This Author published in this journals
All Journal Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya GEMA TEOLOGIKA : Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi Jurnal Amanat Agung JURNAL TERUNA BHAKTI Studia Philosophica et Theologica Tumou Tou EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen POIMEN Jurnal Pastoral Konseling Shift Key: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vox Dei : Jurnal Teologi dan Pastoral Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Mahabbah: Journal of Religion and Education IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Ra'ah Predica Verbum Sabda : Jurnal Teologi Kristen KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Melo: Jurnal Studi Agama-agama Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Jurnal Apokalupsis Voice of HAMI JURNAL MISIONER MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Rerum: Journal of Biblical Practice Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual Tevunah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Marsahala:Jurnal Studi Agama dan Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Iman dan Pertobatan: Konten Pendampingan Pastoral bagi Jemaat Menjelang Kematian Akibat Penyakit Kronis Nanda Sianturi, Dwi Arya; Dharmawan Kustiadewa, Ananda; Panjaitan, Firman
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral  Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v3i2.172

Abstract

Pastoral care is urgently needed, especially for someone with a chronic illness. Through this pastoral care, people with chronic illnesses will be prepared to face death, both physically and spiritually. But more importantly than that, pastoral care to people with chronic illnesses will provide assurance that salvation from Jesus will be given to sufferers if they are willing to confess their sins and repent. Through a qualitative-descriptive method to obtain factual data conceptually, this study found that pastoral care to people who are experiencing chronic pain must be carried out by inviting sufferers to first confess all the sins they have committed as a result of their inability to love themselves. After that they must enter into repentance, so that they may obtain perfect salvation in Jesus. Thus they will return holy and ready to face chronic illness, even death.
KEPEDULIAN SOSIAL KEPADA ORANG MISKIN: Tafsir Rut 2:1-23 dan Implikasinya bagi Gereja Christiawan, Johan; Panjaitan, Firman
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i2.254

Abstract

Social disparities rooted in structural injustices continue to pose significant challenges, most clearly visible in the uneven distribution of opportunities and access to essential resources. This situation underscores the urgency for an ethical response grounded in genuine social concern, particularly for individuals experiencing poverty. The central question of this study is: In what ways can the narrative of Boaz and Ruth (Ruth 2:1–23) offer a theological basis for the church in addressing social inequality? Utilizing a descriptive qualitative approach supported by narrative analysis and a deductive framework, this research investigates the narrative’s structure and thematic significance. The results indicate that Boaz’s gracious conduct toward Ruth—a marginalized, impoverished foreigner—embodies principles of compassion, justice, and human dignity that surpass legal expectations. These findings highlight the church’s calling to promote social transformation through ministries that advocate for the poor. Ultimately, Boaz’s example provides theological motivation for the church to embody Christ’s love tangibly and to extend hope to marginalized groups. AbstrakKesenjangan sosial sebagai akibat ketidakadilan struktural terus menjadi tantangan serius, terutama terlihat dalam akses yang timpang terhadap sumber daya dan peluang. Kondisi ini menegaskan kebutuhan akan respons moral berupa kepedulian sosial, khususnya bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan. Penelitian ini bertanya, “Bagaimana kisah Boas dan Rut (Rut 2:1-23) dapat memberikan landasan teologis bagi gereja dalam merespons kesenjangan sosial?” Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis naratif dengan pendekatan deduktif, penelitian ini menelaah struktur dan makna kisah tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa tindakan Boas yang penuh belas kasih terhadap Rut—seorang perempuan miskin dan asing—mencerminkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kasih yang melampaui tuntutan hukum. Temuan ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi agen perubahan sosial melalui pelayanan yang berpihak pada kaum miskin dan menjunjung martabat manusia. Kesimpulannya, teladan Boas memberikan inspirasi teologis bagi gereja untuk memanifestasikan kasih Kristus secara konkret dan menghadirkan harapan bagi kelompok yang terpinggirkan.Kata-kata Kunci: Boas dan Rut, Gereja, Kepedulian Sosial, Rut 1:1-23
Pengakuan Dosa dalam Bilangan 21:4–9 dan Kontekstualisasinya dalam Budaya Naketi Uab Suku Dawan Boimau, Syenitesalonika H.C.; Panjaitan, Firman
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 1 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/zn279x63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membentuk sebuah ritual pengakuan dosa yang kontekstual, dengan mengaitkan antara budaya lokal suku Dawan, yaitu naketi uab, dan narasi Alkitab dalam Bilangan 21:4–9. Kedua praktik ini menunjukkan kesamaan makna, yaitu tentang hukuman Allah sebagai akibat dari dosa, serta pengampunan yang tersedia bagi mereka yang bertobat dan mengaku dosa di hadapan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tafsir kritis terhadap teks Alkitab maupun teks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang kuat antara makna budaya dan pesan teologis, sehingga ritual naketi uab dapat diisi dan dimaknai dengan nilai-nilai kekristenan, tanpa kehilangan akar budayanya. Kesimpulannya, ritual naketi uab dapat dikembangkan menjadi ritual budaya yang bernapas iman Kristen, serta berkontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik ibadah yang relevan secara budaya.
Perempuan Sebagai Agen Keselamatan: Tafsir Naratif Terhadap Ester 4–5 dan 7 Panjaitan, Firman; Kusumaningdyah, Dwi Ratna
MARSAHALA : Jurnal Studi Agama dan Budaya ##issue.vol## 1 ##issue.no## 2 (2025)
Publisher : L-SAPIKA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64099/wacvj161

Abstract

Dalam konteks sosial dan religius yang masih didominasi struktur patriarkhal, pembacaan ulang terhadap tokoh perempuan dalam Kitab Suci menjadi penting untuk menegaskan kembali kontribusi perempuan dalam proses perubahan sosial dan religius. Artikel ini menganalisis transformasi tokoh Ester dalam pasal 4–5 dan 7, yaitu dari perempuan yang dibentuk oleh budaya patriarkhal–feodal menjadi aktor sentral dalam narasi penyelamatan bangsanya. Dengan menggunakan pendekatan tafsir naratif, penelitian ini mengamati alur cerita, perkembangan karakter, hubungan simbolik tokoh, dan dinamika relasi kuasa dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ester mengalami proses kesadaran kritis yang mendorongnya keluar dari posisi pasif menuju kepemimpinan yang aktif, strategis, dan terukur. Melalui kecerdasan, keberanian, diplomasi yang halus, dan kerja kolektif dengan komunitasnya, Ester berhasil membalik struktur relasi kuasa gender tanpa pendekatan konfrontatif langsung. Narasi ini sekaligus memperlihatkan kompleksitas etis dalam proses pembebasan, karena keberhasilan Ester pada akhirnya tidak terlepas dari strategi yang turut melibatkan bentuk kekerasan. Penelitian ini membuka ruang refleksi teologis mengenai relasi antara gender, kuasa, dan keselamatan, serta relevansinya bagi pembacaan kontemporer tentang agensi perempuan dalam konteks sosial-keagamaan masa kini.