Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELOMPOK BELAJAR MANDIRI “FKIP UNIVERSITAS PEKALONGAN MENGAJAR” UNTUK REMAJA USIA SEKOLAH (SMP DAN SMA) Dwi Ario Fajar; Erwan Kustriyono; Amalia Fitri
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat EDISI KHUSUS DIES NATALIS UNIVERSITAS PEKALONGAN KE-40 APRIL 2021
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.088 KB)

Abstract

The characteristics of children's behavior in the millennial era are marked by a strong mastery of digital media, so how do parents determine parenting to build a generation that does not accept the bad effects of the digital era, but uses all media wisely and for positive purposes. Family education is an effort to empower families to be able to exercise control over existing resources and active participation in character formation. The condition of the Covid-19 pandemic has forced families to be more attentive to the process of their children participating in their learning activities at school. Many families in Bandengan Village have difficulty guiding their children in learning activities, especially learning assistance during the Covid-19 pandemic. The majority of the people of Bandengan Village earn as casual laborers, small fishermen and factory workers. By implementing the FKIP Mengajar and mentoring program for independent study groups in Bandengan Village, it is hoped that it can help the people of Bandengan Village in the field of education, especially the problem of learning difficulties experienced by teenagers. The method used in this service is active participation and mentoring. This strategy can be summarized as follows: 1. Grouping of Adolescents according to School Age 2. Learning Assistance (school materials, Multi Literacy, and general skills,) 3. Formation of Independent Study Group 4. Independent learning group mentoring. The synergy between universities and the community is needed in a real form. FKIP Pekalongan University provides solutions to problems in the learning assistance of parents for their children. Independent learning group mentoring is a tangible form of solving learning mentoring problems in the community.Keywords : independent learning, family education, mentoring.
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang Dini Yatul Ulva; Amalia Fitri
Journal of Nusantara Education Vol. 2 No. 1 (2022): September 2022
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.311 KB) | DOI: 10.57176/jn.v2i1.38

Abstract

Pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menyelesaikan masalah matematika menggunakan pemahaman yang telah dimilikinya. Siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah akan mengalami kesulitan ketika menyelesaikan masalah matematika. Siswa kesulitan ketika menyelesaikan masalah matematika khususnya pada soal cerita yang memnyababkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Bahan ajar yang digunakan di sekolah juga belum memfasilitasi untuk melatih kemampuan pemecahan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebutuhan modul matematika berbasis problem solving untuk meningkatkan kemampuam pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa SMP N 4 Batang kelas IX pada tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah yang dikarenakan siswa sulit memahami soal berbentuk cerita dan sulit menerapkan rumus yang diberikan. Bahan ajar yang digunakan belum dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Problem solving merupakan salah satu motode yang dapat memfasilitasi siswa dalam berlatih memecahkan maslah karena didalamnya juga menjelaskan langkah-langkah/prosedur pemecahan masalah sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat.  Oleh karena itu dibutuhkan modul yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yaitu modul berbasis problem solving. Penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan menjadi pengembangan modul berbasis probelm solving agar dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Problem solving is an attempt to solve mathematical problems using the understanding they already have. Students who have low problem-solving skills will have difficulties in solving mathematical problems. Students have in solving mathematical problems, especially in story problems which cause students' low problem-solving abilities and the teaching materials used have not facilitated students' problem-solving skills. This study aims to determine how the need for problem solving-based mathematics modules to improve students' problem-solving skills. This study used qualitative research methods. The research subjects were students of SMP N 4 Batang class IX in the academic year 2021/2022. Data collection techniques used in this research are observation, questionnaires, and interviews. The data analysis technique in this research is descriptive qualitative analysis using Miles and Huberman analysis. The results showed that students' problem-solving abilities were still low because students had students' difficulties in understanding the story-problem questions and applying the formula. The teaching materials used have not been able to improve students' problem-solving abilities. problem solving is a method facilitating students to practice problem solving skill, because it includes the steps or procedures in problem solving. so, it can increase students' problem-solving skills. Therefore, we need a module that can improve problem solving skills, namely problem-solving based modules. This research is expected to be continued into the development of problem solving-based modules in order to improve problem solving abilities.
Penggunaan Video Interaktif Edpuzzle dalam Pembelajaran Matematika dan Bahasa pada Era Merdeka Belajar di SMP Al Fusha Kedungwuni Dewi Mardhiyana; Ariesma Setyarum; Amalia Fitri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6139

Abstract

Salah satu pembelajaran yang inovatif dan kreatif bisa dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik, seperti video interaktif. Edpuzzle adalah salah satu platform yang bisa membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui video yang bersifat interaktif antara guru dan siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemanfaatan video interaktif edpuzzle dalam pembelajaran Matematika dan Bahasa sebagai inovasi pembelajaran untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa dan kurangnya literasi teknologi guru. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian ini diberikan kepada guru SMP Al Fusha Kedungwuni selama bulan Agustus 2021. Kegiatan pengabdian ini dirancang dalam beberapa tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan pelatihan, follow up hasil pelatihan, dan evaluasi. Pada perencanaan dilakukan penyusunan bahan sosialisasi, bahan pelatihan, dan soal pretest. Pada pelaksanaan pelatihan, kegiatan dimulai dengan pemberian soal pre-test, sosialisasi video interaktif edpuzzle, pelatihan penyusunan konten video pembelajaran, dan pelatihan pembuatan video interaktif edpuzzle. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebanyak 67% peserta sudah mengetahui video interaktif dan manfaat video interaktif. Namun, belum ada peserta yang pernah mendengar istilah edpuzzle. Oleh karena itu diperlukan pelatihan pembuatan video interaktif edpuzzle. Tahap selanjutnya, yaitu follow up hasil pelatihan, yang dilakukan dengan pendampingan penyusunan konten video pembelajaran dan pembuatan video pembelajaran serta pengeditan video dengan menggunakan edpuzzle. Tahap terakhir, yaitu evaluasi yang dilakukan denan pemberian post-test kepada peserta pelatihan. Hasil post-test menunjukkan bahwa 83% peserta mengetahui video interaktif dan manfaat video interaktif. Selain itu, 67% peserta juga bisa menjelaskan tentang edpuzzle, serta kegunaan dan fitur-fitur yang ada di dalam edpuzzle. Setelah kegiatan ini peserta sudah memiliki kemampuan untuk menyusun video interaktif dengan menggunakan edpuzzle.One innovative and creative learning can be done using interesting learning media, such as interactive videos. Edpuzzle is a platform that can help teachers carry out learning through interactive videos between teachers and students. This service activity's purpose is to use interactive edpuzzle videos in Mathematics and Language learning as a learning innovation to overcome the low interest in student learning and the lack of teacher technological literacy. The method used in this service is to provide training and mentoring. This service activity was given to teachers of SMP Al Fusha Kedungwuni in August 2021. This service activity was designed in several stages: planning, implementing training, following up on training results, and evaluating. In planning, the preparation of socialization materials, training materials, and pretest questions was carried out. In the implementation of the training, the activities began with giving pretest questions, socialization of interactive edpuzzle videos, training in the preparation of learning video content, and training on making interactive edpuzzle videos. The pretest results showed that as many as 67% of the participants already knew about interactive videos and the benefits of interactive videos. However, the participants had yet to hear of the term edpuzzle. Therefore, training in making interactive edpuzzle videos is needed. The next stage is the follow-up of the training results, which is carried out by preparing learning video content, making learning videos, and editing videos using edpuzzles. The last stage, namely the evaluation conducted by giving a post-test to the training participants. The post-test results showed that 83% of the participants knew about interactive videos and the benefits of interactive videos. In addition, 67% of participants were also able to explain the edpuzzle, as well as the uses and features of edpuzzle. After this activity, the participants can already compile interactive videos using edpuzzle.
Pengaruh Kecemasan Matematis terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas 11 SMA Negeri 1 Bojong Erina Khairunnisa; Amalia Fitri
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol 3 (2023): Pembelajaran Berdeferensiasi dalam Mewujudkan Generasi Pancasila Unggul melalui Pembel
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini ingin mengetahui pengaruh kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Bojong. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian ex-post facto. Populasinya adalah siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Bojong tahun pelajaran 2022/2023 sedangkan sampelnya adalah siswa kelas 11 MIPA 4 SMA Negeri 1 Bojong tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji regresi sederhana dengan uji prasyarat yang meliputi, uji normalitas, homogenitas, dan linearitas. Berdasarkan hasil analisisnya diperoleh bahwa terdapat pengaruh negatif dari kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Bojong dengan kontribusi kecemasan matematis sebesar 21,6% dan sisanya sebesar 78,4% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PECAHAN DENGAN METODE MATEMATIKA GASING BERBANTUAN LKPD Amalia Fitri; Dewi Azizah; Kamila Chairunisa
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v4i5.164

Abstract

Pecahan seringkali dianggap sebagai  materi  yang relatif sulit dipahami bagi sebagian siswa. Kesulitan tersebut terlihat ketika siswa diminta menentukan pecahan, membandingkan dua pecahan yang memiliki pembilang sama, dan mengoperasikan pecahan. Oleh karena itu, diperlukan  suatu metode pembelajaran yang tepat dan dapat mengaitkan konsep matematika dengan situasi dunia nyata untuk membantu siswa memahami konsep pecahan secara lebih baik. Penerapan metode Matematika Gasing  mengarahkan siswa menemukan konsep Pecahan melalui media benda kongkrit. Penerapan metode Gasing berbantuan LKPD pun dapat memfasilitasi siswa untuk berlatih menyelesaikan masalah Pecahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran dengan metode Matematika Gasing pada materi pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimental. Data dianalisis menggunakan  uji Wilcoxon dengan  SPSS dan diperoleh nilai signifikansi 0,00 0,05. Artinya terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan metode Matematika Gasing barbantuan LKPD. Selanjutnya kategori peningkatan hasil belajar siswa dianalisis berdasar N-Gain Score diperoleh rata-rata 0,59 termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penarapan metode Matematika  Gasing  berbantaun LKPD dapat berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa pada materi pecahan di SD Muhammadiyah Pencongan.
The Use of Tangram Teaching Aids in Learning Plane Geometry for 8th-Grade Students Rini Utami; Dewi Azizah; Amalia Fitri; Muhamad Najibufahmi; Dewi Mardhiyana; Nurina Hidayah; Sayyidatul Karimah; Dwi Ario Fajar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.10395

Abstract

Our activity aims to assist 8th-grade students at SMP Plus Muhammadiyah Doro in learning Geometry using tangram teaching aids. This is related to the lack of enthusiasm some students feel during the learning process, especially in Geometry. The community service activity was carried out through planning, implementation, and evaluation stages, using lectures, discussions, experiments, and demonstrations. The instruments used include questionnaires given to students before and after the activity. The results of this activity show that: 1) almost all students contend that teachers now need tangrams to help in explaining teaching materials in Plane Geometry; 2) almost all students are interested in the tangrams, which is due to their ease of making and using; 3) almost all students contend that tangrams can help them to train their understanding of mathematical concepts, especially in plane figures; 4) most students believe that tangrams can enhance their motivation to learn.
Pengaruh model LSQ berbantuan video terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis Siswa Susilawati, Siska; Fitri, Amalia
Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/primatika.v13i1.2972

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep matematika Siswa dapat dipengaruhi oleh media dan model yang diterapkan Guru dalam proses pembelajaran matematika. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran diupayakan menggunakan media dan model pembelajaran yang tepat sehingga siswa lebih mudah dalam memahami konsep yang dipelajari. Salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu menggunakan model Learning Start with a Question (LSQ) dengan bantuan media video. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis yang dimiliki Siswa ketika diajar dengan model LSQ berbantuan video lebih tinggi jika dibandingkan model Problem-Based Learning (PBL) yang ada di SMK Gondang. Populasi pada penelitian ini yaitu Siswa kelas X TKRO, dengan X TKRO 2 sebagai kelas eksperimen dan X TKRO 1 sebagai kelas kontrol. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dan jenis penelitiannya adalah quasi-experimental design. Desain yang digunakan penelitian ini adalah nonequivalent posttest-only control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, sedangkan analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa nilai thitung (2,515) > ttabel (1,997) maka H1 diterima. Dengan demikian disimpulkan kemampuan pemahaman konsep matematis Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model LSQ berbantuan video lebih baik dibandingkan Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL.
FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR STATISTIK MAHASISWA STAI KI AGENG PEKALONGAN Gunawan, Muhammad Ali; Fitri, Amalia
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024): DELTA : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/delta.v12i1.4108

Abstract

Statistics is an important subject for students in many different branches of study, including STAI Ki Ageng Pekalongan. However, many students have trouble studying statistics. This study seeks to determine the factors that contribute to problems in studying statistics at STAI Ki Ageng Pekalongan. This study employs a descriptive method combined with a quantitative approach. Data was acquired through a poll of 21 STAI Ki Ageng Pekalongan students attending statistics courses. Data were examined via descriptive statistics. The findings of this study reveal that various factors cause difficulty in studying statistics at STAI Ki Ageng Pekalongan, including 1) lack of comprehension of basic mathematical ideas, 2) difficulties comprehending statistical formulae, and calculations, 3) lack of practice with statistical issues, and 4) poor drive to learn.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI DI SDN 02 MAYANGAN Dewi Azizah; Amalia Fitri; Dina Nurmalisa; Fathi Risqullah; Rini Utami; Susanto Susanto; Ariesma Setyarum; Anggun Lestianingsih
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2001

Abstract

Abstract: Literacy and numeracy are two important skills that every individual must have, especially in the current digital era. However, SDN 02 Mayangan is classified as a school with low literacy and numeracy skills. This can be seen from students in high classes still not being able to complete multiplication operations, students' literacy levels are relatively low, and students feel bored in class learning. Appropriate learning media and integration of local wisdom in learning can help improve student literacy and numeracy. However, most teachers have not been able to create learning media that suits students' needs and is based on local wisdom. Thus, there is a need for training and assistance in creating local wisdom-based learning media for teachers. The method for implementing this community partnership program uses Service Learning (SL). The SL method consists of four steps, namely investigation, preparation, action, and reflection. With this community service activity, teachers can improve their abilities in compiling and applying digital media, snakes and ladders media, and storybooks based on local wisdom to optimize students' literacy and numeracy skills. In this activity, 82% of participants felt very satisfied with the material presented and 80% of participants felt very satisfied with the method used. Keyword: learning media; local wisdom; literacy; numeracy Abstrak: Literasi dan numerasi merupakan dua keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama di era digital saat ini. Namun, SDN 02 Mayangan tergolong sekolah dengan kemampuan literasi dan numerasi yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari siswa pada kelas tinggi masih belum bisa meyelesaikan operasi perkalian, tingkat literasi siswa tergolong rendah, dan siswa merasa jenuh dalam pembelajaran di kelas. Media pembelajaran yang tepat dan integrasi kearifan local dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Namun demikian sebagian besar guru pun belum mampu membuat media pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk guru. Metode pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini menggunakan Service Learning (SL). Metode SL terdiri dari empat langkah, yaitu investigasi, persiapan, tindakan, dan refleksi. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, guru dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun dan menerapkan media digital, media ular tangga, dan buku cerita   berbasis kearifan local untuk mengoptimalkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Pada kegiatan ini, 82% peserta merasa sangat puas terhadap materi yang disampaikan dan 80% peserta merasa sangat puas terhadap metode yang digunakan. Kata kunci: media pembelajaran; kearifan lokal; literasi; numerasi.