Articles
IMPLEMENTASI MANAJEMEN NYERI AKUT DENGAN TEKNIK NON FARMAKOLOGIS KOMPRES HANGAT PADA AN. F DAN AN. S DENGAN TYPHOID DI RUANG FLAMBOYAN RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN
Hartono, Mardi;
Nurjanah, Siti;
Suparjo, Suparjo;
Penyami, Yuniske;
Utomo, Deddy;
Hartati, Hartati;
Angkasa, Moh Projo;
Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12882
Latar Belakang :Gejala Salah satu masalah yang dialami pasien penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ pencernaan sehingga dapat ditarik permasalahan nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalahkeperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrolnyeri. Penatalaksanaan nyeriakut pada anak usia 5 –14tahun dengan typhoid adalah manajemen nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen nyeri dengan teknik Non Farmakologis Kompres Hangat pada anak dengan typhoid di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Metode: Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan menggunakan dua subjek penelitianHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pertemuan terakhir responden didapatkan hasil skala nyeri menurun.Saran: Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan typhoid.Simpulan: Masalah nyeri akut pada pasien typhoid teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen Nyeri dengan Kompres HangatKataKunci: Kompres Hangat, Nyeri Akut, Typhoid
Uji Efektifitas Suplementasi Minyak Zaitun Extra Virgin dengan Extrac Bawang Putih terhadap Tekanan Darah dan Imunitas Tubuh Pasien Hypertensi yang Beresiko sebagai Comorbid Infeksi Covid-19 di Kota Pekalongan
Hartono, Mardi;
Supriyo;
Hartati;
Penyami, Yuniske
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i2.14029
LatarBelakang : Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolic diatas 90 mmHg (Ruhyanudin, 2007). Penyakit hipertensi digolongkan sebagai the silent killer karena umumnya tidak memiliki gejalaawal tetapi dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan komplikasi yang berakibat fatal seperti timbulnya penyakit jantung, stroke, danginjal (Sheps, 2005).Hypertensia adalah penykit kronis utama yang banyakdiderita kelompok usial anjut. Tujuan : Penelitian adalah untuk mengetahui efek pemberian Minyak Zaitun Extrac Virgin dan Bawang Putih Terhadap Kadar Tekanan Darah dan Imunitas Pada Pasien Hypertensi di Kota Pekalongan Metode Penelitian : Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah eksperimen dengan rancangan pre test – post test design with control group yaitu dengan melakukan pengukuran Tekanam Darah dan Kadar Limfosit dan Neutrofil pada kelompok perlakuan Minyak Zaitun Extrac Virgin dan Extrac Bawang Putih dan Kelompok Kontrol. Analisis dilakukan dengan uji Repeated Measure Anova (Ranova) dengan α 0.05. Hasil : Kombinasi Minyak Zaitun dan Extrac Bawang Putih ada Pengaruh terhadap Sistolik 3.4 mmHg lebih rendah (p=0.203). dibandingkan Hanya Extrak Bawang Putih terhadap penurunan Sistolik 1,3 mmHg (p=0.562). Perlakuan Minyak Zaitun dan Extrac Bawang memiliki pengaruh terhadap Diastolik 3.4 mmHg lebih rendah (p=0.066). Dibandingkan Hanya Extract Bawang Putih dengan penurunan Diastole 1,2 mmHg (p=0,444). Kombinasi Minyak Zaitun dan Extract Bawang Putih memiliki kenaikan neotrofil 0.2 (p=0.951). Perlakuan Hanya Extract Bawang Putih meningkatkan neotrofil lebih tinggi 3.3 (p=0.335). Kombinasi Minyak Zaitun dan Extract Bawang Putih memiliki limfosit 1.0 lebih tinggi (p=0.036) Perlakuan hanya Extract Bawang Putih memberikan peningkatan limfosit yang sangat keciil yaitu hanya sebesar 0.2 dan peningkatan limfosit tersebut secara statistik tidak signifikan (0,692) Simpulan : Ada Pengaruh Pemberian Minyak Zaitun Extrac Virgin dengan Extrac Bawang Putih Terhadap Tekanan Darah dan Status Imunitas. Kata Kunci : Minyak Zaitun Extra Virgin, Extrac Bawang putih dan Imunitas
The Correlation of Education, Employment, Parental Income and Social Emotional Development with the Nutritional Status of Preschool Children Living in Flood Areas
Penyami, Yuniske;
Inayah, Maslahatul;
Hartono, Mardi;
Firdaus, Salsabela Nurul
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 1 (2024): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jkep.v9i1.1492
Nutrition is a biological factor that influences children's growth and development. In 2022, the World Health Organization stated that around 148.1 million children under five years old have a height that is not appropriate for their age or stunting, 45 million children are too thin compared to their height or wasting, and 37 million children are too heavy for their height or overweight..This study aims to determine the nutritional status of preschool children in flood areas and looking at the correlation of education, employment, parental income and children's social emotional development with the nutritional status of preschool children. The sample in this study was 114 preschool children aged 3 - 6 years who lived in flood areas. Sampling technique with cluster sampling. There are 9.6% of children who are very underweight, 29.8% are underweight, 15.8% are at risk of being overweight according to weight per age. According to height per age, there are 22% of children who are malnourished and 0.9% obese. According to BMI, there are 22.8% malnutrition and 18.4% malnutrition. There were 13.2% of children in the short category and 4.4% of very short children. There is a social emotional relationship between children and nutritional status according to BMIA. However, stunting and undernutrition or underweight are important findings in this study. These findings relevant for nursing to design and implement treatment or prevention interventions in overcoming nutritional problems in children. Future studies require surveys with larger samples and with more varied characteristics.
NURSING MANAGEMENT THE RISK OF NUTRITION IMBALANCE LESS THAN BODY IN An. S WITH TYPHOID FEVER IN SPACE SEKARJAGAD RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN
Hartono, Mardi;
Sedjati, Rr Sri;
Santoso, Petrus Nugroho Djoko;
Nofianti, Eka
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v1i1.6447
ABSTRACBackground : Typhoid fever is an acute infectious disease caused by salmonella typhi bacteria and attacks the digestive system. Cases of typhoid fever in Indonesia are estimated to reach 800 sufferers per 100.000 Indonesian population each year with the highest percentage occurring in children aged 5-14 years. Typhoid fever sufferers tend not to have an appetite so that they experience nutritional imbalances that are less than the body’s needs or risk an imbalance of nutrients less than the body’s need.Objective : This study aims to obtain an overview of nursing management risk of nutritional imbalance less than body’s needs in children with typhoid fever in the Sekarjagad room at Bendan Distric Hospital.Method : The research method used in the preparation of scientific papers is descriptive research design, namely the research method used to solve or answer problems that are being faced in the current situation. to describe nursing care from assessment to nursing evaluation with the subject typhoid fever pediatric patients who are at risk of experiencing nutritional imbalances less than the body’s needs.Resuls : The result of research on patient showed that the management of the risk of nutritional imbalance is less than body’s needs with motivation given about the importance of nutrition for healing can increase appetite, so the problem of the risk of nutritional imbalance is less than the body’s needs partially resolved.Keyword : The risk of nutritional imbalance is less than the body’s needs, typhoid fever
PENGELOLAAN KEPERAWATAN GANGGUAN VOLUME CAIRAN DAN ELEKTROLIT; KURANG DARI KEBUTUHAN PADA PASIEN ANAK DIARE DENGAN DEHIDRASI SEDANG DI RSUD BATANG
Hartono, Mardi;
Badrudin, Muhammad;
Djoko Santoso, Petrus Nugroho
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v2i1.6849
Background : Diarrhea is defecation with a liquid or half liquid stool with a frequency of more than 3 times per day and can be accompanied or without lenders and blood. In diarrhea children the need for rehydration must be fulfilled immediately to minimize the risk of complications.Purpose : This study aims to be able to report on the management of nursing care, able to describe and analyze the results of studies, nursing problems, planning, nursing care actions, and evaluation of actions taken to overcome fluid volume shortages with dehydration while in two diarrhea pediatric patients.Method : This Scientific Writing uses descriptive research methods that have the purpose of describing and enforcing facts in managing nursing fluid volume disorders: less than the need for diarrhea children with moderate dehydration.Result : In patients lacking fluid volume there are several measures to overcome the lack of fluid volume, one of which is by rehydrating and monitoring fluid balance in patients. After nursing action, the results obtained were the presence of an improved hydration status response from the presence of fluid balance in both patients.Conclusion : In conclusion, the application of rehydration measures and monitoring of fluid balance in patients with moderate dehydration diarrhea with impaired fluid and electrolyte volumes must be carried out comprehensively so that the planned goals and outcome criteria can be achieved. Keywords: diarrhea, lack of fluid volume, rehydration
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA DALAM PENANGANAN KEJADIAN KEJANG DEMAM PADA ANAK
Saleh, Rosmiati;
Pratikwo, Suryo;
., Arwani;
Hartono, Mardi;
Anonim, Tri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v3i1.8514
Latar Belakang : Tingkat pengetahuan keluarga dapat menjadi kunci dalam penanganan kejang demam pada anak. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan melakukan edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual. Media audiovisual dapat memberikan stimulus pada dua indera manusia, yaitu penglihatan dan pendengaran. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara terstruktur dan konsisten dapat memberikan informasi yang efektif bagi seseorang.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan berbasis audiovisual untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan kejangdemam pada anak.Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan berbasis audiovisual untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan kejangdemam pada anak. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok kontrol diberikan intervensi berupa edukasi kesehatan secara tradisional sedangkan kelompok intervensi diberikan intervensi berupa edukasi menggunakan media audiovisual. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan menggunakan seluruh responden yang memenuhi kriteria. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Masing-masing kelompok berisi 20 responden yaitu keluarga yang memiliki anak 3 bulan hingga 5 tahunHasil : Hasil membuktikan kedua responden mengalami peningkatan kemampuan berkenalan. Kata Kunci : Audiovisual; Pengetahuan; Kejang Demam.
STUDI KASUS: ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTERMI PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM
Putri, Desi Febrina Ayu;
Penyami, Yuniske;
Hartono, Mardi;
Anonim, Tri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v3i2.9263
Latar Belakang : Kejang demam merupakan gangguan yang timbul akibat peningkatan suhu tubuh yang abnormal (suhu >38°C). Kejang demam sering dikaitkan dengan epilepsi dan risiko keterbelakangan mental pada anak. Sampai saat ini, penyebab anak mengalami kejang demam belum bisa diketahui dengan pasti. Sebagian besar kasus kejang demam berkaitan dengan demam tinggi yang terjadi karena infeksi telinga, cacar air, tonsilitis, atau infeksi virus flu.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Hipertermi Pasien Anak dengan Kejang Demam.Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada tanggal 25 – 31 Januari 2022 dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien anak. Penelitian ini menggunakan 2 subjek yang telah sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil Penelitian : Setelah dilakukan asuhan keperawatan kompres hangat pada kedua responden selama 3 x 24 jam pada kedua responden didapatkan hasil, kedua responden An. D dan An. N masalah teratasi dan intervensi dihentikan.Kesimpulan : Berdasarkan data yang didapatkan masalah keperawatan yang muncul adalah hipertermi.Kata Kunci : Hipertermi, Kompres Hangat, Kejang Demam
PENGELOLAAN KEPERAWATAN ANSIETAS PADA PASIEN ANAK DENGAN DIARE DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN
Ruslina, Dina;
Anonim, Tri;
Hartono, Mardi
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9805
Latar belakang : diare merupakan kondisi buang air besar lebih dari tiga kali dalam seharidengan konsistensi tinja lebih cair dibandingkan dengan biasanya. Anak yang terkena diareakan mengalami hospitalisasi yang dapat menyebabkan perasaan Ansietas. Ansietas adalahkekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dantidak berdaya dengan keadaan emosi yang tidak memiliki objek. Salah satu penanganan untukmengatasi masalah ansietas pada anak yang menjalani hospitalisasi adalah dengan terapibermain.Tujuan : karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk membahas pengelolaan keperawatan Ansietaspada pasien anak dengan Diare di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode : karya tulis ilmiah ini berbentuk studi kasus yang menggunakan metode penelitiandeskriptif. Penelitian ini menggunakan dua subjek yang telah sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil : setelah dilakukan terapi bermain puzzle pada An.P dan An.H masalah Ansietasberkurang atau hilang. Pada An.P Ansietas sudah berkurang dari skor FAS 3 yang artinyapasien mengalami kecemasan menjadi 1 yang artinya pasien masih mengalami lebih sedikitkecemasan, sedangkan pada An. H masalah Ansietas sudah teratasi dari skor FAS 2 yangartinya pasien mengalami sedikit kecemasan menjadi 0 yang berarti pasien sudah tidakmengalami kecemasan. Hal ini membuktikan bahwa terapi bermain puzzle sangat bermaknadalam mengurangi kecemasan pada anak karena membutuhkan kesabaran dan ketekunan anakdalam merangkainya.Simpulan : berdasarkan hasil dan pembahasan pada pengelolaan keperawatan Ansietasditemukan perbedaan antara pasien 1 dan pasien 2 yaitu skor FAS yang berbeda sertaditemukan kesenjangan antara data pasien yang ditemukan dilapangan dengan konsep teori.Kata kunci : Diare, Ansietas, Terapi bermain puzzle
STUDY KASUS : ASUHAN KEPERAWATAN ANSIETAS PADA ANAK DENGAN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF)
Toyyibah, Amilah;
Hartono, Mardi;
Santoso, Petrus Nugroho Djoko;
Sudirman, Sudirman
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v4i2.10671
Latar belakang : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) yaitu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang mengakibatkan demam tinggi secara mendadak disertai perdarahan dan menyebabkan risiko syok serta kematian. Penyakit DHF sering menyerang anak berusia <15 tahun. Pada umumnya pasien anak belum kooperatif sehingga efisien yang dilakukan untuk memenuhi rehidrasi yaitu hospitalisasi. Hospitalisasi pada anak memunculkan reaksi psikologis berupa ansietas.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan serta membahas asuhan keperawatan Ansietas pada anak yang dirawat di Rumah sakit dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada tanggal 10 - 12 April 2023 dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien anak. Penelitian ini menggunakan 2 subjek yang telah sesuai dengan kriteria inklusi..Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan kompres hangat pada kedua responden selama 3 x 24 jam pada kedua responden didapatkan hasil, kedua responden Pada pasien An. A dan Pasien An. F mengalami penurunan skor kecemasan yang membuktikan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari kecemasan pasien anak teratasi.Simpulan : berdasarkan hasil dan pembahasan pada asuhan keperawatan ansietas selama 3 hari pada pasien An. A dan pasien An. F masalah teratasi.Kata kunci : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Ansietas, Terapi bermain Puzzle
STUDI KASUS: IMPLEMENTASI MANAJEMEN JALAN NAPAS PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA
Penyami, Yuniske;
Firdaus, Salsabela Nurul;
Wijayanti, Murni;
Rahmawati, Ike;
Hartono, Mardi;
Inayah, Maslahatul
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v5i1.11404
Latar Belakang: Sebanyak 14% kematian anak di bawah 5 tahun disebabkan oleh pneumonia dengan total kematian mencapai 740.180 jiwa. Berdasarkan data rekam medis RSUD Bendan Kota Pekalongan ditemukan tren kasus pneumonia pada anak meningkat 102 kasus pada 2021 menjadi 202 kasus pada tahun 2023. Sesak napas dan batuk karena terjadi penumpukan sekret di jalan napas sering menjadi keluhan utama pada anak dengan pneumonia. Implementasi keperawatan utama yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas maupun pola napas pada anak akibat pneumonia yaitu manajemen jalan napas. Metode: Rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis studi kasus. Tujuan untuk menggambarkan implementasi beberapa tindakan manajemen jalan napas pada anak dengan pneumonia. Responden terdiri dari 6 pasien anak di bawah 5 tahun dan mengalami masalah bersihan jalan napas maupun pola napas tidak efektif. Manajemen jalan napas dilakukan selama 3 hari. Hasil : Jenis tindakan manajemen jalan napas yang sama dilakukan pada 6 pasien sesuai dengan tanda dan gejala yang muncul yaitu monitor pola napas, bunyi napas, dan terapi nebulizer. Fisioterapi dada dilakukan pada 2 pasien; terapi oksigen hanya diberikan pada 2 pasien; pemberian minuman hangat dan hidrasi yang optimal hanya dilakukan pada 1 pasien. Terdapat perbaikan jalan napas pada keenam pasien dengan rincian 2 pasien masalah teratasi sebagian dan 4 pasien masalah teratasi. Adapun indikator utama penilaian berdasarkan perbaikan frekuensi napas (RR), penurunan atau hilangnya bunyi napas tambahan, perbaikan saturasi oksigen, penurunan atau hilangnya sesak napas, hilangnya batuk. Kesimpulan: Manajemen jalan napas dapat menurunkan keluhan bersihan jalan napas dan pola napas tidak efektif pada anak dengan pneumonia. Kata Kunci: manajemen jalan napas; pneumonia; anak