Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STUDI KASUS : IMPLEMENTASI MANAJEMEN HIPERTERMIA PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM KOMPLEK Hartono, Mardi; Harnany, Afiyah Sri; Angkasa, Moh. Projo; Agustin, Fina Agianti
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i2.12245

Abstract

Latar Belakang : Febrile convulsion ataupun kejang demam adalah penyakit yang disebabkan oleh proses ekstrakranium yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh > 38°C. Kejang demam disebabkan oleh hipertermi yang muncul secara cepat yang berkaitan dengan infeksi virus dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tindakan keperawatan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam kompleks.Tujuan : untuk menggambarkan implementasi beberapa tindakan manajemen penatalaksanaan hipertermi pada anak dengan kejang demam komplek. Responden terdiri dari 2 pasien anak di bawah 5 tahun dan mengalami masalah hipertermi. Manajemen penatalaksanaan hipertermi dilakukan selama 3 hari. yang dilakukan pada tanggal 17-20 Januari 2024 dengan pendekatan studi kasus.Metode : Rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis studi kasus.Hasil: Jenis tindakan manajemen pengelolaan hipertermi pada kedua pasien anak dengan kejang demam sudah sesuai dengan kriteria hasil yang sudah direncanakan. Tindakan yang diberikan pada kedua pasien tersebut yaitu tindakan manajement hipertermi. Termasuk tindakan kompres hangat yang berpengaruh terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami hipertermi.Simpulan : Berdasarkan data yang didapatkan manajemen hipertermi dapat mengatasi masalah hipertermi setelah pemberian tindakan manajement hipertermi, pasien tampak mengalami perubahan suhu tubuh, sehingga masalah hipertermi pada kedua pasien dapat teratasi dan intervensi dihentikan. Kata Kunci : Manajemen Hipertermi, Kejang Demam 
IMPLEMENTASI MANAJEMEN NYERI AKUT DENGAN TEKNIK NON FARMAKOLOGIS KOMPRES HANGAT PADA AN. F DAN AN. S DENGAN TYPHOID DI RUANG FLAMBOYAN RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Hartono, Mardi; Nurjanah, Siti; Suparjo, Suparjo; Penyami, Yuniske; Utomo, Deddy; Hartati, Hartati; Angkasa, Moh Projo; Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12882

Abstract

Latar Belakang :Gejala Salah satu masalah yang dialami pasien penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ pencernaan sehingga dapat ditarik permasalahan nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalahkeperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrolnyeri. Penatalaksanaan nyeriakut pada anak usia 5 –14tahun dengan typhoid adalah manajemen nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen nyeri dengan teknik Non Farmakologis Kompres Hangat pada anak dengan typhoid di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Metode: Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan menggunakan dua subjek penelitianHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pertemuan terakhir responden didapatkan hasil skala nyeri menurun.Saran: Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan typhoid.Simpulan: Masalah nyeri akut pada pasien typhoid teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen Nyeri dengan Kompres HangatKataKunci: Kompres Hangat,  Nyeri Akut, Typhoid
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IBU BALITA DALAM PEMBUATAN PUDING LABU KUNING PLUS EXTRAC TEMULAWAK, PENILAIAN NAFSU MAKAN DAN BERAT BADAN ANAK BALITA DI KELURAHAN BENDAN KREGON KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Supriyo Supriyo; Moh. Projo Angkasa; Zaenal Amirudin; Petrus Nugroho Djoko Santoso
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10793

Abstract

Latar Belakang : Nafsu makan yang kurang baik dapat menjadikan masalah yang penting pada anak terkait dengan proses pertumbuhan dan prkembangan anak. berbagai penelitian ilmiah sudah banyak yang membuktikan bahwa pengobatan tradisional banyak digunakan salah satunya adalah tanaman rimpang temulawak (Curcuma Xanthorrhiza). Kandungan minyak astiri pada temulawak memiliki efek koleretik yang dapat memperlancar sekresi empedu untuk mengemulsikan lemak sehingga serta dapat mempercepat penyerapan lemak di usus dan secara tidak langsung dapat mempercepat pengosongan lambung serta pencernaan.Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, khususnya kesehatan Ibu dan Anak dalam membantu mengatasi permasalahan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita.Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada lansia yang nantinya hasilnya dapat diimplementasi kepada Ibu Balita untuk dapat menjaga dan meperbaiki nafsu makan anak yang bermanfaat terhadap Tumbuh Kembang Anak balita.Hasil Pengabdian : Tercapainya kemampuan Ibu Balita dalam menilai Nafsu Makan pada anak, dan dapat membuat makanan tambahan pada anak yang dapat meningkatkan nafsu makan pada anak balita dengan membuat puding labu kuning plus extrac temulawak.Simpulan : Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kregon dapat terlaksana, dan setelah Peserta di Evaluasi, Ibu Balita dapat memahami cara membuat Puding Plus extrac temulawak dan dapat mempraktekan cara menilai nafsu makan pada anakKata Kunci : Puding Labu Kuning, Extrac Temulawak, dan Nafsu Makan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL DAN JANIN DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany; Moh.Projo Angkasa; Mardi Hartono; Norma Nofianto
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11529

Abstract

Latar Belakang : Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepadamasyarakat setempat agar mengetahui deteksi dini pada kegawatdaruratan ibuhamil dan janin. Pada era milenial didukung dengan menggunakan aplikasi yangbisa menunjang deteksi dini yaitu aplikasi mother. Masyarakat setempat diedukasiuntuk menurunkan tingkat mortalitas dan bisa meningkatkan berbagai cara untukmembuat berbagai menu untuk mengurangi tingginya KEK dan anemia pada ibuhamil. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan pengabdian kepadamasyarakat dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin padawilayah binaan Kelurahan Kuripan KertoharjoTujuan: metode pemberdayaan meliputi pelatihan dan pendampingan yangbertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dinikegawatdaruratan ibu hamil dan janin melalui pembuatan menu yang bergizi.Metode: Dilakukan pre test sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingankemudian post test di akhir. Penambahan deteksi dini menggunakan aplikasimother serta meningkatkan edukasi variasi menu pada ibu hamil sebagai menuyang menarik dan bergizi.Hasil Kegiatan: Hasil akhir kegiatan pengabdian ini dapat dilihat padapengetahuan sasaran kegiatan dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibuhamil dan janin. Meningkatkan variasi menu sebagai makanan yang menarik sertabergizi.Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan meningkatkan pengetahuan tentangvariasi menu sebagai makanan yang menarik serta bergizi untuk deteksi dinikegawatadaruratan ibu hamil dan janin.Kata Kunci : Deteksi dini, Kegawatdaruratan Ibu hamil, Kegawatdaruratan Janin
Pelatihan Dan Pendampingan Kader Kesehatan Tentang Pengelolaan Hypertensi Pada Lansia Dengan Senam, Diet, Pemanfaatan Minyak Zaitun, and Extrac Bawang Putih Di Kelurahan Bendan Kergon Kota Pekalongan Mardi Hartono; Supriyo Supriyo; Moh Projo Angkasa; Indar Widowati; Petrus Nugroho Djoko Santoso
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12400

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolic diatas 90 mmHg (Ruhyanudin, 2007). Penyakit hipertensi digolongkan sebagai the silent killer karena umumnya tidak memiliki gejalaawal tetapi dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan komplikasi yang berakibat fatal seperti timbulnya penyakit jantung, stroke, danginjal (Sheps, 2005). Hypertensia adalah penykit kronis utama yang banyakdiderita kelompok usial anjut. Tujuan: Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, khususnya kader kesehatan dalam meningkatkan kemampuannya dalam pengelolaaan hypertensi pada lansia. Metode Pengabdian: Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada kader kesehatan yang nantinya hasilnya dapat diimplementasi kepada lansia yang menderita hypertensi. untuk dapat menjaga dan meperbaiki tekanan darahnya yang bermanfaat terhadap kesehatan lansia. Hasil Pengabdian: Tercapainya kemampuan Kader Kesehatan dalam mendapatkan pengetahuan dan Memahami pentingnya penerapan diet dan senam lansia serta memahami manfaat penggunaan minyak zaitun dan bawang putih untuk pengelolaan hipertensi.Simpulan: Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kregon dapat terlaksana, dan setelah Peserta di Evaluasi, Kader Kesehatan dapat memahami manfaat diet, senam lansia dan penggunaan minyak zaitun dan bawang putih untuk kesehatan pada lansia dengan hipertensi. Kata Kunci: Hypertensi, Senam, Diet, Minyak Zaitun dan Extrac Bawang Putih 
PENDAMPINGAN IBU KLIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Hartati Hartati; Supriyo Supriyo; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.12996

Abstract

Latar Belakang : Anak merupakan individu yang unik dan bukan miniature orang dewasa.Individu yang mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan menuju proses kematangan (Supartini,2004). Sebagian besar stres yang terjadi pada anak usia pertengahan sampai anak periode pra sekolah adalah kecemasan karena perpisahan. Karena hubungan anak dengan ibu adalah sangat dekat. Akibatnya perpisahan dengan ibu akan menimbulkan rasa kehilangan pada anak akan orang terdekat bagi dirinya dan akan lingkungan yang dikenal olehnya. Sehingga pada dirinya akan menimbulkan perasaan tidak aman dan rasa cemas (Nursalam, 2005).Kecemasan anak meningkat karena anak berada di lingkungan yang baru, dikelilingi oleh orang-orang asing yang tidak dikenalnya dan peralatan yang menakutkan (Gunawan, 2003). Orang tua anak mempunyai peran penting dalam menurunkan kecemasan anak yang mengalami kecemasan Sehingga anak akan berperilaku lebih kooperatif. Media paling efektif yang dapat dilakukan adalah melalui terapi bermain (Supartini, 2004, hlm.186). Tujuan pengabdian Masyarakat yang dilakukan  di RSUD Bendan Kota Pekalongan  meningkatkan pengetahuan dan  pendampingan pada Ibu yang mempunyai Balita dalam menilai derajat kecemasan pada anak dan belum mengetahui cara mengatasi kecemasan dengan terapi bermain.Metode : Pendidikan kesehatan tentang cara menilai kecemasan  pada anak dan pendampingan     mengatasi cemas dengan terapi bermain. Hasil Kegiatan : adanya peningkatan pengetahuan sasaran   dalam menilai tingkat kecemasan anak dan peningkatan kemampuan mengatasi kecemasan pada anak dengan terapi bermain. Adanya penurunan kecemasan pada anak setelah diberikan pendampingan terapi bermain.Simpulan : Pendampingan Terapi bermain dapat meningkatkan pengetahuan menilai Tingkat kecemasan  dan  menurunkan kecemasan  pada anak yang di rawat di RS Bendan Kota Pekalongan.Keyword : Kecemasan, Terapi bermain, Pendampingan.
AKTIVITAS KREATIF BERBASIS KOMUNITAS: PROGRAM MENGGAMBAR DAN MENULIS SINGKAT UNTUK OPTIMALISASI FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Amirudin Zaenal; Widowati Indar; Anjar Kharisma
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14220

Abstract

Abstrak Penurunan fungsi kognitif merupakan konsekuensi alamiah dari proses penuaan, namun dapat dipercepat oleh berbagai faktor, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan kemandirian lansia. Intervensi non-farmakologis yang mudah diakses dan diterapkan menjadi esensial untuk memelihara cadangan kognitif. Penelitian dan praktik menunjukkan bahwa aktivitas kreatif, seperti menggambar dan menulis singkat, mampu memberikan stimulasi neuroplastisitas yang positif pada otak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi program aktivitas kreatif berbasis komunitas guna meningkatkan fungsi kognitif lansia di Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan. Intervensi dilakukan selama empat minggu dengan frekuensi dua sesi per minggu. Penilaian fungsi kognitif menggunakan instrumen Mini-Cog (untuk memori dan visuospasial) dan MoCA-Ina (versi Indonesia dari Montreal Cognitive Assessment) pada fase pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor Mini-Cog yang signifikan, dari 2,1 menjadi 3,5, dan rerata skor MoCA-Ina dari 18,4 menjadi 23,1. Temuan ini mengindikasikan bahwa program aktivitas kreatif ganda ini merupakan strategi yang efektif, terjangkau, dan mudah diimplementasikan dalam konteks komunitas lansia. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai kegiatan rutin di Posyandu Lansia. Kata Kunci: lansia, fungsi kognitif, aktivitas kreatif, menggambar, menulis singkat, pengabdian masyarakat.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN STIMULASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA BGM USIA 1-2 TAHUN Maslahatul Inayah; Mardi Hartono
E-Jurnal Kajen Vol 2 No 01 (2018): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 02 No 01 (2018)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv02i01.6

Abstract

Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Gizi merupakan determinan penting tumbuh kembang anak, tetapi gizi saja tidak cukup, rangsangan juga diperlukan untuk pematangan fungsi tubuh. Gizi buruk dapat terjadi pada semua kelompok umur, tetapi yang perlulebih diperhatikan adalah pada kelompok bayi dan balita. Jumlah kasus gizi buruk di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2016 sebanyak 224 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan, dan terbanyak ada di wilayah kecamatan Tirto, Wiradesa, Wonokerto, Karangdadap dan Kedungwuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian makanan tambahan dan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita BGM usia 1-2 tahun. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kedungwuni 2 wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitiancohort. Populasi pada penelitian ini adalah balita BGM yang berusia 1-2 tahun di wilayah Puskesmas Kedungwuni 2 KabupatenPekalongan. Sampel yang diambil dalam penelitian sejumlah 14 balita. Analisis bivariat dilakukan dengan paired t test dan uji wilxocon. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada beda yang signifikan antara sebelum dan sesudah program pemberian makanan tambahan dengan pertumbuhan balita BGM usia 1-2 tahun (p=0,0001). Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian stimulasi dengan perkembangan balita BGM usia 1-2 tahun (p=0,157).