDARI DENGAN FIXED TIME CONTROL DAN DEMAND RESPONSIVE CONTROL PADA SISTEM CONTRA FLOW BUS LANE Loh Man; Budi Yulianto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36705

Abstract

Simpang Tiga Sriwedari adalah salah satu simpang yang akan dipengaruhi oleh adanya sistem Contra Flow Bus Lane di Jalan Brijgend. Slamet Riyadi Kota Surakarta. Dengan kenyataan tersebut diperlukan penelitian mengenai perencanaan sinyal lampu lalu lintas dengan fasilitas khusus angkutan umum di simpang. Sinyal lampu lalu lintas tersebut lazim disebut bus priority signal control. Sistem sinyal ini merupakan salah satu sinyal lampu lalu lintas yang pengaturan waktu sinyalnya berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan yang selalu berubah-ubah atau biasa disebut Demand Responsive Control. Efektifitas sistem sinyal ini kemudian dibandingkan dengan sistem sinyal Fixed Time Control dalam mengatur pergerakan lalu lintas di Simpang Tiga Sriwedari. Survei volume lalu lintas dilakukan dengan pencacahan lalu lintas di persimpangan untuk mendapatkan data volume, komposisi kendaraan dan distribusi pergerakan membelok kendaraan. Dalam penelitian ini menggunakan alat bantu program simulasi trasportasi yaitu VISSIM untuk memodelkan kondisi lalu lintas sesuai dengan kondisi lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaaan kinerja simpang Tiga Sriwedari antara kondisi eksisting, kondisi setelah penerapan sistem Contra Flow Bus Lane dengan Fixed Time Control (CFBL FTC) dan Demand Responsive Control (DRC) yaitu, pada kondisi eksisting memeliki nilai rata-rata untuk panjang antrian sebesar 183 meter, tundaan kendaraan sebesar 32 detik, dan waktu tempuh sebesar 125 detik. Kondisi (CFBL FTC) memiliki nilai rata-rata untuk panjang antrian sebesar 415 meter, tundaan kendaraan sebesar 111 detik dan waktu tempuh sebesar 174 detik. Kondisi (DRC) memiliki nilai rata-rata untuk panjang antrian sebesar 386 meter, tundaan kendaraan sebesar 63 detik dan waktu tempuh sebesar 163 detik. (Hasil ini diukur untuk pendekat simpang Barat )
ANALISIS PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA LEMBUR OPTIMUM (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RAWAT INAP KELAS III DAN PARKIR (TAHAP LANJUTAN) RSUD Dr. MOEWARDI, SURAKARTA) RM Guntur Fathoni; Fajar Sri Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.878 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37042

Abstract

Pelaksanaan pembangunan proyek harus diperhitungkan dan diatur sedemikian rupa, baik dari segi waktu maupun biaya agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Salah satu langkah efisiensi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan percepatan. Dalam melakukan percepatan, faktor waktu, biaya, dan mutu harus diperhatikan, sehingga diperoleh waktu optimum, biaya optimum, dan mutu sesuai standar yang diinginkan. Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III dan Parkir (Tahap Lanjutan) RSUD Dr.Moewardi, Surakarta dipilih sebagai studi kasus karena adanya permintaan dari pemilik untuk mempercepat penyelesaian proyek menjadi lebih awal dari waktu rencana yang tercantum dalam kontrak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari waktu dan biaya optimum juga membandingkan biaya sebelum dan sesudah percepatan. Data penelitian yang digunakan adalah data primer berupa wawancara dengan pihak kontraktor dan data sekunder berupa RAB, kurva S, daftar satuan upah, dan jumlah pekerja. Penelitian ini menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) sebagai analisis percepatannya. Percepatan dilakukan dengan menambah jam kerja optimum selama 3 jam per hari. Diawali dengan mencari lintasan kritis menggunakan Microsoft Office Project 2007 kemudian melakukan crashing dan menghitung cost slope pada aktivitas yang berada pada lintasan kritis tersebut. Selanjutnya melakukan analisis TCTO dengan melakukan penekanan (kompresi) pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis dimulai dari cost slope terendah. Dari hasil analisis diperoleh biaya optimum sebesar Rp. 19.162.149.173 dan waktu optimumnya 85 hari, sehingga didapatkan efisiensi biaya sebesar Rp. 13.798.758 atau 0,7195 % dan efisiensi waktu selama 5 hari atau 0,056 %.
RANCANG CAMPUR BETON AGREGAT RINGAN DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI Arnadi Setyawan; Purnawan Gunawan; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.261 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37372

Abstract

Pada dasarnya semua jenis beton ringan diproduksi dengan jumlah kandungan udara yang besar baik dalam acuan maupun antara butiran agregat. Sehubungan dengan itu, ada tiga jenis dasar beton ringan seperti beton agregat ringan, beton busa, beton tanpa agregat halus. Empat jenis utama dari pengolahan beton agregat ringan yang sudah digunakan secara luas di Inggris, Amerika dan Eropa mempunyai kategori seperti serpihan batu, tanah liat dan batu tulis yang diolah dari putaran dapur pengeringan (Leca, Kermazite), serpihan batu atau tanah liat yang diolah dari sintering grate (Aglite, Agloporite), bijih ampas yang diolah dari mesin atau proses penyemprotan (Foamed Slag), agregat dari abu sisa pembakaran (Lytag). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan proses rancang campur beton agregat ringan dengan bahasa pemrograman Borland Delphi yang dapat mempercepat waktu pengerjaan mix design beton dibandingkan cara manual dengan keakuratan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode empiris (pendekatan) ACI dan dalam program pemodelan rancang campur beton atau mix design agregat ringan ini dibantu dengan bahasa pemrograman Borland Delphi 7. Pembuatan program dengan cara memodelkan/menterjemahkan prosedur penelitian agregat kasar, agregat halus, semen, air, referensi tabel-tabel, referensi grafik-grafik. Melakukan uji validasi program sebelum program di kompilasi dan di dokumentasikan. Hasil yang didapat pada akhir penelitian ini adalah software Rancang Campur Beton Agregat Ringan yang merupakan software alat bantu perhitungan mix desgin yang mengunakan metode empiris (pendekatan) ACI. Dengan sistem perhitungan yang terkomputerisasi dapat mengoptimalkan segala proses perhitungan yang lebih cepat serta meminimalkan terjadinya kesalahan, sehingga data lebih sistematis dan dapat dikelola dengan baik, software yang digunakan menggunakan Borland Delphi 7. Dari hasil uji validasi program dan sistem manual, disimpulkan bahwa terdapat 0 % simpangan sistem. Sehingga logika program telah berjalan dengan benar dan kemudahan interaksi program dengan pengguna.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO PROYEK PADA MASA KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT 4-40 LANTAI DI JABOTABEK TERHADAP RUANG LINGKUP, JADWAL, DAN SUMBER DAYA PROYEK Luther Gustavo Liwoso; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.934 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45194

Abstract

Proyek konstruksi selalu memiliki hubungan dengan risiko atau hambatan pada masa konstruksi. Risiko-risiko tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sehingga variabel risiko sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, perencanaan manajemen risiko dibutuhkan guna mencapai sasaran proyek yang meliputi ruang lingkup, jadwal, dan sumber daya proyek. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) Mengetahui variabel-variabel risiko yang berdampak negatif dan berpengaruh terhadap sasaran proyek, (2) Mengetahui hasil analisis variabel-variabel risiko yang telah diidentifikasi, serta (3) Mengetahui bagaimana penanganan yang dilakukan oleh kontraktor dalam mengatasi variabel-variabel risiko yang telah dianalisis. Strategi penelitian dilakukan dengan cara survey dimana instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara terhadap 38 orang responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis frekuensi, analisis ranking, dan analisis level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Diperoleh 50 jenis variabel risiko yang memberikan dampak negatif dimana 20 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap jadwal proyek, 14 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap sumber daya proyek, dan 16 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap ruang lingkup proyek, (2) Diperoleh 6 risiko utama proyek, yaitu X31 Demam Penyakit Selama Pelaksanaan Proyek Menimpa Sebagian Besar Tenaga Kerja, X43 Struktur Kompleks Didisain Terpisah (Precast) namun Proses Integrasi Gagal untuk Diterapkan, X42 Robohnya Struktur di Tengah Pelaksanaan Konstruksi, X46 Dibutuhkan Pekerjaan dan Pengujian Ulang untuk Memperbaiki Hasil Pekerjaan yang Salah, X20 Buruh Melakukan Mogok Bekerja, dan X21 Proyek yang Terlambat Membuat Budget Bertambah, serta (3) Diperoleh penanganan risiko yang dapat dilakukan kontraktor terhadap variabel-variabel risiko yang telah dianalisis dimana 7 penanganan terhadap risiko ruang lingkup proyek, 4 penanganan terhadap risiko jadwal proyek, dan 4 penanganan terhadap risiko sumber daya proyek.