p-Index From 2021 - 2026
7.948
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya GEMA TEOLOGIKA : Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi Jurnal Amanat Agung JURNAL TERUNA BHAKTI Studia Philosophica et Theologica Tumou Tou EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Shift Key: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Mahabbah: Journal of Religion and Education IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Ra'ah Predica Verbum Sabda : Jurnal Teologi Kristen KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Melo: Jurnal Studi Agama-agama Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Jurnal Apokalupsis Voice of HAMI JURNAL MISIONER MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Rerum: Journal of Biblical Practice Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual Tevunah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Marsahala:Jurnal Studi Agama dan Budaya Ra'ah: Journal of Sociology of Religion
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengakuan Dosa dalam Bilangan 21:4–9 dan Kontekstualisasinya dalam Budaya Naketi Uab Suku Dawan Boimau, Syenitesalonika H.C.; Panjaitan, Firman
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/zn279x63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membentuk sebuah ritual pengakuan dosa yang kontekstual, dengan mengaitkan antara budaya lokal suku Dawan, yaitu naketi uab, dan narasi Alkitab dalam Bilangan 21:4–9. Kedua praktik ini menunjukkan kesamaan makna, yaitu tentang hukuman Allah sebagai akibat dari dosa, serta pengampunan yang tersedia bagi mereka yang bertobat dan mengaku dosa di hadapan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tafsir kritis terhadap teks Alkitab maupun teks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang kuat antara makna budaya dan pesan teologis, sehingga ritual naketi uab dapat diisi dan dimaknai dengan nilai-nilai kekristenan, tanpa kehilangan akar budayanya. Kesimpulannya, ritual naketi uab dapat dikembangkan menjadi ritual budaya yang bernapas iman Kristen, serta berkontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik ibadah yang relevan secara budaya.
Perempuan Sebagai Agen Keselamatan: Tafsir Naratif Terhadap Ester 4–5 dan 7 Panjaitan, Firman; Kusumaningdyah, Dwi Ratna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/wacvj161

Abstract

Dalam konteks sosial dan religius yang masih didominasi struktur patriarkhal, pembacaan ulang terhadap tokoh perempuan dalam Kitab Suci menjadi penting untuk menegaskan kembali kontribusi perempuan dalam proses perubahan sosial dan religius. Artikel ini menganalisis transformasi tokoh Ester dalam pasal 4–5 dan 7, yaitu dari perempuan yang dibentuk oleh budaya patriarkhal–feodal menjadi aktor sentral dalam narasi penyelamatan bangsanya. Dengan menggunakan pendekatan tafsir naratif, penelitian ini mengamati alur cerita, perkembangan karakter, hubungan simbolik tokoh, dan dinamika relasi kuasa dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ester mengalami proses kesadaran kritis yang mendorongnya keluar dari posisi pasif menuju kepemimpinan yang aktif, strategis, dan terukur. Melalui kecerdasan, keberanian, diplomasi yang halus, dan kerja kolektif dengan komunitasnya, Ester berhasil membalik struktur relasi kuasa gender tanpa pendekatan konfrontatif langsung. Narasi ini sekaligus memperlihatkan kompleksitas etis dalam proses pembebasan, karena keberhasilan Ester pada akhirnya tidak terlepas dari strategi yang turut melibatkan bentuk kekerasan. Penelitian ini membuka ruang refleksi teologis mengenai relasi antara gender, kuasa, dan keselamatan, serta relevansinya bagi pembacaan kontemporer tentang agensi perempuan dalam konteks sosial-keagamaan masa kini.
Pola Hidup Anak Terang: Sebuah Tuntunan Hidup Menurut Efesus 5:7-11 Firman Panjaitan
Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Predica Verbum Vol. 4 No. 1 (June) 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51591/predicaverbum.v4i1.90

Abstract

This study discusses the pattern of living as a child of light as revealed in Ephesians 5:7-11. This study is important, because today's phenomenon shows that many Christians do not live in self-control, and results in many Christians who have an unholy lifestyle. This unholy lifestyle will ultimately have a bad impact on the life of Christianity in general. This study uses qualitative methods with the approach of literature and textual-contextual interpretation. The results show that the pattern of living as a child of light in Ephesians 5:7-11, provides a picture of the values and morals of life that must be applied in the lives of believers today. Understanding the position of self as light in God encourages Christians not to do dark acts, because the light must produce goodness, justice and truth. Thus, the pattern of Christian life as children of light not only has an impact on the value of ethical life, but makes that life an example for the lives of others through the fruits of life produced by every Christian/believer.
Misi Kristologi Dalam Konteks Kebudayaan Panjaitan, Firman; Siburian, Hendro Hariyanto
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v1i1.19

Abstract

Seringkali kegiatan misi mengabaikan kebudayaan yang ada di masyarakat, dan hal ini yang mengakibatkan kegiatan misi menjadi tidak efektif dan bahkan menemukan kegagalan. Padahal sebuah tindakan misi harus benar-benar dapat diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran misi, dan jalan masuk untuk bisa hidup di tengah masyarakat adalah dengan hidup dalam kebudayaan yang ada di masyarakat tersebut. Oleh karena itu, pemahaman tentang kebudayaan sangat dibutuhkan oleh setiap orang yang hendak menjalankan misi. Terlebih kalau mau dipahami lebih dalam lagi, kebudayaan merupakan sendi dasar bagi terbentuknya kehidupan dalam sebuah komunitas atau masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan adalah rancang bangun kehidupan dan worldview dari sebuah masyarakat. Oleh sebab itu tindakan misi harus memahami nilai kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Namun hal ini bukan berarti bahwa misi hanya bergantung pada kebudayaan. Misi harus memiliki dasar pijakan yang kuat, sebelum bersentuhan dengan kebudayaan. Dasar pijakan yang harus dimiliki saat hendak bermisi adalah pemahaman yang benar tentang Kristologi, dengan tujuan agar tindakan misi yang dilakukan benar-benar dapat mentransformasi kebudayaan dalam nilai-nilai Kristologi. Dengan menggunakan pendekatan Kristologi untuk bermisi dalam sebuah kebudayaan, maka akan terjadi sebuah bentuk misi yang kontekstual; yang bisa dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah sekaligus sesuai dengan konteks/budaya yang ada. Kata kunci: Misi, kebudayaan, konteks. Masyarakat, worldview
PENATALAYANAN GEREJA MENURUT KISAH PARA RASUL 4:32-37 Firman Panjaitan
Ra'ah: Journal of Sociology of Religion Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v1i2.75

Abstract

Sampai saat ini di dalam gereja masih juga terdapat penatalayanan yang kurang efektif di mana hanya gembala yang mengambil alih semua aspek pelayanan, akibat kurangnya pemahaman pemimpin dalam mengkoordinasi penatalayanan dalam gereja. Kepemimpinan yang menekankan kekuasaan dengan memimpin secara otoriter, juga akan berdampak buruk pada sikap bawahan. Sayangnya hal ini belum dipahami dengan baik oleh gereja-gereja yang ada. Oleh karena itu penulis tergerak untuk meneliti penatalayanan berdasarkan Kisah Para Rasul 4-32-37. Metode dalan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan naratif guna memahami teks dan konteks. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penatalayanan berdasarkan Kisah Para Rasul 4-32-37 menunjukkan adanya pembagian tugas antara pemimpin dan anggota jemaat lainnya. Pemimpin harus mampu melibatkan anggota jemaat dalam penatalayanan gereja yang baik dan efektif . Penatalayanan memiliki peranan yang penting dalam menentukan kualitas jemaat. Penatalayanan yang diatur dengan baik akan menolong pemimpin untuk focus dalam pelayanan firman dan kesaksian, dan juga mendorong anggota jemaat menolong persoalan yang dihadapi oleh anggota jemaat lainnya. Kisah Para Rasul 4-32-37 membutktikan bahwa penatalayanan yang baik membawa kesatuan hati dan jiwa serta menumbuhkan semangan kepedulian diantara jemaat, yang melahirkan jemaat yang sejahtera dan kuat.
Tindakan Pastoral Kontekstual terhadap Praktik Jual-Beli Tanah di Sumba Firman Panjaitan; Marianus Nangi Kewa
Ra'ah: Journal of Sociology of Religion Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v3i1.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan hendak mengulik pergumulan yang terjadi dewasa ini di tengah masyarakat Sumba, khususnya mengenai maraknya penjualan tanah yang dilakukan oleh masyarakat Sumba kepada para pendatang. Hal ini bisa terjadi karena tidak adanya pemahaman yang benar tentang arti dan makna teologis, baik secara Alkitabiah maupun melalui agama/religi Marapu, yang dimiliki oleh masyarakat Sumba. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang dijabarkan melalui pendekatan netnografi dan pembacaan lintas tekstual, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa dalam pandangan Alkitabiah maupun agama Marapu ditemukan ajaran tentang kesatuan yang mutlak antara Allah, manusia dengan tanah. Di satu sisi hidup manusia dan tanah senantiasa ada dalam kait kelindan dan keduanya saling bergantung satu sama lain, dan di sisi lain hidup manusia dan tanah sangat bergantung kepada Allah. Masyarakat Sumba harus memahami hal ini, sehingga pemahaman yang benar tentang tanah yang ditinjau secara Teologi melalui sudut pandang Alkitab dan agama Marapu (budaya Sumba) harus dimiliki oleh masyarakat Sumba. Dengan demikian masyarakat Sumba tidak akan mudah untuk menjual tanah mereka, sebagai bentuk kepatuhan mereka kepada Allah (Marapu, Sang Khalik)