Claim Missing Document
Check
Articles

KONTROL OPTIMAL PREY DAN PREDATOR MODEL RANTAI MAKANAN ROSENZWEIG-MACARTHUR TIGA SPESIES Cahyono, budi
MATEMATIKA Vol 14, No 1 (2011): JURNAL MATEMATIKA
Publisher : MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.304 KB)

Abstract

The development of knowledge study about ecosistem grows fast in this last decade, one of the study is a model of food chain that include prey-predator. Rosenzweig-MacArthur’s food chain model  is one of the model that develop in the study about  prey and predator’s correlation  which at first include two species only. To approach the real situation, Rosenzweig-MacArthur added one new variable (super-predator) on super-predator model so that it became three species food chain model. Population density  function of prey-predator in the food chain model was influenced by time function and control profile to search optimal control function from model can be gained through the information that construct Rosenzweig-MagArthur food chain model. By optimal control principal, prey population and super-predator will be controlled through the prey carrying capacity (k) and death rate (mortality) of super-predator (d3) to minimize variation agreed for the model of Rosenzweig-MacArthur three species. It was expected that from optimal control function which has been obtained, the three species will not extinct
PEMANFAATAN SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENUNJANG PENCAPAIAN STANDAR KOMPETENSI GURU MATEMATIKA MTS DI KOTA SEMARANG Cahyono, Budi; Khoirun Nisa, Eva
At-Taqaddum Volume 11, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.147 KB) | DOI: 10.21580/at.v11i1.3802

Abstract

Information and communication technology (ICT) cannot be separated from education. For professional competence,  junior high school/ MTs mathematics teachers must be able to use ICT to communicate and develop themselves. At present, there are many uses of mathematical application programs in mathematics learning, one of which is Geogebra software. Geogebra can be used as a demonstration and visualization media, construction aids and the process of discovering mathematical concepts. To help MTs math teachers in the Semarang in teaching geometry that is indeed felt abstract and difficult for most students, Geogebra software training is given. With the training, MTs mathematics teachers in Semarang were able to utilize Geogebra's software in achieving competency standards by making a project correctly in the form of visualizing a learning material that could be implemented in the classroom.====================================================Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak dapat lepas dari dunia pendidikan. Untuk kompetensi profesional, guru mata pelajaran matematika SMP/MTs harus mampu memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. Saat ini, telah banyak penggunaan program aplikasi matematika dalam pembelajaran matematika salah satunya adalah software Geogebra. Geogebra dapat dijadikan sebagai media demonstrasi dan visualisasi, alat bantu konstruksi dan proses penemuan konsep matematika. Untuk membantu guru-guru matematika MTs di Kota Semarang dalam mengajarkan materi geometri yang memang dirasakan abstrak dan sulit bagi sebagian besar siswa maka diberikan pelatihan software Geogebra. Dengan adanya pelatihan tersebut, guru-guru matematika MTs di Kota Semarang mampu memanfaatkan software Geogebra dalam pencapaian standar kompetensi dengan membuat sebuah proyek dengan benar berupa visualisasi suatu materi pembelajaran yang dapat diimplementasikan di kelas.
Karakteristik Solusi Dekomposisi QR dalam Aljabar Max-Plus Tersimetri Ikhtiyar, Zakaria Bani; Saminanto, Saminanto; Cahyono, Budi
Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/square.2019.1.2.4135

Abstract

Kajian aljabar max-plus tersimetri hadir dari kondisi bahwa setiap elemen pada ℝ𝑚𝑎𝑥 tidak memiliki invers terhadap operasi max. Aljabar max-plus tersimetri dibentuk dari pasangan berurutan elemen-elemen di ℝ𝑚𝑎𝑥. Pembentukan aljabar max-plus tersimetri ini memunculkan kelas positif, kelas negatif, kelas nol, dan kelas himpunan baru, yakni kelas balance. Penelitian ini berfokus pada pencarian karakteristik solusi dekomposisi QR dalam aljabar max-plus tersimetri dengan beberapa entri matriks awal yang akan didekomposisi merupakan anggota kelas balance. Dekomposisi QR merupakan salah satu dekomposisi matriks, yaitu dekomposisi suatu matriks persegi panjang 𝐴 berukuran m × n menjadi perkalian matriks ortogonal 𝑄 berukuran m × m dengan matriks segitiga atas 𝑅 berukuran m × n. Secara umum, dekomposisi ini dapat digunakan dalam aljabar konvensional. Penelitian ini menjelaskan dekomposisi QR jika dipunyai matriks dengan entri-entri elemen balance di aljabar max-plus tersimetri.
Analisis Kestabilan Model Matematika pada Pertumbuhan Kanker denga Pengobatan Menggunakan Virus Oncolytic Faizah, Nur; Cahyono, Budi; Fitriyah, Aini
Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/square.2019.1.1.4110

Abstract

Pada artikel ini dibahas analisis kestabilan model matematika pada pertumbuhan kanker yang pengobatannya  menggunakan Virus Oncolytic. Model matematika pada penelitian ini diasumsikan bahwa sel kanker yang terdapat pada tubuh penderita terdiri dari sel kanker yang tidak terinfeksi Virus Oncolytic () dan sel kanker yang terinfeksi Virus Onvolytic . Oleh karena itu, sel kanker yang dimodelkan merupakan sistem persamaan differensial nonlinear orde satu dengan dua variabel. Adapun analisis yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan secara analitik dan numerik. Analisis secara analitik meliputi langkah-langkah seperti penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan lokal dan analisis kestabilan global sedangkan analisis secara numerik dilakukan dengan bantuan aplikasi MATLAB. Dari hasil penelitian diperoleh empat titik kesetimbangan dengan kondisi kestabilan setiap titik-titiknya bersyarat. Artinya kestabilan titik kesetimbangan tersebut berlaku jika syarat tersebut dipenuhi. Salah satu kestabilan yang diperoleh adalah Titik Ekuilibrium  stabil lokal jika dan hanya jika  dan  . Setelah dilakukan analisis secara analitik dilanjutkan dengan mencari simulasi numerik untuk mengilustrasikan dan menguji hasil analitiknya. Adapun hasil numerik yang diperoleh adalah grafik-grafik menunjukkan bahwa solusi dari sitem tersebut stabil. Hal itu menunjukkan bahwasanya pengobatan kanker dengan menggunakan Virus Oncolytic  memperoleh hasil yang baik.
Analisis Soal dalam Buku Siswa Matematika Kurikulum 2013 Kelas VIII Semester I Berdasarkan Dimensi Kognitif dari TIMSS Budi Cahyono; Nurul Adilah
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.621 KB) | DOI: 10.15642/jrpm.2016.1.1.86-98

Abstract

This study aimed to analyze the student math book of curriculum 2013 for first semester grades VIII Kemendikbud based on the cognitive dimension of the TIMSS. This report result based on the TIMSS that mathematical ability learners Indonesia is low, so that the government must assess the previous curriculum and impelementation curriculum of 2013. The method use a descriptive qualitative research. The subject is a matter of training and competence test questions each chapter in the book student math. The collection of data uses documentation. Guidelines for the analysis of matter based on the cognitive dimension of assessment framework of the TIMSS 2015. The results showes that 36 matter only reached the level of cognitive domain knowing with the percentage of 16.98%, 114 matter has reach the level of applying with the percentage of 53.77%, and 62 matter has reach the level of reasoning with the percentage of 29.25%.
Penyelesaian Integer Knapsack Problem Menggunakan Algoritma Greedy, Dynamic Programming, Brute Force dan Genetic Muhammad Abdurrahman Rois; Siti Maslihah; Budi Cahyono
Telematika Vol 12, No 2: Agustus (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.088 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v12i2.841

Abstract

Integer knapsack problem adalah masalah yang ada pada riset operasi di bab program bilangan bulat, dimana bertujuan untuk memaksimalkan total nilai barang ke tempat yang diinginkan dengan memiliki batasan tertentu. Keputusannya ada 2 yaitu 1 (diambil) dan 0 (tidak diambil). Data yang digunakan untuk input merupakan data hasil wawancara dengan J&T Express drop point Ngaliyan, dan penelitian ini terbagi menjadi beberapa penjelasan yaitu (1) Integer knapsack problem, (2) Penyelesaian integer knapsack problem menggunakan algoritma greedy, dynamic programming, brute force, genetic dan implementasi keempat algoritma tersebut pada software MATLAB v2017a berbasis GUI, (3) Membandingkan keempat algoritma dalam hal solusi dan waktu komputasi yang optimal. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa algoritma yang efektif dan efisien digunakan untuk data skala kecil ataupun besar adalah algoritma dynamic programming. Penelitian ini juga dapat memberikan wawasan tentang penyelesaian alternatif untuk memecahkan integer knapsack problem.ABSTRACTInteger knapsack problem is a problem that exists in operating research in integer program chapters, which aims to maximize the total value of goods to the desired place by having certain limitations. The decision is 2, namely 1 (taken) and 0 (not taken). The data used for input is data from interviews with J&T Express drop point Ngaliyan and this research is divided into several explanations, namely (1) Integer knapsack problem, (2) Completion of integer knapsack problems using greedy algorithms, dynamic programming, brute force, genetics and implementation of these four algorithms in GUI based MATLAB v2017a software, (3) Comparing the four algorithms in terms of solutions and optimal computing time. The results of this study conclude that an effective and efficient algorithm used for small or large scale data is a dynamic programming algorithm. This study can also provide insight into alternative solutions to solve integer knapsack problems. 
Optimal control mathematical model of Zika Virus Budi Cahyono; Muhammad Abdurrahman Rois
Journal of Natural Sciences and Mathematics Research Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jnsmr.2020.6.2.3155

Abstract

This study aims to describe the transmission of the Zika virus a mathematical model that was introduced by Ding, Tao, and Zhu (2016). Based on the analysis, obtained a disease-free equilibrium point, then the stability is seen from the basic reproduction number. The basic reproduction numbers show supporting factors and inhibitors of transmission of Zika virus. Then looking for optimal control, the principle is to control transmission of the Zika virus through reducing interactions between mosquitoes and humans, transmission from infected mosquitoes to susceptible humans, and estimates of mosquito deaths by being given insecticides. With the optimal control solution obtained, it produces a strategy to prevent and control the Zika virus and does not incur expensive costs.©2020 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved.
PENGGUNAAN SOFTWARE MATRIX LABORATORY (MATLAB) DALAM PEMBELAJARAN ALJABAR LINIER budi cahyono
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.1.174

Abstract

Perkembangan dan kehadiran teknologi komputer telah memberikan kemudahan berbagai pihak untuk meng- gunakannya dalam bidang kehidupan,  termasuk pendi- dikan, sebagai sarana penunjang pendidikan. Komputer semakin memberikan manfaat yang besar di dunia pen- didikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Terdapat ratusan bahkan ribuan program aplikasi komputer atau perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan untuk pembe- lajaran matematika, khususnya Aljabar Linier. Salah satu perangkat lunak bantu yang dapat digunakan dalam pem- belajaran Aljabar linier yaitu Matrix Laboratory (MATLAB). Program ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kecepatan, dan keakuratan dalam berbagai  perhitungan dalam pembelajaran aljabar linier sehingga waktu yang di- perlukan untuk mengerjakan lebih esien dan hasil yang diperoleh lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan secara manual, selain itu juga dapat mem- visualisasikan grak dalam bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi, misalnya dalam penyelesaian Sistem Persamaan Linier sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemaha- man terhadap materi yang diberikan.
Korelasi Pemecahan Masalah dan Indikator Berfikir Kritis budi cahyono
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.1.87

Abstract

Didunia yang begitu cepat berubah, tingkatan berfikir kritis akan menentukan daya tahan seseorang dalam berkompetisi untuk menjadi yang terunggul.  Kemampuan berfikir kritis adalah kemampuan yang penting karena dapat mengembangkan dan menyatakan ide-ide penting, membantu kita dalam mengkaji gagasan-gagasan yang rumit secara sistematis untuk dapat memahami lebih baik sehingga mencegah orang-orang untuk membuat keputusan yang buruk dan membantu mereka dalam memecahkan masalah. Sementara itu, hampir setiap bidang kehidupan manusia memerlukan kemampuan pemecahan masalah. Bahkan, kesuksesan dalam kehidupan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam memecahkan masalah baik dalam skala besar maupun kecil. Dalam hal ini berfikir kritis menjadi syarat yang penting bagi setiap orang untuk memecahkan masalah.Banyak pendapat para ahli tentang pengertian berfikir kritis. Secara umum berfikir kritis dapat didefinisikan suatu proses penggunaan kemampuan berpikir secara efektif yang dapat membantu seseorang untuk membuat, mengevaluasi, serta mengambil keputusan tentang apa yang diyakini atau dilakukan. Dari definisi tersebut dapat maka   berpikir kritis mempunyai  ciri-ciri: (1)  menyelesaikan suatu masalah dengan tujuan tertentu, (2) menganalisis, menggeneralisasikan,mengorganisasikan ide berdasarkan fakta/informasi yang ada, dan (3) menarik kesimpulan dalam menyelesaikan masalah tersebut secara sistematik dengan argumen yang benar. Berfikir kritis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran disemua mata pelajaran termasuk matematika.  Dalam pembelajaran matematika kemampuan berfikir kritis akan sangat dibutuhkan dalam proses memahami konsep, menganalisa masalah dan menentukan solusi yang tepat dari sebuah permasalahan di matematika.Hubungan antara berpikir kritis dan pemecahan masalah menarik untuk dikaji. Selama ini pemecahan masalah sering dipandang sebagai keterampilan yang bersifat mekanistis, sistematis, dan abstrak. Namun, seiring berkembangnya teori-teori belajar kognitif, pemecahan masalah lebih dipandang sebagai aktivitas mental yang kompleks yang memuat berbagai keterampilan kognitif. Dalam konteks sebagaimana diuraikan di atas, berpikir kritis dipandang sebagai syarat bagi tumbuhnya kemampuan pemecahan masalah. Namun, sebaliknya, pemecahan masalah dapat pula dipandang sebagai sarana untuk menumbuhkan kemampuan berfikir kritis. Perlu diketahui bahwa pemecahan masalah mempunyai berbagai peran, yakni sebagai kemampuan, pendekatan, dan sebagai konteks. Mengingat kemampuan berfikir kritis tidak tumbuh dalam suasana atau ruang hampa, maka ia memerlukan sarana atau konteks. Dalam hal ini, konteks dimaksud dapat berupa aktivitas pemecahan masalah. Dalam makalah ini akan dieksplorasi mengenai hubungan antara pemecahan masalah dan berpikir kritis ditinjau dari berbagai aspeknya. 
PEMANFAATAN SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENUNJANG PENCAPAIAN STANDAR KOMPETENSI GURU MATEMATIKA MTS DI KOTA SEMARANG Budi Cahyono; Eva Khoirun Nisa
At-Taqaddum Volume 11, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v11i1.3802

Abstract

Information and communication technology (ICT) cannot be separated from education. For professional competence,  junior high school/ MTs mathematics teachers must be able to use ICT to communicate and develop themselves. At present, there are many uses of mathematical application programs in mathematics learning, one of which is Geogebra software. Geogebra can be used as a demonstration and visualization media, construction aids and the process of discovering mathematical concepts. To help MTs math teachers in the Semarang in teaching geometry that is indeed felt abstract and difficult for most students, Geogebra software training is given. With the training, MTs mathematics teachers in Semarang were able to utilize Geogebra's software in achieving competency standards by making a project correctly in the form of visualizing a learning material that could be implemented in the classroom.====================================================Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak dapat lepas dari dunia pendidikan. Untuk kompetensi profesional, guru mata pelajaran matematika SMP/MTs harus mampu memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. Saat ini, telah banyak penggunaan program aplikasi matematika dalam pembelajaran matematika salah satunya adalah software Geogebra. Geogebra dapat dijadikan sebagai media demonstrasi dan visualisasi, alat bantu konstruksi dan proses penemuan konsep matematika. Untuk membantu guru-guru matematika MTs di Kota Semarang dalam mengajarkan materi geometri yang memang dirasakan abstrak dan sulit bagi sebagian besar siswa maka diberikan pelatihan software Geogebra. Dengan adanya pelatihan tersebut, guru-guru matematika MTs di Kota Semarang mampu memanfaatkan software Geogebra dalam pencapaian standar kompetensi dengan membuat sebuah proyek dengan benar berupa visualisasi suatu materi pembelajaran yang dapat diimplementasikan di kelas.