Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SIGNIFIKANSI KAHOOT!: INTERAKSI MANUSIA DAN MESIN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Jaka Warsihna; Zulmi Ramdani
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p154--167

Abstract

Abstract The use of technology in the learning process is a new step that is considered capable of becoming an alternative and innovative media to improve the quality of learning. Kahoot!is a game-based learning media created to make it easier for teachers to carry out evaluations and increase student motivation in participating in learning activities. This study aims to explore the psychological processes and conditions that might occur with the interaction between students and Kahoot!as gamification in the learning process. A total of 44 student respondents involved in this study was selected using the purposive sampling technique. The results of the study showed that the majority of respondents assumed that Kahoot! is an important and interesting media used in the learning process. In addition, the interaction between respondents and Kahoot!itself is determined by other factors, including internet connection, psychological state, and mastering subject and knowledge. The results of that interaction psychologically produce various kinds of emotions, both positive and negative. Thus, Kahoot!including learning media with interactive game features that can be used effectively in the learning process. AbstrakPenggunaan teknologi dalam proses pembelajaran adalah langkah baru yang dianggap mampu menjadi media alternatif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas dari pembelajaran tersebut. Kahoot!adalah media pembelajaran berbasis game yang dibuat untuk mempermudah guru di dalam melaksanakan evaluasi dan meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Studi ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mengenai proses dan kondisi psikologis yang mungkin terjadi dengan adanya interaksi antara siswa dengan Kahoot!sebagai gamifikasi dalam proses pembelajaran. Sebanyak 44 responden mahasiswa terlibat dalam studi ini yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling technique. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden mengganggap bahwa Kahoot!merupakan media yang penting dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu, interaksi antara responden dan Kahoot!itu sendiri ditentukan oleh faktor-faktor lainnya meliputi internet connection, psychological state, dan mastering subject and knowledge. Hasil interaksi itu secara psikologis menghasilkan berbagai macam emosi baik yang bersifat positif ataupun negative. Dengan demikian, Kahoot!termasuk ke dalam media pembelajaran dengan fiture game interaktif yang bisa digunakan dengan efektif dalam proses pembelajaran.
KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN BUKU PANDUAN PEMBELAJARAN PASCA BENCANA Jaka Warsihna; Ence Oos M Anwas; Zulfikri Anas; Fauzy Rahman Kosasih; Zulmi Ramdani; Andi Amri
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v9n2.p142--152

Abstract

Disasters that occur in an area result in the interruption of the learning process there frequently. It is caused by the damage to facilities and infrastructure or the psychological condition of the affected community that has not recovered. It becomes the background of the importance of post-disaster learning guidebooks. This study aims to see the readiness of teachers in implementing post-disaster learning. A total of 71 teachers selected using purposive sampling participated in filling out the teacher readiness questionnaire. On the one hand, the results showed that most teachers were ready to implement the learning guidebook. On the other hand, teachers should consider readiness factors more specifically because these are supposed to improve their performance in post-disaster learning.AbstrakBencana yang terjadi di suatu daerah seringkali mengakibatkan terputusnya proses pembelajaran di lokasi tersebut. Hal ini disebabkan baik karena rusaknya fasilitas sarana dan prasarana atau belum membaiknya kondisi psikologis orang-orang yang terdampak. Hal inilah yang kemudian melatar-belakangi pentingnya buku panduan pembelajaran pasca bencana. Studi ini bertujuan untuk melihat kesiapan guru dalam mengimplementasikan pem-belajaran pasca bencana. Sebanyak 71 orang guru yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling berpartisipasi dalam pengisian kuesioner kesiapan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru sudah siap untuk meng-implementasikan buku panduan pembelajaran tersebut. Di sisi lain, guru harus mempertimbangkan faktor-faktor kesiapan secara lebih khusus karena ini dianggap akan meningkatkan performa mereka dalam melakukan pembelajaran pasca bencana.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP MOTIVASI DAN KINERJA KARYAWAN DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN (DPRKP) DAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG (DPUPR) KABUPATEN SUMBAWA Alwan Patawari; Aryana Satrya; Jaka Warsihna
SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic, Accounting, Management and Business Vol. 6 No. 1 (2023): SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic, Accounting, Management, & Business
Publisher : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pustek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/sjr.v6i1.617

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effect of the work environment, career development, work motivation on employee performance. The research object and population in this study were employees of the Public Housing and Settlement Area Office (DPRKP) and the Public Works and Spatial Planning Office (DPUPR) of Sumbawa Regency. The number of samples is 200 people who work at the Public Housing and Settlement Area Office (DPRKP) and the Public Works and Spatial Planning Office (DPUPR) of Sumbawa Regency. The data analysis technique used is path analysis. Based on the results of the classical assumption test, it was found that the model met the required assumptions. The results of hypothesis testing show that 1) the work environment has a positive and significant effect on employee performance at the Public Housing and Settlement Area Office and the Public Works and Spatial Planning Office of Sumbawa Regency; 2) The work environment has a positive but not significant effect on the Work Motivation of employees of the Public Housing and Settlement Area Office and the Public Works and Spatial Planning Office of Sumbawa Regency; 3) Career Development has a negative but not significant effect on the Employee Performance of the Public Housing and Settlement Area Office and the Public Works and Spatial Planning Office of Sumbawa Regency; 4) Career Development has a positive and significant effect on the Work Motivation of the Public Housing and Residential Area Office Employees and the Public Works and Spatial Planning Office of Sumbawa Regency; 5) Work Motivation has a positive and significant effect on Employee Performance at the Public Housing and Settlement Area Office and the Public Works and Spatial Planning Office of Sumbawa Regency.
PENGUATAN DESA WISATA DAN OPTIMALISASI UMKM MELALUI PENINGKATAN KUALITAS MANAJEMEN MASYARAKAT KEPULAUAN SERIBU Jaka Warsihna; Imam Farisi; Trini Prastati; Teguh Nursantoso
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5041

Abstract

Pulau Harapan is one of the villages in the Thousand Islands Regency. Pulau Harapan Baru sub-district is the northernmost sub-district and consists of the 33 islands, 4 islands are inhabited by residents, 11 islands are nature reserves, 10 are tourism islands, and 5 forestry islands. Harapan Island is widely known by both local and and 5 forestry islands. Harapan Island is widely known by both local and tourists foreign. This is evident from the large number of tourists, especially local tourists who travel every holiday to Pulau Seribu. According to data from the Tourism Awareness Group, approximately 2,000 local tourists and domestic come to Harapan Island every Saturday-Sunday. They arrived at Harapan Island Saturday morning from Jakarta (Marina Ancol or Kali Adem, Muara Angke), then by fishing boats spread to several islands for tours, especially for diving or snockling, then in the afternoon back to stay and Sunday afternoon back to Jakarta. So many tourists, currently on Harapan Island only stay and eat. With the presence of community service from the Open University for strengthening and optimizing MSMEs so that tourists stay longer, do shopping, and lots of activity. For this reason, UT conducts community service with the Harapan Islands Village Head Partner developing human resources (Teachers and Tourism Awareness Groups) training on the use of ICT, then to Darma Wanita and Majelis Taklim for making fish balls. Results from Pk Mini makes teachers teach more professionally and based on potential and wisdom local, tourism-aware groups that understand tourism management by utilizing technology especially in the promotion and manufacture of souvenirs, as well as culinary emergence made from fish which is favored by tourists. Thus, tourists a lot shop on Harapan Island and improve the welfare of the community in Harapan Island Village ABSTRAKPulau Harapan Baru merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Kelurahan Pulau Harapan Baru posisinya kelurahan paling utara dan terdiri dari 33 pulau. Dari 33 pulau tersebut 4 pulau dihuni penduduk, 11 pulau sebagai cagar alam 10 pulau pariwisata, dan 5 pulau kehutanan. Pulau harapan sudah banyak dikenal oleh wisatawan baik lokal maupun asing. Hal ini terbukti banyaknya wisatawan terutama lokal yang setiap hari libur berwisata ke Pulau Harapan. Menurut data dari Kelompok Sadar Wisata, kurang lebih 2000 wisatawan lokal dan domestik datang ke Pulau Harapan setiap Sabtu-Minggu. Wisatawan tersebut datang di Pulau Harapan Sabtu pagi dari Jakarta (Marina Ancol atau Kali Adem, Muara Angke), kemudian dengan perahu nelayan menyebar ke beberapa pulau untuk berwisata terutama untuk diving atau snockling, kemudian sorenya kembali untuk menginap dan Minggu siang kembali ke Jakarta. Begitu banyaknya wisatawan tersebut, saat ini di Pulau Harapan hanya menginap dan makan. Dengan kehadiran pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Terbuka untuk menguatkan dan optimalisasi UMKM agar wisatawan tinggal lebih lama, melakukan belanja, dan banyak aktivitas. Oleh karena itu Universitas Terbuka melakukan PKM dengan Mitra Lurah Kepulauan Harapan mengembangkan SDM (Guru dan Kelompok Sadar Wisata) pelatihan pemanfaatan TIK, kemudian kepada Darma Wanita dan kelompok majelis taklim pembuatan bakso ikan. Hasil dari PKM ini mampu menghasilkan guru yang professional dan berbasis potensi serta kearifan lokal. Selain itu, kelompok sadar wisata yang memahami pengelolaan wisata dengan memanfaatkan teknologi terutama dalam promosi dan pembuatan cideramata, serta munculnya kuliner berbahan dasar ikan yang digemari oleh wisatawan. Dengan demikian, wisatawan banyak berbelanja di Pulau Tidung dan Pulau Pramuka sehingga mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Pulau Harapan.Kata kunci: Penguatan Desa Wisata, Optimalisasi UMKM, Peningkatan Kualitas, manajemen masyarakat, dan Kepulauan Seribu
TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA JENJANG SD: SEBUAH TEMUAN MULTI-PERSPEKTIF Jaka Warsihna; Zulmi Ramdani; Andi Amri; Mauliya Depriya Kembara; Irfana Steviano; Zulfikri Anas; Yogi Anggraena
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n1.p296--311

Abstract

Curriculum changes often occur following the direction of technological developments and the basic needs desired from the curriculum. The existence of an independent curriculum is a new hope to provide more space for students to self-actualize. The purpose of this research is to explore the challenges and strategies that will be faced by various stakeholders in implementing an independent curriculum at the elementary school (SD) level. A qualitative research design with a case study model was carried out to answer these objectives. Researchers conducted a series of interviews and observations in 6 elementary schools in the city of Bandung, the city of Bogor and the city of Surakarta. This research involved the government, principals, teachers and students to get a better picture of the implementation of the independent curriculum. The results showed that the presence of an independent curriculum was welcomed by all levels of education in this study. This is illustrated by the enthusiasm of all respondents to jointly study and implement the values of the independent curriculum in the learning process. The biggest challenges in the process of implementing this independent curriculum include the readiness of teachers as carriers of change in the classroom, school support in providing supporting facilities both material and non-material, to the diversity of students in a class. Meanwhile, the best thing to do now is to continue to optimize the good side of this independent curriculum together, and try to fix any shortcomings that may be felt. In general, the existence of this independent curriculum is a new benchmark for the development of the learning process that occurs in schools, so that it can be a joint evaluation to continue to develop the potential of existing students. AbstrakPerubahan kurikulum seringakali terjadi mengikuti arah perkembangan teknologi serta kebutuhan dasar yang diinginkan dari kurikulum tersebut. Keberadaan kurikulum merdeka menjadi harapan baru untuk memberikan ruang yang lebih banyak bagi siswa untuk melakukan aktualisasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan eksplorasi terkait tantangan dan strategi yang akan dihadapi berbagai stakeholder dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di jenjang sekolah dasar (SD). Desain penelitian kualitatif dengan model studi kasus dilakukan untuk menjawab tujuan tersebut. Peneliti melakukan serangkaian wawancara dan observasi di 6 sekolah dasar yang ada di kota Bandung, kota Bogor dan kota Surakarta. Penelitian ini melibatkan pihak dinas, kepala sekolah, guru dan siswa untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang implementasi kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran kurikulum merdeka disambut baik oleh seluruh lapisan pendidikan dalam penelitian ini. Hal tersebut digambarkan dengan sikap antusiasme seluruh responden untuk sama-sama mempelajari dan mengimplementasikan values kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Tantangan terbesar dalam proses impelementasi kurikulum merdeka ini diantaranya berasal dari kesiapan guru sebagai pembawa perubahan di kelas, dukungan sekolah dalam memberikan fasilitas penunjang baik bersifat materil maupun non-materil, hingga keragaman siswa dalam suatu kelas. Sementara itu, cara terbaik yang dilakukan saat ini adalah terus bersama-sama mengoptimalkan sisi baik dari kurikulum merdeka ini, serta berusaha memperbaiki kekurangan yang mungkin dirasakan. Secara umum, keberadaan kurikulum merdeka ini menjadi tolak ukur baru tentang semakin berkembangnya proses pembelajaran yang terjadi di sekolah, sehingga bisa menjadi evaluasi bersama untuk terus mengembangkan potensi siswa yang ada.
Pengaruh Budaya Kerja, Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Guru terhadap Kinerja Guru SDN pada Gugus II Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau Emniswati Emniswati; Sudarno; Jaka Warsihna
Milenial: Journal for Teachers and Learning Vol. 4 No. 1 (2023): Milenial
Publisher : Lembaga Anotero Scientific Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55748/mjtl.v4i1.188

Abstract

This study aims to examine the effect of work culture, leadership style and teacher motivation on teacher performance at SDN in Cluster II, Pangkalan Kuras District, Pelalawan Regency, Riau. This study uses multiple linear regression analysis. The sample in this study were 42 teachers. The results of the study show that work culture, leadership style, and teacher motivation simultaneously influence teacher performance. The results of the study also show that partially each variable also influences teacher performance. Recommendations that can be given are the need to maintain and increase returns by maximizing the quantity of employee work such as giving promotions to employees who have good quality work.
Pengaruh Budaya Kerja, Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Guru terhadap Kinerja Guru SDN pada Gugus II Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau Emniswati Emniswati; Sudarno Sudarno; Jaka Warsihna
Instructional Development Journal Vol 6, No 1 (2023): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v6i1.25398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya kerja, gaya kepemimpinan dan motivasi guru terhadap kinerja guru di SDN Gugus II Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja, gaya kepemimpinan, dan motivasi guru berpengaruh secara simultan terhadap kinerja guru. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara parsial setiap variabel juga berpengaruh terhadap kinerja guru. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlunya mempertahankan dan meningkatkan return dengan cara memaksimalkan kuantitas kerja karyawan seperti memberikan promosi kepada karyawan yang memiliki kualitas kerja yang baik.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar: Studi Kasus di Kelompok Gugus 1 Pelalawan Sutrisno Sutrisno; Rian Vebrianto; Jaka Warsihna
Instructional Development Journal Vol 5, No 3 (2022): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v5i3.26216

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dan dampak dari ketiga faktor tersebut terhadap kinerja guru di wilayah yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah dasar Kelompok Gugus 1 Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru PNS SD Kelompok 1 Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan yang berjumlah 105 orang guru. Berdasarkan penelitian ini karena jumlah populasinya adalah 150 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan: Ha1 uji T dan uj-F ditolak yang menyatakan tidak terdapat pengaruh dan hubungan yang signifikan antara kepemimpinan terhadap kinerja guru SD di Pangkalan Kerinci. Uji Ha2 T diterima yang menyatakan terdapat pengaruh signifikan dan Uji Ha2 F menyatakan tidak terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan terhadap kinerja guru SD Kelompok Gugus 1 Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Uji Ha3-T dan Uji Ha3-F diterima yang menyatakan terdapat pengaruh dan hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja terhadap kinerja guru SD Kelompok Gugus 1 Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Uji T Ha4 diterima yang menyatakan bahwa kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SD di Pangkalan Kerinci. Uji F Ha4 ditolak yang menyatakan tidak ada hubungan kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi bekerja sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SD Kelompok Gugus 1 Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR DENGAN CONCEPT ATTAINMENT MODEL Ni Putu Puspita Mayasari; I Wayan Suwira; Jaka Warsihna
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 1 No 2 (2022): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu - Desember 2022
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v1i2.14

Abstract

This classroom action research aims to make students more able to understand the sub-theme The Importance of Maintaining Healthy Food Intake in Thematic Learning. The research was conducted in Semester 1 of the 2022/2023 Academic Year. Eight grade 5 students at SD Negeri 3 Riang Gede were used as research subjects. The research was carried out for two cycles, with each cycle consisting of planning, implementing, observing and evaluating results, as well as reflecting on the findings. Using learning achievement tests, direct descriptive qualitative and quantitative analyzes were used to collect and analyze data. Success is shown by the average KKM learning outcomes of 60.00 and completeness of 85.00 percent. The analysis produces the following results: 1) With an average acquisition of 53.75 in the Pre-Cycle, 60.63 in Cycle one, and 68.13 in Cycle two, the Concept Achievement Model can improve student learning outcomes; (2) By using the Concept Acquisition Model, student learning completeness can increase by 37.50 percent in Pre-Cycle, 75.00 percent in Cycle one, and 100.00 percent in Cycle two. The conclusion is that students can understand the sub-themes given.
Hasil Belajar Siswa Melalui Media Flashcards Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SD Fastabiqul Khairat Desy Arini; Jaka Warsihna
IBERS : Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu Vol 2 No 1 (2023): IBERS: Jurnal Pendidikan Indonesia Bermutu - Juni 2023
Publisher : Yayasan Indonesia Bermutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61648/ibers.v2i1.18

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia berfokus pada menulis, membaca, dan memahami setiap kata. Siswa dapat menulis kata dari buku yang dibacanya jika mengetahui banyak kosakata dan dapat membuat kalimat sendiri. Namun, hal tersebut tidak sebanding dengan hasil belajar peserta didik masih di bawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SD Fastabiqul Khairat Samarinda. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan media flashcards. Pada tes awal, nilai rata-rata 61, delapan dari 25 siswa pada tahap pra-siklus (32%) mencapai nilai lebih tinggi dari KKM. Sebanyak 14 siswa (56 %) mencapai nilai di atas KKM. Setelah peneliti menerapkan peningkatan pembelajaran pada Siklus I hasil nilai dengan rata-rata 72. Kemudian hasil belajar meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata skor 79 yang dicapai oleh 21 siswa atau 84 persen yang mendapat nilai di atas KKM. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan flashcards dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas 1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SD Fastabiqul Khairat.