Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENGATASI PERILAKU MEMBOLOS SAAT PEMBELAJARAN DARING Niken Vera Wesmi; Arista Kiswantoro; Santoso Santoso
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING APRIL 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.792 KB) | DOI: 10.24176/mrgc.v1i1.8599

Abstract

The purpose of this study: 1. To describe the factors that cause student truancy behavior during online learning. 2. Overcoming truancy behavior during online learning through behavioristic counseling with self-management techniques. The subjects of this study were 2 students of SMA PGRI 2 Kayen who had truant behavior during online learning.  Based on the results of the study, it can be concluded that caused by internal factors and external factors. The factors that cause AK and DC to have truant behavior are caused by the lack of parental attention, as well as a sense of laziness from within. After counseling using a behavioristic approach and self-management techniques, AK and DC were able to gradually eliminate maladaptive behavior and were able to manage themselves not to do bad deeds. Based on these results, the behavioristic counseling approach with self-management techniques is able to overcome truancy behavior during online learning.
PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AN-ANFAL SARANG REMBANG Fanailul Amaliyah; Santoso Santoso; Sumarwiyah Sumarwiyah
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING APRIL 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.999 KB) | DOI: 10.24176/mrgc.v1i1.8603

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Menemukan faktor-faktor apa yang menjadi penyebab kejenuhan belajar di Pesantren An Anfal Sarang Rembang.2) Apakah penerapan konseling Behavioristik dengan teknik Self Menegement bisa mengatasi kejenuhan belajar di Pesantren An Anfal Sarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Subyek yang diteliti ada 2 santri pesantren An Anfal sarang yaitu SA dan AMN. Yang mengalami kejenuhan belajar. Metode pengumpulan data mengunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dilakukan secara mendalam sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang akurat dalam penelitian. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setelah konseli diberikan Konseling Behavioristik teknik self management peneliti mengetahui penyebabnya. Yang masih sering kurangnya motivasi dirinya untuk belajar, tidak adanya dukungan dari orang tua dan tidak nyaman dengan suasan kelas akbibatnya santri sering berbicara dengan temanya, sering telat masuk kelas yang sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, sering tidak bertanya jika kurang paham dengan pembelajaran, sering tidak menyelesaikan tugas atau ulangan, sering terlambat megumpulkan tugas.
MENGATASI KEBIASAAN BERMAIN GAME ONLINE MELALUI KONSELING BEHAVIORISTIK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT Silva Zelika; Masturi Masturi; Santoso Santoso
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING APRIL 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.014 KB) | DOI: 10.24176/mrgc.v1i1.8598

Abstract

This study aims to: 1) describe the factors that cause the habit of playing online games in seventh grade students of SMP Negeri 2 Gebog Kudus. 2) Helping overcome the habit of playing online games through behavioristic counseling with Self Management techniques for seventh grade students of SMP Negeri 2 Gebog Kudus.Based on the results of the study, it can be concluded that the factors that cause the habit of playing online games are two factors, namely internal and external, there are several factors that cause CNKA and MHAR to have the habit of playing online games, including: lack of self-control within the counselee, so CNKA and MHAR do not anticipate negative impact arising from playing online games excessively and continuously. The counselee has a habit of playing online games from the counselee's environment that is less controlled, because he sees many of his other friends playing online games. After counseling with a behavioristic approach and self-management techniques, CNKA and MHAR were able to eliminate their maladaptive behavior and were able to manage themselves well.
Peran Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV Ardion Rizqi Pramana Putra; Erik Aditya Ismaya; Santoso Santoso
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.822 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i3.61

Abstract

Peran guru merupakan menciptakan suasana pembelajaran yang berkaitan dengan perkembangan seorang siswa. Meningkatkan kualitas pembelajaran IPS merupakan segala daya upaya yang ditempuh seorang guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar dan nilai-nilai sosial yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Kelas IV SD N 3 Terban dan menganalisis faktor apa saja yang menghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Kelas IV SD N 3 Terban. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di SD N 3 Terban. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif karena prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS kelas IV sudah berjalan cukup baik. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan peran guru yang telah dilakukan guru kelas IV diantaranya dengan berperan sebagai informator, organisator, motivator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, mediator, dan evaluator. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS guru kelas IV juga telah menambah jam pembelajaran, mengorganisasikan materi, dan menyesuaikan tingkat materi. Faktor penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS kelas IV antara lain berasal dari faktor internal (minat siswa itu sendiri) dan faktor eksternal (guru).
TRADISI DANDANGAN SEBAGAI KAJIAN PEMBELAJARAN DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN VISI UNIVERSITAS KEBUDAYAAN (Studi pada Mata Kuliah Konsep Ilmu Pengetahuan Sosial) Erik Aditia Ismaya; Santoso Santoso
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 1 (2019): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2019)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v10i1.4202

Abstract

The purpose of this study is to analyze the Dandangan Tradition while simultaneously analyzing the meaning and value of the Dandangan Tradition as a study of learning in supporting the achievement of the vision of the University of Culture. This study uses qualitative descriptive research and field studies. The main data obtained directly through interviews with informants. observation, literature study and documentation.. The validity of the source triangulation technique is used. Data analysis was performed through inductive-descriptive-verivative analysis. The results of the study showed the Dalih Tradition from the sound of drum beating. The sound of the drum that reads "dang dang dang" compilation is hit in the middle and the sound "dug dug dug" compilation is hit on the edge of the drum then turns into the start of the month of Ramadan castle and is also known as Dandangan. Other opinions mention that Dandangan is taken from the word Ndang, which is obtained from the sound / sound of Bedhug beating, so that the sound of Ndang-Ndang (come on) which is heard by all the people of Kudus and also for Kudus to come and flock to be visited at Menara Mosque can be read from Sunan. Kudus came in order to welcome the Holy Month of Ramadan. The Meanings and Values of the Dandangan Tradition include 1) the early momentum of the holy month of Ramadan, 2) enthusiasm and joy, 3) regular and continuous patterns, 4) harmony, mutual support and the spirit of togetherness, 5) the momentum of the immediate rise, 6) the relationship between worldly life and the afterlife, 7) The inner atmosphere of the Holy community which is full of joy and joy to welcome the coming of Ramadan.
THE EFFECT OF SCHOOL-BASED MANAGEMENT AND DEMOCRATIC PRINCIPAL'S LEADERSHIP ON THE PERFORMANCE OF CLASSROOM TEACHERS IN THE PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL Unun Magfiroh; Santoso Santoso; Su'ad Su'ad
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 2 (2021): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2021)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v11i2.5114

Abstract

This study aims to analyze the effect of School-Based Management and democratic principal's leadership on the performance of classroom teachers in the Public Elementary Schools of Gugus Kartini, Sub-District of Kota Kudus. The research method used is a quantitative approach using a causal research design to determine the relationship between independent variables (X) and the dependent variable (Y). The independent variable is School-Based Management and the democratic leadership of the principal, and the dependent variable is the performance of classroom teachers. The research was conducted in 3 SD Negeri Gugus Kartini, Kudus City District. Data was collected by means of a questionnaire. Data analysis was carried out using descriptive percentage analysis, prerequisite analysis, and statistics with regression, correlation, determination of the coefficient of determination, and hypothesis testing. The results found that there is a significant effect of School-Based Management on the performance of classroom teachers, with R = 0.381 and the effect at 14.5%. There is a significant effect of democratic principal's leadership on the performance of classroom teachers, with R = 0.260 and the effect at 6.8%. There is a significant effect of School-Based Management and democratic principal's leadership on the performance of classroom teachers, with R =  0.483 and the effect at 23.4%.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD NEGERI PURWOSARI KUDUS annisaa diyah faulin maharani; Santoso Santoso; A. Hilal Madjdi
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.5833

Abstract

Manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kreatifitas pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prose implementasi menejemen berbasis sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar Negri purwosari kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dalam penerapan manajemen berbasis sekolah meliputi penetapan, visi missi, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan melakukan asesmen tentang kekuatan, hambatan, peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Sekolah Dasar Negeri Purwosari kudus.  Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah pada Sekolah Dasar Negeri Purwosari kudus menyusun RAPBS, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, mengikutsertakan komite sekolah. Partisipasi masyarakat atau komite sekolah mempunyai tugas dan fungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan pada satuan pendidikan. Komite sekolah mendukung, memberi masukan, motivasi dan mengawasi kinerja guru serta mengadakan hubungan kerja sama dengan pihak lain dalam mencari dana dan ekstrakurikuler. Faktor pendukung dan penghambat implementasi manajemen berbasis sekolah di Sekolah Dasar Negeri Purwosari.Warga sekolah, wali siswa dan komite sekolah ikut mendukung kemajuan sekolah. Hal ini terbukti komite sekolah selalu memberi masukan dan membantu program sekolah, warga sekolah dan komite sekolah selalu ikutserta dalam penyusunan program sekolah dan pelaksanaannya
The Role of Parents in the Online Learning Process for Sixth Grade Students at SDN Sari 1 Demak during the Pandemic Sidiq Wahyu Kuncoro; Mohammad Kanzunnudin; Santoso Santoso
EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2021): EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ebj.v3i2.37648

Abstract

This study aims to determine the role of parents in the online learning process for sixth graders at SD N Sari 1 Demak during the pandemic. This research used qualitative research with descriptive method. This research was conducted at SD N Sari 1 Desa Sari Demak. The subjects in this study consisted of parents and sixth graders, totaling eight people. Data collection techniques and instruments employed in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis utilized in this research was data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results revealed that the role of parents in online learning at SD N Sari 1 Demak included parents carrying out two roles at once. The first was being a parent, and the second was as a teacher at home, including providing facilities and infrastructure, encouraging enthusiasm, giving motivation, and directing children according to each child’s talents and interests. However, parents' difficulties in online learning at SD N Sari 1 Demak encompassed parents' educational background, parents' economic level, and difficulties in dividing time between children and work, which also affected parents in guiding children when studying at home.
Penguatan Karakter Kepercayaan Diri Melalui Layanan Bimbingan Klasikal dengan Experiental Learning Indah Lestari; Santoso Santoso; Any Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui penerapan bimbingan klasikal melalui Experiental Learning untuk meningkatkan kepercayaan diri kelas VII E di SMP Negeri 1 Jati Kudus, 2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri kelas VII E di SMP Negeri 1 Jati Kudus. Dalam Experiental Learning terdapat empat tahapan dalam pelaksanaanya diantarannya, tahap pengalaman konkrit, tahap pengalaman aktif dan reflektif, tahap konseptualisasi dan tahap eksperimentasi aktif. Percaya diri yaitu kemampuan individu terhadap potensi yang dimiliki serta mempunyai kemauan dalam belajar sehingga dapat membuat sebuah tujuan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan subjek penelitian 32 peserta didik. Hasil penelitian pada kepercayaan diri siswa pra siklus mendapatkan skor rata-rata 8 dengan presentase 32% kategori sangat kurang. Pada siklus I mendapatkan skor rata-rata 13 presentase 52% kategori cukup. Sedangkan pada siklus II mendapatkan skor rata-rata 20 presentase 80% kategori baik. Pada pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan Experiental Learning mendapatkan hasil observasi terhadap peneliti yang dilakukan saat bimbingan klasikal berlangsung yang memperoleh hasil, peneliti mendapatkan skor 31 presentase 39% kategori K (kurang). Sedangkan pada siklus II pertemuan III peneliti mendapatkan skor 70 presentase 88% kategori SB (sangat baik). Simpulannya hasil penelitian terjadi peningkatan kepercayaan diri siswa setelah diberikan layanan bimbingan klasikal dengan Experiental Learning kepada siswa kelas VII E SMP N 1 Jati Kudus dapat diterima, hal ini dibuktikan setelah pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan Experiental Learning terjadi peningkatan sebesar 49% dari siklus I ke siklus II sedangkan pada kepercayaan diri terjadi peningkatan sebesar 48% dari pra siklus ke siklus II.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK CERITA RAKYAT KUDUS UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Ashari Mahfud; Indah Lestari; Santoso Santoso; Sucipto Sucipto; Edris Zamroni; Diana Laily Fithri; Paramitha Sylvia Dewi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.2896

Abstract

Pengembangan karakter pada anak adalah hal yang sangat penting. Karakter yang dimiliki oleh anak akan menjadi modal bagi mereka untuk menjalani kehidupan di masa depan. Oleh sebab itu, pendidikan karakter menjadi sebuah kebutuhan saat ini untuk mendorong pertumbuhan karakter anak. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional, Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya. Namun, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan sebuah media yang mampu mendorong terwujudnya cita-cita pendidikan. Media tersebut mampu menjadi sarana dalam menumbuhkan karakter bangsa yang berbudaya. Karakter yang mencirikan karakteristik kearifan nilai budaya lokal. Sehingga, anak sebagai penerus bangsa tidak kehilangan jati diri. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kudus memiliki kekurangan media yang mampu mendorong pelaksanaan pendidikan karakter bagi peserta didik. Media tersebut harus mencirikan karakteristik kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat di Kudus. Sehingga, perlu adanya inovasi pendidikan yang mampu memunculkan media dalam rangka mendorong terwujudnya pendidikan karakter bagi anak usia dini di Kudus. Media komik cerita rakyat kudus memiliki kandungan nilai-nilai yang mampu memperkuat karakter anak usia dini di Kudus. Dilengkapi dengan gambar dan warna yang menarik, akan memicu daya tarik bagi anak untuk memperhatikan setiap tampilan cerita, serta merangsang anak untuk berpikir dan mengambil pelajaran dari setiap kisahnya. Oleh sebab itu, upaya dalam mendorong tercapainya pendidikan karakter di kudus, dilaksanakan melalui sebuah kegiatan pendidikan melalui penggunaan media komik cerita rakyat Kudus dalam mengembangkan karakter anak usia dini di Kudus