Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

REVITALISASI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS USAHA KREATIF KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA “CONCHA” HANDYCRAFT Jurnal Pepadu; I Wayan Joniarta; Made Wijana; I Kade Wiratama; I Dewa Ketut Okariawan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2278

Abstract

Revitalisasi penggunaan Alat Pelindung Diri dimaksudkan untuk mengembalikan kesadaran dan kepatuhan karyawan terhadap penggunaan Alat Pelindung diri untuk menunjang Keselamatan dan Kesehatana Kerja. Mitra program adalah UKM Concha Handycraft yang mengolah limbah kulit kerang mutiara menjadi produk asesoris untuk fashion. Permasalahan kesadaran penggunaan APD dan dampkan terhadap peningkatan produkstifitas karyawan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan edukasi serta peragaan penggunaan APD. Analisis Skala Lickert di gunakan untuk melihat perubahan –perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah revitalisasi penggunaan APD. Peningkatan produktifitas karyawan di analisa menggunakan perbandingan jumlah produksi sebelum dan sesudah kegiatan revitalisasi. Kegiatan Pengabdian ini sudah memberikan edukasi kepada karyawan tentang pentingnya penggunan APD untuk mendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kecukupan jumlah APD di mitra UKM sudah teratasi dengan dibantu melalui bantuan pengadaan APD. Kesadaran menggunakan APD sebelum memulai pekerjaan, dapat dilihat untuk semua karyawan yang bekerja di Concha Handycraft dengan rata-rata peningkatan sebesar 48.80%. Tertinggi dalam menggunakan Sarung tangan yaitu 68 %, dan yang terendah adalah peningkatan kesadaran menggunakan clemek (Apron), sebesar 32.00 %. Perubahan-perubahan yang terjadi pada karyawan ke arah yang lebih baik akan mampu mendorong adanya peningkatan produktifitas usaha. Untuk melihat perubahan produktifitas karyawan setelah penggunaan APD terjadi perubahan kapasitas produk yang bisa di hasilkan perbulan. Kapasitas produksi memang berbeda-beda, menyesuaikan juga dengan permintaan pasar untuk setiap produk, terjadi peningkatan produkstifitas karyawan rata-rata 16,7 %.
PENINGKATAN KESADARAN AKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MELALUI REVITALISASI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK KARYAWAN KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA “CONCHA” HANDYCRAFT I Wayan Joniarta; Made Wijana; I Kade Wiratama; I Made Nuarsa; I Dewa Okariawan
Jurnal Bakti Nusa Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v4i1.80

Abstract

Concha Handycraft sebagai usaha rintisan anak muda, memproduksi produk kreatif , Usaha ini khusus mengolah limbah-limbah produksi kerajinan kulit kerang.. Bagian proses yang paling banyak menghasilkan debu adalah proses mengupas dan memotongkulit kerang..Permasalahan yang ada yaitu, ketersediaaan alat pelindung diri, kesadaran dalam penggunannya.Metode yang digunakan adalah penyuluhan penggunaan alat pelindung diri, peragaaan penggunaan langsung bekerja dan memberi bantuan untuk pengadaan alat pelindung diri.Hasil pengabdian dikaji secara kuantitatif dengan menggunakan kuisioner  SkalaLikert.Setelah kegiatan pengabdian ini terlaksana maka, sudah adapenyediaan jumlah Alat Pelindung Diri (APD)  secara memadai, bahwa ada peningkatan kecukupan APD untuk semua karyawan yang bekerja di Concha Handycraft  dengan rata-rata sebesar 46.40%. Peningkatan kecukupan APD yang tertinggi adalah pada masker  yaitu 60 %, dan yang terendah adalah peningkatan kecukupan pada penutup kepala (topi) sebesar 32.00 %. Kesadaran menggunakan APD tersebut juga meningkat, untuk semua karyawan yang bekerja di Concha Handycraft  dengan rata-rata sebesar 48.80%. Tertinggi dalam menggunakan Sarung tangan yaitu 68 %, dan yang terendah adalah peningkatan kesadaran menggunakan clemek (Apron), sebesar 32.00 %. Dari segi kenyamanan menggunakan APD bahwa ada peningkatan  untuk semua karyawan yang bekerja di Concha Handycraft  dengan rata-rata sebesar 49,60%. Untuk yang tertinggi pada penggunaan sarung tangan yaitu 60 %, dan yang terkecil adalah penggunaan clemek (Apron), sebesar 40.00 %. Perubahan-perubahan yang terjadi pada karyawan ke arah yang lebih baik akan mampu mendorong adanya peningkatan produktiftas usaha, sehingga bisa berkelanjutan.
ANALISA SISTEM KENDALI MEKANIK UNTUK PENGEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK AUTONOMOUS FAKULTAS TEKNIK UNRAM I Dewa Ketut Okariawan; Syahrul; Ida Bagus Alit; I Made Nuarsa; I Made Suartika
Energy, Materials and Product Design Vol. 2 No. 1 (2023): Energy, Materials and Product Design
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, the vehicles that are commonly used are vehicles with fossil fuels, but we all know that these fuels are non-renewable fuels and their availability in nature is very limited, so it is necessary to innovate to use other renewable energy sources. one of which is electrical energy. Besides that, the use of electrical energy for vehicles is currently very relevant because of its relatively high efficiency and friendly to the environment, namely no CO or CO2 gas is formed as in conventional vehicles. Indonesia has the potential to develop electric cars because there is a lot of nickel available to be processed into batteries. Thus, our country has a very large opportunity to produce electric cars. To realize this, it is deemed necessary to conduct a thorough study such as the level of comfort and safety. Thus, it is needed to conduct a study of the mechanical control system so that driving comfort and safety can be achieved. In this research, we will measure the turning radius of the vehicle at various TOE angles. The resulth of this study are the greater of TOE angle produce the higer the turning radius of the vehicle, The smallest turning radius is at a TOE angle 0 degrees which is 4.42 meters and the largest at a TOE angle 1.035 degrees which is 4.53 meters.
ANALISA SISTEM ELEKTRONIK POWER STEERING UNTUK PENGEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK FAKULTAS TEKNIK UNRAM I Dewa Ketut Okariawan; Made Wirawan; I G. Bawa Susana; Maharsa Pradityatama
Energy, Materials and Product Design Vol. 3 No. 1 (2024): Energy, Materials and Product Design
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recenly conventional vehicles use fossil fuels, however these fuels are non-renewable energy sources and their availability in nature is very limited. If they are explored continuously then one day they will run out, so it is very necessary to save and innovate to use these sources. Other renewable energy sources, one of which is electrical energy, where this electrical energy can be generated from various sources such as water, solar, biomass and so on. Besides that, the use of electrical energy for vehicles is currently very relevant because it is environmentally friendly, that is, it does not produce CO or CO2 gas like conventional vehicles, so this energy is known as green energy. Indonesia has the potential to produce electric cars because the availability of nickel is very abundant to be processed into batteries, as a provider or energy storage for electric cars, our country has a very big opportunity to produce electric cars. To make this happen, it is deemed necessary to carry out comprehensive studies such as power steering so that comfort and safety can be achieved. The most suitable power steering is the electric power steering (EPS) type because the energy required comes from the battery. The method applied in this research is an experimental method, by measuring torque requirements on various roads, the roads chosen are asphalt roads, block paving roads and dirt roads. Based on this data, an EPS test bench then created which was able to measure the input and output torque of the EPS and look for the power consumed by the system. Road conditions can cause differences in torque requirements, in block paving road conditions the greatest torque requirement is 2.77 Nm and the smallest occurs in asphalt road conditions at 1.62 Nm. EPS testing shows that it is only loaded up to 25% with an input torque of 1,652 Nm resulting an output torque of 3,924 Nm with an electrical power consumption of 6,31 watts.
STUDY PENGEREMEN PADA MOBIL LISTRIK HASIL MODIFIKASI A.A. Alit Triadi; Achmad Zainuri; I Made Suartika; I Made Adi Sayoga; I Made Mara; I Dewa Ketut Okariawan
Energy, Materials and Product Design Vol. 3 No. 1 (2024): Energy, Materials and Product Design
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every three accidents occur every hour in Indonesia, according to the Director of Road Traffic at the Ministry of Land Transportation, with a percentage of over 50-70 percent and 30 percent of accidents occur due to poor performance of the brake system. Accidents occur due to insufficient braking distance and lack of understanding of the braking characteristics of the vehicle being driven. The aim of this research is to analyze the distance, time and braking force required for an electric car to move until it stops with variations in speed and vehicle load. This research was carried out using an experimental method where a prototype electric car was run by varying the speed and load of the vehicle to obtain braking time and distance and analyzing the data obtained. The shortest braking distance at a speed of 20 km/hour with a vehicle load of 950 kg is 4.39 meters. The longest braking distance is 14.78 meters at a speed of 40 km/hour with a vehicle load of 1050kg. The fastest braking time is at a speed of 20 km/hour with a vehicle load of 950 kg, namely 1.97 seconds. The longest braking time was at a speed of 40 km/h with a vehicle load of 1050 kg, namely 2.76 seconds. The smallest braking force is at a speed of 20 km/hour with a vehicle load of 1050 kg, namely 2098.36 N. The largest braking force is at a speed of 40 km/hour with a vehicle load of 950 kg, namely 4132.65 N.
Pengenalan Produk Modifikasi Mesin Ketinting Dengan Penambahan Alternator Kepada Nelayan Tradisional i dewa ketut okariawan; I Kadek Wiratama; Achmad Zainuri; I Made Mara; Nur Kaliwantoro
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i1.166

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyakakat di desa Dara Kunci kepada kelompok masyarakat nelayan tradisional ini bertujuan untuk mengurangi beban operasional dan meningkatkan produktifitas dan mengentaskan kemiskinan dalam jangka panjang. Dalam operasionalnya terutama melaut di malam hari, nelayan menggunakan aki untuk mensuplai daya lampu penerangan. Untuk penerangan 4 lampu 5 watt aki 12 volt hanya mampu bertahan selama 4 jam sehingga perlu melakukan inovasi/modifikasi mesin perahu agar bisa mengisi aki sendiri. Dengan menggunakan lampu penerangan yang telah modifikasi ini diharapkan nelayan dapat menambah jam operasionalnya yang biasanya hanya disiang hari menjadi malam hari. Bertambahnya jam operasi nelayan akan dapat meningkatkan tangkapan nelayan. Begitu pula dengan kemampuan nelayan merawat mesin perahu secara baik dan benar akan dapat menambah umur pemakain mesin. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan adalah metode penyuluhan perawatan mesin prahu dan pelatihan tentang teknologi lampu penerangan nelayan saat melaut pada malam hari. Untuk penerapan lampu penerangan saat melaut di malam hari dan penyuluhan perawatan mesin perahu digunakan metode Participatory Action Research (PAR) yaitu; melibatkan masyarakat kelompok nelayan secara langsung dalam kegiatan mulai dari penyiapan, perencanaan, dan pembuatan maupun pengoperasian alat sehingga nelayan dapat melaksanakan sendiri pembuatan lampu penerangan saat melaut di malam hari dan perawatan ringan perahu setelah kegiatan berakhir. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah Mesin ketinting sebagai penggerak perahu dapat dimodifikasi dengan menambahkan alternator sebagai carge aki, dengan lama pengisian aki selama 4 jam dan peningkatan konsumsi bahan bakar sangat kecil yaitu 7 persen. Hasil dari penyuluhan ini adalah sekarang masyarakat lebih aman dan nyaman untuk melaut pada malam hari karena sudah ada lampu diperahunya yang sekaligus dapat membuat ikan mendekatinya. Dengan adanya pengisian aki mereka tidak lagi cemas akan kehabisan daya aki saat melaut. Begitu juga untuk perbaikan kerusakan kecil perahu sudah dapat ditangani sendiri.
Pengaruh Variasi Lebar Ban Terhadap Efisiensi Dan Konsumsi Energi Pada Kendaraan Listrik: The Effect of Tire Width Variations on Efficiency and Energy Consumption in Electric Vehicles Lastika, I Gusti Kadek Dodi; I Made Mara; I Dewa Ketut Okariawan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v13i2.101804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi lebar ban terhadap konsumsi energi dan efisiensi energi pada kendaraan listrik prototipe. Metode eksperimen dilakukan menggunakan tiga variasi lebar ban: 1.75 × 16 – 1.75 × 20 inci, 2.25 × 16 – 2.25 × 20 inci, dan 2.50 × 16 – 2.30 × 20 inci. Pengujian dilakukan pada malam hari dengan lintasan aspal sepanjang 6,7 km, menggunakan teknik eco-driving untuk memastikan konsumsi energi yang efisien. Data konsumsi energi (Wh/km) dan efisiensi energi (km/Wh) diukur menggunakan joulemeter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lebar ban memengaruhi konsumsi energi dan efisiensi energi secara signifikan. Ban berukuran 1.75 × 16 – 1.75 × 20 inci memberikan konsumsi energi terendah sebesar 24,9 Wh/km dengan efisiensi energi 0,040 km/Wh, sedangkan ban berukuran 2.50 × 16 – 2.30 × 20 inci memiliki konsumsi energi tertinggi sebesar 43,5 Wh/km dengan efisiensi energi 0,022 km/Wh. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan lebar ban yang tepat dapat meningkatkan efisiensi daya pada kendaraan hemat energi, terutama untuk kategori prototipe. This study aims to analyze the effect of tire width variation on energy consumption and energy efficiency in a prototype electric vehicle. The experimental method was carried out using three tire width configurations: 1.75 × 16 – 1.75 × 20 inches, 2.25 × 16 – 2.25 × 20 inches, and 2.50 × 16 – 2.30 × 20 inches. Tests were conducted at night on a 6.7 km asphalt track using an eco-driving technique to ensure efficient energy consumption. Energy consumption (Wh/km) and energy efficiency (km/Wh) were measured using a joulemeter. The results showed that tire width significantly affects energy consumption and energy efficiency. The 1.75 × 16 – 1.75 × 20 inch tire configuration yielded the lowest energy consumption of 24.9 Wh/km with an energy efficiency of 0.040 km/Wh, while the 2.50 × 16 – 2.30 × 20 inch tires recorded the highest energy consumption of 43.5 Wh/km with an efficiency of 0.022 km/Wh. These findings emphasize that proper tire width selection can enhance power efficiency in energy-efficient vehicles, particularly for prototype categories.