Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KEKERINGAN HIDROLOGI BERDASARKAN STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI Warakesthi Rahayu Wicaksanti; Raden Roro Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.208 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36498

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Tirtomoyo merupakan daerah yang memiliki tanah berjenis kapur yang rentan terhadap bencana kekeringan ketika musim kemarau. Untuk mengurangi dampak kekeringan, maka perlu mengenali karakteristiknya lebih awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekeringan hidrologi dengan menghitung indeks kekeringan dan debit bulanan yang kemudian dihubungkan untuk mendapatkan prediksi kekeringan. Indeks kekeringan digunakan untuk pemetaan kriteria kekeringan.Penelitian kekeringan ini dilakukan pada tahun 2008-2017. Indeks kekeringan dianalisis dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI). Metode SPI merupakan metode indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan tinggi hujan terhadap kondisi normalnya dalam satu periode yang panjang. Sedangkan debit bulanan dianalisis dengan Metode Global Rainfall-Runoff Model (GR2M). Nilai indeks kekeringan dan debit bulanan dihubungkan kedalam sebuah grafik. Grafik hubungan ini bertujuan untuk menghitung debit bulanan dengan berdasarkan nilai indeks yang didapatkan. Selain itu, klasifikasi dari indeks kekeringan SPI digunakan untuk pemetaan persebaran kriteria kekeringan dengan menggunakan software ArcGIS.Hasil analisis diperoleh nilai indeks kekeringan SPI terkecil yaitu -1,71 dengan kriteria sangat kering pada Agustus 2016 dan indeks terbesar yaitu 2,19 dengan kriteria amat sangat basah pada Desember 2014. Sedangkan debit bulanan GR2M terkecil diperoleh 0,002 m3/detik pada November 2008 dan debit bulanan terbesar 0,426 m3/detik pada Februari 2009. Dari grafik hubungan indeks kekeringan SPI dengan debit bulanan diperoleh grafik linier dengan persamaan  , dengan  adalah debit bulanan GR2M dan  adalah indeks kekeringan SPI. Kemudian untuk pemeteaan persebaran kriteria kekeringan diperoleh bahwa kekeringan tidak terjadi pada tahun 2008, 2009 dan 2015, namun kekeringan terparah terjadi pada Agustus 2016.
ANALISIS BANJIR 2 HARIAN MAKSIMUM TAHUNAN DENGAN ARCGIS DI DAS TEMON Sigit Nur Waskito; Raden Roro Rintis Hadiyani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.816 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37048

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena mengingat dampak banjir yang di timbulkan sangat merugikan makhluk hidup dan alam sekitar, sehingga dianggap perlu mengetahui pola distribusi, debit banjir periode ulang dan mengetahui potensi banjir di DAS Temon dengan menggunakan Hidrograf Satan Sintetik Soil Conservation Service (SCS). Setelah diketahui besaran potensi banjir pada masing - masing tahun, maka akan disajikan dalam bentuk visualisasi dengan ArcGIS. Data yang dipergunakan di dalam penelitian ini antara lain data curah hujan selama 11 tahun, yaitu pada tahun 2004-2014 yang ditinjau dari besarnya debit kala ulang yang dibandingkan dengan besarnya debit banjir 2 harian tahunan dan bulanan sehingga potensi banjirnya dapat terdeteksi. Besar potensi banjir tahunan berdasarkan hujan 2 harian maksimum tahunan pada tahun 2006 dan 2011 dengan debit 51,7395 m3/detik, 45,1402 m3/detik, maka tidak berpotensi banjir. Tahun 2004, 2005, 2009, 2012, dan 2014 dengan debit 62,5895 m3/detik, 62,3138 m3/detik, 66,1505 m3/detik, 70,2020 m3/detik, dan 58,6494 m3/detik, maka berpotensi banjir Q2. Tahun 2008, 2010, dan 2013 dengan debit 107,2160 m3/detik, 108,4555 m3/detik, dan 107,0553 m3/detik, maka berpotensi banjir Q5. Tahun 2007 dengan debit 117,8200 m3/detik, maka berpotensi banjir Q10. Prediksi potensi banjir tahunan pada tahun 2015-2018, Tahun 2015 dan 2018 dengan debit 21,2543 m3/detik dan 43,0904 m3/detik tidak berpotensi banjir. Tahun 2016 dengan debit 68,9978 m3/detik berpotensi banjir Q2. Tahun 2017 dengan debit 97,8292 m3/detik berpotensi banjir Q5.
ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Proyek ICB Civil Work Construction off Spillway of Countermeasures for Sedimen in Wonogiri) Agung Pamungkas; Sugiarto Sugiarto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.766 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37495

Abstract

Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang direncanakan, salah satunya dengan menggunakan metode analisis nilai hasil. Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan (forecasting) sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja. Tujuan penelitian ini untuk memperkirakan waktu dan biaya pada akhir proyek mengalami keuntungan atau kerugian, serta dari segi biaya mengalami keterlambatan atau percepatan dari waktu perencanaan. Penelitian ini di lakukan selama 13 minggu, sedangkan data-data yang di perlukan adalah kurva S, laporan mingguan pelaksanaan proyek, dan pengeluaran keuangan proyek. Untuk mengolah data-data tersebut di perlukan indicator-indikator adalah ACWP, BCWP, BCWS. Studi ini menghasilkan, pada minggu ke-1 nilainya paling tinggi dari minggu sesudahnya di karenakan biaya actual yang di keluarkan lebih besar dari anggaran rencana, sehingga perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek menjadi besar. Dari minggu ke-1 sampai minggu ke-6 mengalami penurunan, sedangkan minggu ke-7 sampai minggu ke-11 mengalami kenaikan tetapi tidak melebihi biaya. Lalu minggu ke-12 sampai minggu ke-13 mengalami penurunan tetapi tidak signifikan. Prakiraan waktu penyelesaian proyek apabila menggunakan perhitungan komulatif, berdasar minggu ke-109 adalah 448,67 hari (29 februari 2014), sedangkan waktu rencana adalah 469 hari (30 juni 2013). Hal ini menunjukkan bahwa waktu penyelesaian lebih cepat 21 hari dari yang direncanakan, dengan biaya Rp101,828,845,159.98 dengan dana tersisa Rp 37,528,171,410.02.
Analisa dan Evaluasi : Akar Penyebab dan Biaya Sisa Material Konstruksi Proyek Pembangunan Kantor Kelurahan di Kota Solo, Sekolah, dan Pasar Menggunakan Root Cause Analysis (RCA) dan Fault Tree Analysis (FTA) Kristanto Wibowo; Sugiyarto Sugiyarto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.636 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36572

Abstract

Sisa material merupakan hasil sisa yang pasti muncul dalam sebuah proyek konstruksi berupa bahan atau material yang sudah tidak dapat difungsikan sebagaimana fungsinya dalam perencanaan dan berpeluang besar merugikan kontraktor apabila tidak dimanajemen dengan benar. Kerugian kontraktor yang dimaksudkan, salah satunya adalah membengkaknya biaya pelaksanaan proyek konstruksi. Root Cause Analysis (RCA) merupakan suatu metode analisis yang dipakai untuk menentukan penyebab utama suatu permasalahan dengan mengidentifikasi masalah paling umum atau paling terlihat kepada persoalan khusus yang merupakan akar dari masalah tersebut. Fault Tree Analysis (FTA) merupakan suatu metode analisis yang dipakai untuk menentukan seberapa berpengaruh penyebab-penyebab persoalan yang ada menyebabkan suatu kejadian penting ‘top event’ dalam satuan persen, menggunakan bantuan diagram ilustrasi berbentuk seperti cabang-cabang pohon, dan dihitung dengan rumus-rumus tertentu. Hasil analisa didapat jenis material yang paling banyak menjadi sisa material adalah besi dan genting keramik dengan persentase biaya sisa material berkisar dari 12,40 % - 14,50 %. Solusi untuk mengurangi sisa material antara lain : memberikan arahan kepada tenaga kerja agar lebih berhati-hati, dan menggunakan pekerja pembesian yang lebih efisien serta berpengalaman.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DAN OPTIMALISASI KOMPOSISI JUMLAH TIPE RUMAH UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN OPTIMUM PADA PERUMAHAN TIRTASANI RESIDENCE KARANGANYAR Mutalif Imam Suseso; Fajar Sri Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37043

Abstract

Tujuan mengoptimalkan keuntungan biasanya dihubungkan dengan skala waktu jangka pendek, yaitu bagaimana mendayagunakan kapasitas dari suatu perusahaan yang telah tersedia saat ini seoptimal mingkin. Berdasarkan komposisi dari Perumahan Tirtasani Residence yang terletak di Jl. Raya Solo-Tawangmangu Km.11,5 Jati, Jaten, Karanganyar analisis investasi pada nilai sekarang menunjukan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 20.287.913.040,-. Tujuan optimalisasi ini untuk mengetahui apakah komposisi jumlah unit rumah yang dibangun pada perumahan Tirtasani Residence dapat memberikan keuntungan lebih berdasarkan permintaan pasar. Evaluasi ini membahas beberapa aspek yaitu perhitungan harga jual minimum rumah, aspek analisis kelayakan investasi (metode : Net Present Value (NPV), Annual Equivalen (AE), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C), dan optimalisasi dengan metode simpleks menggunakan program Quantitative System for Busines (QSB). Penelitian ini menghasilkan jumlah komposisi optimum untuk rumah tipe 50/120 sebanyak 58 unit, tipe 70/150 sebanyak 53 unit dan tipe 90/225 sebanyak 4 unit. Analisis investasi berdasarkan komposisi hasil optimalisasi tersebut menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 21.717.783.000,-, dengan demikian komposisi hasil optimalisasi memberikan NPV yang lebih baik.
PEMODELAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA RUMAH MAKAN (RESTAURANT) DI KOTA SURAKARTA M. Zuhdi Fadhli; Dewi Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36864

Abstract

Fasilitas parkir pada rumah makan (restaurant) merupakan suatu kewajiban yang harus dimiliki oleh pengelola agar tidak akan menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas yang lewat di sekitar lokasi. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas rumah makan dengan minimal 100 tempat duduk harus memiliki Analisis Dampak Lalu Lintas. Pemodelan kebutuhan parkir ini sebagai pertimbangan atau dasar bagi pemerintah untuk menentukan jumlah minimal satuan ruang parkir (SRP) yang harus disediakan agar tidak mengganggu lalu lintas disekitar. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model kebutuhan ruang parkir sepeda motor dan model kebutuhan ruang parkir mobil pada rumah makan (restaurant) di Kota Surakarta. Variabel yang digunakan dalam penelitian berupa akumulasi parkir maksimum mobil dan sepeda motor sebagai variabel terikat (Y) didapatkan dari survei kendaraan dengan metode kordon survei. Variabel bebas terdiri dari luas bangunan (m2) (X1), jumlah kursi (buah) (X2), dan jumlah karyawan (orang) (X3). Penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan bantuan software SPSS dalam pembentukan dan pengujian model. Penelitian model dilakukan dengan dua cara, cara pertama seluruh sampel (6 lokasi) dibuat model dan dimodelkan terhadap salah satu model terbaik. Cara kedua, model dibuat dari 5 lokasi dan dimodelkan 1 lokasi untuk simulasi model.. Dari hasil analisis didapatkan model terbaik untuk cara pertama yaitu sepeda motor Y = 24,341 + 0,084X1 dengan R2 = 0,914 dengan nilai selisih rata-rata sebesar 7,2%, untuk mobil Y = -20,413 + 0,275X2 dengan R2 = 0,608 dengan nilai selisih rata-rata sebesar 16,90%. Untuk model terbaik dengan cara kedua didapatkan model untuk mobil Y = 5,7070 + 0,022X1 dengan R2 = 0,824 dengan nilai selisih 33,87%, untuk motor Y = 22,869 + 0,087X1 dengan R2 = 0,930 dengan nilai selisih 8,58%. Kedua model tersebut dipilih berdasarkan uji-uji signifikan, simultan, normalitas, linieritas, multikolinieritas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model memenuhi kriteria BLUE (Best Linier Unbias Estimator).
POTENSI BANJIR BERDASARKAN PERIODE ULANG 5 TAHUNAN DI DAS WURYANTORO Nuansah Fidiawan; Raden Roro Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36896

Abstract

Banjir merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun di berbagai wilayah di Indonesia. Meluapnya aliran sungai yang mengakibatkan terjadinya banjir tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingginya intensitas curah hujan dan lamanya durasi hujan yang terjadi di kawasan tersebut. Data BNPB tahun 1995-2015 menunjukkan daerah yang sering mengalami banjir adalah Propinsi Jawa tengah. Berdasarkan penelitian Prema Mulyani tahun 2013, DAS Wuryantoro yang terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah berpotensi terjadi banjir periode ulang 5 tahunan (Q5) yang diakibatkan oleh hujan 2 harian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pada bulan apa terjadi banjir yang meleihi Q5, (2) mengetahui pada tahun berapa terjadi banjir yang melebihi Q5, (3) mengetahui prediksi pada bulan apa terjadi banjir yang melebihi Q5 dari tahun 2015-2018, (4) mengetahui prediksi tahun berapa terjadi banjir yang melebihi Q5 dari tahun 2015-2018, (5) Mengetahui cara pengaplikasian system informasi geografis yang diterapkan pada DAS Wuryantoro untuk mengetahui kawasan berpotensi banjir. Perhitungan debit banjir menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik Soil Conservation Service (SCS). Simulasi prediksi banjir dilakukan dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation menggunakan software Matlab. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi banjir yang melebihi Q5 terjadi pada tahun 2003, 2004, 2006, 2007, 2009, 2010, 2012 dan 2013 dengan debit masing-masing sebesar 325,248 m3/detik, 324,558 m3/detik, 412,322 m3/detik, 471,225 m3/detik, 422,566 m3/detik, 343,175 m3/detik, 514,735 m3/detik dan 414,865 m3/detik. Debit bulanan yang berpotensi banjir melebihi Q5 terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, November dan Desember dengan debit masing-masing sebesar 553,175 m3/detik, 478,859 m3/detik, 349,537 m3/detik, 323,334 m3/detik, 333,637 m3/detik, 506,416 m3/detik. Hasil prediksi menunjukkan bahwa potensi banjir yang melebihi Q5 terjadi pada tahun 2015 dan tahun 2017 dengan debit masing-masing sebesar 415,719 m3/detik dan 372,423 m3/detik. Prediksi debit bulanan yang berpotensi banjir melebihi Q5 terjadi pada bulan Januari, Februari, April, Mei, November dan Desember dengan debit masing-masing sebesar 540,209 m3/detik, 523,220 m3/detik, 386,191 m3/detik, 368,809 m3/detik, 397,626 m3/detik, 603,010 m3/detik.
MENGISI DATA HUJAN YANG HILANG DENGAN METODE AUTOREGRESSIVE DAN METODE RECIPROCAL DENGAN PENGUJIAN DEBIT KALA ULANG (STUDI KASUS DI DAS BAKALAN) Riswandha Dwi Kurniawan; Raden Roro Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36912

Abstract

Ketersediaan data curah hujan masih rendah, masih kurang lengkap dan kurang akurat, dalam praktik sesungguhnya sering ditemukan data yang tidak lengkap karena adanya kekosongan/kehilangan data hujan. Kelengkapan data hujan merupakan bagian terpenting dalam perencanaan dan perancangan bangunan-bangunan hidraulik, perencanaan manajemen keairan dan manajemen sumber daya air. Maka dari itu perlu dilakukan model hidrologi untuk mengisi data hujan yang hilang. Pada penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bakalan yang terletak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Diawali dengan eliminasi data dengan metode sampling, kemudian melakukan pengisian data hujan kembali dengan metode Reciprocal dan model Autoregressive. Parameter untuk menilai model dengan melihat debit banjir kala ulang hasil perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan korelasi rata-rata data hujan asli dengan data hujan tiruan metode Reciprocal dan model Autoregressive sebesar 0,806 dan 0,786. Debit banjir maksimum kala ulang 5 tahun (Q5), 20 tahun (Q20), 50 tahun (Q50) berturut-turut sebesar 253,383 m3/dt, 340,709 m3/dt, 411,614 m3/dt. Korelasi debit banjir maksimum dengan data hujan tiruan metode Reciprocal dan model Autoregressive sebesar 0,999 dan 0,998. Dengan pengujian debit bajir kala ulang diketahui bahwa metode Reciprocal merupakan metode paling sesuai untuk model pengisian data hujan, karena mendekati perhitungan data hujan asli.
APLIKASI WEB PERHITUNGAN TARIF TAKSI BERDASARKAN BOK METODE DIREKTORAT JENDRAL PERHUBUNGAN DARAT 2002 (STUDI KASUS : BOYOLALI TAKSI) Bayu Budi Satriya; Agus Sumarsono; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36726

Abstract

Transportasi telah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia untuk menunjang semua kegiatan, , Boyolali Taksi yang melayani untuk sebagian kawasan di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya, dimana nilai tarif taksi sangat di pengaruhi oleh beberapa nilai BOK yang selalu berubah - ubah menyesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia, maka dibutuhkan sebuah alat hitung tarif yang mudah dan cepat dalam pengoprasiannya untuk penyesuaian dengan nilai BOK yang ada , Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan alat hitung berupa Apliksi berbasis Web Perhitungan tarif berdasarkan BOK menggunakan metode Direktorat Jendral Perhubungan Darat 2002. Data pada penelitian ini adalah data sekunder berupa komponen BOK pada tahun 2013 - 2016, didapat dengan cara mewawancarai langsung pihak Boyolali Taksi dan mencari beberapa nilai data dari pedagang onderdil sesuai rujukan dari pihak Boyolali Taksi. Hasil perhitungan diketahui bahwa besaran tarif Boyolali Taksi dengan kedua cara yang tersedia di dalam aplikasi memiliki perbedaan, Pada tahun 2016 pada saat harga BBM Rp 6.550,- untuk cara pertama, perhitungan memasukan semua komponen BOK di dapat nilai tarif dasar Rp 4.186,- ,tarif awal Rp 5.232,- dan tarf waktu Rp 25.113,- perjam, Sedangkan untuk cara perhitungan yang kedua perhitungan yang dibantu beberapa nilai regresi linier yang memiliki pengaruh positif dengan nilai harga BBM di dapat hasil nilai tarif dasar Rp 4.153,- ,tarif awal Rp 5.191,- dan tarif waktu Rp 24.918,- .
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK MENDUKUNG SISTEM MANAJEMEN LAHAN PERKEBUNAN YANG BERKELANJUTAN DI PERKEBUNAN KARET Imam Susetyo; Setiono Setiono
Warta Perkaretan Vol. 32 No. 2 (2013): Volume 32, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.211 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v32i2.42

Abstract

Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang cukup menjajikan hingga 20 -30 tahun mendatang. Permasahan perkebunan karet di Indonesia terkait sumberdaya lahan memerlukan input teknologi yang efektif dan efisien. Hal itu harus terus diupayakan untuk menjaga keberlanjutan produksi. Teknologi pengeinderaan jauh merupakan salah satu input yang dapat digunakan sebagai pengambil keputusan untuk memutuskan masalah secara spasial dan bersifat cepat, akurat, dan dinamis. Pemanfaatan teknologi penginderaan sebagai salah satu decision support system (DSS) belum banyak diaplikasikan di perkebunan karet di Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan aplikasi penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit dan foto udara di bidang agronomi, tanah, dan penyakit tanaman pertanian dan perkebunan menunjukkan hasil yang cukup baik. Pembuatan sistem informasi perkebunan yang mengintegrasikan data penginderaan jauh, data survei lapangan secara temporal dengan sistem informasi geografis (SIG) merupakan suatu cara untuk mengelola lahan perkebunan secara utuh.