Claim Missing Document
Check
Articles

Found 71 Documents
Search
Journal : PHARMACON

KESESUAIAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KOTA TOMOHON Christina Pangemanan; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37400

Abstract

ABSTRACTPharmaceutical services at the Public Health Center are  part of the implementation of health efforts for the community and cant be separeted. The purpose of the reaserch is to evaluate pharmaceutical services at the Tomohon Public Health Center based in Indonesia Minister of Health regulation number 74 / 2016. Using the type of descriptive research with a prospective and retrospective approach. This research is taken from all population at Public Health Centers in Tomohon City, and  the sample of  this research is from Public Health Center in Tomohon City which has inpatient facility. Retrieval of data are through  interviews, direct observation, and questionnaire. Based on the research results, the percentage of standard pharmaceutical services at Public Health Center is 82,12%. Thus, the standard of pharmaceutical services at Tomohon Health Center is in the good category. Keywords: Public Health Center, Tomohon City, Pharmaceutical Service Standards ABSTRAKPelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kota Tomohon berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif dan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Puskesmas di Kota Tomohon dan sampel dalam penelitian ini yaitu Puskesmas di Kota Tomohon yang memiliki rawat inap. Pengambilan data melalui wawancara, kuesioner, dan observasi langsung. Berdasarkan hasil penelitian, hasil persentase Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kota Tomohon yaitu 82,12%. Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kota Tomohon termasuk dalam kategori baik. Kata kunci: Puskesmas, Kota Tomohon, Standar Pelayanan Kefarmasian
EVALUASI KINERJA MANAJEMEN GUDANG FARMASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN TORAJA UTARA Febrylia T. Pongsitammu; Gayatri Citraningtyas; Gerald E. Rundengan
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37404

Abstract

ABSTRACTPerformance measurement and inspection in the Pharmacy Warehouse is important to find out and minimize errors in the Pharmacy Warehouse for better health services. This study aims to determine the performance of the pharmacy warehouse management at the Health Office of North Toraja Regency used analysis warehouse check-up and to find out what needs to be improved in the Pharmacy Warehouse of the Health Office of North Toraja Regency to improve warehouse management. This type of research is a quantitative study with a descriptive approach. The population in this study is administrative data in the Pharmacy Warehouse and all warehouse officers. Retrieval of data through interviews and direct observation used observation worksheets. The results showed that the final score for the Pharmacy Warehouse of North Toraja Regency used a warehouse check-up was 89 and entered the status Running Properly (RP). The conclusion is that the North Toraja Regency Pharmacy Warehouse had been well managed, but there are still points that need to be improved for better health services.Keywords: Performance, Pharmacy Warehouse, Health Office, North Toraja Regency ABSTRAKPengukuran kinerja dan pemeriksaan dalam Gudang Farmasi penting untuk mengetahui dan meminimalkan kesalahan dalam Gudang Farmasi demi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja manajemen Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara menggunakan analisis warehouse check-up dan mengetahui hal yang perlu diperbaiki di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara untuk meningkatkan manajemen gudangnya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah data administrasi dalam Gudang Farmasi dan seluruh petugas gudang. Pengambilan data melalui wawancara dan observasi langsung menggunakan lembar kerja pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor akhir Gudang Farmasi Kabupaten Toraja Utara dengan menggunakan warehouse check-up adalah 89 dan masuk pada status Running Properly (RP). Kesimpulannya Gudang Farmasi Kabupaten Toraja Utara sudah dikelola dengan baik namun masih terdapat poin - poin yang perlu diperbaiki demi pelayanan kesehatan yang lebih baik.Kata kunci: Kinerja, Gudang Farmasi, Dinas Kesehatan, Kabupaten Toraja Utara
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PASIEN PENGGUNA VITAMIN DI PUSKESMAS TOULUAAN DAN PUSKESMAS POSUMAEN Cindy R. Rotulung; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37406

Abstract

ABSTRACTThere were still errors in the used of vitamins.  While as was known vitamins were not products that were completely safe for everyone.  Liked drugs, vitamins with active ingredients provided pharmacological effects that could also caused side effects in susceptible individuals, so more warning about side effects and potential interactions was needed to avoided serious health problems. The aim of this study was to analyze the correlation between knowledge and patients behavior who consume vitamins at the Touluaan Health Center and Posumaen Health Center. The type of the study was a descriptive analytic research with a cross-sectional design, totaling as many as 100 samples including all outpatients who received vitamin prescriptions at non-inpatient health centers in Southeast Minahasa Regency, including 58 patients at the Touluaan Health Center and 42 patients at the Posumaen Health Center. Questionnaires and interviews were employed to collect data, which was then analyzed using a computerized statistical program with the Spearman test. The results of this study showed that the level of knowledge of the respondent's vitamin medicinal product was 48% in a good category, 49% in enough category, and 3% in a less category. Furthermore, at the behavior level of respondents using vitamin medicinal products were 58% in a good category, 37% in enough category, and 5% in a less category. The Spearman test resulted in a significant value of 0.016, a correlation coefficient of 0.240, and a positive (+) correlation direction. The conclusion indicated that there was no correlation between knowledge and the use of vitamins in outpatients at the Touluaan Health Center and Posumaen Health Center.Keywords: Knowledge, Behavior, Patient, Vitamins, Health Center.ABSTRAKMasih didapatkan kesalahan dalam penggunaan vitamin. Sedangkan seperti yang diketahui vitamin bukanlah produk yang benar-benar aman untuk semua orang. Seperti obat, vitamin dengan bahan aktif memberikan efek farmakologi yang juga dapat menyebabkan efek samping pada individu yang rentan, sehingga perlu peringatan lebih akan efek samping dan potensi interaksi untuk menghindari masalah kesehatan yang serius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pasien pengguna vitamin di Puskesmas Touluaan dan Puskesmas Posumaen. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, menggunakan desain cross sectional, sebanyak 100 sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan yang menerima resep vitamin di Puskesmas non rawat inap Kabupaten Minahasa Tenggara, 58 orang di Puskesmas Touluaan, 42 orang di Puskesmas Touluaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, analisa data dilakukan menggunakan program statistik komputerisasi dengan uji Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan produk obat vitamin responden yaitu kategori baik 48%, cukup 49% dan kurang 3%. Pada tingkat perilaku penggunaan produk obat vitamin responden yaitu kategori baik 58%, cukup 37% dan kurang 5%. Hasil uji spearman didapatkan nilai signifikan 0,016, nilai koefisien korelasi sebesar 0,240, dan arah korelasi yaitu positif (+). Kesimpulannya yaitu tidak adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan penggunaan vitamin  pada pasien rawat jalan di Puskesmas Touluaan dan Puskesmas Posumaen.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Pasien, Vitamin, Puskesmas.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSUD TAGULANDANG Eva B. Mare; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37408

Abstract

ABSTRACTOne of the services at the hospital that is expected to meet the minimum service standards is pharmacy services. Minimum service standards in hospitals regarding pharmacy are divided into several criteria, one of which is the waiting time for prescription services. The purpose of this study was to determine the length of time waiting for outpatient prescription services for non-concocted drugs and concocted drugs at the Tagulandang Hospital Pharmacy Installation. This research is a descriptive non-experimental research using quantitative data. Prospective data collection on the waiting time data for outpatient BPJS prescription services. Quantitative data were obtained from direct observation during the implementation of prescription services with research instruments using stopwatch, writing instruments, camera, and data collection sheets with a sample of 124 prescriptions for outpatient BPJS patients. The data that has been obtained are then analyzed using the formula mean (average value). The results showed that the average non-concocted prescription service was 2.9 minutes and the average prescription service for non-concocted drugs was 19 minutes. The conclusion is that the Tagulandang Hospital Pharmacy Installation has met the Minimum Service Standards in Hospitals listed in the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 129/2008. Keywords: Waiting Time, Prescription Services, Pharmacy Installation.ABSTRAKSalah satu pelayanan di Rumah Sakit yang diharapkan memenuhi Standar Pelayanan Minimal yaitu pelayanan farmasi. Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit yang menyangkut kefarmasian terbagi dalam beberapa kriteria salah satunya waktu tunggu pelayanan resep. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mengetahui lama waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan dan obat racikan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD Tagulandang. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif. Pengambilan data secara prospektif pada data waktu tunggu pelayanan resep pasien BPJS rawat jalan. Data kuantitatif diperoleh dari pengamatan langsung saat pelaksanaan pelayanan resep dengan instrumen penelitian menggunakan stopwatch, alat tulis menulis, kamera serta lembar pengumpul data dengan sampel sebanyak 124 resep pasien BPJS rawat jalan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus mean (nilai rata-rata). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata untuk pelayanan resep obat non racikan 2,9 menit dan rata-rata pelayanan resep obat racikan 19 menit. Kesimpulannya bahwa Instalasi Farmasi RSUD Tagulandang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit yang tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.129 Tahun 2008.Kata Kunci: Waktu Tunggu, Pelayanan Resep, Instalasi Farmasi.
KESESUAIAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK WILAYAH KOTA KOTAMOBAGU Nadhirah J. Mokoginta; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37412

Abstract

ABSTRACTPharmaceutical Service Standards in Pharmacies are enforced to ensure the quality of pharmaceutical services. Pharmaceutical services also aim to protect patients and the public from irrational use of drugs in the context of patient safety. The purpose of this study was to determine the suitability of the application of pharmaceutical service standards at pharmacies in Kotamobagu City with Minister of Health Regulation No. 73 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in pharmacies. This type of research is descriptive research. Data collected by direct observation and accompanied by filling out questionnaires. The data obtained in the form of management and service data that were scored were then classified into three categories, namely Good, Enough and Less. The results showed that in the aspect of managing resources, facilities and infrastructure 2 pharmacies are in the good category, in managing supplies there were 7  pharmacies in the good category. In the aspect of service implementation, 6 pharmacies are in the good category. The conclusion is that pharmacies in Kotamobagu City have performed good pharmaceutical services in accordance with the Pharmacy Service Standards at the Pharmacy. Keywords: Pharmaceutical Service Standards In Pharmacies, Pharmacist, Kota Kotamobagu  ABSTRAKStandar Pelayanan Kefarmasian di Apotek di berlakukan untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian juga bertujuan untuk melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek di kota kotamobagu  dengan Permenkes No.73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di apotek. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung dan disertai dengan pengisian kuisioner. Data yang diperoleh berupa data pengelolaan dan pelayanan yang di lakukan skoring kemudian digolongkan menjadi tiga kategori yaitu Baik, Cukup dan Kurang. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek pengelolaan sumber daya dan  fasilitas sarana dan prasarana terdapat 2 apotek yang masuk dalam kategori baik, pada pengelolaan perbekalan terdapat 7 apotek dalam kategori baik. Pada aspek pelaksanaan pelayanan 6 apotek masuk dalam kategori baik. Kesimpulannya yaitu apotek-apotek di Kota Kotamobagu sudah melakukan pelayanan kefarmasian dengan baik sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Kata Kunci: Apotek, Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Kota Kotambagu
KESESUAIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN TERHADAP KETERSEDIAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD NOONGAN KABUPATEN MINAHASA Sherina H. Karauwan; Gayatri Citraningtyas; Gerald E. Rundengan
PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.39150

Abstract

ABSTRACTPlanning and procurement is a component in ensuring the quality of pharmaceutical services in the availability of drugs. This study aims to determine the description of planning and procurement of drugs at the Pharmacy Installation of RSUD Noongan in 2020 by measuring Standard Indicators. This research is descriptive in nature, taking data retrospectively, secondary data namely planning, procurement and primary data from interviews. Percentage of Allocation of Drug Procurement Fund in 2020 30%, Proportion of the number of products received from the total planned amount is 71%, Frequency of procurement of each drug item per year is 20x. The percentage of available funds is 45%, the comparison of the number of existing drug items with the number of drug items in actual use is 53%, the comparison of the number of items in each drug item with the number of drug items in actual use is 5%, the frequency of delayed payments is 29 times. 2 Indicators that cannot be measured, Frequency of incomplete orders/contracts and Percentage of quantity used from the total available quantity. The results of planning and procurement research at the Pharmacy Installation of the Noongan Hospital have not met standard indicators.Keywords : Planning, Procurement, Drug, Noongan Hospital Pharmacy InstallationABSTRAKPerencanaan dan pengadaan merupakan komponen dalam menjamin mutu pelayanan kefarmasian dalam ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Noongan tahun 2020 dengan mengukur Indikator Standar. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data secara retrospektif, data sekunder yaitu perencanaan, pengadaan dan data primer dari wawancara. Persentase Alokasi Dana Pengadaan Obat tahun 2020 30%, Proporsi jumlah produk diterima dari jumlah total direncanakan 71%, Frekuensi pengadaan tiap item obat per tahun 20x. Persentase dana yang tersedia 45%, Perbandingan jumlah item obat yang ada dengan jumlah item obat dalam kenyataan pemakaian 53%, Perbandingan jumlah barang dalam tiap item obat dengan jumlah barang item obat dalam kenyataan pemakaian 5%, Frekuensi tertundanya pembayaran 29 kali. 2 Indikator yang tidak dapat diukur, Frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan/kontrak dan Persentase jumlah yang digunakan dari total jumlah tersedia. Hasil penelitian perencanaan dan pengadaan di Instalasi Farmasi RSUD Noongan belum sesuai indikator standar.Kata Kunci : Perencanaan, Pengadaan, Obat, Instalasi Farmasi RSUD Noongan
EVALUASI KETERSEDIAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Septi C. F. Hitto; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41737

Abstract

ABSTRACTAccess to medicine is a human right. One of the determinants of drug access is the availability of drugs in health care facilities. The availability of drugs needs to be maintained to meet the demand or need for drugs. Determining the need for pharmaceutical supplies is a formidable challenge that must be faced by pharmacists who work in hospitals. The study is aimed at recognizing the availability of drugs in patients at the Weda pharmaceuticals installation, Halmahera district, in August 2021, based on formulating a public hospital hospital database in 2021/2022. This study is a prospectional cross-sectional study. According to a study conducted at the rsud weda pharmaceutical installation, Halmahera district has a total of 302 prescription sheets with an average number of prescription items prescribed by 816 and a total of 784 submitted to a 784 percentage of drug availability in August 2021 of 96. According to research, availability of drugs at the Weda pharmaceutical installation, which is measured by comparing the amount of drugs submitted and the amount prescribed, results from an evaluation with a high level of drug availability to 96. Keywords:  Availability Of Drugs, Pharmaceuticals Installation, Weda Hospital. ABSTRAKAkses terhadap obat merupakan hak asasi manusia. Salah satu faktor penentu akses obat adalah ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan obat perlu dijaga untuk memenuhi permintaan atau kebutuhan obat. Menentukan kebutuhan perbekalan farmasi merupakan tantangan yang berat yang harus dihadapi oleh tenaga farmasi yang bekerja di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan obat pada pasien di Instalasi Farmasi RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah periode Agustus 2021 berdasarkan Formularium Rumah Sakit Umum Daerah Weda 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode prospektif. Berdasarkan hasi penelitian yang telah dilakukan di Instalasi Farmasi RSUD Weda, Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 302 lembar resep dengan total jumlah item obat yang diresepkan sebanyak 816 dan jumlah item obat yang diserahkan sebanyak 784 sehingga diperoleh presentase total ketersediaan obat pada bulan Agustus tahun 2021 sebesar 96. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ketersediaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Weda yang diukur dengan membandingkan jumlah obat yang diserahkan dan jumlah obat yang diresepkan maka diperoleh hasil evaluasi dengan tingkat ketersediaan obat dengan kategori baik dengan nilai persentase ketersediaan obat yaitu 96. Kata Kunci: Ketersediaan Obat, Instalasi Farmasi, RSUD Weda
ANALISIS MEDICATION ERROR FASE PRESCRIBING DAN DISPENSING DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT RATATOTOK BUYAT KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Nurjana Usman; Gayatri Citraningtyas; Jainer Pasca Siampa
PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.42150

Abstract

Medication error is an incident causing drawbacks to patients which, in fact, can be prevented, hence, analysis of medication error in the phases of prescribing (prescription errors) and dispensing (preparing and combining drugs error) was conducted. This study aimed to discover the factors instigating medication error and its percentage in prescribing and dispensing phases. This research employed descriptive analysis in which data was gathered prospectively. Sample was collected through purposive sampling method. 218 pages prescription of outpatients of Internal Poly were recorded at pharmacy installation of Ratatotok Buyat Central General Hospital in Southeast Minahasa Regency. Study finding in prescribing phase included no doctor signature 4.58%, no concentration/dosage 2.75%, no issue date 10.55%, no age/date of birth of patients 30.27%. Meanwhile, dispensing phase only included error in eticket/label 0.91%. Based on the data above, it could be concluded that medication error in prescribing and dispensing phases at Ratatotok Buyat Central General Hospital in Southeast Minahasa Regency occurred. Keywords: medication error, prescribing, dispensing, Pharmacy Installation of RSUP Ratatotok Buyat.
Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum GMIM Kalooran amurang Kabupaten Minahasa Selatan Karlah Frylina Kantu; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.42929

Abstract

Depository is a significant stage in medicine administration. A great depository guarantees safety and maintains medicine quality. Hence, it can minimize hospital’s losses caused by spoiled medications. This study aimed to evaluate the medicine depository at GMIM Kalooran Hospital in Amurang. This study employed descriptive observational methods, and data gathering techniques used direct observation to existing systems and interviews. Study findings indicated that medicine Depository at Pharmacy Installation of GMIM Kalooran Hospital in Amurang not was in accordance with the standard of Hospitals pharmaceutical treatment based on Health Regulation number 72 (2016), Director General of Pharmaceutical (2010). However, facilities and infrastructures still required improvements such as insufficient shelves and pallets due to inadequate sizes of warehouses and no installed security systems.  It is highly recommended to notice matters which are not in accordance with the standardized indicators of medicine depository as well as the defective and incompetent facilities.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT RUSAK ATAU KEDALUWARSA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT X PROVINSI SULAWESI UTARA Marhaeni Chintami Andries; Gayatri Citraningtyas; Gerald Rundengan
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49376

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak rumah sakit mengalami penurunan kunjungan pasien secara drastis yang mengakibatkan obat tidak terdistribusi dengan optimal sehingga meningkatkan risiko obat rusak atau kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pengelolaan obat rusak atau kedaluwarsa di Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara dengan pedoman Kementerian Kesehatan tahun 2021 dan untuk mengetahui perbandingan nilai kerugian akibat obat rusak atau kedaluwarsa sebelum pandemi pada tahun 2019 dan selama pandemi pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat rusak atau kedaluwarsa di Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara dikategorikan sangat baik dengan skor kesesuaian 90%. Nilai kerugian akibat obat rusak atau kedaluwarsa tahun 2019 senilai Rp50.953.540,00 sedangkan pada tahun 2022 senilai Rp45.044.935,50. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada nilai kerugian akibat obat rusak atau kedaluwarsa sebelum dan selama Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara Kata kunci: Pengelolaan obat, obat rusak, obat kedaluwarsa, kerugian, Pandemi Covid-19
Co-Authors Abbas, Syahruni Ramdhani Adilang, Claudia Adilang, Claudia L. Adithya Yudistira Agnes, Agatha Agow, Mikhael C. Alfamega Pinasang Angkoauwa, Leydia Angkow, Leydia Ardiany, Wahyu M. Ary Pratama Samosir Axl Laurens Lukas Windah Ayhuan, Jeckson Benawan, Steyfan Chalvy Wowiling Christina Pangemanan Christy Eunike Launa Kawuwung Cindy R. Rotulung Clara A. Sengke Datu, Olvie S. DEBY AFRIANI MPILA Defny Silvia Wewengkang Edi, Hosea Jaya Elda F Luawo, Essing, Jacklien Deswita Esti Santi Sigar Eva B. Mare Fatimawali . Febrylia T. Pongsitammu Frenly Wehantouw Fridly Manawan Gagola, Mariana Cristi Ayu Gerald E. Rundengan Gerald Rundengan Heri Wijaya, Heri Herny E.I. Simbala Hosea Jaya Edy Hutahaean, Amsaline Imam Jayanto Jainer Pasca Siampa Jayanto, Imam Jemmy Abidjulu Jonathan Tumiwa Juan Sebastian Lambey Juita S. D. Tatara Juliawati, Ni Waya Mega Juliawati, Ni Wayan M. Kalalo, Tekla Karlah Frylina Kantu Karlah L. R. Mansauda Kaunang, Venesya Kaunang, Venesya Natalia Putri Kawulusan, Kerin Sophia Amelia Clairent Kawuwung, Christy Eunike Launa Kissi Parengkuan Laleno, Ellysa N. Lambey, Juan Sebastian Landy A. Ch Lolaen Lestari, Monica D. Lestari, Monica Dewi Lidya Valda Mamoto Liling, Yessi Lily Ranti Goenawi Maalangen, Tiansi Mahendra Kusuma Nugraha Majid, Nurul Majid, Nurul S Malara, Jeril Riski Malota, Fiske W E Marhaeni Chintami Andries Marhaenus Rumondor Maria Efrani Tengor Mariana Gagola Max R J Runtuwene Max R.J. Runtuwene Max Revolta John Runtuwene Meilani Jayanti Miranty H Kadji Monalisa Karinda Monibala, Tiarma Mulalinda, Rafel D. Muzdhalifah, Balqis Nadhirah J. Mokoginta Nalang, Amelia Nangaro, Alfred Nangaro, Jesica Novel Kojong Nurjana Usman Nurnisa Mayningsih M S Ipa Onibala, Putri Marfanti Paulina yamlean Pelealu, Nancy Poddar, Sandeep Purwoko, Agus Randy Tampa’i Rekanita Waney Rumondor, Erladys M. Rundengan, Gerald Rundengan, Gerald Edward Ruru, Ranny Inggrid Sari, Elmi Sari, Elmi N. Septi C. F. Hitto Sherina H. Karauwan Siampa, Jainer P Siampa, Jainer Pasca Siti Suhartini Sri Sudewi, Sri Sukandi, Gabrilia Sukandi, Gabrilia P. C. Tatara, Juita S. D. Tawalujan, Wulan P. Tengor, Maria Efrani Tiarma Tiarma Tulung, Gerald Tulung, Gerald N. P. Tumbel, Zefania M. Weny I Wiyono Weny Wiyono Widiastuti, Priskha Widya Astuty Lolo, Widya Astuty Widya Selawa Windah, Axl Laurens Lukas Wiyono, Weny I. Wiyono, Weny Indayany