Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pedagogi Fiqih Reflektif: Pengembangan Model Pembelajaran Fiqih Berbasis Mindful Learning untuk Internalisasi Nilai Ibadah Dina Awaliyah; Rahma Dinda; Hana Kamilah; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study of Fiqh often devolves into ritual formalism, focusing solely on procedural aspects (valid/invalid) and neglecting the substantive, affective values of worship. This leads to a spiritual disconnect, where students perform rituals without internalizing their impact. This conceptual study aims to address this issue by developing the Reflective Fiqh Pedagogy model, employing library research rooted in Fiqh philosophy (Maqashid), Islamic spiritual psychology (khusyuk), and modern mindfulness pedagogy. The data analysis resulted in the Reflective Fiqh Pedagogy model, which is built on three foundations (Fiqh Philosophy, Sufi Spirituality, and Mindfulness Psychology) and four syntaxes: (1) Conceptualization & Intention, (2) Full-Conscious Intervention, (3) Guided Reflection, and (4) Behavioral Connection. This model offers a theoretical solution to transform Fiqh learning from a cognitive-mechanistic approach to an affective-reflective one, thereby facilitating the genuine internalization of worship values. 
Penerapan Deep learning untuk Menanamkan Nilai Ikhlas dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Siswa SMP di Era Digital Nafisah Azka Sabila; Ahmad Bludan Vija; Putri Salma; Ammar; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the declining understanding of the value of sincerity among junior high school students, a phenomenon significantly exacerbated by digital culture and the increasing need for external validation. This research aims to formulate a conceptual model for applying a Deep Learning approach to instill the value of sincerity in Aqidah Akhlak instruction, ensuring pedagogical relevance to contemporary students. Employing a literature review method, data were synthesized from academic books, research articles, and credible digital sources. The results indicate that Deep Learning facilitated through critical reflection, experiential analysis, and problem-solving enables students to comprehend sincerity comprehensively while providing teachers with valuable insights into student motivational patterns. This approach makes a positive contribution to the development of a sincere, stable, and contextual religious character. The study concludes that the implementation of Deep Learning is most effective when supported by adequate pedagogical readiness and digital literacy among teachers, offering a viable solution for modern religious education.
Pemikiran Pendidikan Rahmah El Yunusiyyah: Nilai Keislaman dan Emansipasi Perempuan serta Relevansinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer Hanina Najma Adzkia; Farhan Fahreza; Afifa Nurhaliza; Muhammad Fakhri Hibatillah; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji pemikiran pendidikan Rahmah El Yunusiyyah, khususnya nilai-nilai keislaman dan visi emansipatorisnya bagi pendidikan perempuan, serta mengeksplorasi relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi konseptual Rahmah mengenai kesetaraan akses pendidikan serta integrasi nilai-nilai agama, moral, dan sosial dalam perkembangan intelektual perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, data dikumpulkan dari sumber primer, termasuk dokumen terkait pendirian Madrasah Diniyyah Putri, dan sumber sekunder seperti buku serta artikel akademik.Temuan penelitian menunjukkan bahwa visi pendidikan Rahmah berakar pada prinsip-prinsip Islam tentang pengetahuan, kesetaraan, dan pembentukan moral, yang memposisikan perempuan sebagai kontributor aktif dalam masyarakat. Perspektifnya menunjukkan signifikansi teoretis sekaligus implikasi praktis, menawarkan kerangka emansipatoris bagi pendidikan Islam masa kini, khususnya dalam memperkuat peran pendidikan perempuan. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Rahmah tetap sangat relevan dalam diskursus berkelanjutan mengenai gender dan pendidikan Islam.
Analisis Pengembangan Materi Fiqih Berbasis IPTEK dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Jenjang SMP Kelas VII Farhan Fahreza; Afifa Nurhaliza; Hanina Najma Adzkia; Fikron Yunus; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis pengembangan materi pembelajaran Fiqih berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk siswa kelas VII. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini berkaitan dengan keterbatasan ketersediaan sumber belajar interaktif yang secara efektif dapat mendukung pemahaman kognitif peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas dan kelayakan materi Fiqih berbasis TIK dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta tanggapan guru dan siswa terhadap materi yang dikembangkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis TIK mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep Fiqih yang bersifat abstrak, mendorong pembelajaran mandiri, dan meningkatkan partisipasi di kelas. Selain itu, guru melaporkan bahwa materi yang dikembangkan memudahkan penyampaian konten dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa materi pembelajaran Fiqih berbasis TIK layak dan bermanfaat untuk memperkuat capaian kognitif serta kualitas pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah menengah pertama.
Etika Gaya Hidup Remaja SMA: Relevansi Fiqih Pakaian dan Aurat di Era Digital Awaliyah Azzahrah Ridwan; Nabila Ramadhani; Sofia Zaeti Nur Siregar; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana etika Fiqih pakaian perlu diinterpretasikan untuk menghadapi tantangan gaya hidup generasi muda khususnya anak SMA. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis kontekstual-kritis. Dalam konteks ini, konsep tradisional Libas Syuhrah yang mengacu pada pakaian mencolok yang telah mengalami perubahan menjadi narsisme digital. Fiqih klasik melarang Syuhrah karena dianggap memiliki Ghuluw dan Isrāf, dengan tujuan untuk menjaga Maqāṣid Al-Syarī‘ah. Tetapi, di era digital, Syuhrah sudah berubah menjadi sarana flexing untuk mendapatkan pengakuan di media sosial. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa fungsi pakaian telah berubah dari alat ketaatan menjadi alat performatif yang terdapat Tabarruj secara digital, menyebabkan ketidakselarasan dalam praktik busana muslimah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relevansi Fiqih pakaian terletak pada kemampuannya menjadi kompas etika yang berfokus pada pengendalian niat narsistik. Implikasi utama dari penelitian ini adalah kebutuhan untuk memperkuat dua pilar akhlak, yaitu Iffah (menjaga diri) dan Haya (malu), sebagai pertahanan internal bagi remaja
Reaktualisasi Pemikiran Ulama Nusantara dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Islam Era Digital Nabila Ramadhani; Puja Maharani; Hana Kamilah; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah secara mendasar pendidikan Islam, terutama dalam metode pembelajaran dan pembentukan pola pikir peserta didik. Dalam konteks ini, pemikiran ulama Nusantara seperti Syekh Nawawi al-Bantani dan KH. Hasyim Asy‘ari menjadi penting untuk diaktualisasikan karena memuat nilai etika, spiritualitas, moderasi, serta keseimbangan antara ilmu dan amal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam karya ulama Nusantara, menilai relevansinya terhadap tantangan digital, dan merumuskan strategi penerapannya dalam pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan historis-filosofis dan normatif-pedagogis. Temuan menunjukkan bahwa nilai adab, integritas dalam menuntut ilmu, kehati-hatian dalam memverifikasi informasi, dan moderasi beragama sangat relevan dalam menghadapi arus informasi digital. Implementasinya meliputi penguatan etika digital, pengembangan kurikulum adaptif, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, dan penguatan moderasi di ruang digital.
Pendekatan Hermeneutika dalam Memahami Kedudukan dan Peran Wanita Muslim di Era Modern Riva Syifaullana; Hilwa Andini Khairunnisa; Khairunnisa Irmaliya; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The position of Muslim women is often perceived rigidly, primarily due to a textualist understanding of Islamic sources. Hermeneutics, with its focus on interpretation, context, and the dialogue between text and reader, offers a path for re-interpretation that is relevant to contemporary social, economic, and cultural challenges. This research aims to identify how the application of hermeneutic principles (such as historicity, context, and fusion of horizons) can lead to a more dynamic, inclusive and just understanding of Muslim women’s right and responsibilities. The findings suggest that through the hermeneutic approach, the role of Muslim women can be interpreted beyond traditional boundaries, acknowledging their leadership capacity, public contribution, and personal autonomy, while adhering to fundamental Islamic values. This approach is essential for bridging the gap between tradition, modernity, and for empowering Muslim women to participate fully in modern society.
Strategi Pembelajaran Mendalam PAI Dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Terhadap Informasi Keagaamaan Imam Qosthalani; Muhammad Irfan; Sabillah Aiska; Syifa Karimah putri; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses deep learning strategies in Islamic Religious Education (PAI) to develop high school students critical thinking skills regarding religious information. The main issues addressed include challenges in PAI teaching that focus excessively on memorization and insufficient stimulation of critical thinking, as well as the need for methods that support deep understanding. This study aims to analyze effective deep learning strategies to enhance students critical thinking skills within the PAI context. The research employs a library research method with a descriptive-analytical approach by examining academic literature and previous studies related to deep learning strategies and critical thinking in PAI. Results indicate that inquiry-based learning, collaborative discussion, reflective learning, and project-based learning improve students abilities to analyze, evaluate, and synthesize religious information while fostering balanced attitudes toward religious perspectives. The findings recommend integrating deep learning approaches into the PAI curriculum to promote more meaningful, reflective, and context-based learning.
Rebranding Pendidikan Agama Islam Masa Kini: Kajian Pemikiran Double Movement Fazlur Rahman Pada Pendeketan Deep Learning Sarah Sakhowah; Rizki Fauzan; Fajar Trihadi; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi tantangan relevansi dalam menanamkan nilai keislaman di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya rebranding PAI melalui gagasan double movement Fazlur Rahman serta relevansinya dengan paradigma deep learning. Pendekatan double movement menekankan dua gerak hermeneutik, yaitu memahami ayat Al-Qur’an berdasarkan konteks historis turunnya wahyu dan merelevansikannya dengan konteks kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis reflektif terhadap karya Fazlur Rahman serta literatur pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rebranding PAI melalui pendekatan ini mampu menjembatani kesenjangan antara teks dan konteks, serta mendorong pembelajaran yang kritis dan bermakna. Integrasi deep learning memperkuat internalisasi nilai Islam secara kontekstual, sehingga PAI dapat berperan sebagai pendidikan yang adaptif, reflektif, dan transformatif.
Etika Bergaul Anak Muda Di Jakarta: Peran Pemikiran Ulama Nusantara Dalam Membangun Adab Di Era Digital Muhammad Irfan Irfan; Rif'atul Hasanah; Ammar Ammar; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Youth interaction patterns in Jakarta have changed significantly with the development of technology and social media, presenting ethical challenges in communication. This study aims to explore how the thoughts of Nusantara scholars, with a moderate and contextual approach, can guide youth interaction ethics in the digital era. A descriptive qualitative method was used, involving in-depth interviews and literature studies. The findings show that values such as prudence in speech, self-control, and the ethics of the Prophet Muhammad are relevant in addressing issues like FOMO and communication style shifts. The study concludes that the teachings of Nusantara scholars can serve as an adaptive moral guide. It is recommended to integrate these values into digital education for youth.