Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KUALITAS UDARA AMBIEN CO DAN TSP DI PERMUKIMAN SEKITAR KAWASAN INDUSTRI PT. SEMEN TONASA Fajar Septian Anwar; Anwar Mallongi; M Alimin Maidin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 2 No. 2: Desember 2019
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v2i1.10060

Abstract

Aktivitas industri berpotensi untuk mencemari lingkungan, misalnya pencemaran udara yang berasal dari asap dan debu yang dapat menurunkan kualitas lingkungan yang pada gilirannya menurunkan kualitas hidup masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara ambien karbon monoksida (CO) dan partikel debu (TSP) di permukiman sekitar kawasan industri PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah kualitas udara ambien yang berada di permukiman sekitar kawasan industri PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep. Sampel dalam penelitian ini adalah kualitas udara ambien yang tersebar pada 6 (enam) titik lokasi yang dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara ambien parameter CO dan TSP pada 6 (enam) titik lokasi di permukiman sekitar kawasan industri PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep berada dalam kategori baik dikarenakan hasil perhitungan nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang berada dalam rentang 0 – 50. Diharapkan agar pemerintah daerah atau instansi terkait melakukan upaya pengawasan dan pengendalian untuk emisi CO dan TSP yang dihasilkan oleh aktivitas industri, sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan pada masyarakat sekitar
EFISIENSI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN BIOFILTER SISTEM UPFLOW DENGAN PENAMBAHAN EFEKTIF MIKROORGANISME 4 ridwan haerun; Anwar Mallongi; Muh. Fajaruddin Natsir
Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan - Oktober 2018
Publisher : Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.545 KB)

Abstract

Industri tahu merupakan industri yang banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan menjadi salah satu industri rumah tangga yang telah menyatu dengan pemukiman penduduk. Limbah cair industri tahu merupakan bagian terbesar dan berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan zat organik yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil pengolahan limbah tahu agar memenuhi standar buangan ke lingkungan serta mengembangkan konsep pengolahan limbah yang sederhana dan ekonomis sehingga dapat diterapkan kepada masyarakat luas.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental designs) rancangan pretest-postest dengan mengkombinasikan antara limbah cair industri tahu dengan bakteri EM4ke dalam reaktor melalui proses anaerob-aerob. Hasil pemeriksaan terhadap sampel limbah cair industri tahu dengan kapasitas aliran 20 ml/15 detik dan WTH 12 jam, diketahui bahwa penurunan kadar BOD limbah cair industri tahu tertinggi terdapat pada perlakuan VI yaitu 510 mg/l dengan persentase penurunan nilai BOD sebesar 62%. Sedangkan penurunan tertinggi kadar COD limbah cair industri tahu terdapat pada perlakuan I yaitu 2.799 mg/l dengan persentase penurunan nilai COD sebesar 29%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pengolahan dengan biofilter anaerob-aerob media tutup galon bekas belum mampu menurunkan kadar BOD dan COD sampai memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan
Analisis Risiko pada Pedagang Pisang Epe Akibat Pajanan Gas No2 di Jalan Penghibur Kota Makassar Maldi Prasetyo; Anwar Mallongi; Hasnawati Amqam
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 1 No. 1: FEBRUARY 2020
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.08 KB) | DOI: 10.30597/hjph.v1i1.9514

Abstract

Jalan penghibur Kota Makassar dijadikan tempat berjualan para pedagang pisang epe berada bersampingan langsung dengan ruas jalan penghibur. Jarak yang dekat antara tempat berjualan dan ruas jalan tentu membuat pada pedagang sangat rentan akan keterpaparan terhadap emisi kendaraan bermotor yang melintasi jalan penghibur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko kesehatan akibat terpajan NO2 pada pedagang pisang epe di sepanjang jalan penghibur Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan Cross Sectional dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Teknik sampling yang digunakan adalah exhaustive sampling dengan total sampel sebanyak 80 orang pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentasi NO2 di jalan penghibur masih di bawah nilai baku mutu yang ditetapkan dengan nilai maksimal 28,98 µg/ Nm3. Nilai Risk Quotient (RQ) tidak ada yang melebihi 1 dengan nilai maksimal 0,25, nilai Target Hazard Quotient (THQ) juga tidak ada yang melebihi 1 dengan nilai maksimal 0,00002. Dapat disimpulkan bahwa risiko kesehatan akibat pajanan NO2 pada pedagang pisang epe di jalan penghibur Kota Makassar masih berada di kategori aman.
Analisis Pengetahuan, Pendidikan Dan Sikap Terhadap Manajemen Popok Sekali Pakai Ernyasih Ernyasih; Winalda Eka Pratiwi; Andriyani Andriyani; Nurmalia Lusida; Anwar Mallongi
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 1 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.1.75-83

Abstract

Popok sekali pakai kini semakin banyak digunakan dan menimbulkan kesulitan besar bagi pengelolaan limbah dunia, khususnya di wilayah perkotaan. Popok sekali pakai memberikan pendekatan yang mudah dan praktis kepada orang tua dalam mengelola sampah anak mereka; namun, karena kurangnya pengetahuan tentang teknik pembuangan yang benar dan terbatasnya akses terhadap layanan pengelolaan limbah, timbullah pembuangan limbah yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pendidikan, dan sikap ibu rumah tangga terhadap manajemen popok sekali pakai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel 113 ibu rumah tangga yang mempunyai balita. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat dengan uji chi square. Variabel yang berhubungan dengan manajemen popok sekali pakai yaitu pengetahuan (p value 0,000), Pendidikan (p value 0,001), dan sikap (p value 0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah seluruh variabel yaitu pengetahuan, pendidikan, dan sikap memiliki hubungan dengan manajemen sampah popok sekali pakai. Ibu rumah tangga dapat mengganti popok balita dengan popok yang ramah lingkungan atau bahan yang mudah didaur ulang. --- Disposable diapers are now increasingly being used and are causing major difficulties for world waste management, especially in urban areas. Disposable diapers provide parents with an easy and practical approach to managing their child's waste; however, due to a lack of knowledge of proper disposal techniques and limited access to waste management services, hazardous waste disposal occurs. This research aims to determine the relationship between knowledge, education, and attitudes of housewives towards the management of disposable diapers. This research is a quantitative study using a cross-sectional study design with a sample of 113 housewives with toddlers. Data analysis used univariate tests and bivariate tests with the chi-square test. The variables related to disposable diaper management are knowledge (p-value 0.000), education (p-value 0.001), and attitude (p-value 0.000). The conclusion of this study is that all variables, namely knowledge, education, and attitudes have a relationship with disposable diaper waste management. Housewives can replace toddler diapers with diapers that are environmentally friendly or materials that are easily recycled.
Analisis Variasi Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan Asih, Erny; Putri, Vivinda Trisnowati; Lusida, Nurmalia; Mallongi, Anwar; Latifah, Noor; Fajrini, Fini; SG, Hardiman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.1.33-41

Abstract

Variasi iklim meningkatkan risiko kejadian Dengue Hemorrhagic Fever (DBD). Cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi menimbulkan genangan air sebagai perindukan nyamuk dan berpontensi menimbulkan kejadian luar biasa DBD. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan variasi iklim dengan DBD di Kota Tangerang Selatan Tahun 2016-2020. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain studi ekologi analisis seri waktu. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian observasional yang menggunakan data sekunder dengan melihat faktor iklim, seperti suhu udara, kelembaban, dan curah hujan sebagai variabel independen serta kejadian DBD sebagai variabel dependen. Menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna sangat lemah dengan arah negatif (p = 0,346 / r = -0,124) antara suhu dengan kejadian DBD, terdapat hubungan sedang dengan arah positif (p = 0,0005 / r = 0,470)  antara kelembaban dengan kejadian DBD, dan adanya hubungan yang bermakna sedang dengan arah positif (p = 0,016 / r = 0,309)  antara curah hujan dengan kejadian DBD. Kelembaban dan curah hujan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian DBD di Kota Tangerang Selatan tahun 2016-2020. Perlu dilakukan pemberantasan tempat perkembangbiakan vektor nyamuk, seperti program 3M Plus (Menguras, Menutup, Memanfaatkan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk).
Risk Analysis of Groundwater Contaminant in Rural Areas Using Spatial Distribution Herawati, Herawati; Kanan, Maria; Anwar Mallongi; Bidullah, Ramli; Sakati, Sandy N.; Balebu, Dwi Wahyu
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 4 No. 3: NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v4i3.6032

Abstract

Background: Water is a very important material for the life of creatures in nature and its function for life cannot be replaced by other compounds. Groundwater is an important resource for humans, especially in rural areas that depend on Groundwaters as the main source of clean water. However, the quality of groundwater in many areas has decreased due to pollution from human activities, such as agriculture and industry. Method: This study aims to analyse the level of pollution risk of groundwaters in rural areas of Masama District, Banggai Regency using descriptive quantitative methods. Spatial analysis of pollution risk was conducted on 516 Groundwaters selected as samples. Spatial data is collected by recording the location of each well using GPS, which is then used to create a spatial map. The pollution risk analysis is based on the Sanitation Inspection results, using 11 key indicators. Result: The results showed that 4 Groundwaters (0.78%) were in the very high pollution risk category, 115 Groundwaters (22.29%) were in the high-risk category, 204 Groundwaters (39.53%) were classified as medium risk, and 193 Groundwaters (37.40%) had low pollution risk. The results indicate that most Groundwaters in the study area are at moderate to high risk. Groundwaters with high and very high risk are dominated by Groundwaters located in Minang Andala, Purwo Agung and Kembang Merta villages, which are agricultural areas with sufficient area and most of the people have livestock around their homes which could potentially be a source of contaminants. Conclusion: This study shows that the majority of Groundwaters in the study area have a moderate to high risk of pollution, with high and very high-risk categories found in villages that have agricultural and livestock activities. This emphasises the need for more intensive groundwater management and protection measures.
Urban Transportation and Rising CO Emissions: A Case Study of East Jakarta and its Public Health Impacts Ernyasih, Ernyasih; Anwar Mallongi; Munaya Fauziah; Gilang Anugerah Munggaran; Firda Ayu Salsabilla; Wesam AL Madhoun; Fini Fajrini; Taufiqurrochman, Taufiqurrochman
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 1: MARCH 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i1.6823

Abstract

Introduction: Carbon monoxide (CO) emissions from urban transportation present a critical challenge for air quality, public health, and environmental sustainability. East Jakarta, with its rapid motorization and chronic traffic congestion, serves as a case study for the broader impacts of urban CO pollution. This study investigates the correlation between CO levels and traffic density, providing empirical insights into the dynamics of transportation-driven air pollution in densely populated cities. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted in July 2024, measuring CO concentrations at 15 strategic locations using calibrated CO meters. Sampling sites were selected based on traffic volume, population exposure, and historical emission data to ensure a comprehensive urban representation. Data analysis included descriptive statistics, normality tests, and regression analysis to evaluate relationships between CO levels, traffic patterns, and supporting variables. Results: Findings revealed an average CO concentration of 6,665 µg/m³, with Jatinegara Kaum (15,380 µg/m³) and Duren Sawit (13,031 µg/m³) exceeding the government air quality threshold (10,000 µg/m³). A strong positive correlation (R² = 0.78, p < 0.05) was identified between traffic congestion and CO levels, confirming vehicular emissions as the dominant contributor. Moreover, no significant correlation with weather variables was observed, further emphasizing the role of transportation in shaping local air quality. Conclusion: These results underscore the urgent need for policy interventions, including the expansion of electric vehicle infrastructure, congestion pricing, and green urban planning. This study also highlights the necessity of integrating real-time air quality monitoring and AI-based traffic flow management to optimize pollution control efforts. By situating East Jakarta’s case within global urban air pollution trends, these findings offer scalable insights applicable to other rapidly urbanizing cities worldwide.
Ecological and Human Health Risks of Nickel Mining: A Systematic Review Herawati, Herawati; Mallongi, Anwar; Daud, Anwar; Syam, Aminuddin; Amiruddin, Ridwan; Erniyasih, Erniyasih; Shabrina Vashtinia Putri Tryanda
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3: NOVEMBER 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.7283

Abstract

Introduction: The growing global demand for Nickel has sparked major concerns regarding environmental and health impacts, which require a comprehensive understanding. However, there have been gaps in the mapping of study focus and research trends so far, especially in the last ten years. Method: This study aims to address these gaps through a systematic literature review and thematic analysis of 303 articles obtained from Scopus, PubMed, and Springer Open using PoP, Vos Viewer, and Watase Uake. The analysis was conducted by considering trends based on the year of publication, geographical distribution (especially in developing countries such as Indonesia, China, and others), research methodology, and identification of key themes such as heavy metal contamination, land use change, and public health impacts related to mining activities. Results: The study show significant progress in understanding the impacts of nickel mining, but also identify areas that are still underexplored, especially in terms of theoretical development, methodological innovation, and contextual frameworks. The study also found that only 15% of the studies adopted an interdisciplinary approach, indicating the need for more intensive collaboration. These findings highlight the importance of strengthening policy frameworks, especially in areas with intensive mining activities, such as Indonesia. Conclusion: This research proposes a future research agenda to address the emerging challenges and provides important insights for the development of more effective mitigation strategies. The results of this study are expected to contribute to the international policy framework, supporting the design of stronger and region-specific interventions to reduce the environmental and health impacts of nickel mining.
Boolean and Spatial Analysis Using GIS to Determine Landfill Waste on Bunaken Island with an Environmental Health Approach Birawida, Agus Bintara; Daud, Anwar; Mallongi, Anwar; R Silalahi, Steven; Sila, Nurlia; Todingan, Melisa
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v16i2.2024.153-165

Abstract

Introduction: Bunaken Island still lacks proper waste management infrastructure, resulting in the accumulation of garbage around residences and along the coastline. This prevalent issue significantly impacts public health and the overall quality of life on the island. The research seeks to evaluate the waste management situation on Bunaken Island and identify suitable locations for waste disposal. Methods: The study employed random sampling techniques to select households within the study area for primary data collection. The research utilized Boolean and spatial analysis methods to pinpoint appropriate waste disposal zones and propose sustainable waste management strategies for Bunaken Island. Results and Discussion: Findings revealed that Bunaken Island spans a land area of 794.12 hectares and is inhabited by a population of 3,843. The analysis identified two recommended locations for final disposal zones, totaling 3.40 and 0.45 hectares, respectively. Moreover, the estimated waste generation over the next decade is approximately 4,277,893 kilograms, necessitating 0.0241 hectares of land for waste accommodation through terracing methods. Conclusion: Addressing this issue requires the identification of two viable disposal zones in distinct locations. Additionally, implementing recycling practices to utilize both organic and inorganic waste from local and marine sources and promoting reuse before landfill disposal are crucial strategies for effective waste management on Bunaken Island.
Peningkatan Literasi Kesehatan Remaja tentang Bahaya NAPZA melalui Pendekatan Edukasi Partisipatif di SMPN 3 Lappariaja Adziim, A. Muh. Faudzul; Mallongi, Anwar; Amqam, Hasnawati; Sessu, We Ya’dilu Tenri; Ramadani, Asty Suci; Rahman, Muhammad Abeliandri; Rabbaniyah, Rabbaniyah; Adityawarman, Raihan Muammar Iffat; Tjowari, Elizabeth Lydia; Lutfiah, Lutfiah; Firmansyah, Andi Yudia Sari; Ilmansyah, Salsabila Tamara Putri; Irmawati, St.
RUANG KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Ruang Komunitas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Politik bekerjasama Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rkjpm.v3i2.62414

Abstract

Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) masih menjadi permasalahan serius yang mengancam kesehatan dan masa depan remaja di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Rendahnya literasi kesehatan di kalangan remaja menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya kesadaran akan bahaya penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui pendekatan edukasi partisipatif di SMPN 3 Lappariaja, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Desain kegiatan menggunakan pre-experimental one-group pre-test–post-test design dengan total peserta sebanyak 52 siswa kelas VII. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media PowerPoint, ceramah interaktif, dan sesi diskusi, disertai pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan peserta dari 37,16 pada pre-test menjadi 70,02 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 88,4% dari skor awal. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya NAPZA dan memperkuat kesadaran preventif terhadap perilaku berisiko. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang strategis untuk intervensi kesehatan berbasis edukasi, khususnya di wilayah pedesaan. Ke depan, pendekatan serupa perlu diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam program promosi kesehatan sekolah guna memperkuat ketahanan remaja terhadap pengaruh negatif NAPZA.