Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

DIMENSI PERKEMBANGAN PENDIDIKAN FORMAL DAN NON FORMAL Haerullah Haerullah; Elihami Elihami
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Edukasi NonFormal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan nasional bangsa Indonesia telah nelalui beberapa fase dan dinamika seiring silih bergantinya rezim yang berkuasa. Mulai dari rezim orde lama, orde baru hingga orde reformasi sekarang ini. Potret dunia pendidikan di Indonesia khususnya sebelum era reformasi menampilkan wajah pendidikan yang diwarnai dengan kebijakan pendidikan nasional yang sentralistis dan belum memberikan perhatian yang signifikan terhadap eksistensi dan potensi identitas lokal yang memperkaya khasanah pendidikan nasional. Pendidikan Indonesia pada masa lalu hingga sekarang terus saja mengalami perubahan sesua dengan bergantinya rezim yang berkuasa. Untuk mengembangkan sistem pendidikan kearah yang lebih baik, salah satu tolak ukur utama yang harus dilakukan adalah menghilangkan berbagai tindakan yang dapat merusak distem pendidikan itu sendiri. Mulai dari pembenahan
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENDONGENG DI KELOMPOK BERMAIN AL FURQAN KARRANG Suparman Suparman
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas belajar anak usia dini dengan melalui metode mendongeng di kelompok bermain al furqan karrang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah metode pendekatan melalaui mendongeng dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini. Sumber data dalam penelitian ini adalah personil penelitian yang terdiri dari siswa dan guru. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang terdiri dari tes hasil belajar dan hasil observasi. Tindakan dalam penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus. Setiap siklus melalui empat prosedur, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini, pembelajaran mengacu pada langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan proses yang meliputi tiga tahapan yakni, tahap pra baca, tahap saat membaca dan tahap pasca membaca. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh tingkat keberhasilan pada siklus pertama 31,25%, siklus dua meningkat menjadi 62,55 dan siklus ketiga menjadi 87,5%. Kesimpulan pembelajaran dengan menerapkan proses dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan membaca bagi anak usia dini di kelompok bermain al furqan karrang kabupaten enrekang. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai siswa dari siklus I sampai III.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWAKELAS XI IPS Suparman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 3: Agustus 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.807 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah Enrekang melalui model pembelajaran Group Investigation dalam memahami materi tentang Mobilitas Sosial. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS SMA Muhammadiyah Enrekang dengan jumlah siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Pada pelaksanaannya pembelajaran Group Investigation merupakan suatu tindakan yang diberikan siswa untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi pada siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kulitatif. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Mobilitas Sosial siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah Enrekang meningkat dari siklus I ke siklus II. Setelah di lakukan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran Group Investigation selama dua siklus pembelajaran, di peroleh hasil sebagai berikut: (1) Hasil belajar sosiologi siswa pada siklus pertama berada pada ketegori dengan skor sangat rendah 0%, Skor rendah 40%,skor sedang 45,71%, skor tinggi 14,29% dan skor sangat tinggi 0%. (2) Hasil belajar sosiologi siswa pada siklus kedua berada pada kategori dengan skor sangat rendah 0%, skor randah 2,86%,Skor sedang 11,43% skor tinggi 74,28% dan skor sangat tinggi 11,43% . (3) Hasil analisis kualitatif manunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada sikap siswa selama proses pembelajaran sesuai dengan hasil observasi yaitu dengan adanya penerapan pembelajaran Group Investigation pada pokok bahasan Mobilitas Sosial dapat meningkatkan minat belajar siswa serta dapat meningkatkan kehadiran siswa.
PERAN GANDA ISTRI PETANI (Studi Kasus di Desa Perangian Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang) Suparman Suparman
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 3 No 3 (2018): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The type of this research is a study case with qualitative desrictive aproach. the informant is chosen by purposive sampling technique, who as mother and farm worker. The data is obtained by employing Observation, Interview, and Documentation. The datais analysed by using descriptive qualitative analysis technigue. The results of the research reveal that factors causingthe farmer’s wife to do multiple roles arethe internal and external factors. The internal factors are the husband’s income connot fulfill the daily needs, not to mention the number of famillymembers. The external factors are the invorenment conditions of farming fields which need lots of workers, low education and lack of adequate skills causing no chance for others jobs. The forms of multiple roles as a mother are nurturing the children and husband, and as a wife educating the children and helping family’s economic matter. The impacts of multiple roles are difficulty in conducting her domestic jobs, less time to distribute equal time with multiple roles carried out, tiridness to conduct the job professionally, and complains to husband when she is tired due to multiple roles Keyword : farmer’s wife, multiple roles
THE ROLE-PLAY FOR CHILD CARE IN FAMILIAL ENTREPRENEUR IN ENREKANG REGENCY Suparman
SocioEdu: Sociological Education Vol. 2 No. 2 (2021): Sociological Education
Publisher : Sociology Education, Teaching Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.364 KB) | DOI: 10.59098/socioedu.v2i2.483

Abstract

The main problem in this study is how the pattern of parenting children in the family of traders and how the pattern of parenting is applied in the family of traders to support the development of children's talents. The purpose of this study is to find out how the behavior patterns of parents in raising children, knowing what values ​​children get from parenting, and how children act in society. The location of this research is in Lewaja Village, Enrekang Regency because this location is found by many traders. The type of this research is descriptive qualitative. Data collection techniques used are in-depth interviews, observation, and documentation. The sampling technique used the purposive sampling technique. The data analysis technique used is the interactive model analysis that uses three main components, namely data reduction, data presentation, and concluding. In summary, the results of this study are that the role of parents has not been fully implemented properly, because there are still many parents who give their roles to other institutions, this is done due to several considerations because many parents cannot fully supervise their children because they are busy making a living. But some parents teach their education to their children because there are parents who want to play a direct role in shaping the role of children's development. Based on the results of the study, it can be concluded that directly or indirectly, parents have a very large role in shaping the character and personality values ​​of children.
Mantra Batalah Sebagai Tradisi Lisan pada Masyarakat Suku Dayak di Kabupaten Landak Kalimantan Barat (Perspektif Kajian Antropolinguistik) Suparman, Suparman; Ahmad, Harun; Sriwulandari, Yunita Anas
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.74 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i4.264

Abstract

Upacara ritual Batalah (upacara pemberian nama bayi) memiliki bentuk performansi, makna, fungsi, nilai, dan norma yang sangat menarik jika dikaji dalam perspektif antropolinguistik. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk performansi, makna, fungsi, nilai, dan norma mantra Batalah pada masyarakat suku Dayak di Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode analisis antropolinguistik. Langkah yang ditempuh dalam melakukan analisis adalah dengan cara mengidentifikasi untuk menemukenalinya yang selanjutnya dianalisis dan disimpulkan. Setelah dianalisis dengan menggunakan pendekatan dan metode tersebut, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut. Pertama, mantra pada upacara adat Batalah merupakan upacara yang dilakukan untuk pemberian nama pada bayi yang telah lahir agar memiliki perlindungan dari Tuhan yang dalam bahasa Dayak Kanayantn disebut “Jubata”. Mantra Batalah berdimensi transcendent (di luar segala kesanggupan manusia) karena kehidupan di dunia nyata selalu berhubungan antara Tuhan dan manusia, manusia dan alam. Performansi mantra Batalah di Desa Pauh Kabupaten Landak Kalimantan Barat dalam prosesnya berbentuk pemanggilan dukun (orang pintar) dan sesajen. Kedua, makna yang terkandung dalam mantra Batalah adalah sebagai pemberian nama yang sah di mata Tuhan (Jubata) dan di mata Nenek Moyang, sebagai pemberian nama yang sah di kehidupan nyata manusia, dan sebagai nama pelindung. Fungsi mantra di antaranya sebagai alat pengesahan pranata dan kebudayaan, sebagai alat pemeliharaan norma-norma masyarakat dan sebagai alat pengobatan tradisional. Mantra Batalah bagi masyarakat Desa Pauh Kabupaten Landak Kalimantan Barat berfungsi sebagai alat komunikasi dengan Tuhan (Jubata), alat komunikasi dengan nenek moyang, bentuk perlindungan pada bayi, bentuk pemberian nama yang sah, menjaga rasa kekeluargaan, dan sebagai bentuk pelastarian adat dan budaya. Nilai mantra Batalah bagi masyarakat Desa Pauh Kabupaten Landak Kalimantan Barat dikategorikan menjadi dua, yaitu nilai religious dan nilai sosial. Norma dalam mantra Batalah merupakan aturan yang terdapat di setiap kata-kata mantra ketika dalam pembacaan mantra. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu penelitian terhadap mantra dalam upacara ritual Batalah dapat dikaji dari perspektif selain perspektif antropolinguistik, misalnya perspektif semiotik. Selain itu, untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam melakukan penelitian sastra khususnya sastra lama, ketepatan dalam memilih sumber data adalah sesuatu yang niscaya.
Dinamika Sosial Kelompok Tani (Studi Kasus Petani Bawang Merah Desa perangian Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang) Suparman, Suparman; Oruh, Shermina; Agustang, Andi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.766 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i6.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika sosial kelompok tani Bawang Merah di Desa Perangian Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dengan tipe kualitatif deskriptif dimana penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran nyata, dan penjelasan tentang dinamika sosial kelompok petani Bawang Merah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini responden di pilih langsung oleh peneliti melalui teknik purposive sampling sebanyak 10 orang wakil dari anggota kelompok tani yang menjadi informan di Desa Perangian Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuknya kelompok tani di awali dengan adanya persepsi atau pandangan yang sama dalam memenuhi kebutuhan. Dalam kelompok terjalin kerjasama antara sesama petani dalam mengahadapi permasalahan seperti pemenuhan kebutuhan sarana produksi dan hasil panen dalam bidang pertanian, sehingga dengan adanya kerja sama secara berkelompok berdampak pada peningkatan jumlah produksi yang baik. Terjadinya dinamika sosial kelompok petani dikarenakan karena adanya kepentingan bersama yang dapat mendorong sekelompok orang untuk membentuk sebuah kelompok dimana mereka bekerja sama dengan tekun, bersaing secara sehat untuk memperoleh hasil yang baik dalam bidang pertanian Bawang Merah.
Upaya Pengelolaan Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang untuk Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Hatta, Muh; Suparman, Suparman; Niar, Niar
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 7 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.794 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i7.712

Abstract

Adapun yang menjadi Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pengelolaan Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca masyarakat dan faktor pendorong dan penghambat pengelolaan Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Enrekang. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang. Sebagai informan dalam penelitian ini dapat diperoleh dari Kepala Dinas Staf dan Pegawai Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) Wawancara, (2) Observasi, (3) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Upaya yang dilakukan oleh pengelolaan Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada indikator berikut ini: Kegiatan Sosialisasi, Kegiatan publikasi, Memberikan Pelayanan Yang Baik Kepada Pengunjung, Penyediaan Koleksi Buku-Buku Yang Lengkap,  Penyediaan Fasilitas-Fasilitas yang Memadai, (2) faktor pendorong dan penghambat pengelolaan Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Enrekang  dapat dilihat pada indikator berikut ini: faktor pendorong adalah Minat Masyarakat, Tenaga Pengelola, Koleksi Perpustakaan dan Gedung Perpustakaan. Factor penghambat adalah Ruang Penyimpanan Bahan bacaan (Ruang Perpustakaan), Pendampingan Pelaksanaan Program, Keterbatasan Infrastruktur Transportasi dan Kurangnya Aspek Pembiayaan.
Implikasi pelatihan Pendidikan Agama Islam pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Enrekang S, Putriyani; Suparman, Suparman; Busa, Yunus
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.313 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1488

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui manfaat pelatihan pendidikan agama Islam pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Enrekang dan Untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mendukung dan menghambat pelatihan pendidikan agama Islam pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Enrekang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisa data meliputi reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat pendidikan agama islam pada anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa negeri enrekang sangat berpengaruh positif terhadap anak karena dapat menambah pengetahuan tentang ilmu agama dan dapat merubah tingkah laku anak menjadi lebih baik dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan faktor-faktor pendukung dalam pelaksanaan pelatihan pedidikan agam islam yaitu dukungan orang tua siswa, guru selalu mengajar dengan sabar dan telaten, didukung oleh komite sekolah. Faktor penghambat yaitu Tingkat kesadaran masyarakat umum dan keluarga penyandang kelainan khusus tentang arti pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang relatif kurang, Mengadakan pelatihan ketrampilan dan pengembangan bakat minat, Masih terbatas sarana dan prasarananya.
The essence of phinisi ship building for “Punggawa” in bira village of Bulukumba regency Suparman Suparman; Shermina Oruh; Syamsu A Kamaruddin; Andi Agustang
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 4 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221698

Abstract

This study aims to analyze how the essence of making phinisi ships for retainers. Data was collected by observation, interviews and documentation. While the data analysis used the interactive method of Miles and Huberman with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the core of the process of making a phinisi ship for the retainer is a ship made with a retainer who has a strong inner bond, the retainer feels that making a phinisi ship is a matter of pride because being a retainer is a matter of pride. a long process and a very large mandate. Making phinisi boats for courtiers is a livelihood to support their families. In addition, the researcher also revealed that family relations and mutual respect are still very strong which are useful for providing maximum results, phinisi shipbuilding must apply teamwork, thoroughness, hard work and uphold the existing local culture. The relationship between followers and workers respects each other and upholds deliberation when obstacles arise.