Claim Missing Document
Check
Articles

Perception of Integrity and Patient Satisfaction Toward the Quality of Service in Government Hospitals: A Study Andi Surayya Mappangile; Andi Marini Indriani; Dwi Susilowati; Rivaldi Nugraha; Cornelius Prihandoyo; Isradi Zainal
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.1856

Abstract

Service quality and the integrity of public service delivery are two fundamental dimensions in building public trust in government hospitals. In the healthcare sector, patient satisfaction is influenced not only by technical aspects of medical services but also by perceptions of transparency, fairness, and the absence of corrupt practices. This study aims to analyze anti-corruption perceptions and patient satisfaction regarding the quality of service at RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, a government referral hospital in Indonesia. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. Data were collected using the Anti-Corruption Perception Survey (SPAK), which covers five integrity elements, and the Service Quality Perception Survey (SPKP), which comprises twelve elements of service satisfaction. The sample consisted of 892 service users distributed across 13 hospital service units.  The Data was collected through structured questionnaires given directly to patients and their families in 13 hospital service units, analysis was performed descriptively by calculating the Average Value (NRR), the Anti-Corruption Perception Index (IPAK), and the Service Quality Perception Index (IPKP). The results demonstrate that the IPAK score is 99.117 and the IPKP score is 98.319, both of which fall into the "very good" category. Integrity elements consistently received high scores across all service units, while service satisfaction elements showed limited variation, with facilities and infrastructure identified as the elements with the relatively lowest values albeit still remaining in the "very good" category.
Pengaruh Penyerapan Air Terhadap Mortar Busa Yang Digunakan Sebagai Timbunan andi taufik hidayat; Gunaedy Utomo; Andi Marini Indriani
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 14 No 1 (2026): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v14i1.2853

Abstract

Perkembangan di bidang konstruksi mendorong lahirnya berbagai inovasi ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan material timbunan berupa mortar busa. Mortar busa merupakan campuran semen Portland, pasir, udara, dan foam agent yang menghasilkan material ringan dengan karakteristik khusus. Material ini banyak digunakan pada bangunan non-struktural, terutama sebagai pengisi rongga, karena sifatnya yang mudah diaplikasikan, ekonomis, serta mampu menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan lapangan. Karakteristik busa mortar sangat dipengaruhi oleh daya serap udara, di mana semakin besar jumlah pori-pori maka semakin tinggi pula penyerapan udara yang terjadi. Tingginya penyerapan udara dapat berdampak pada penurunan kuat tekanan, kerusakan struktur akibat pembengkakan, perubahan warna karena pengelupasan, serta memicu pertumbuhan jamur yang mengurangi umur layak bahan. Selain itu, perbedaan volume pori juga akan menentukan tingkat kestabilan dan ketahanan busa mortar ketika digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk meninjau secara komprehensif hubungan antara volume pori dan tingkat penyerapan udara dalam busa mortar. Pengetahuan mengenai aspek tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan mutu mortar busa yang lebih baik dan sesuai standar konstruksi penyerapan maksimal 25%. Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, penulis terdorong untuk meneliti lebih lanjut bagaimana proses penyerapan udara mempengaruhi karakteristik fisik busa mortar, khususnya terkait peran volume pori sebagai salah satu faktor utama dalam penyerapan.