Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol 96% Batang Apel Beludru (Diospyros Blancoi A.Dc.) terhadap Jumlah Limfosit, Monosit, dan Neutrofil pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karagenan: Antiinflammatory Activity of 96% Ethanol Extract of Apel Beludru Stems (Diospyros Blancoi A.Dc.) to the Number of Lymphocytes, Monocytes, and Neutrophils in Carrageenan-induced Wistar Rats Rusdi, Numlil Khaira; Bariroh, Tahyatul; Isra, Rafiq Al; Rahmat, Amalia; Fujianti, Fujianti; Prastiwi, Rini; Sunaryo, Hadi; Hariyanti, Hariyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2437

Abstract

The potential of velvet apple plants (Diospyros blancoi A. DC) is large, further research is still needed to determine the anti-inflammatory effect on velvet apple stems (Diospyros blancoi A. DC). The purpose of this study was to determine the anti-inflammatory activity of 96% ethanol extract of velvet apple stems against the reduction of lymphocytes, monocytes, and neutrophils. A total of 25 male white rats of wistar strain were divided into 5 groups, namely the negative control group, the positive control group (Na diclofenac), the group given 96% ethanol extract of velvet apple stems with several doses, namely doses of 125 mg / kg BB, 250 mg / kg BB and 500 mg / kg BB. All test animals were made air bags on days 1 and 3, then on day 6 test preparations and carrageenan induction were carried out. On the 7th day blood was taken through the retroorbital sinuses, then the calculation of lymphocytes, monocytes, neutrophils using a microscope was carried out and the data were analyzed using One-way Anova and Kruskal Wallis test. The results showed a higher percentage of negative lymphocytes, monocytes, and neutrophils compared to the treatment group. In the treatment group, the dose of 500mg/kgBB had a significant decrease in the percentage of lymphocytes, monocytes, neutrophils compared to the negative group (p<0.05) and was not significantly different from the positive control group. Ethanol extract 96% velvet apple stem dose 500 mg/kg body weight has the greatest anti-inflammatory activity against decreasing the percentage of lymphocytes, monocytes, and neutrophils. Keywords:          anti-inflammatory, apel beludru, Diospyros blancoi A. DC, lymphosite, monosite, neutrophil   Abstrak Potensi tanaman apel beludru (Diospyros blancoi A. DC) yang besar, sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek antiinflamasi pada batang apel beludru (Diospyros blancoi A. DC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol 96% batang apel beludru terhadap penurunan limfosit, monosit, dan neutrofil. Sebanyak 25 ekor Tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (Na diklofenak), kelompok yang diberi ekstrak etanol 96% batang apel beludru dengan beberapa dosis yaitu dosis 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB. Semua hewan uji dibuat kantung udara pada hari ke-1 dan ke-3, lalu pada hari ke-6 dilakukan pemberian sediaan uji dan induksi karagenan. Pada hari ke-7 diambil darah melalui sinus retroorbitalis, kemudian dilakukan perhitungan sel limfosit, monosit, dan neutrofil menggunakan mikroskop. Data dianalisis menggunakan One-way Anova dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan jumlah limfosit, monosit, dan neutrophil kelompok kontrol negatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok perlakuan. Pada kelompok perlakuan, pemberian ekstrak dosis 500mg/kgBB mengalami penurunan persentase jumlah limfosit, monosit, neutrofil terbesar secara signifikan dibandingkan kelompok negatif (p<0,05) dan tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol positif. Ekstrak etanol 96% batang apel beludru dosis 500 mg/kg BB memiliki aktivitas antiinflamasi terbesar terhadap penurunan persentase jumah limfosit, monosit, dan neutrophil. Kata Kunci:         antiinflamasi, apel beludru (Diospyros blancoi A. DC), limfosit, monosit, neutrophil
ANALISIS PERBEDAAN PENGOBATAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA PASIEN BPJS DAN PASIEN UMUM Islam, Zainul; Rusdi, Numlil Khaira; Nurhasnah, Nurhasnah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 2 : September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v14i2.11240

Abstract

Peningkatan prevalensi diabetes akan meningkatkan biaya pengobatan. BPJS diberlakukan di Indonesia sejak tahun 2014 dan sistem klaimnya menggunakan tarif INA CBGs. Rumah sakit harus dapat melakukan penghematan sehingga tarif INA CBGs menutupi seluruh biaya pasien. Salah satu penghematan adalah dengan menggunakan obat yang ada dalam formularium nasional atau obat generik terpilih. Tapi masih banyak masyarakat yang menganggap obat generik adalah obat murah dan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengobatan Diabetes Melitus pada pasien BPJS dan pasien umum dilihat dari lama rawat, penurunan kadar gula darah dan biaya terapi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif di tiga rumah sakit. Data dianalisa terhadap 50 pasien umum dan 129 pasien BPJS dengan SPSS-22 menggunakan uji T dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan  tidak ada perbedaan antara pasien BPJS dan pasien umum dalam hal lama pasien dirawat (p=0,219), penurunan kadar gula darah sewaktu (p=0,509) dan ada perbedaan yang signifikan dari biaya rata-rata terapi obat pada pasien BPJS  dan pasien umum (p=0,030). Hasil penelitian tidak ada perbedaan penurunan kadar gula darah dan lama pasien di rawat di rumah sakit pada pasien BPJS dan pasien umum, sehingga dapat disimpulkan kualitas pelayanan pasien BPJS dan pasien umum adalah sama. Perbedaan terdapat pada biaya pengobatan, dimana biaya pengobatan pasien BPJS lebih murah dibandingkan dengan pasien umum sehingga pasien BPJS lebih diuntungkan dari pasien umum.
Optimalisasi Penggunaan Antibiotik: Program Edukasi dan Pemahaman Risiko Resistensi Antibiotik di SMK Swadaya Global Jakarta Rusdi, Numlil Khaira; Maifitrianti; Nurhasnah; Listiyanti, Melly; Negara, Tigo Ramansyah Prawira; Kasianto
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): March
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v3i1.190

Abstract

Antibiotic resistence is a serious global problem that can increase morbidity, mortality and medical costs. Vocational school students can act as agents of change to prevent antibiotic misuse in society. This service activity was carried out at SMK Swadaya Global School, Buaran, East Jakarta with a total of 30 participants. Education was carried out with lectures and followed by a Forum Group Discussion (FGD). Students were divided into 3 groups and each group was accompanied by a facilitator. Each group was given a case about the use of antibiotics in the community. The service activities were carried out well and students participated in the activities enthusiastically during the activities. The results of the Wilcoxon analysis showed that there was an increase in students' knowledge and attitudes towards antibiotic use after the activity (p value< 0.001).
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat RW 003 Kelurahan Malaka Sari tentang Pencegahan Penyakit Degeneratif melalui Edukasi Kesehatan Maifitrianti, Maifitrianti; Rusdi, Numlil Khaira; Wiyati, Tuti; Pahriani, Ani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3464

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan kelompok penyakit yang berhubungan dengan penuaan dan pola hidup yang kurang sehat, seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes mellitus, dan gout. Penyakit-penyakit ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam konteks tersebut, edukasi kesehatan kepada masyarakat menjadi sangat krusial. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang cara pencegahan, pengelolaan, dan pengobatan penyakit degeneratif. Dalam kegiatan ini, dilakukan pre-test terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan materi edukasi, pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian leaflet serta konsultasi dengan apoteker. Selanjutkan dilakukan post-test. Hasil pengabdian ini menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan masyarakat tentang penyakit degeneratif dan cara pencegahan serta pengobatannya.
Intervensi pelatihan pelaporan kegiatan pelayanan farmasi klinik pada aplikasi Simona terhadap pemahaman dan kepatuhan apoteker Candra, Ricky Crista; Rusdi, Numlil Khaira; Priyanto, Priyanto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1706

Abstract

Background: Introduction: Reporting clinical pharmacy activities through the SIMONA app is crucial for improving accessibility to quality pharmacy services and ensuring patient safety. Reported clinical pharmacy activities include prescription review and dispensing, drug information services (PIO), and counseling. Purpose: To determine the effectiveness of a training intervention for reporting clinical pharmacy service activities in the SIMONA app on pharmacists' understanding and compliance. Method: An experimental study was conducted by providing a training intervention to 30 pharmacists practicing in pharmacies in Bekasi City. The intervention included providing materials on recording, documenting, and reporting clinical pharmacy service activities in the SIMONA app, as well as training on how to document using Google Forms through lectures and interactive workshops. Results: Data analysis showed a significance value <0.001 (p <0.05), indicating an increase in understanding of documenting clinical pharmacy activities and increased compliance in reporting clinical pharmacy service activities in the SIMONA app after the training intervention. Conclusion: The training intervention can improve pharmacists' understanding and compliance in reporting clinical pharmacy activities in the SIMONA app.   Keywords: Activity Reporting Training; Clinical Pharmacy Services; Compliance; SIMONA App; Understanding.   Pendahuluan: Pelaporan kegiatan farmasi klinik melalui Aplikasi SIMONA sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas layanan farmasi yang berkualitas serta menjamin keselamatan pasien. Kegiatan farmasi klinik yang dilaporkan meliputi telaah dan penyerahan resep, pelayanan informasi obat (PIO), serta konseling. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas intervensi pelatihan pelaporan kegiatan pelayanan farmasi klinik pada aplikasi SIMONA terhadap pemahaman dan kepatuhan apoteker. Metode: Penelitian eksperimen dengan memberikan intervensi pelatihan kepada 30 Aping yang berpraktik di apotek-apotek Kota Bekasi. Intervensi mencakup pemberian materi mengenai pencatatan, dokumentasi, dan pelaporan kegiatan pelayanan farmasi klinik pada aplikasi SIMONA, serta pelatihan cara mendokumentasikan menggunakan Google Form melalui metode ceramah interaktif dan lokakarya. Hasil: Analisis data menunjukkan nilai signifikansi <0.001 (p < 0.05), yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman mengenai dokumentasi kegiatan farmasi klinik serta peningkatan kepatuhan dalam pelaporan kegiatan pelayanan farmasi klinik pada aplikasi SIMONA setelah intervensi pelatihan. Simpulan: Pemberian intervensi pelatihan dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan Aping terhadap pelaporan kegiatan farmasi klinik pada aplikasi SIMONA.   Kata Kunci: Aplikasi SIMONA; Kepatuhan; Pelatihan Pelaporan Kegiatan; Pelayanan Farmasi Klinis; Pemahaman.
Analisis efektivitas terapi dan biaya penggunaan kelasi besi pada pasien thalassemia anak Triwardiani, Rika; Rusdi, Numlil Khaira; Syaripuddin, Muhamad; Oktovina, Magdalena Niken
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1707

Abstract

Background: Thalassemia is a genetic disease that requires regular blood transfusions, which can lead to iron accumulation in the body. This accumulation can be managed with iron chelation therapy, such as deferiprone and deferasirox. Purpose: To analyze the effectiveness of iron chelation therapy and the cost of iron chelation in pediatric thalassemia patients. Method: This study was conducted retrospectively using medical records of pediatric thalassemia patients who underwent iron chelation therapy at Fatmawati Hospital between June and August 2024. Results: Deferasirox was more effective than deferiprone in reducing serum ferritin levels. In terms of cost, deferiprone was more economical than deferasirox, thus providing economic benefits to patients. Conclusion: Deferasirox can be the primary choice of iron chelation therapy in pediatric thalassemia patients, considering clinical effectiveness and cost-efficiency.   Keywords: Cost of Iron Chelation; Pediatric Thalassemia Patients; Therapy.   Pendahuluan: Thalassemia merupakan salah satu penyakit genetik yang memerlukan transfusi darah rutin, sehingga dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh. Penumpukan ini dapat diatasi dengan terapi kelasi besi, seperti deferiprone dan deferasirox. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas terapi dan biaya penggunaan kelasi besi pada pasien thalassemia anak. Metode: Studi dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien thalassemia anak yang menjalani terapi kelasi besi di Rumah Sakit Fatmawati pada periode Juni–Agustus 2024. Hasil: Deferasirox lebih efektif dibandingkan deferiprone dalam menurunkan kadar ferritin serum. Dari sisi biaya, deferiprone lebih ekonomis dibandingkan deferasirox, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi pasien. Simpulan: Deferasirox dapat menjadi pilihan utama terapi kelasi besi pada pasien thalassemia anak dengan mempertimbangkan efektivitas klinis dan efisiensi biaya.   Kata Kunci: Biaya Penggunaan Kelasi Besi; Pasien Thalassemia Anak; Terapi.
Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Menggunakan Kuesioner QLQ BR-23 di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Barat Rusdi, Numlil Khaira; Iskandar, Iskandar; Maifitrianti, Maifitrianti; Nurhasnah, Nurhasnah; Sulistyaningsih, Endang; Safitri, Lia Desviana
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.84445

Abstract

Masalah utama pasien kanker payudara dalam jangka panjang berkaitan dengan masalah psikososial dan gejala fisik khususnya efek samping dari terapi adjuvant sistemik/ kemoterapi pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas hidup pasien kanker payudara di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Barat dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Desain penelitian menggunakan studi kohort. Kualitas hidup pasien kanker payudara dinilai menggunakan kuesioner EORTC QLQ-BR23 dengan kategori baik, sedang, dan buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan, kualitas hidup berdasarkan skala fungsional; untuk domain citra tubuh terkategori baik, fungsi seksual terkategori buruk, kenikmatan seksual dan pandangan masa depan terkategori sedang. Kualitas hidup berdasarkan skala gejala; pada domain efek terapi, gejala pada payudara, gejala pada lengan, dan gejala pada rambut termasuk kategori baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah usia 50 tahun keatas, postmenopause, mastektomi, dan stadium lanjut (p