Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

GAMBARAN STRES SECARA UMUM PADA SISWA/I SMA DI JAKARTA Kaisar Gusti, Raynold; Saputera, Monica Djaja; Chris, Arlends
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i1.24810

Abstract

Gangguan emosional yang masih banyak terjadi di dunia adalah stres. Stres dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, terutama pada remaja. Sumber stres pada remaja dapat terjadi di sekolah maupun di rumah, seperti tekanan belajar untuk mendapatkan nilai tinggi dan tugas yang banyak. Persentase stres, depresi dan gangguan kecemasan pada remaja di Indonesia mencapai angka 9,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran stres pada siswa/i SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional di SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading di Jakarta, pada bulan Desember 2022 – Juni 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales 42 (DASS 42). Dari 140 responden yang diperoleh terdapat 57,1% siswa/i yang mengalami stres. Responden yang banyak mengalami stres yaitu responden perempuan (70,8%), berusia 17 tahun (71,8%), dan kelas X (37,5%). Siswa/i dengan jurusan IPS yang mengalami stres sebesar 58%. Responden yang memiliki konflik mengalami stres sebesar 23,7%, sedangkan responden yang memiliki riwayat perundungan mengalami stres sebesar 64,5%. Berdasarkan tempat tinggal, 97,5% siswa/i yang tinggal bersama orang tua mengalami stres dibandingkan yang tinggal sendiri atau bersama kakek-nenek atau saudara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada siswa/i SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading yang lebih banyak mengalami stres adalah siswa/i perempuan, dengan usia 17 tahun yang tinggal bersama orang tua.
Pengaruh Musik Klasik Terhadap Penurunan Kondisi Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Untar Djaja Saputera, Monica; Chris, Arlends
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i2.27083

Abstract

Proses pembelajaran pada program studi Fakultas Kedokteran (FK) dianggap sebagai salah satu program studi yang paling rentan menyebabkan mahasiswa mengalami kondisi stres. Beberapa proses akademik terkait adalah ujian, materi pembelajaran, prestasi akademik, dan kemampuan klinis. Data di Thailand, menyebutkan bahwa prevalensi stres pada mahasiswa FK adalah 61,4%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian musik klasik terhadap penurunan kondisi stres pada mahasiswa FK Untar. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan membagi responden ke dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi (n=41) dan kontrol (n=31). Setelah mendapat stresor berupa ujian, kelompok intervensi akan mendapatkan stimulus musik klasik yaitu Canon in D dan The Four Seasons: Spring selama sepuluh menit, sedangkan kelompok kontrol akan diminta untuk duduk tenang selama sepuluh menit. Pengukuran kondisi stres dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa masing-masing kelompok secara signifikan mengalami penurunan skor stress (p = 0,00 pada kelompok intervensi, dan p = 0.03 pada kelompok kontrol). Meskipun kedua kelompok menunjukkan adanya penurunan median skor stres, namun uji Mann-Whitney menunjukkan hasil adanya perbedaan selisih median skor stres yang lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,02). Berdasarkan tingkat stresnya, didapatkan 18 (43,9%) responden pada kelompok intervensi dan 10 (32,2%) responden pada kelompok kontrol yang awalnya mengalami stres mengalami perbaikan kondisi menjadi tidak stres atau normal. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkanbahwa pemberian musik klasik selama sepuluh menit terbukti menurunkan kondisi stres pada responden.
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI GEREJA KATOLIK SANTO KRISTOFORUS JAKARTA BARAT Chris, Arlends; Saputera, Monica Djaja
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30453

Abstract

Sudden Cardiac Death (SCD) is one of the leading causes of death. Sudden cardiac arrest is different from a heart attack or known as a heart attack/myocardial infarction. Sudden cardiac arrest can be caused by several events, the most common of which are hypoxia, hypovolemia, myocardial infarction, hyperkalemia, heat stroke, electric shock, drowning, trauma, and drug overdose. Data released by the Basic Health Research in 2013 showed an increasing trend in the incidence of heart disease from 0.5% in 2013 to 1.5% in 2018. This increase in the incidence of heart disease is also one of the factors that causes someone to suddenly experience a heart attack or OHCA. For this reason, it is important for the community to master basic knowledge and skills regarding SCD. These skills are a series of actions given in emergency situations. Initial assessment, activation of the emergency response system, and SCD actions carried out by the first person providing assistance are the main factors that determine a person's survival. The purpose of this PKM is to provide knowledge and skills regarding Basic Life Support for the congregation at the St. Christopher Catholic Church. The method used is training for the congregation. The activity was carried out on Sunday, June 9, 2024. The results of the activity showed a significant increase in knowledge from the participants ABSTRAK Kematian jantung mendadak atau dikenal dengan istilah sudden cardiac death (SCD) merupakan salah satu penyebab terbesar kematian. Henti jantung mendadak berbeda dan bukan suatu serangan jantung atau dikenal dengan istilah heart attack/infark miokard. Henti jantung mendadak dapat disebabkan oleh beberapa kejadian, yang paling sering seperti hipoksia, hipovolemia, infark miokard, hiperkalemia, serangan panas (heat stroke), sengatan listrik, tenggelam, trauma dan overdosis obat. Data yang dikeluarkan oleh Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 dan menunjukkan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Peningkatan penyakit jantung ini juga menjadi salah satu faktor seseorang secara mendadak mendapatkan serangan jantung atau OHCA. Untuk itu, pentingnya masyarakat menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai BHD sangat diperlukan. Keterampilan ini merupakan rangkaian tindakan yang diberikan pada situasi darurat. Penilaian awal, pengaktifan sistem respon emergensi, dan tindakan BHD yang dikerjakan oleh orang pertama yang memberikan bantuan, merupakan faktor utama penentu kelangsungan hidup seseorang. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai Bantuan Hidup Dasar bagi Jemaat di Gereja Katolik Santo Kristoforus. Metode yang dipakai berupa pelatihan kepada para jemaat. Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 9 Juni 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara bermakna dengan perbedaan rata-rata nilai pretest dan posttest sebesar 21.62 poin, setelah dilakukan pelatihan BHD. Berdasarkan hasil kuesioner evaluasi kegiatan juga didapatkan angka secara keseluruhan lebih dari 85% kegiatan berjalan dengan baik
GAMBARAN KUALITAS TIDUR DAN EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS PADA SISWA SMAN 40 JAKARTA Pertiwa, Amanda Shabihizma; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32976

Abstract

Kualitas tidur didefinisikan sebagai suatu fenomena kompleks yang mencakup aspek tidur kuantitatif (yaitu durasi tidur, latensi tidur, dan jumlah terbangun) dan subjektif (yaitu kedalaman, ketenangan), yang bervariasi antar individu. Remaja mempunyai tingkat kantuk yang tinggi karena berbagai alasan, salah satunya adalah perubahan irama sirkadian yang terkait dengan pubertas serta penggunaan media elektronik sebelum tidur. Faktor ini dapat mengganggu pola tidur remaja dan memicu terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS), yakni kondisi kantuk berlebih di siang hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan kejadian EDS pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang. Sampel penelitian ini merupakan siswa kelas 10-12 SMAN 40 Jakarta Utara yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan merupakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Epsworth Sleepiness Scale for Children and Adolescents (ESS-CHAD). Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS Statistik. Jumlah total responden adalah 201 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 105 siswa (52,2%) memiliki kualitas tidur yang buruk, sementara 96 siswa lainnya (47,8%) memiliki kualitas tidur yang baik. Selain itu didapatkan 50 siswa (24,9%) mengalami EDS, dan 151 siswa (75,1%) lainnya tidak mengalami EDS. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan kejadian excessive daytime sleepiness dengan nila p=0,004 (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan peran penting kualitas tidur dalam mengurangi risiko EDS.
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMAN 40 JAKARTA UTARA Tanzil, Keyko Jannika; Saputera, Monica Djaja; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32994

Abstract

Penggunaan internet sudah menjadi sangat umum di era ini sehingga terus terjadi peningkatan penggunaan internet seiring berjalannya waktu. Remaja sendiri rentan untuk menggunakan internet yang berlebihan, dimana penggunaan internet berlebihan dapat memunculkan masalah baru yaitu adiksi internet. Adiksi internet dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya mempengaruhi kualitas tidur individu. Sebaliknya, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan beberapa masalah seperti gangguan dalam aktivitas di sekolah atau pekerjaan, kelelahan berlebihan, serta terganggunya fungsi sosial. Penelitian ini dilakukan untuk melihat proporsi dari adiksi internet dan kualitas tidur serta melihat hubungan dari adiksi internet dan kualitas tidur, dengan menggunakan kuesioner Internet Addiction Test (IAT) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang dibagi menggunakan g-from. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain studi cross- sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 203 responden yang terdiri dari siswa kelas 10-12 SMAN 40 Jakarta Utara yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data akan diolah menggunakan SPSS dan dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 92 responden tidak mengalami adiksi internet (45,3%), 79 responden adiksi internet ringan (38,9%), dan 32 responden adiksi internet sedang (15,8%). Hasil lain juga didapatkan 107 responden memiliki kualitas tidur buruk (52,7%), dan 96 responden memiliki kualitas tidur baik (47,3%). Dari hasil uji statistik Chi-Square, terdapat hubungan signifikan antara adiksi internet dengan kualitas tidur, dimana p value = 0,006 (p < 0,05).
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMAN 1 KOBA Novella; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32997

Abstract

Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, dengan 67,9% populasi dunia dan 215,6 juta penduduk Indonesia menggunakannya, terutama di kalangan remaja dengan tingkat penetrasi mencapai 98,20%. Bangka Belitung tercatat memiliki penetrasi internet tertinggi ketiga di Indonesia, namun penelitian mengenai dampak internet, khususnya terkait adiksi dan gangguan tidur pada remaja, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara adiksi internet dan kualitas tidur pada siswa SMAN 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah, melalui studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 737 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-square, dengan instrumen Internet Addiction Test (IAT) untuk mengukur adiksi internet dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Hasil analisis Chi-square menunjukkan nilai <0,001 (p<0,05), mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara adiksi internet dan kualitas tidur. Risk ratio (RR) sebesar 1,765 (95% CI: 1,505–2,069) mengungkapkan bahwa siswa dengan adiksi internet memiliki risiko 1,77 kali lebih besar mengalami kualitas tidur yang buruk dibandingkan siswa tanpa adiksi internet. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara adiksi internet dan kualitas tidur pada siswa SMAN 1 Koba.
ADJUSTMENT PROBLEM MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN BERHUBUNGAN DENGAN PENCAPAIAN AKADEMIK DI TAHUN PERTAMA Valdo, Louis; Chris, Arlends
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.24431.2024

Abstract

Perpindahan dari sekolah ke universitas menuntut dilakukannya penyesuaian pada mahasiswa. Ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri menyebabkan adjustment problem yang berlanjut menjadi adjustment disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi adjustment problem dan hubungan adjustment problem dengan pencapaian akademik pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi cross-sectional dilakukan pada bulan Desember 2021 dengan 190 mahasiswa berusia antara 18-25 tahun yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara sebagai subjek penelitian ini. Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) digunakan untuk mengukur adjustment problem pada mahasiswa baru. Analisis deskriptif chi-square digunakan untuk mencari hubungan antara adjustment problem dan pencapaian akademik. Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi adjustment problem sebesar 22,6 %. Dari responden, 135 (71,1%) adalah perempuan dan mean (SD) usia adalah 18,46 (0,963) tahun. Hasil analisis bivariat adalah p-value 0,00 (p<0,05). Studi ini menegaskan terdapat hubungan antara adjustment problem dan pencapaian akademik pada mahasiswa baru di fakultas kedokteran
Gambaran College Adjustment Pada Mahasiswa Baru Di Fakultas Kedokteran Dan Hubungan Academic Adjustment Dengan Pencapaian Akademik Valdo, Louis; Chris, Arlends
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2424

Abstract

Menyesuaikan diri di tingkat pada seorang mahasiswa baru merupakan hal yang menantang. Perpindahan lingkungan akademis terjadi dalam 4 bidang yaitu akademik, emosi personal, sosial, dan institusional. Perubahan-perubahan tersebut akan berdampak pada penyesuaian diri mahasiswa. Bila memiliki penyesuaian diri yang baik mahasiswa akan memberikan respon sosial dan prestasi akademik yang baik dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi college adjustment dalam SACQ berdasarkan mean serta meninjaunya berdasarkan perbedaan data demografis dan mengetahui hubungan dimensi academic adjustment dengan pencapaian akademik . Penelitian mengambil 190 responden yang merupakan mahasiswa baru fakultas kedokteran universitas tarumanagara yang berusia 18 hingga 25 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Analisa deskriptif mendapatkan mean (SD) college adjustment pada mahasiswa sebesar 3.39 (0.50). Hasil analisis bivariat menunjukan nilai p 0.00 ( p<0.05). College adjustment responden berada pada tingkatan yang baik (diatas rata-rata) dengan perbedaan goal-comittment institutional attachment merupakan dimensi dengan mean paling baik. Mean tertinggi didapatkan pada responden dengan agama Hindu, berjenis kelamin laki-laki, berusia 21 tahun, memiliki status ekonomi tinggi, dan berasal dari DKI Jakarta. Penelitian ini mendapatkan hubungan antara academic adjustment dan pencapaiana akademik pada mahasiswa baru di faklutas kedokteran.
DEPRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA DI JAKARTA Hidayatunnisa, Hidayatunnisa; Chris, Arlends; Saputera, Monica Djaja
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43395

Abstract

Depresi ditandai dengan perasaan sedih, hilangnya minat dan kesenangan, perasaan bersalah atau merasa rendah diri, gangguan tidur atau makan, dan berkurangnya konsentrasi. Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya depresi, karena mahasiswa kedokteran memiliki masa studi yang lama dan berat, ketidakpuasan terhadap pencapaian akademik, jauh dari keluarga, serta mahasiswa berada pada kelompok usia dengan kejadian depresi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran depresi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2023. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan menggunakan kuesioner DASS-42 (Depression, Anxiety, Stress Scales 42). Dari 238 responden, mayoritas mahasiswa berjenis kelamin perempuan (72,7%), dengan usia rata-rata adalah 19 tahun. Berdasarkan tingkat depresi, mahasiswa yang tidak mengalami depresi sebesar 71,8%, depresi ringan 11,3%, depresi sedang 13,9%, depresi parah 1,7%, dan depresi sangat parah 1,3%. Mahasiswa laki-laki memiliki persentase depresi lebih tinggi. Gambaran tingkat depresi berdasarkan jenis kelamin, persentase depresi ringan dan parah lebih banyak terjadi pada mahasiswa perempuan (11,6% dan 1,7%), sedangkan depresi sedang dan sangat parah lebih banyak terjadi pada mahasiswa laki-laki (23,1% dan 1,5%). Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023, didapatkan (28,2%) mahasiswa mengalami depresi dan depresi sedang yang paling banyak terjadi. Diperlukan perhatian dan penanganan pada mahasiswa yang mengalami depresi, baik depresi ringan, sedang, parah, dan sangat parah, untuk mencegah dampak buruk dari depresi.
Edukasi hiperurisemia bagi jemaat GKI Terate di Jakarta Barat Chris, Arlends; Saputera, Monica Djaja; Lina, Lina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30436

Abstract

AbstrakData pada tahun 2023 menunjukkan 11% penduduk Amerika mengalami hiperurisemia dan angka ini meningkat setiap tahunnya. Kejadian hiperurisemia di Asia Tenggara dan Pasifik lebih tinggi dari Amerika karena adanya faktor genetik yang tidak dapat dimodifikasi. Keadaan ini dapat berkembang menjadi artritis gout dan berkaitan dengan resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Survei tahun 2023, jemaat GKI Terate, sebanyak 52,9% memiliki riwayat hipertensi. Berdasarkan data tersebut, 55,6% obesitas dan 66,7% masuk kategori obesitas sentral yang berkontribusi pada gangguan metabolik. Hal ini dapat menyebabkan resiko terjadinya hiperurisemia. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan deteksi dini hiperurisemia pada jemaat di GKI Terate, Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi serta pemeriksaan kadar asam urat. Mitra pada kegiatan ini adalah jemaat GKI Terate, Jakarta Barat sebanyak 19 orang. Evaluasi kegiatan diukur melalui kuesioner umpan balik kegiatan PKM. Hasil pengetahuan menunjukkan nilai rerata test awal sebesar 83,16 dan nilai test akhir sebesar 86,32. Terdapat peningkatan pengetahuan hiperurisemia sebesar 3,8%. Hasil deteksi dini kadar asam urat terhadap 10 orang responden didapatkan sebanyak 6 orang (60%) mengalami hiperurisemia. Data hasil umpan balik evaluasi kegiatan PKM didapatkan lebih dari 80% responden menyatakan kegiatan PKM berjalan dengan baik. Secara keseluruhan, pengetahuan jemaat GKI Terate mengenai topik hiperurisemia tergolong dalam kategori baik. Upaya pemantauan dan evaluasi tindak lanjut dalam bentuk edukasi secara rutin perlu dilakukan. Hal ini dapat berguna untuk meningkatkan tindakan upaya promotif dan preventif untuk mengendalikan kejadian hiperurisemia agar tidak berlanjut menjadi artritis gout dan resiko penyakit penyerta lainnya. Kata kunci: hiperurisemia; edukasi; pengabdian kepada masyarakat. AbstractData from 2023 indicated that 11% of the American population has hyperuricemia, which is increasing yearly. The incidence of hyperuricemia is higher in Southeast Asia and the Pacific compared to America, mainly due to genetic factors that are unmodified. This condition can lead to gouty arthritis and is associated with an increased risk of cardiovascular disease. In a 2023 survey conducted among the congregation at GKI Terate, it was found that 52.9% had a history of hypertension. Additionally, 55.6% of the respondents were classified as obese, and 66.7% were identified as having central obesity, both of which contribute to metabolic disorders. These conditions can elevate the risk of producing hyperuricemia. This PKM aims to enhance awareness and promote early hyperuricemia detection within the GKI Terate congregation in West Jakarta. The method used is to provide education and check uric acid levels. The partners in this activity are the GKI Terate congregation, West Jakarta, which has 19 people. Evaluation of the activity was measured through a PKM activity feedback questionnaire. The knowledge results showed an average pre-test of 83.16 and a post-test of 86.32. There was an increase in knowledge of hyperuricemia by 3.8%. The results of early detection of uric acid levels in 10 respondents showed that six people (60%) had hyperuricemia. Data from the PKM activity evaluation feedback showed that more than 80% of respondents stated that the PKM activity ran well. Overall, the knowledge of the GKI Terate congregation regarding hyperuricemia is categorized as good. Efforts to monitor and evaluate follow-up in routine education need to be carried out. This result can help increase promotive and preventive measures to control the incidence of hyperuricemia so that it does not progress to gouty arthritis and the risk of other comorbid diseases. Keywords: hyperuricemia; education; community service.