Claim Missing Document
Check
Articles

Radio Frequency Energy Harvesting pada Antena Mikrostrip Array Frekuensi 2100 MHz Rezkika, Sri Indah; Novalianda, Sari; Sihombing, Panangian Mahadi
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4914

Abstract

Pada perkembangan telekomunikasi yang semakin berkembang pesat kebutuhan akan energi listrik juga semakin tinggi, untuk itu perlu digunakan energi alternatif untuk menutupi kebutuhan energi. Energi alternatif dapat memanfaatkan energi yang terdapat di bumi salah satunya yaitu gelombang elektromagnetik bebas dengan menggunakan sistem RF (Radio Frequency) energy harvesting. Salah satu komponen penting pada sistem RF (Radio Frequency) energy harvesting adalah antena. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip array patch segiempat frekuensi 2100 MHz yang terdiri dari atas 4 susunan. Dari hasil pengukuran antena didapat nilai VSWR dan return loss yang terbaik sebesar 1,07 dan -29,25 dB pada frekuensi 2170 MHz. Tegangan keluaran dari antena mikrostrip yang diimplementasikan pada sistem RF energy harvesting adalah sebesar 17 mV untuk pengukuran daerah kota Medan, yaitu di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio, 29 mV untuk pengukuran daerah kota Medan di Jalan Abdul Hakim dan 33 mV untuk pengukuran di Plaza Medan Fair. Dari implementasi yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan tegangan yang dipanen di dalam ruangan lebih kecil dibandingkan di luar ruangan.
Analysis of Characteristics of Three Phase Transformer Using MATLAB Ramadhan, Fakhri; Novalianda, Sari; Sihombing, Panangian Mahadi; Nugraha, Yoga Tri; Irwanto, Muhammad; Md Arshad, Syahrun Nizam; Othman, Mohd Azlishah
Jurnal Ecotipe (Electronic, Control, Telecommunication, Information, and Power Engineering) Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Ecotipe, April 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jurnalecotipe.v12i1.4534

Abstract

Three-phase transformers are integral components of modern electrical power systems, serving as the backbone of energy transmission and distribution networks. Their primary purpose is to step up or step-down voltage levels efficiently, enabling the transfer of electrical power over long distances with minimal losses. Due to their widespread use in industrial, commercial, and residential applications, understanding the operational characteristics of three-phase transformers is crucial for improving energy efficiency, ensuring reliability, and optimizing performance. The analysis of transformer characteristics, such as efficiency, voltage regulation, power losses, and behavior under varying load conditions. This research aims to analyze the characteristics of three-phase transformers using MATLAB. The results of the analysis obtained in the study of the characteristics of 3-phase transformers produce an active power (P) of 6183.42 W, a reactive power (Q) of 3832.14 VAR, an apparent power (S) of 7274.61 VA and a transformer efficiency of 97.75% with a time of 0.02 s and produces losses in copper of 81.65 W which forms electromagnetic field radiation where the radiation pattern of the electric field (E field) and the magnetic field (H field) is in the form of a polar graph.
Antena Mikrostrip untuk Pita Frekuensi VHF A/G Dwiyanto, Dwiyanto; Sihombing, Panangian Mahadi; Novalianda, Sari; Majaya, Muhammad Zu; Kesuma, Agung Satria
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 02 (2023): Artikel Riset Oktober 2023
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v13i02.3482

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah antena mikrostrip yang mampu bekerja pada pita frekuensi untuk aplikasi very high frequency air to ground (VHF A/G), yaitu diantara 117 – 137 MHz. Saat ini, antena untuk aplikasi VHF A/G berukuran sangat besar dan berbiaya mahal. Untuk menanggulangi masalah ukuran antena dan biaya pabrikasi yang mahal maka pada peneltian ini diusulkan sebuah antena mikrostrip yang mampu bekerja pada pita frekuensi VHF A/G. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan papan FR4 Epoxy dengan ketebalan 1,6 mm sebagai bahan utama antena. Selanjutnya pada bagian layar atas (top layer) antena, dibentuk sebuah patch berbentuk garis berliku dengan sebuah microstrip line yang dilengkapi dengan single stub. Pada bagian layar bawah (bottom layer) antena, dibuat lapisan ground yang terbatas (limited ground) dan juga diaplikasikan teknik struktur ground yang dirusak (defected ground structure – DGS) berbentuk cincin heksagonal. Perancangan dan simulasi antena menggunakan simulator CST MWS dan pengukuran antena hasil pabrikasi menggunakan VNA Anritsu MS2034B. Berdasarkan hasil simulasi terdapat beberapa parameter yang mempengaruhi impedansi bandwidth dan rugi-rugi koefisien pantul (return loss) dari antena yang diusulkan. Parameter-parameter tersebut meliputi lebar patch, lebar stub, jari-jari dalam dan jari-jari luar DGS berbentuk cincin heksagonal. Berdasarkan hasil pengukuran antena yang telah dipabrikasi telah diketahui bahwa antena memiliki pita frekuensi kerja diantara 112 – 141 MHz (22,9%) dengan gain 1,8 dBi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antena mikrostrip yang diusulkan ini telah memenuhi standar impedansi bandwidth untuk komunikasi aeronautika pada pita frekuensi untuk aplikasi VHF A/G, yaitu 117 – 137 MHz.
Prototipe Sistem Proteksi dan Peningkatan Efisiensi Penggunaan Pompa dan Kincir Air Tambak Berbasis IoT Ramadhan, Andri; Sihombing, Panangian; Mawardi, Mawardi; Novalianda, Sari; Yudisha, Nabila; Dwiyanto, Dwiyanto
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4183

Abstract

Mayoritas petani budidaya udang di Indonesia menggunakan kincir air tambak secara terus menerus untuk mengontrol kadar oksigen ataupun suhu air.  Pompa air juga digunakan dalam waktu lama untuk meningkatkan level air. Namun, kedua hal tersebut sering menimbulkan masalah berupa kerusakan mesin penggerak kincir dan/atau pompa air (motor listrik) akibat panas berlebih. Selain itu, peningkatan biaya produksi juga terjadi akibat penggunaan kincir air yang tidak optimal. Oleh karena itu, sebuah sistem proteksi dan peningkatan efisiensi penggunaan kincir dan pompa air berbasis internet of things (IoT) diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Sistem tersebut tersusun dari tiga sensor, yaitu sebuah sensor suhu tipe contactless (MLX90614), dua buah sensor tipe waterproof, yaitu sensor suhu air (DS18B20) dan sensor level air berbasis  ultrasonik (JSN-SR04T). Sebuah prosesor ESP32 digunakan untuk menampilkan hasil sensor pada monitor dan mengirimkannya ke pengguna melalui jaringan internet. ESP32 juga berfungsi untuk mengontrol kincir dan pompa air secara otomatis. Serta mengirimkan notifikasi kepada pengguna secara otomatis juga jika suhu dan level air tidak optimal. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa sistem yang dihasilkan mampu menghentikan kerja motor listrik secara otomatis jika suhu motor listrik terlalu panas (>65oC). Sistem juga mampu mengontrol kincir air untuk mempertahankan suhu air di antara 29oC - 32oC dan mengontrol pompa air untuk mempertahankan level air di antara 80cm – 90cm secara otomatis. Sistem yang dihasilkan telah mampu memproteksi motor listrik secara otomatis dari panas berlebih. Selain itu, sistem juga mampu mengontrol kerja kincir dan pompa air agar bekerja lebih efisien.
Studi Desain Teras Gas-Cooled Fast Reactor Berbahan Bakar Thorium Nitride Novalianda, Sari; Dwiyanto, Dwiyanto; Sihombing, Panangian Mahadi
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i01.4470

Abstract

Energi nuklir merupakan salah satu energi terbarukan yang cukup menarik perhatian pemerintah indonesia bahkan dunia. Energi nuklir memiliki keunggulan dari kepadatan dayanya serta biaya operasinya yang relatif murah dibandingkan dengan sistem-sistem lainnya. Pada tahun 1950 Energi nuklir mulai digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir dan mulai berkembangnya reator nuklir dari generasi pertama hingga ke generasi keempat. Gas-Cooled Fast Reactor merupakan jalah satu jenis reaktor generasi empat berpendingin helium yang memiliki kelebihan yaitu tidak bereaksi dengan unsur lainnya. Thorium sebagai bahan bakar nuklir bersifat lebih aman, tidak mudah terbakar dan menghasilkan produk fisi jangka panjang.  Metode penelitian yang digunakan menggunakan seperagkat program SRAC disertai data nuklida pada JENDL 3.2. Hasil penelitian menunjukkan teras reaktor GFR dengan geometri teras silinder dan berbahan bakar Thorium Nitride yang homogen telah mencapai keadaan kritis dengan nilai excess reactivity sebesar 0,0034% pada fraksi volume 55% fuel, 10% cladding dan 35% coolant.
Pengaruh Perubahan Fraksi Volume Terhadap Kekritisan Desain Gas-Cooled Fast Reactor Berbahan Bakar Uranium Nitride Novalianda, Sari; Ramadhan, Andri
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.450-456.2020

Abstract

Penelitian ini menyajikan pengaruh perubahan fraksi volume desain         Gas-Cooled Fast Reactor (GFR) berbahan bakar Uranium Nitride. Fraksi volume reaktor cepat terdiri dari bahan bakar, kelongsong dan pendingin. Penelitian ini terdiri dari tiga desain sel bahan bakar dengan perbedaan fraksi voleme yang terdiri dari fuel, caldding, dan coolant yaitu desain A 55%:10%:35%, desain B 60%:10%:30% dan 65%:10%:25% untuk desain C. Parameter survey yang diukur adalah faktor kekritisan reaktor yaitu keff, kinf dan perubahan level burnup terhadap waktu burnupnya. Perhitungan desain GFR menggunakan seperangkat program Standart Reactor Analysis Code (SRAC). Hasil perhitungan ketiga desain reaktor, didapat bahwa  desain B berbahan bakar Uranium Nitride dengan pengayaan 9,5% uranium 235 dan fraksi volume 60% bahan bakar, 10 % kelongsong dan 30% pendingin mencapai kondisi kritis pada keff > 1,008 dan kinf > 1,012. Desain reaktor B dapat beroperasi selama 10 tahun tanpa proses refueling dengan excess reactivity 0,031%. The research presents the effect of changes in the volume fraction on the criticality of the Uranium Nitride Gas-Cooled Fast Reactor (GFR) design. The fast reactor volume fraction consists of fuel, cladding, and coolant. This research consisted of three fuel cell designs his research consists of three fuel cell designs with different volumes fraction consisting of fuel, cladding, and coolant namely A design 55%:10%:35%. B design 60%:10%:30% and 65%:10%:25% for C design. The survey parameters measured were the criticality of the reactor, namely keff, kinf, and burnup level changes with the burnup time. GFR design calculations use a set of Standard Reactor Analysis Code (SRAC) programs. The third calculation of the reactor design, found that design B was fueled with Uranium Nitride with enrichment of 9.5% uranium 235 and volume fraction of 60% fuel, 10% cladding, and 30% coolant reached critical conditions at keff> 1,008 and kinf> 1,012. Design B reactor can operate for 10 years without refueling with an excess reactivity of 0.031%.
Model Klasifikasi Kepatuhan Pajak Menggunakan Support Vector Machine Irwansyah; Sari Novalianda; Adam Pangestu; Oni Afriyandi; Ervina Sari Sipahutar
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1867

Abstract

Kepatuhan wajib pajak merupakan faktor kunci dalam memastikan pendapatan pemerintah yang berkelanjutan, namun mengidentifikasi wajib pajak yang patuh dan tidak patuh tetap menjadi tantangan karena meningkatnya volume dan kompleksitas data pajak. Penelitian ini mengusulkan model klasifikasi kepatuhan wajib pajak menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk meningkatkan akurasi prediksi kepatuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan dataset wajib pajak yang memuat pendapatan, pajak terutang, ketepatan waktu pembayaran, status pengajuan SPT, tunggakan pajak, dan riwayat kepatuhan. Pra-pemrosesan data meliputi penanganan nilai yang hilang, penghapusan duplikat, pengkodean label, dan normalisasi Min-Max sebelum pelatihan dan evaluasi model menggunakan validasi silang 10-fold. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model yang diusulkan mencapai akurasi 91,00%, presisi 90,48%, recall 92,23%, dan F1-score 91,34%, dengan akurasi validasi silang rata-rata 90,72% ± 1,26%. Temuan ini menunjukkan bahwa SVM memberikan kinerja yang andal dan kuat untuk klasifikasi kepatuhan wajib pajak, serta memiliki potensi besar untuk mendukung administrasi pajak yang cerdas dan berbasis data, sekaligus meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan dalam sistem perpajakan digital. Taxpayer compliance is a key factor in ensuring sustainable government revenue, yet identifying compliant and non-compliant taxpayers remains challenging due to the increasing volume and complexity of tax data. This study proposes a taxpayer compliance classification model using the Support Vector Machine (SVM) algorithm to improve the accuracy of compliance prediction. The research employed a quantitative approach using taxpayer datasets containing income, tax payable, payment timeliness, tax return submission status, tax arrears, and compliance history. Data preprocessing included missing value handling, duplicate removal, label encoding, and Min-Max normalization before model training and evaluation using 10-fold cross-validation. Experimental results showed that the proposed model achieved an accuracy of 91.00%, precision of 90.48%, recall of 92.23%, and F1-score of 91.34%, with an average cross-validation accuracy of 90.72% ± 1.26%. These findings demonstrate that SVM provides reliable and robust performance for taxpayer compliance classification and has strong potential to support intelligent, data-driven tax administration and improve decision-making efficiency in digital taxation systems.
Power Flattening Desain Reaktor GFR Berbasis Bahan Bakar Uranium Plutonium Nitride (U, Pu)N Sari Novalianda
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 3 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v4i3.2070

Abstract

AbstrakPada penelitian ini desain reaktor GFR 500 MWt berbasis bahan bakar uranium plutonium nitride (U,Pu)N beroperasi selama 10 tahun tanpa pengisian ulang bahan bakar. Sel bahan bakar yang digunakan adalah uranium alam dengan penambahan Plutonium 5,5%. Proses power flattening teras reaktor dilakukan dengan mengatur arah radial tiga region fraksi volume bahan bakar yaitu 55%, 60% dan 65%.  Nilai Average power density teras reaktor yang dimodifikasi adalah 28,46 Watt/cc dan power peaking factor menurun dari 2,25 menjadi 1,98.  Kata Kunci :  Flattening, GFR, Teras, Bahan Bakar 
Implementasi Sistem Filter Air Otomatis Berbasis IoT untuk Mengoptimalkan Budidaya Ikan Air Tawar : Pengabdian Sari Novalianda; Muhammad Abdhi Ridha; Maharani Putri; Panangian Mahadi Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5719

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah salah satu kelompok tani Desa Sei Semayang, Deli Serdang yang bergerak di bidang budidaya ikan air tawar, seperti ikan nila, ikan lele, ikan gurami, dan ikan patin. Potensi desa tersebut memiliki suhu dan kelembapan udara yang mendukung budidaya ikan air tawar dengan suhu udara di antara 26,9 °C–29,6 °C dan kelembapan udara di antara 73,6%–83,8%. Namun, Mitra masih memiliki masalah kualitas air dengan kandungan zat besi dan mangan terlarut yang cukup tinggi sehingga menyebabkan hasil budidaya ikan air tawar tidak optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan Mitra dalam menurunkan kandungan zat besi dan mangan terlarut pada air tanah yang digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Terdapat dua metode pelaksanaan yang digunakan, yaitu sosialisasi kualitas air untuk budidaya ikan air tawar dan penerapan teknologi tepat guna berupa Sistem Filter Air Otomatis Berbasis IoT (SIMFATISI). Hasil kegiatan berupa peningkatan pemahaman Mitra terkait parameter kualitas air yang sesuai untuk budidaya ikan air tawar dan kemampuan dalam menggunakan alat SIMFATISI dengan baik. Pencapaian kegiatan ini berupa penurunan kadar besi dan mangan terlarut pada air tanah menggunakan alat SIMFATISI oleh Mitra.
Prakiraan Produksi Energi Listrik PLTA di Sumatera Utara Menggunakan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) Wisnu Alqadri Wardana; Mawardi; Yoga Tri Nugraha; Sari Novalianda
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1269

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Sumatera Utara terus mengalami fluktuasi seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri, sehingga perencanaan konsumsi listrik yang akurat sangat diperlukan untuk menjaga keandalan pasokan. Penelitian ini menerapkan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) untuk memprediksi konsumsi energi listrik di wilayah Sumatera Utara dengan menggunakan data historis periode 2018–2024. Data aktual dibandingkan dengan hasil prediksi model untuk mengevaluasi akurasi menggunakan indikator Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil evaluasi menunjukkan nilai MAE sebesar 0,00057, RMSE sebesar 0,00139, dan MAPE hanya 0,00012%, yang menandakan tingkat kesalahan prediksi sangat kecil. Proyeksi hingga tahun 2029 memperlihatkan tren konsumsi listrik yang cenderung meningkat kembali setelah mengalami penurunan pada tahun 2022–2023, dengan lonjakan signifikan pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa ANFIS mampu mengikuti pola historis dengan baik serta memberikan hasil prakiraan yang presisi dan dapat diandalkan. Dengan demikian, metode ANFIS dapat digunakan sebagai dasar perencanaan energi jangka pendek untuk mendukung strategi penyediaan listrik yang efisien dan berkelanjutan di Sumatera Utara.   The electricity demand in North Sumatra continues to fluctuate along with population growth and industrial development, so accurate electricity consumption planning is essential to maintain supply reliability. This study applies the Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) to predict electricity consumption in the North Sumatra region using historical data for the 2018–2024 period. Actual data is compared with the model's prediction results to evaluate accuracy using the Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) indicators. The evaluation results show an MAE value of 0.00057, RMSE of 0.00139, and MAPE of only 0.00012%, indicating a very small level of prediction error. Projections until 2029 show a trend of electricity consumption that tends to increase again after experiencing a decline in 2022–2023, with a significant spike in 2024. This indicates that ANFIS is able to follow historical patterns well and provide precise and reliable forecast results. Thus, the ANFIS method can be used as a basis for short-term energy planning to support efficient and sustainable electricity supply strategies in North Sumatra.