Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Efektivitas Metode At-Taisir dalam Meningkatkan Hapalan dan Kualitas Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Hidayat, Taupiq; Erawadi, Erawadi; Nasution, Abdusima
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 2 July 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i2.2856

Abstract

This study investigates Tahfizh Al-Qur’an learning through the At-Taisir method at Abinnur Al-Islami Islamic Boarding School, Panyabungan Utara, Mandailing Natal. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, documentation, and tests, then analyzed by data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal: (1) The learning process follows systematic planning, implementation, and evaluation. Students repeat verses and memorize gradually, ensuring retention. (2) Memorization improvement emphasizes Tajweed, Fashahah for recitation fluency, and reinforcement through writing, oral repetition, prayer recitation, and the Manzil method. (3) The quality of Tahfizh learning improved significantly after applying the At-Taisir method, seen in increased knowledge, skills, and character development. (4) The method’s effectiveness is supported by clear objectives, appropriate strategies, comprehensive planning, adequate facilities, structured programs, efficient implementation, and supervision systems. Overall, the At-Taisir method effectively enhances memorization and the quality of Tahfizh Al-Qur’an learning, contributing to both academic and spiritual development of students.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Mengatasi Learning Disabilities dalam Proses Pembelajaran Hasibuan, Rismarayani; Erawadi, Erawadi; Hasibuan, Zainal Efendi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pembelajaran bagi anak dengan learning disabilities (LD) dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Negeri 1405 Parapat, Kabupaten Padang Lawas. Anak dengan LD umumnya mengalami kesulitan membaca (disleksia), menulis (disgrafia), dan berhitung (diskalkulia), yang termasuk ke dalam masalah prestasi akademik. Selain itu, mereka juga sering menghadapi hambatan perseptual, gangguan atensi dan hiperaktivitas, kesulitan memori dan metakognitif, hingga masalah sosial-emosional dan motivasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui kata-kata dan observasi, bukan angka atau statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa adalah sulit memahami materi, rendahnya minat membaca, serta lemahnya konsentrasi dan daya ingat. Untuk mengatasi hal tersebut, guru PAI menerapkan berbagai strategi, seperti melakukan pengamatan langsung, pendekatan personal, pemberian motivasi, kerja sama dengan orang tua, penggunaan metode drill, penambahan jam belajar di luar kelas, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung. Namun, guru juga menghadapi sejumlah hambatan, baik internal (kurangnya motivasi, kesulitan berpikir, konsentrasi rendah, perbedaan tingkat kecerdasan) maupun eksternal (dukungan keluarga, lingkungan, serta keterbatasan waktu pembelajaran). Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru PAI dalam merancang strategi adaptif untuk mendukung keberhasilan belajar siswa dengan LD di sekolah dasar.
Profil Pesantren Entrepreneur dalam Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi Pesantren di Kabupaten Tapanuli Tengah Efendi, Anwar; Erawadi, Erawadi; Magdalena, Magdalena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk Entrepreneur di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut Kampung Mandailing Lk III Kecamatan Lumut dan Pesantren Tahfidz Agrowisata Darussa’adah Desa Sipange Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah. Dan aspek-aspek pemberdayaan kemandirian ekonomi di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut Kampung Mandailing Lk III Kecamatan Lumut dan Pesantren Tahfidz Agrowisata Darussa’adah Desa Sipange Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk entrepreneur di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut ada enam unit usaha, yaitu usaha toserba, kantin, laundry, wartel, pangkas, dan perkebunan karet. Sedangkan bentuk-bentuk entrepreneur di Pesantren Tahfidz Agrowisata Darussa’adah ada dua unit usaha yaitu, usaha peternakan (sapi, kambing, domba), dan toko pakaian muslim/muslimah. Pemberdayaan kemandirian ekonomi di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut terdiri dari aspek kesejahteraan guru dan karyawan, beasiswa bagi santri yang berprestasi, pembangunan sarana prasarana pesantren, dan kegiatan-kegiatan pesantren. Sedangkan pemberdayaan kemandirian ekonomi di Pesantren Tahfidz Agrowisata Darussa’adah terdiri dari aspek kebutuhan
Transformation of Traditional Islamic Education: Dayah as a Modern Educational Institution in Post-Conflict Aceh Erawadi, Erawadi; Setiadi, Fadlan Masykura
FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol 9, No 2 (2023): 11 Articles, Pages 201-414
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/fitrah.v9i2.10110

Abstract

This study explored the transformation of Dayah institutions in Aceh, focusing on their change from traditional religious schools to a modern Islamic educational institutions, particularly in the post-conflict era. The integration of modern education into Dayah has sparked a dynamic contestation between tradition and modernity, reflecting broader social and political changes in Aceh. This study also emphasized Dayah's resilience and continued influence on post-conflict reconciliation and contemporary religious practices in Aceh. Meanwhile, this research employed qualitative research with a type of literature review. The findings showed that the transformation of Dayah has formed an integrated educational system that combines traditional Islamic teachings with modern education, fostering the development of science and technology. The Dayah system has successfully cultivated a society with a profound, comprehensive understanding of Islam and has contributed to the cultivation of tolerant individuals by alienating students from radical thought patterns.
PENGEMBANGAN MATERI TAWAKAL DAN TASAMUH BERBASIS MIND MAPPING PADA FASE D DALAM MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI MTs SWASTA AL-MUHAJIRIN PINANGSORI Samia Rambe; Erawadi Erawadi; Fauziah Nasution
NIZHAMIYAH Vol 16, No 1 (2026): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v16i1.5741

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar Akidah Akhlak berbasis mind mapping pada materi tawakal dan tasamuh untuk menjaga kesehatan mental peserta didik fase D di MTs Swasta Al-Muhajirin Pinangsori. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya tekanan akademik, sosial, keluarga, serta pengaruh teknologi dan media sosial yang berdampak pada kondisi emosional siswa. Bahan ajar yang digunakan masih monoton sehingga perlu inovasi yang menarik, sistematis, dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan validasi ahli, lalu dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar mind mapping dinilai sangat layak, praktis, dan efektif. Bahan ajar ini membantu siswa memahami nilai tawakal dan tasamuh, meningkatkan ketenangan, pengendalian emosi, toleransi, motivasi belajar, serta kepercayaan diri. Dengan demikian, bahan ajar ini layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah secara lebih bermakna, terarah, dan relevan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART AND MATH (STEAM) DALAM PEMBELAJARAN FIQIH: STUDI KASUS DI RAHMATAL LIL ‘ALAMIN INTERNATIONAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL KABUPATEN SOLOK Caniago, Faisal; Erawadi, Erawadi; Zulhammi, Zulhammi
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1a4jsn96

Abstract

Technological developments in the digital era require educational institutions, including Islamic boarding schools, to transform to remain relevant without losing their Islamic identity. This study aims to analyze in depth the design, implementation, and implications of the international Islamic boarding school curriculum based on Science, Technology, Engineering, Art, and Math (STEAM) at Rahmatan Lil 'Alamin International Islamic Boarding School (RLA IIBS) Solok, as well as to formulate a conceptual model design (alternative) for STEAM integration specifically in Fiqh learning. This research is a qualitative study with a case study approach. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The collected data were analyzed qualitatively (data condensation, data presentation, and drawing conclusions) and then synthesized into an alternative model design. The results of the study indicate that: (1) The design and implementation of the STEAM curriculum at RLA IIBS have been carried out as an adaptive response to the challenges of the digital era, but technical obstacles are still encountered in its complete integration into the religious sciences cluster; (2) Based on field findings and needs analysis, this study produces outputs in the form of a conceptual model design for the integration of Fiqh and STEAM. This alternative model was designed to improve the implementation of the Islamic boarding school curriculum so that it is more comprehensive, so that students not only master the latest science and technology, but also still have a deep understanding of religion (tafaqquh fiddin).
Fase Pendidikan Anak Menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah Hasibuan, Azhar; Erawadi, Erawadi; Zulhammi, Zulhammi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2540

Abstract

Setiap fase pendidikan anak harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Dengan memahami fase-fase ini, orang tua dan pendidik dapat lebih efektif dalam membimbing anak menuju perkembangan yang optimal baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 fase pendidikan anak yang dilalui setiap anak dalam menuju proses remaja yaitu fase pemilihan pasangan (pendidikan pra nikah) yaitu agar memilih pasangan yang beriman (tidak menyekutukan Allah) untuk memperoleh generasi yang beriman. Fase awal proses kehamilan yaitu seorang ibu hendaknya mengajak anak (janin) untuk berinteraksi hal-hal yang positif seperti memperdengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sejak dalam kandungan. Fase kelahiran (usia 0-2 tahun) dilakukan pendidikan jasmani dan rohani yaitu dengan memberikan ASI kepada anak selama 2 tahun untuk kesehatan jasmani anak serta pengenalan terhadap Al-Qur’an dengan mengoptimalkan potensi pendengaran anak. Fase usia 2-6 tahun dilakukan pendidikan seperti mengajarkan anak untuk terbiasa dalam mengucap dzikrullah dan mulai dibiasakan menutup aurat dan tampil indah. Fase usia 6-12 tahun yaitu menekankan pendidikan akidah, pendidikan akhlak dan pendidikan ibadah.