Claim Missing Document
Check
Articles

Metodologi Etnografi dalam Penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI) Studi Kasus Transformasi Nilai di Lingkungan Pesantren Modern Rafi Ahlina Majid; Fitriyah Maharani; Muhammad Ismail Habibullah; Farinsyah Malik; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan metodologi etnografi dalam konteks penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya dalam memahami proses transformasi nilai-nilai keagamaan di lingkungan pesantren modern. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini berusaha menggambarkan secara mendalam bagaimana nilai-nilai PAI tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari santri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan keagamaan di pesantren. Hasil awal menunjukkan bahwa transformasi nilai terjadi melalui interaksi sosial yang intens antara santri, guru, dan lingkungan pesantren, yang membentuk budaya religius khas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metodologi penelitian PAI, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis nilai di lembaga keagamaan. 
Pendekatan Metodologi Studi Islam terhadap Isu Lingkungan Global dalam Kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Najwa Salsabila Agustina; Rafiq Alim Ramadhan; Habibi Ramadhan; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The modern ecological crisis, characterized by climate change and natural resource exploitation, demands a holistic approach integrating science with spiritual values. This study aims to explain the environmental concept in Islam, examine Islamic study methodologies regarding ecological issues, and analyze the integration of Islamic values in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs). The research method employed is library research with a descriptive-analytical approach toward contemporary scientific literature. The results indicate that Islam offers a comprehensive ecological framework through the principles of tawhid, khalifah, and mīzān. This study finds that the integration of Islamic values into the SDGs is practically implemented through eco-pesantren models, eco-mosques, and green economic instruments such as Green Sukuk. In conclusion, the environmental crisis is a manifestation of moral degradation requiring spiritual restoration through appropriate Islamic methodological approaches. The impact of this research reaffirms that engaging religious values can strengthen collective ecological awareness and accelerate the achievement of the global sustainable development agenda. 
Perubahan Pola Pencarian Ilmu Islam pada Generasi Z: Studi Metodologi Terhadap Pergeseran dari Majelis Taklim ke Platform Digital Ananda Nur Husain Al-Hafifi; Aisyah Putri Santoso; Sayyid Arkan Nizami; Aaliyah Putri Dwi Sari; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola pencarian ilmu agama di era digital menjadi fenomena penting dalam studi Islam kontemporer, khususnya di kalangan Generasi Z. Generasi ini cenderung beralih dari pola tradisional, seperti menghadiri majelis taklim, menuju platform digital seperti YouTube, TikTok, dan podcast keislaman sebagai sumber utama pengetahuan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran metodologi pencarian ilmu Islam tersebut melalui pendekatan metodologi studi Islam dan sosiologi agama. Kajian dilakukan dengan menelusuri faktor-faktor penyebab perubahan, bentuk-bentuk baru transmisi ilmu, serta implikasinya terhadap otentisitas dan kualitas pemahaman keagamaan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis terhadap perilaku digital religius. Data diperoleh melalui studi literatur dan observasi pada berbagai konten keislaman digital. Hasil sementara menunjukkan bahwa transformasi ini didorong oleh perkembangan teknologi, perubahan gaya belajar, serta kebutuhan terhadap akses pengetahuan yang cepat dan praktis. Namun, pergeseran ini juga memunculkan tantangan baru seperti bias informasi, otoritas keilmuan yang kabur, serta kecenderungan konsumsi agama secara instan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika metodologi studi Islam di era digital dan relevansinya bagi pendidikan Islam di masa depan.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Moral Generasi Z Aliyah Nazwa; Muhamad Januar Fabiyano; Fatihah Azizah; Alifah Khairunnisa; Abdul Fadhil
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8676

Abstract

Generasi Z sebagai generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 menghadapi tantangan moral yang cukup kompleks akibat derasnya arus digitalisasi dan globalisasi di dunia ini. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan karakter generasi ini agar sesuai dengan nilai-nilai Islam dan norma sosial yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PAI dalam pembentukan moral Generasi Z melalui kajian literatur komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan dalam tiga dimensi utama: (1) pembentukan akidah sebagai pondasi moral; (2) internalisasi nilai akhlak melalui pembelajaran aktif dan keteladanan; dan (3) pembiasaan ibadah yang membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Efektivitas peran PAI sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, metode pembelajaran yang relevan dengan dunia digital, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya pembaruan pendekatan PAI yang adaptif terhadap karakteristik dan kebutuhan Generasi Z.
Menafsir Ulang Piagam Madinah: Solusi Historis untuk Mengelola Pluralisme dan Identitas di Era Globalisasi Alif Mochamad Ridwan; Fildzah Amelia; Dina Wulandari; Fahreza Achmad Rizky; Abdul Fadhil
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2866

Abstract

Era globalisasi dan kemajuan teknologi tidak hanya menciptakan ruang sosial yang semakin majemuk, tetapi juga memicu tantangan serius berupa krisis identitas, intoleransi, dan polarisasi sosial di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan menafsirkan ulang Piagam Madinah sebagai paradigma historis dan normatif dalam tata kelola pluralisme serta penyelesaian kontestasi identitas di era kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari naskah Piagam Madinah serta literatur terkait, yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piagam Madinah menawarkan model pengelolaan keberagaman melalui konsep ummah. Konsep ini terbukti berhasil  menyatukan kelompok masyarakat yang berbeda agama dan etnis ke dalam satu kesatuan komitmen sosial tanpa menghapus identitas asli mereka. Tata kelola ini dibangun di atas prinsip toleransi, kesetaraan, kebebasan beragama, keadilan hukum, dan tanggung jawab kolektif. Sebagai kesimpulan, nilai-nilai fundamental dalam Piagam Madinah sangat relevan untuk diadopsi pada masyarakat modern guna menangkal radikalisme dan politik identitas eksklusif. Hal ini dapat diwujudkan melalui penguatan moderasi beragama, pendidikan pluralisme, dan budaya musyawarah (syura) untuk mencapai integrasi sosial dan harmoni global.
Andalusia: Ketika Islam, Kristen, dan Yahudi Hidup Berdampingan dalam Keemasan Ilmu Adinda Wardah Fitriah; Sirojuddin As"ad; Muhammad Fatthar Adha Chiessa; Abdul Fadhil
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2897

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena keberdampingan antara komunitas Muslim, Kristen, dan Yahudi di Andalusia (al-Andalus) dari abad ke-8 hingga ke-15, yang dalam historiografi Barat dikonseptualisasikan sebagai "La Convivencia." Dengan menggunakan metode tinjauan literatur kualitatif yang dikombinasikan dengan analisis isi (content analysis), penelitian ini berargumen bahwa keemasan ilmu di Andalusia tidak dapat dipisahkan dari relasi sosial dan politik yang kompleks di antara ketiga komunitas keagamaan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun kolaborasi intelektual lintas agama menghasilkan pencapaian luar biasa dalam bidang filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, dan penerjemahan sebagaimana tercermin dari tokoh-tokoh seperti Ibnu Rusyd, Maimonides, Al-Zahrawi, dan Hasdai ibn Shaprut ketidaksetaraan struktural dalam sistem dzimmi, tuntutan Arabisasi, dan dinamika politik kekhalifahan yang bergejolak tetap menetapkan batas partisipasi inklusif. Institusi seperti perpustakaan besar Cordoba, jaringan bayt al-hikmah, dan Sekolah Penerjemah Toledo menjadi ruang mediasi penting tempat ilmu melintas batas agama dan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa La Convivencia sebaiknya dipahami bukan sebagai model toleransi sempurna yang diidealkan, melainkan sebagai kondisi dinamis yang memuat baik ruang-ruang inklusivitas maupun batas-batas eksklusivitas yang persisten, sehingga menawarkan refleksi historis yang kritis dan jujur bagi masyarakat Muslim kontemporer, khususnya Indonesia.
Masa Keemasan Islam: Kontribusi Peradaban Islam terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dunia Putri Zahra Ramadani; Khilda Millatul Haq; Yasmin Nur Iman; Diah Rahayu; Abdul Fadhil
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2898

Abstract

Masa Keemasan Islam, yang berlangsung dari abad ke-8 hingga ke-14 M, adalah periode yang sangat penting karena meletakkan dasar bagi perkembangan sains modern. Artikel ini akan membahas tentang kontribusi besar peradaban Islam dalam bidang matematika, kedokteran, optik, dan astronomi, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi Renaisans di Eropa. Dengan melakukan tinjauan terhadap berbagai sumber sejarah, baik primer maupun sekunder, artikel ini menemukan bahwa ilmuwan seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu al-Haytham tidak hanya melestarikan ilmu pengetahuan kuno, tetapi juga melakukan revolusi metodologi dengan menggunakan pendekatan eksperimental. Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa penyebaran pengetahuan dari dunia Islam melalui wilayah Andalusia dan Sisilia menjadi kunci utama bagi kemajuan intelektual di Barat. Dapat disimpulkan bahwa metode ilmiah modern yang kita kenal sekarang sebenarnya berakar pada tradisi empirisme yang telah berkembang selama Masa Keemasan Islam.
Fenomena Fatwa Instan pada Platform AI sebagai Tantangan Metodologi Ijtihad di Tengah Perkembangan Artifical Intelligence Najwa Isaura Sabila; Fathima Zahra; M. Sahril; Alfath Oktaraya Adoe; Abdul Fadhil
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3033

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menyebabkan perubahan besar dalam cara masyarakat mencari hukum Islam, terutama di kalangan generasi muda yang mencakup lebih dari 60 persen populasi Indonesia, Fenomena ini dikenal sebagai agama algoritmik. Perubahan ini menghasilkan fenomena fatwa instan yang didasarkan pada chatbot AI, yang sering muncul tanpa adanya proses verifikasi keilmuan yang memadai, sehingga keabsahan terhadap metodologinya patut dipersoalkan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana platform AI generatif dapat memenuhi kualifikasi metodologis seorang mujtahid dalam proses ijtihad hukum Islam, serta merumuskan posisi ideal AI dalam tatanan hukum Islam saat ini. Penelitian ini menerapkan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang berfokus pada normatif-filosofis, di mana data primer terdiri dari kitab-kitab usul fikih yang diakui serta data sekunder berupa artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Penelitian mengungkapkan bahwa AI generatif secara mendasar tidak memenuhi kriteria mujtahid karena tidak memiliki kesadaran spiritual (syu'ur), niat (niyyah), dan tanggung jawab moral (taklif), serta tidak dapat menjalankan proses tarjih atau memahami kemaslahatan dan konteks sosial ('urf) secara mendalam. Ketergantungan pada AI berpotensi menghasilkan halusinasi dan memproduksi output yang tidak terjamin kredibilitasnya, seperti hadis atau dalil palsu, bias dalam representasi mazhab, serta kurangnya akuntabilitas saat terjadinya kesalahan hukum. Temuan ini menunjukkan pentingnya AI ditempatkan secara seimbang sebagai alat untuk riset dan edukasi, bukan sebagai penentu mutlak, dengan kerja sama antara lembaga fatwa dan ahli teknologi informasi untuk mengembangkan regulasi serta penyaringan data keagamaan yang terpercaya dan sesuai dengan prinsip maqasid al-syariah.
Pembelajaran Al-Quran Berbasis Edutainment: Impementasi pengembangan media pembelajaran Kartu Tahfidz Abdul Halim; Dewi Anggraeni; Abdul Fadhil
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.017.1.04

Abstract

This study aims to develop learning media in the form of Tahfizh cards in the learning process of memorizing Al-Quran with an edutainment approach. Tahfizh card is a learning medium in the form of cards that discusses learning to memorize the Qur'an, especially the short letters listed in juz 30 in a fun way that is suitable for children. The method used in this research is a research and development method using the Hanafin and Peck models. The techniques used in data collection were observation, interviews, and questionnaires. The results of this study indicate that the Tahfizh Card game learning media obtained value through the validation of media experts and theorists with the "very good" category of 96%. The edutainment approach in the process of learning the Qur'an and memorizing the Qur'an is very helpful for students, where it is a fun element that makes them not overwhelmed in the memorization process.
Analisis Komparatif Sistem Pemerintahan Dinasti Abbasiyah dan Era Modern Muhammad Davi; Rizqia Salsabila Putri; Salsabila Rahmadani; Ahmad Rahman Kelrey; Abdul Fadhil
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara detail peran dari kebijakan pemerintah, sistem pendidikan, dan perkembangan hukum dalam memperkuat peradaban Islam selama masa Daulah Abbasiyah, serta bagaimana hal itu mempengaruhi perkembangan struktur sosial di masa kini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur sejarah politik Islam, buku pelajaran, serta jurnal akademik yang relevan. Data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif-komparatif dan analisis konten guna mengenali serta membandingkan ciri-ciri institusi politik Abbasiyah dengan konsep pembagian kekuasaan pada masa modern. Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan peradaban Abbasiyah dipengaruhi oleh kerja sama antara kepemimpinan yang menghargai ilmu, seperti dengan mendirikan Bait al-Hikmah, dan kebebasan hukum melalui mekanisme ijtihad untuk menyelesaikan masalah baru. Struktur kekuasaan Abbasiyah menunjukkan perbedaan tugas antara berbagai bagian, di mana wazir yang ditunjuk memiliki tugas untuk menjalankan kebijakan pemerintahan, sedangkan kekuasaan membuat undang-undang dan mengadili kasus hukum dipegang oleh para ulama dan hakim melalui proses ijtihad serta sistem pengadilan qada. Partisipasi masyarakat dilakukan melalui lembaga Ahl al-Hall wa al-'Aqd yang didasarkan pada otoritas pengetahuan. Penelitian ini menyatakan bahwa faktor utama untuk menjaga ketahanan sebuah peradaban adalah keberanian para pemimpin dalam menjadikan lembaga intelektual sebagai bagian penting dalam menyusun kebijakan publik, yang menjadi dasar bagi sistem pemerintahan yang lebih adil dan mampu beradaptasi di masa kini.
Co-Authors Aaliyah Putri Dwi Sari Abdul Halim Adinda Sabrina Salsabila Adinda Wardah Fitriah Aditya Andung Saputra Afifa Nurhaliza Ahmad Bludan Vija Ahmad Hakam Ahmad Rahman Kelrey Ahmad ` Hakam Aidil Fazlur Rahman Nasution Ainun Syahrani Aisyah Putri Santoso Alfath Oktaraya Adoe Alif Mochamad Ridwan Alifah Khairunnisa Aliyah Nazwa Amaliyah Amaliyah Ammar Ammar Ammar Ananda Nur Husain Al-Hafifi Andika Febriansyah Andy Hadiyanto Arum Puspita Aulawiyah Hidayati Aura Awaliyah Azzahrah Ridwan Azalea Putri Nabila Bunga A Dama Calya Lardianata Dewi Anggraeni Dewi Anggraeni Dhia Fauzan Diah Rahayu Dina Awaliyah Dina Awaliyah Nurrohmah Dina Wulandari Dinda Sasikirana Dio Aryansyah Fadlil M. Manshur Fahra Asri Dyta Fahreza Achmad Rizky Faiqah Yasmin Faizah Faizah Fajar Trihadi Farhan Fahreza Farinsyah Malik Fathima Zahra Fatihah Azizah Fikron Yunus Fildzah Amelia Fitriyah Maharani Habibi Ramadhan Hana Kamilah Hanina Najma Adzkia Haura Nida Hanifah P.R Hikmal Kanif Firdaus Hilwa Andini Khairunnisa Imam Qosthalani Kallyn Nasywa Hafizhah Kayla Alfiana Wicaksono Keyla Kanigara Khairunnisa Irmaliya Khilda Millatul Haq Khodijatul Karimah Khoiru Annisa Siregar Khusnul Arifin M Daffa Isnan Effendi M. Sahril Muh Fauzan Nastiar, Juanita Nur Istiqomah Putri, Arga Sabda Wiguna, Ahmad Ridwan Muhamad Januar Fabiyano Muhammad Abdan Syakuro Muhammad Alfito Deanoza H Muhammad Chepy Revy Muhammad Davi Muhammad Fakhri Hibatillah Muhammad Fatthar Adha Chiessa Muhammad Irfan Muhammad Irfan Irfan Muhammad Ismail Habibullah Muhammad Rafi Ardiansyah Muhammad Rafi Purnawijaya Muhammad Raihan Alhadi Muhammad Ryja Baihaqi Muhammad Syafiurrahman Muhibatul Muyasyaroh Nabila Efa Hanifah Nabila Ramadhani Nabilah Nurjannah Nadia Chairiyah Syah Nadira Saskia Nafisah Azka Sabila Naisyifa Ravenny Fauzizah Najwa Isaura Sabila Najwa Salsabila Agustina Nasywa Annisi Lillah Naurah Tsaniya Rahmawati Nayla Ramadhani Nilam Lestari Pane Nindya Alya Ramiza U Nur Intan Cendrawasih Puja Maharani Putri Salma Putri Zahra Ramadani Putry Ana Suryaningsih Raden Rizky Amaliah Rafi Ahlina Majid Rafiq Alim Ramadhan Rahma Dinda Rif'atul Hasanah Rifdah Arifah Rihlah Nur Aulia Riva Syifaullana Rizki Fauzan Rizki Maulana Rizky Aditya Ramadhan Rizqia Salsabila Putri Romi Nursyam Rufaidah Ryan Zeini Rohidin Sabillah Aiska Saiful Ramadhan Salsabila Rahmadani Sangidu Sangidu Sarah Sakhowah Sari Narulita Sayyid Arkan Nizami Shafwah Natasya Sirojuddin As"ad Siti Hajar Siti Tasliyah Sofia Zaeti Nur Siregar Sulistia Salsabiilaa Syafira Adelia Syahla Salsabila Syifa Fajriyah Syifa Karimah putri Talitha Salsabilla Taqiyyah Jannatul Ma’wa Tasya Octavia Putri Yasmin Nur Iman Yudwy Pradipta Zahra Aisyah Putri Zhafira Ramadhani Zulkifli Lubis