Claim Missing Document
Check
Articles

An Analysis of Illocutionary Acts in Fast and Furious 6 Movie I Kadek Rio Sandika Putra; Ida Ayu Putri Gita Ardiantari
ELYSIAN JOURNAL : English Literature, Linguistics and Translation Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Elysian Journal: English Literature, Linguistics, and Translation Studies
Publisher : Prodi Sastra Inggris Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/elysian.v5i3.12358

Abstract

This study aims to identify the types of illocutionary acts and to analyze the implied meanings contained within them in Fast and Furious 6 movie. The analysis is grounded in Searle’s (1979) theory of illocutionary acts to categorize the utterances, while Leech’s (1981) semantic theory, specifically the concept of connotative meaning, is applied to interpret the implied meanings. The data were collected using a note-taking technique, focusing on dialogues that contain potential illocutionary acts. A qualitative method was employed to analyze the data, allowing for in-depth interpretation of language functions and underlying meanings. The findings reveal that all five types of illocutionary acts representatives, directives, commissive, expressive, and declaratives are present in the movie. However, commissive and directives emerge as the most dominant types, indicating that the characters frequently express commitments or intentions regarding future actions and attempt to influence the hearers to perform certain acts.
MEMBANGUN IDENTITAS VIBRA (VISUAL DAN BRANDING) BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK KELOMPOK SADAR WISATA DESA WISATA BENGKALA (KAMPUNG KOLOK ) SINGARAJA Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Pandawana, I Dewa Gede Agung; Ardiantari, Ida Ayu Putri Gita; Maulina, Ni Made Intan; Putra, Bagus Putu Pramana; Dwipa, I Made Suryana
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.137

Abstract

Desa Bengkala, di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, dikenal sebagai destinasi wisata edukasi karena kekhasan masyarakat Kolok (tuli-bisu) yang menarik wisatawan dan peneliti. Untuk mengoptimalkan potensi desa, dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Bhaskara Weda" dan kelompok tani "Mandi Madu." Namun, kedua kelompok ini menghadapi tantangan dalam pelayanan tamu akibat kurangnya struktur organisasi, keterbatasan kemampuan bahasa asing, dan penerapan hospitality. Program pengabdian ini bertujuan membangun identitas dan branding lokal, menyusun struktur organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan melalui aplikasi Digital Hospitality Service (DIHOSE) dan SALOKA untuk menginventarisasi kosakata Kolok. Pelatihan Janger Kolok juga dilakukan guna melestarikan budaya lokal. Kelompok tani didukung melalui sistem irigasi tetes (SIRAT), mesin penggiling padi, dan pelatihan tumpang sari. Selain itu, Demplot Aquaponik bertenaga surya dikembangkan untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat Kolok dan menanggulangi stunting.Pendekatan yang diterapkan meliputi Transfer Knowledge (TK), Technology Transfer (TT), dan Entrepreneurship Capacity Building. Hasil pengabdian mencakup kebijakan tiket masuk yang dikelola Pokdarwis, peningkatan keterampilan SDM di bidang pariwisata, serta peluncuran DIHOSE dan SALOKA. Regenerasi kesenian Janger Kolok juga terwujud melalui pelatihan untuk anak-anak. Tahap lanjutan akan difokuskan pada pemasaran, pembuatan paket wisata, dan virtual tour berbasis situs web untuk mendukung pemberdayaan berkelanjutan bagi Pokdarwis.
PELATIHAN BAHASA INGGRIS DAN JEPANG BAGI SIWA AKOMODASI PERHOTELAN DI SMK WIDYA DHARMA BULELENG Wayan Nurita; Ida Ayu Putri Gita Ardiantari; Ida Bagus Gde Nova Winarta; Ladycia Sundayra
LOKATARA SARASWATI Vol 3 No 2 (2024): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/lokasaraswati.v3i2.10186

Abstract

English and Japanese Language Training for students of the Hotel Accommodation expertise program at SMK Widya Dharma Buleleng is carried out as an effort to improve communication competency in foreign languages, especially in the field of tourism. This training program aims to help students acquire basic language skills needed to provide professional services to international tourists and deepen students' knowledge of tourism. The training takes place from February 2024 to June 2024. The training uses an interactive learning approach that emphasizes practical and communication aspects. After the training, students stated that they were able to communicate in English and Japanese in providing hotel services including check-in services, room facility services, check-out services and handling complaints. The results of this training are expected to be able to improve the quality of local tourism services through students' readiness to welcome foreign guests, as well as provide competitive added value in the tourism industry.
PDB UNMAS DENPASAR: PENGUATAN DESA WISATA BENGKALA UNTUK POKDARWIS BHASKARA WEDA DAN KELOMPOK TANI MANDI MADU Ida Ayu Putri Gita Ardiantari; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Agung Pandawana, I Dewa Gede; Putra Wirawan, I Putu Agus; Putra Salain, Putu Pradiva; Indah Mentari, Ni Made; Yogi Marantika, I Made; Dea Luna Valerina, Ni Komang; Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi; Rai Subawa, Kadek Krisna; Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian; Intan Maulina, Ni Made; Yulianti, Wiwik
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i2.12698

Abstract

Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar kembali melaksanakan kegiatan sebagai bukti nyata dalam mewujudkan konsep Kampus Berdampak di Desa Wisata Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Untuk tahun kedua, lebih memfokuskan pada peningkatan kompetensi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Bhaskara Weda yang bertujuan untuk menemukan inovasi paket wisata Desa Bengkala yang inovatif dan ekonomis serta pendampingan dalam menyusun panduan praktis untuk merancang tour agar nantinya mampu membangun pengalaman berkesan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Serta pendampingan kepada kelompok Tani Madu, untuk pemanfaatan SIMOTA (Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT sebagai upaya membantu budidaya pertanian dengan pemanfaatan Smart Farming, serta pembuatan desain kemasan produk untuk bersaing di pasar global saat ini. Adapun permasalahan yang sedang dihadapi mitra kelompok sadar wisata (pokdarwis) adalah belum optimalnya wawasan serta pemahaman dalam menyusun panduan praktis untuk merancang paket tour yang inovatif dan ekonomis serta pemahaman untuk pemanfaatan SIMOTA ( Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT. Adapun pendekatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung berbagai kegiatan selama di Bengkala melalui Transfer Knowledge (TK), Technology Transfer (TT), Difusi Ipteks, dan Entrepreneurship Capacity Building. Metode pelaksanaan mencakup workshop dalam bentuk pelatihan, pendampingan intensif, serta fasilitasi kolaborasi lintas sektor antara akademisi, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman serta keterampilan dalam menyusun paket wisata sebesar dan kemasan produk dan SIMOTA (Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT. Terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menyusun paket wisata sebesar 90% yang menonjolkan ciri keunikan Bengkala, seperti seni tradisi, tarian kolok, serta berbagai atraksi berbasis kehidupan sehari-hari serta adanya workshop penggunaan SIMOTA dalam memanfaatkan lahan pertanian. Selain itu, monitoring serta evaluasi selama kegiatan terus dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan awal. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekomonian masyarakat Desa wisata Bengkala melalui adanya program paket wisata serta sistem SIMOTA yang dapat membantu dalam budidaya pertanian dengan pemanfaatan Smart Farming. Serta workshop dalam pembuatan desain kemasan produk telah dilaksanakan dengan harapan kemasan yang unik dan memiliki nilai jual tinggi mampu menarik minat konsumen untuk membeli dan mengingat produk ciri khas Bengkala. Disamping itu, sama dengan workshop penyusunan paket wisata, untuk kelompok tani juga diadakan ujian Pre-test dan post-test. Hasil yang telah dilakukan menunjukkan juga adanya peningkatan rata-rata skor hingga 90%. Itu artinya, kelompok tani mandi madu dapat memahami dengan baik SIMOTA dan mampu membuat dezain yang mudah untuk diingat oleh masyarakat secara umum. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian warga kolok di Desa Bengkala.
An Analysis of Figurative Language Used in Nine Track Mind Album by Charlie Puth Sintana Novita Dewi; Ida Ayu Putri Gita Ardiantari
Austronesian: Journal of Language Science & Literature Vol. 3 No. 1 (2024): Austronesian: Journal of Language Science & Literature
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59011/austronesian.3.1.2024.31-38

Abstract

In writing songs, songwriters often use figurative language. This research analyzed the figurative language in the album Nine Track Mind by Charlie Puth. This research aimed to determine the type of figurative language used and the meaning shown by figurative language in the songs on the album. This research is descriptive research with qualitative and quantitative approaches. The data found in this research were analyzed by the theory of Knickerbocker and Reninger (1963) and supported by the theory of Wellen and Warren (1984). This research showed that songwriters used ten figurative language, namely 60% hyperbole, 10% allusion, 10% repetition, and 20% metaphor. In addition, the songwriter also uses connotative and denotative meanings in the album.
Figurative Language in “Like The Way It Be” Song By Sound of a Mirror Meryantari, Ni Ketut; Ardiantari, Ida Ayu Putri Gita
International Journal of Linguistics and Discourse Analytics Vol 6 No 1 (2024): IJOLIDA Vol. 6 No. 1, September 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/ijolida.v6i1.133

Abstract

This study is entitled Figurative Language in “Like The Way It Be” song by Sound of A Mirror. This study aimed to analyzed the types of figurative language found in the song lyrics. This study used the theory proposed by Perrine (1997) to conduct this study. Qualitative method was employed in this study. Several steps done were collecting the data, such as downloading the song lyric from the internet, listening the song and read the lyric intensively to find out the figurative, and nothing the type of figurative found. The data found then analyzed and presented descriptively based on the theory. The analysis of the data identified six types of figurative language. The data found involved 1 simile, 2 metaphor, 1 apostrophe, 1 paradox, 1 symbol, 1 hyperbole, 1 irony. These findings are significant because they reveal how the artist employs various figurative devices to convey deeper meanings, emotions, and themes within the lyrics. Figurative language adds layers of interpretation, enriching the listener's experience by encouraging them to think beyond the literal meanings of the words. Additionally, the presence of diverse figurative elements reflects the complexity and creativity of the song's composition, showcasing the songwriter's skill in using language to evoke imagery and provoke thought. This analysis not only enhances our understanding of the song’s artistic depth but also demonstrates the importance of figurative language in music as a form of expression
PELATIHAN DARING BAHASA JEPANG PERHOTELAN KARYAWAN HOTEL DI BALI Meidariani, Ni Wayan; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Ardiantari, Ida Ayu Putri Gita
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1106

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda dunia membawa dampak yang buruk terhadap perekonomian negara, salah satu negara yang mengalami dampak pademi covid-19 adalah Indonesia. Bali yang merupakan salah satu pulau di Indonesia, sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pariwisata. Adanya wabah covid-19 ini menyebabkan kebangkrutan usaha pariwisata khususnya bidang akomodasi sehingga banyak karyawan hotel yang mengalami putus hubungan kerja. Dalam situasi yang sulit ini, peran masyarakat lainnya sangat diperlukan untuk saling membantu. Bentuk bantuan yang diperlukan masyarakat tidak hanya sebatas pengadaan sembako atau bantuan uang tunai saja. Salah satu upaya untuk membantu para karyawan hotel adalah memberikan pelatihan gratis kepada mereka tentang pengenalan budaya Jepang dan bahasa Jepang perhotelan. Tujuan pelatihan bahasa Jepang perhotelan untuk menambah kemampuan berbahasa Jepang sehingga dapat meningkatkan hospitality para pekerja hotel dalam melayani wisatawan Jepang. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan tidak akan habis dan dapat meningkatkan SDM karyawan hotel saat pariwisata dibuka. Pelatihan dilakukan secara online menggunakan media jitsi. Berdasarkan hasil evaluasi disimpulkan bahwa 80% karyawan hotel tidak mengetahui etika dalam melayani wisatawan Jepang karena mereka tidak paham tentang perbedaan budaya Jepang. Bahasa Jepang yang digunakan oleh para karyawan hotel masih menggunakan ragam santai tanpa memperhatikan kedudukan lawan bicara karena menganggap bahasa Jepang seperti bahasa Indonesia yang tidak mengenal tingkatan berbahasa
DISCOURSE ANALYSIS ON JIWA YANG BERSEDIH SONG LYRICS Putri Gita Ardiantari, Ida Ayu; Ayu Dian Andriyani, Anak Agung; Swabawa, Ida Bagus Made Satya
Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Vol. 7 No. 2 (2023): Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature)
Publisher : Elite Laboratory Jurusan Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/lire.v7i2.227

Abstract

This research aimed to analyze the message contained in the lyrics of the song “Jiwa Yang Bersedih” by using discourse analysis approach. The primary data in this research are the lyrics of the song entitled “Jiwa Yang Bersedih”. The song lyrics are taken from the sonora.id website. The data were then analyzed using discourse analysis theory which includes language, structure and context of song lyrics. This research used theory by Paltridge (2006) in analyzing discourse elements and Mitchell (2023) in analyzing the lyric structure. Based on the results of the analysis, the song reveals a well-structured composition with a conventional format comprising verses, choruses, an interlude, and an outro. Repetition of specific phrases, especially in the verses and choruses, underlines the empathetic message, emphasizing understanding and support for individuals grappling with sorrow. The narrative flow of the song takes the listener on a journey from an invitation to express emotions to a reaffirmation of strength and the promise of being heard, illustrating resilience in the face of challenges. Linguistic elements, including pronouns, metaphors, imagery, alliteration, and symbolism, are strategically used to establish a personal connection with the listener and vividly convey emotional struggles.
Pelatihan Hospitality dan Budaya Jepang bagi Pelaku Pariwisata di Desa Jatiluwih Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Ardiantari, Ida Ayu Putri Gita; Sulatra, I Komang
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v5i2.124939

Abstract

Tourism is an important sector in the economy of Jatiluwih Village, and visits by Japanese tourists have become a potential market that has been increasing in recent years. However, to improve the quality of service for Japanese tourists which indirectly can expand market share, tourism actors need to have adequate knowledge of the culture, customs and habits of Japanese people as well as the ability to communicate using basic Japanese, with the aim of providing the best service. Post-pandemic, the world of tourism has revived. To revive work enthusiasm and service attitude to Japanese tourists, the role of the university is needed to help provide knowledge and skills to tourism actors when communicating with tourists of different cultures, therefore misunderstandings can be avoided in communication. One of the efforts to increase the knowledge and skills of tourism actors in Jatiluwih Village, required hospitality and Japanese culture training. This training involved experts who have experience in the tourism industry and expertise in Japanese culture. Through this training, it was hoped that tourism actors will gain in-depth knowledge of Japanese culture, including language, customs, and the ethics of interacting with Japanese tourists. They were also trained in hospitality skills which include communication, hospitality, service skills, and understanding of Japanese guest preferences.
Campur Kode pada Dialog Penjual dan Pembeli di Desa Wisata Penglipuran Ayu Dian Andriyani, Anak Agung; Putri Gita Ardiantari, Ida Ayu
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i1.1409

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada penggunaan campur kode dalam interaksi antara penjual dan pembeli di warung tradisional. Data dialog antara penjual dan pembeli di warung tradisional dengan target warung yang menyediakan berbagai makanan ciri khas, minuman serta oleh-oleh Bali, mempertimbangkan jumlah kunjungan pembeli sangat tinggi, berlokasi di Desa Penglipuran kabupaten Bangli, karena menjadi destinasi yang sangat diminat wisatawan lokal maupun mancanegara. Metode observasi menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara menyimak, mencatat serta merekam berbagai interaksi secara alami. Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan penggunaan campur kode pada setiap interaksi di warung tradisional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan padan pragmatik karena alat penentu yaitu mitra tutur. Data setelah di analisis, dideskripsikan menggunakan kata-kata biasa agar tidak terkesan kaku. Hasil penelitian menemukan campur kode ke luar karena tidak ada padanan kata yang sesuai dalam bahasa sumber selain itu, istilah yang digunakan lebih populer. Penggunaan campur kode ke dalam karena mitra tutur berasal dari rumpun yang sama, tempat tinggal yang dekat sehingga dapat mempermudah komunikasi karena sudah saling mengenal. Selain itu, campur kode campuran ditentukan oleh topik pembicaraan dan adanya tingkat tutur bahasa di Bali. disamping itu, untuk humor sehingga dapat mendekatkan jarak dengan pembeli. Artinya, penggunaan campur kode menjadi hak dari peserta tutur dengan harapan pesan tersampaikan dengan baik, sehingga dapat menjalin hubungan menjadi harmonis. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar acuan pembelajar maupun peneliti linguistik dalam melihat fenomena campur kode sebagai media tutur masyarakat.