Claim Missing Document
Check
Articles

PERTOLONGAN PERTAMA POLISI LALU LINTAS PADA KORBAN KECELAKAAN YANG MENGALAMI CEDERA KEPALA DI WILAYAH POLRES BLITAR Dewi Rachmawati
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 1 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu dampak kecelakaan lalu lintas yang terbanyak dan penyebab utama kematian maupun kecacatan bagi pengendara sepeda motor. Oleh karena itu perlu penanganan dan pertolongan pertama secara tepat guna meminimalisir angka kematian dan cedera. Tujuan dari studi kasus ini adalah menggambarkan pertolongan pertama polisi lalu lintas pada korban kecelakaan yang mengalami cedera kepala di wilayah Polres Blitar. Rancangan studi kasus ini menggunakan metode pendekatan deskriptif. Partisipan studi kasus ini sebanyak 5 polisi lalu lintas. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Waktu pengumpulan data dilaksanakan 27 Maret – 19 April 2019 dengan lokasi di Polres Blitar. Hasil penelitian berdasarkan wawancara tindakan pertolongan pertama polisi lalu lintas meliputi datang ke TKP, memastikan aman lingkungan, aman diri, memastikan kesadaran, melepaskan helm, membuka jalan nafas, menghentikan perdarahan, membersihkan perdarahan di telinga, dan memindahkan korban. Sedangkan hasil observasi tindakan yang sudah dilakukan dengan benar meliputi aman diri, aman lingkungan, cek respon, melepaskan helm, membuka jalan napas, dan memindahkan korban. Tindakan yang masih kurang meliputi aman korban, memanggil ambulan, mengontrol pendarahan, dan mengontrol pendarahan apabila terdapat darah yang keluar dari telinga. Diharapkan dengan penelitian ini perlu diberikan pendidikan dan pelatihan terhadap polisi lalu lintas tentang pertolongan pertama korban cedera kepala.
The Effect of Giving Black Garlic on the Lowering of Blood Pressure of Uncontrolled Hypertensive Patient Mujito Mujito; Dewi Rachmawati; Zinedine Zidney Arrad-Mizan
Jurnal Smart Keperawatan Vol 9, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v9i2.656

Abstract

Hypertension as a silent killer is the most common cause of premature death. Most hypertensive patients are not aware that they have hypertension or are not aware of the treatment. Control efforts are needed, one of which is non-pharmacological therapy using black garlic. The aim is to determine the effect of giving black garlic on reducing blood pressure in uncontrolled hypertension patients. The research design was a pre-experimental one-group pretest and posttest design, a sample of 20 patients with undiagnosed or uncontrolled hypertension was taken by purposive sampling technique. Data collection was carried out by measuring blood pressure before and after the intervention by giving 2 pieces of black garlic, 2 times per day for 1 week, statistical tests using Paired sample t-test. The results showed that the average systolic and diastolic blood pressure before the intervention was 152.25 mmHg and 95.25 mmHg. After the intervention, the average systolic and diastolic blood pressure was 135.15 mmHg and 81.50 mmHg, and the p-value was 0.001, which means that there was an effect of giving black garlic on reducing blood pressure in uncontrolled hypertension patients. Giving black garlic inhibits the activity of angiotensin-converting enzymes, especially angiotensin II, thereby increasing the relaxation of blood vessels which can further reduce blood pressure.Keywords: black garlic; blood pressure; uncontrolled hypertensionPengaruh Pemberian Bawang Putih Hitam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Yang Tidak Terkendali Pasien HipertensiABSTRAKHipertensi sebagai silent killer merupakan penyebab paling umum kematian dini. Sebagian besar pasien hipertensi tidak sadar mengidap hipertensi atau tidak mengetahui pengobatannya. Diperlukan upaya pengendalian yang salah satunya adalah terapi non farmakologi menggunakan black garlic. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian black garlic terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi yang tidak terkontrol. Desain penelitian adalah pre-experimental one group pretest and posttest design, sampel 20 penderita hipertensi tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi dengan pemberian 2 buah bawang hitam, 2 kali per hari selama 1 minggu, uji statistik menggunakan Paired sample t-test. Hasil menunjukan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum intervensi adalah 152,25 mmHg dan 95,25 mmHg. Setelah dilakukan intervensi rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik adalah 135,15 mmHg dan 81,50 mmHg, p-value 0,001 yang berarti ada pengaruh pemberian black garlic terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi yang tidak terkontrol. Pemberian black garlic menghambat aktivitas angiotensin-converting enzymes, khususnya angiotensin II sehingga meningkatkan relaksasi pembuluh darah yang selanjutnya dapat menurunkan tekanan darah.Kata kunci: bawang putih hitam; tekanan darah; hipertensi yang tidak terkontrol 
Knowledge Adolescent Girls About Vaginal Discharge Luna Widiarti; Dewi Rachmawati; Imam Sunarno
Jurnal Smart Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v10i1.714

Abstract

Vaginal discharge is a reproductive health problem that occurs in most adolescence girls at school. Adolescence girls don't know that if they experience vaginal discharge, the symptoms heal on their own and are not a serious condition. The aim is to find out the knowledge of adolescence girls about vaginal discharge at SMPN 1 Wates. The design uses descriptive with a sample of 30 respondents, the inclusion criteria are adolescence gils aged 12-14 years who have their first menstruation and have vaginal discharge problems. The sampling technique was purposive sampling with questionnaire data collection instruments. Data was taken at SMPN 1 Wates in January-February 2021. The results showed that the knowledge of adolescent girls about vaginal discharge was in the good category as much as 77.5%, in the sufficient category as much as 16.5% and in the poor category as much as 6.2%. It is hoped that health workers will routinely provide health education and youth will actively increase their knowledge through various available media. Keywords: vaginal discharge; knowledge; adolescent girlsPengetahuan Remaja Putri Tentang KeputihanABSTRAK Keputihan menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang terjadi pada sebagian besar siswi remaja disekolah. Siswi remaja tidak tahu kalau mengalami keputihan, gejalanya sembuh sendiri dan bukan kondisi serius. Tujuan mengetahui pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMPN 1 Wates. Desain menggunakan deskriptif dengan sampel 30 responden, kriteria inklusi remaja putri usia 12-14 tahun yang pertama kali mestruasi dan mempunyai masalah keputihan. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan instrumen pengumpulan data lembar kuesioner. Data diambil di SMPN 1 Wates bulan Januari-Februari 2021. Hasil menunjukkan pengetahuan remaja putri tentang keputihan kategori baik sebanyak 77,5%, kategori cukup sebanyak 16,5% dan kategori kurang 6,2%. Diharapkan tenaga kesehatan secara rutin memberikan pendidikan kesehatan dan remaja aktif meningkatkan wawasan melalui berbagai media yang tersedia. Kata kunci: keputihan; pengetahuan; remaja putri
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA SMAN 1 SUTOJAYAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN BANJIR Dewi Rachmawati
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3407

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang setiap tahunnya terjadi di wilayah Sutojayan Kabupaten Blitar, bencana tersebut menimbulkan korban dan kerugian besar, tingginya korban disebabkan sistem pertolongan dan pengetahuan penanganan korban yang tidak tepat dan prinsip pertolongan awal yang tidak sesuai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa SMAN 1 Sutojayan tentang pertolongan pertama pada korban banjir. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi siswa SMAN 1 Sutojayan yang bertempat tinggal di wilayah Sutojayan. Sampel sebanyak 42 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Sutojayan pada bulan Juli 2022. Variabel adalah pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada korban banjir, instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berjumlah 10 soal dengan model 4 pernyataan benar. Hasil uji validitas kuesioner menunjukkan nilai r hitung r tabel (0,304) sehingga soal dinyatakan valid. Analisis statistik yang digunakan adalah deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada korban banjir berada pada kategori cukup yaitu sebesar 50% (21 siswa). Hal ini dikarenakan responden pernah mendapatkan informasi penyuluhan tentang pertolongan pertama pada korban banjir, tetapi tidak mampu mengaplikasikan dengan sempurna, sehingga pengetahuan yang dimiliki belum maksimal. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan siswa mampu meningkatkan pengetahuan sehingga dapat mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki sebagai dasar dalam memberi pertolongan pertama pada korban banjir.  
FAKTOR RISIKO PENDERITA CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG RAWAT DARURAT MEDIK DAN BEDAH RSUD dr. SOEDONO MADIUN Rachmawati, Dewi; Mujito, Mujito
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4303

Abstract

Gagal ginjal kronis adalah penyakit kronis yang perlu pengobatan rawat jalan dalam jangka waktu lama karena berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala. Penelitian di RSUD dr. Soedono Madiun bertujuan untuk mengetahui faktor risiko chronic kidney disease pada 30 responden dengan metode deskriptif kuantitatif dan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang dapat diubah adalah hipertensi 83%, diabetes mellitus 33%, obesitas 13%, dan merokok 10%. Faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah jenis kelamin 50%, usia 30%, penyakit tertentu 20%, dan riwayat keluarga 3%. Berdasarkan usia, hipertensi sebanyak 21% pada usia 15-54 tahun, sedangkan diabetes melitus, hipertensi, dan usia sejumlah 6% pada usia 54 tahun ke atas. Tekanan darah tinggi dan kadar glukosa tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal, menurunkan kemampuan ginjal menyaring darah dan membuang produk sisa di urine. Fungsi ginjal menurun sampai 50% pada usia 60 tahun, yang mengakibatkan berkurangnya jumlah nefron dan tidak ada kemampuan untuk meregenerasi. Oleh karena itu, masyarakat perlu menerapkan gaya hidup sehat dan perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan untuk mencegah dan mengontrol penyakit ginjal kronis serta mengelola penyakit yang meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN PERAWAT DALAM MENGHADAPI BENCANA DI RUMAH SAKIT Rachmawati, Dewi; Mulyadi, Arif
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4304

Abstract

Tingginya resiko bencana yang dapat terjadi di ICU baik karena kelalaian diri sendiri maupun dari luar (kondisi alam) oleh karenanya, penting bagi perawat ICU  untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat kesiapsiagaan perawat ICU dalam menghadapi bencana di rumah sakit. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Sampel pada penelitian ini ada 22 responden dengan menggunakan teknik total sampling . Waktu pengumpulan data pada tanggal 4-8 Maret 2023 di ruang ICU RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Intrumen pada penelitian ini menggunakan  EPIQ (Emergency Preparadness Information Quisonare) yang terdiri atas 20 item soal mencakup 8 komponen kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana. Dengan hasil uji validitas r hitung r tabel . Hasil uji reliabilitas item soal adalah 0.811 (reliabel). Hasil penelitian menunjukan tingkat kesiapsiagaan perawat baik dengan prosentase 77,3% (17 perawat) dan tingkat kesiapsiagaan yang cukup 22,7% (5 perawat). Adanya tingkat kesiapsiagaan yang baik ini didukung oleh faktor usia, lama bekerja, pendidikan dan pelatihan kebencanaan yang telah diikuti. Pelatihan kebencanaan yang diikuti menjadikan perawat siap dalam menghadapi bencana karena dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sedangkan adanya tingkat kesiapsiagaan yang cukup karena perawat masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan serta masih adanya beberapa perawat yang belum mengikuti pelatihan kebencanaan.. Adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman maupun evaluasi bagi instansi terkait dalam meningkatkan kesiapsiagaan perawat ICU dalam menghadapi bencana di rumah sakit.
Optimalisasi Kesehatan Remaja Putri: Peningkatan Hemoglobin melalui Tablet Tambah Darah (Fe) Rachmawati, Dewi; Mentari, Ajeng Ayu; Ulum, Miftachul
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4978

Abstract

Perbaikan gizi berupa pemberian tablet tambah darah di sekolah pada remaja putri dianggap efisien dalam mencegah masalah gizi, terutama anemia pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dan kebiasaan remaja putri di SMA Negeri 1 Kesamben dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi remaja putri SMA Negeri 1 kesamben kelas XI sejumlah 242 responden dan diambil sampel sebanyak 25 responden dengan menggunkan teknik sampling simple random sampling. Dengan cara peneliti memasuki setiap kelasnya dan membuat potongan kertas sejumlah siswi dan menulis di potongan kertas sesuai dengan absen. Lalu dikocok dan diambil 3 responden setiap kelasnya. Instrumen penelitian berupa Hb meter digital easy touch dan kuesioner google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin remaja putri di SMA Negeri 1 Kesamben dalam kategori normal (96%), karena rutin mengkonsumsi tablet tambah darah dari sekolah setiap minggunya dan mengkonsumsi sayuran untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Pemberian tablet tambah darah sejak remaja ini diharapkan selain mencegah anemia juga untuk mengenalkan pada remaja agar terbiasa meminum tablet penambah darah.Kata kunci: kadar hemoglobin, tablet tambah darah (Fe), kebiasaan konsumsi tablet tambah darah
Meningkatkan Kesehatan Ibu Postpartum: Evaluasi Perawatan Payudara Rachmawati, Dewi; Maharani, Aulia Sigma; Suprajitno, Suprajitno
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4979

Abstract

Perawatan payudara merupakan prosedur untuk meningkatkan sirkulasi darah untuk melancarkan proses produksi ASI. Apabila perawatan payudara tidak dilakukan pada masa nifas dapat menimbulkan berbagai masalah bagi ibu, seperti saluran susu tersumbat, puting pecah – pecah serta puting tenggelam. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan populasi ibu yang baru melahirkan hari pertama dan kedua dengan jumlah sampel 53 responden. Hasil penelitian didapatkan dengan responden yang terdiri dari ibu primipara dan multipara dalam proporsi yang hampir seimbang. Hasil menunjukkan bahwa ibu primipara memiliki beragam tingkat kemampuan dalam perawatan payudara, dengan sebagian besar berada dalam kategori baik, cukup, dan kurang. Sementara itu, ibu multipara juga menunjukkan variasi kemampuan yang serupa, dengan sejumlah responden berada dalam kategori baik, cukup, dan kurang. Perbedaan kemampuan melakukan perawatan payudara pada ibu primipara dan multipara kemungkinan karena perbedaan tingkat pendidikan dan pengalaman. Diharapkan ibu yang baru saja melahirkan dapat memotivasi dirinya untuk melakukan perawatan payudara secara mandiri sehingga dapat membuat ASI keluar dengan lancar agar dapat melakukan pemberian ASI secara ekslusif sehingga dapat mencegah bayi dari stunting serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi sehingga tidak rentang terkena penyakit.
Unlocking User Satisfaction: An Investigation into the Effect of Perception of Ease of Use on the Peduli Lindungi Application in Jabodetabek as a Covid Digital Tracking Media Fitriyani, Lamria; Rachmawati, Dewi
Communicare : Journal of Communication Studies Vol. 10 No. 2 (2023): Communicare: Journal of Communication Studies
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/101010220232

Abstract

The emergency condition of the COVID-19 pandemic which is currently being faced by various countries, including Indonesia, has made the government continue to design and evaluate various efforts that are expected to reduce the rate of spread of COVID-19. in the community, distributing vaccines to every region in Indonesia, and also continuing to carry out digital tracking through the Peduli Lindungi application. The Peduli Lindungi application provides various useful features for its users. According to data from the Ministry of Communication and Informatics, this application has been used by 32.8 million users, with an average daily addition of 500,000 users (Covid 19, 2021). However, along with the large number of users of the application, it also raises obstacles, namely because the application users care to protect is not evenly distributed. This study aims to see if there is an effect of perceived convenience on user satisfaction of Peduli Lindungi application. This research methodology uses quantitative, with the population used in this study are users of the Peduli Lindungi application in Indonesia, amounting to 32.8 million as of August 31, 2021. Data collection techniques, through the distribution of online questionnaires. The results of the study show that the perception of convenience has a strong positive effect on user satisfaction of the Peduli Lindungi application.
Analisis Komunikasi Persuasif Food Vlogger dalam “Review Jujur” Restoran “Kultur Haus Makassar” Saiful, Aliya Marsha; Rachmawati, Dewi
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 4 No. 2 (2023): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103004220234

Abstract

Review dari food vlogger tidak dapat dipungkiri adalah hal yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih tempat untuk kuliner. Bagaimana caranya para food vlogger tersebut mempersuasi konsumen? Sampai akhirnya konsumen memutuskan untuk memilih atau tidak memilih tempat makam yang di review tersebut. Kultur Haus Makassar adalah salah satu restoran di Kota Makassar yang banyak di review oleh food vlogger. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana food vlogger makanan dan minuman independen di media sosial menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi publik terhadap suatu tempat makan, dalam hal ini Kultur Haus Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis konten TikTok dari dua food vlogger independen, @makassarkulinercom dan @tantejuminten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua food vlogger tersebut berhasil mempengaruhi persepsi publik terhadap Kultur Haus Makassar. Konten @makassarkulinercom mendorong audience untuk mengunjungi Kultur Haus Makassar, sedangkan konten @tantejuminten mendorong audience untuk mempertimbangkan opini yang diberikan sebelum memutuskan untuk mengunjungi Kultur Haus Makassar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa teori penilaian sosial Muzafer Sherrif dapat digunakan untuk menganalisis efektivitas komunikasi persuasif dalam ulasan makanan dan minuman di media sosial. Serta persona dan informasi yang diberikan oleh para food vlogger independen ini memiliki kekuatan dalam mempengaruhi opini, cara pandang, dan persepsi publik terhadap bisnis makanan dan minuman. Serta komunikasi persuasif efektif dalam mempengaruhi penilaian sosial atau publik terhadap objek topik, terutama dalam kategori ulasan makanan dan minuman independen dalam tren “review jujur” yang marak terjadi.