Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIK CONTINUOUS REVIEW (S,S) SYSTEM PADA BAGIAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT AMC Destaria Madya Verawaty; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 2 No 01 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Januari 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit AMC merupakan sebuah institusi kesehatan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dan memiliki 6 fasilitas pelayanan yang salah satunya adalah instalasi farmasi. Selama ini rumah sakit AMC belum mempunyai kebijakan persediaan yang tepat. Dalam melakukan pengendalian persediaan obat, rumah sakit AMC belum melakukan pengklasifikasian obat berdasarkan nilai penyerapan dana dan tingkat kekritisan obat serta melakukan pemesanan obat tanpa memperhatikan jumlah persediaan obat yang ada sehingga rumah sakit mengalami overstock dan menyebabkan total biaya persediaan yang dikeluarkan tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, rumah sakit perlu melakukan pengendalian persediaan obat. Metode yang digunakan adalah analisis ABC-VED dan metode probabilistik Continuous Review (s,S) System untuk mengetahui ukuran jumlah pemesanan, safety stock dan reorder point sehingga dapat mengurangi terjadinya kelebihan persediaan serta meminimalisir total biaya persediaan yang harus dikeluarkan oleh rumah sakit. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode probabilistik Continuous Review (s,S) System, dapat diketahui bahwa total biaya persediaan obat yang dihasilkan sebesar Rp 226.160.240 dan mengalami penghematan sebesar Rp 164.400.215 atau 42,09% dari kondisi aktual.
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN LOT TRANSFER BATCH UNTUK MINIMASI MAKESPAN KOMPONEN ISOLATING COCK DI PT PINDAD Vita Ardiana Sari; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 2 No 04 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v2i04.55

Abstract

PT PINDAD adalah salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) bagian industri manufaktur dalam bidang Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dan produk komersial. Salah satu produk dalam bidang transportasi adalah Air Brake System terdiri dari beberapa assembly, salah satunya assembly Isolating Cock yang terdiri dari Rumah Isolating Cock, Flens, Penutup, dan Baut Ventilasi. Makespan dan batasan waktu penyelesaian order membuat perusahaan berusaha memenuhi pesanan tepat waktu. Usaha yang dilakukan perusahaan adalah menambah shift kerja. Ukuran lot transfer batch yang digunakan mempengaruhi makespan. Makespan yang panjang dikarenakan penyelesaian order menggunakan aturan First Come First Served tanpa memperhatikan ukuran lot transfer batch. Dalam mencapai tujuan minimasi makespan, maka diusulkan penjadwalan dengan algoritma Campbell, Dudek, dan Smith (CDS) dengan ukuran lot transfer batch komponen Rumah Isolating Cock sublot satu 6 unit dan sublot dua 6 unit, komponen Flens sublot satu 9 unit dan sublot dua 3 unit, komponen Penutup sublot satu 4 unit dan sublot dua 8 unit, serta komponen Baut Ventilasi sublot 12 unit, dilakukan lima kali pengulangan sehingga total 60 unit Isolating Cock dapat minimasi makespan dari 117 jam atau 18 shift kerja menjadi adalah 45,8 jam atau 8 shift sehingga menghemat waktu penyelesaian sebesar 60,85%.
PERENCANAAN PERSEDIAAN SELURUH PRODUK KATEGORI DRY FOOD DENGAN PENDEKATAN METODE PROBABILISTIK CONTINUOUS REVIEW (S,S) SYSTEM DI GUDANG RETAIL PT XYZ BANDUNG Ratna Wulan Sari; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 3 No 03 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2016
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v3i03.15

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan retail yang terletak di Bandung. Salah satu produk yang dijual adalah produk kategori yaitu Dry food. Lokasi penyimpanan produk kategori Dry food dibagi menjadi tiga lokasi yaitu General Area, Sensitive Area, dan Cold storage. Selama ini persediaan produk kategori dry food yang berada di dalam gudang PT XYZ belum dikelola dengan baik, sehingga persedian yang disimpan melebihi kapasitas gudang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya overstock yang berdampak pada meningkatnya total biaya persediaan pada PT XYZ. Permintaan konsumen pada PT XYZ cenderung fluktuatif sehingga penjualan bersifat probabilistik. Pada penelitian ini dilakukan penerapan metode probabilistik model Continuous review (s,S) System yang bertujuan untuk menentukan parameter persediaan yang mendekati optimal dengan interval dan ukuran jumlah pemesanan yang optimum untuk setiap SKU pada kategori Dry food, sehingga dapat meminimasi total biaya persediaan. Hasil dari metode probabilistik model Continuous review (s,S) System ini dapat mengetahui ukuran lot persediaan, cadangan pengaman (safety stock), reorder point yang optimal, dan meminimasi ongkos total persediaan. Pemilihan model Continuous review (s,S) System memberikan penurunan sebesar 52% pada General Area, 75% pada Sensitive Area, dan 62% pada Cold storage.
USULAN PERBAIKAN ALOKASI PENYIMPANAN BARANG DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE PADA GUDANG BAHAN BAKU 1 PT SMA Andika Prayoga Sujana; Dida Diah Damayanti; Murni Dwi Astuti
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 1 No 02 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT SMA Pegangsaan adalah objek penelitian yang mana memproduksi lima jenis sepeda motor. Gudang bahan baku 1 mengimplementasikan aturan class based dedicated storage, di mana barang dikelompokkan menurut transporter ID dan jenis barang di gudang menempati satu lokasi, dan lokasi tidak dapat digunakan oleh barang lain meskipun lokasi kosong. Karena kelebihan persediaan, kebijakan ini tidak dapat diterapkan disebabkan banyaknya barang yang disimpan di luar blok penyimpanan, sehingga akan berpengaruh terhadap aktivitas gudang, terutama aktivitas mengambil yang memiliki waktu yang lebih lama, yaitu 537 detik dari total waktu 1.071 detik. Namun, durasi aktivitas mengambil tidak hanya disebabkan oleh kelebihan kapasitas, tetapi juga karena operator sulit untuk menemukan barang-barang dengan tidak adanya label yang menunjukkan lokasi barang di gudang dan adanya kesulitan ketika operator memilih barang dari area penyimpanan. Oleh karena itu, perlu dilakuakn perbaikan alokasi penyimpanan barang di gudang. Alokasi barang dimulai dengan klasifikasi barang di gudang dengan menggunakan FSN Analisis berdasarkan transporter ID, dan kemudian dirancang slot sesuai dengan media penyimpanan yang digunakan untuk setiap SKU (Stock Keeping Unit). Item dengan kategori Transporter ID Fast Moving memiliki prioritas yang lebih tinggi untuk menjadi mendapatkan tempat lebih dekat pintu masuk dan keluar jalur, sehingga perlu dilakukan perhitungan jarak di setiap tempat penyimpanan dengan menggunakan rectilinear distance. Setelah menghitung, dapatkan persentase pengurangan jarak 25,33% untuk area floor stack lantai 1 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 71,90%, pengurangan jarak 16,28% untuk area rak lantai 1 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 70,53%, pengurangan jarak 8,17% untuk area floor stack lantai 2 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 67,61%, dan pengurangan jarak 58,83 untuk daerah rak lantai 2 sedangkan persentase area yang digunakan adalah 100 %.
Pembuatan Prototipe Alat Pencucian Galon serta Pelatihan Sistem Kerja dan Pemeliharaannya di CV Barokah Abadi Baleendah Bandung Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Husni Amani; Dida Diah Damayanti; Agus Kusnayat
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): Charity - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v3i1.1877

Abstract

Proses pencucian galon oleh CV. Barokah Abadi Baleendah saat ini masih belum optimal karena masih dilakukan secara manual. Selain itu, prosesnya masih membutuhkan beberapa kegiatan yang terpisah menggunakan sarana yang berbeda baik untuk pencucian maupun untuk proses pembilasan galon. Akibatnya proses pencucian galon memerlukan tempat yang relatif luas dan membutuhkan waktu proses pencucian yang relatif lama. Paper ini bertujuan untuk membuat sebuah prototipe alat bantu pencucian galon agar proses pencucian galon menjadi lebih efektif dan efisien. Perancangan awal alat pencuci galon menggunakan pendekatan reverse engineering and redesign methodology serta mempertimbangkan dari sisi ergonomic factor. Alat ini didisain dengan menyatukan beberapa proses yang ada menjadi satu proses ditempat yang sama. Disain alat menyesuaikan user experience operator sehingga dapat memudahkan penggunaannya. Dari data, perancangan alat telah menghasilkan sebuah alat pencucian galon dengan kendali PLC mencapai rata-rata waktu mencapai rata-rata waktu 31,07 detik. Hasil ini telah meningkatkan produktivitas pencucian galon, dengan peningkatan sebesar 68% dari proses pencucian eksisting sebelumnya.
PERUMUSAN STRATEGI PENGGUNAAN MODUL PCM–4 EXCHANGE UNIT BERDASARKAN MEREK DAGANG DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY (Studi Kasus : PT. TELKOM Tbk. Kandatel Lembong Bandung Dinyan Bandung Centrum) Yossy Meidy Wijaya; Dida Diah Damayanti; Rd. Rohmat Saedudin
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 5 No. 2 (2003): DECEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.842 KB) | DOI: 10.9744/jti.5.2.120-128

Abstract

PT. TELKOM Tbk. is expected to have good service level, in turn will give satisfaction to their customer. In operational condition, if an equipment can not operate well, it will cause functional failure in providing communication services. The strategy to anticipate failure is strategy in using equipment that give good services. The reliability can be a reference to the equipment that's give good service level. Beside that, use of equipment must support by spare part stock. Determining strategy of using equipment is explained by using time interval that supported by some spare part. Abstract in Bahasa Indonesia : PT. TELKOM Tbk. diharapkan memiliki tingkat pelayanan yang baik, untuk memberi kepuasan kepada pelanggannya. Dalam kondisi operasional, jika sebuah peralatan tidak dapat beroperasi dengan baik, akan menyebabkan kegagalan fungsional dalam menyediakan jasa komunikasi. Strategi untuk mengantisipasi kegagalan adalah strategi penggunaan peralatan sehingga memberi pelayanan yang baik. Keandalan bisa menjadi acuan apakah peralatan itu memberikan tingkat pelayanan yang baik. Disamping itu, penggunaan peralatan harus didukung dengan persediaan suku cadang. Penentuan strategi penggunaan peralatan dijabarkan dengan penggunaan interval waktu yang didukung oleh sejumlah suku cadang. Kata kunci: Interval Waktu, Suku Cadang, Perawatan, Keandalan, Ketersediaan.
Usulan Perbaikan Alokasi Penyimpanan Bahan Baku Menggunakan Warehouse Slotting Untuk Mengurangi Waktu Proses Mencari Order List Pada Aktivitas Picking Di Gudang Pt. Xyz Fitra Hananto; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah perusahaan swasta Indonesia yang memproduksi spare part mesin rotating equipment seperti turbin gas, turbin uap, pompa sentrifugal dan kompresor sentrifugal. Penanganan gudang bahan baku PT. XYZ yang masih belum optimal mengakibatkan keterlambatan pengiriman bahan baku ke lantai produksi. Kebijakan penyimpanan pada gudang PT. XYZ dilakukan secara acak yang mengakibatkan lokasi bahan baku tidak tetap sehingga proses mencari barang menjadi lama. Penelitian dilakukan dengan membuat usulan perbaikan alokasi penyimpanan barang tetap untuk mempermudah dalam mengidentifikasi lokasi barang sehingga waktu proses mencari pada aktivitas picking berkurang. Langkah awal penelitian dilakukan identifikasi penyebab keterlambatan pengiriman pada gudang dan dilanjutkan mengklasifikasi barang pada gudang menggunakan FSN analysis. Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan kapasitas dan jarak setiap slot untuk mengetahui kebutuhan slot masing-masing SKU serta didapatkan lokasi antar slot dimulai dari pintu masuk. Hasil perhitungan tersebut dikombinasikan dengan hasil klasifikasi FSN analysis, kemudian dilakukan kodefikasi atau pemberian label pada tempat penyimpanan barang yang bertujuan agar setiap SKU memiliki lokasi penyimpanan tetap. Langkah terakhir adalah melakukan perhitungan sampling dengan menggunakan pick list pada hasil observasi. Hasil perhitungan sampling diasumsikan sebagai kondisi usulan dan hasil observasi diasumsikan kondisi aktual. Hasil dari perbandingan kondisi aktual dan kondisi usulan didapatkan waktu proses mencari barang menurun sebesar 177,35 detik atau 30% lebih rendah dari kondisi aktual. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, maka keterlambatan pengiriman bahan baku ke lantai produksi berkurang. Kata Kunci : Gudang, Warehouse Slotting, FSN Analysis Abstract PT. XYZ was a Indonesia private company which produced spare parts of rotating equipment machine such as gas turbine, steam turbine, centrifugal pump, and centrifugal compressor. Raw material warehouse handling of PT. XYZ had not been optimal and resulted delays in delivery raw material to production floor. Storage policy in PT. XYZ warehouse had been done randomly and caused raw material locations were not fixed and effected the process of material searching became longer. Research was done by made a solution for fixed material storage allocation to easier of identification material locations and searching time in order picking activity became decrease. First step of research was done by identified root cause of delivery delay in warehouse and continued with classified materials using FSN analysis. Next step is to calculate the capacity and distance of each slot to find out the slot requirements of each material and get the location between the slots starting from the gateway. The result of the calculation is combined with the result of classification of FSN analysis, then codefication or labeling on material storage aimed to each SKU has a fixed storage location. Last step was sampling calculation using pick list from observation. The result of the sampling calculation is assumed as the proposed condition and the observation result assumed the actual condition. Comparing result from actual and proposed condition was obtained searching material time was decrease 177,35 seconds or 30% lower than the actual condition. Based on the comparison, then delay in raw material deliveries to production floor was decrease. Key Words : Warehouse, Warehouse Slotting, FSN Analysis
Optimasi Sensor Kamera Pada Proses Identifikasi Warna Dengan Pengolahan Citra Menggunakan Design Of Experiment Di Pt. Abbott Indonesia David Simangunsong; Dida Diah Damayanti; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kamera merupakan salah satu sensor dari robot. Kamera sangat sensitif terhadap faktor lingkungan yang sering berubah-ubah, sehingga dibutuhkan suatu penelitian terhadap faktor yang berpengaruh pada kinerja kamera dan pengaturan kombinasi faktor untuk meminimalkan error rate dalam mengidentifikasi citra. Untuk menyelesaikannya dibutuhkan tahap design of experiment dengan pendekatan Taguchi menggunakan deteksi warna HSV pada pengolahan citra. Kelebihan metode Taguchi ialah mampu meminimalkan akibat dari variasi terhadap respon serta eksperimen dapat dilakukan dengan efisien. Sedangkan deteksi warna HSV memiliki dimensi warna yang cukup bervariasi. Analisa data dilakukan berdasarkan karakteristik “smaller is better” dari Signal to Noise Ratio (S/N), uji normalitas, dan analisis varians (ANOVA). Hasil analisa terhadap rasio S/N pada palet berwarna merah optimal dengan kombinasi faktor resize (120%) dengan nilai rasio S/N sebesar 13,774, resolusi kamera (2MP) dengan nilai sebesar 12,475, jarak kamera (12 cm) dengan nilai sebesar 13,572 dan kontras (1,7) dengan nilai sebesar 2,785. Kata kunci : Pengolahan citra, segmentasi warna, HSV, design of experiment, Taguchi
Penentuan Kebijakan Persediaan Obat Menggunakan Metode Joint Replenishment Untuk Meningkatkan Service Level Pada Depot Farmasi Rumah Sakit Xyz Bandung Ghiyats Nur Syafiq Abdul Qadir; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit XYZ adalah rumah sakit Pemerintah Kota Bandung yang memiliki tugas pokok melaksanakan kewenangan dalam bidang pelayanan kesehatan Ibu dan Anak. Salah satu depot penyimpanan obat yang ada di Rumah Sakit XYZ adalah Depot Farmasi. Depot farmasi merupakan depot yang bertanggung jawab melakukan pengadaan obat ke supplier dan mendistribusikannya pada depot lain yang ada di Rumah Sakit XYZ. Dalam mengelola persediaannya depot farmasi belum dilakukan dengan baik yang dibuktikan dengan kondisi stockout pada 122 SKU obat pada tahun 2015. Keadaan stockout berakibat pada kerugian berupa lost sales. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan usulan kebijakan persediaan obat yang diharapkan dapat meningkatkan service level dari depot farmasi Rumah Sakit XYZ. Kebijakan persediaan usulan berupa periodic review system yang didapatkan menggunakan metode joint replenishment. Metode ini digunakan karena obat yang ada di depot farmasi dipasok oleh beberapa supplier, dimana satu supplier dapat memasok lebih dari satu jenis obat pada satu kali pemesanan. Sebelum dilakukan perhitungan kebijakan persediaan, obat-obat yang ada pada depot farmasi diklasifikasikan berdasarkan analisis ABC dan Klasifikasi VED. Pengklasifikasian ini menghasilkan dua kelompok obat yaitu Prioritas I dan Prioritas II. Adapun hasil dari penelitian ini adalah kebijakan berupa interval review, reorder point, safety stock, dan, maximum inventory level. Hasil perhitungan menunjukan peningkatan service level dari 92.93% pada kondisi existing, menjadi 96.61%. Hasil perhitungan kebijakan pada penelitian ini juga mengurangi total biaya persediaan dari kondisi aktual sebesar Rp 23,478,181.41, menjadi Rp 14,064,199.12. Kata kunci : Kebijakan Persediaan, Joint replenishment, Periodic Review, Stockout
Usulan Perbaikan Jalur Inbound Dan Outbound Untuk Mengatasi Antrian (queue) Di Gudang 2 Pt. Wxy Menggunakan Pendekatan Teori Antrian Dan Metode Simulasi Rahmatya Dwi Arini Rahadina; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. WXY adalah perusahaan distribusi yang mendistribusikan makanan, alat kesehatan, obat dan cosmetic. Dalam proses pendistribusian barangnya terdapat masalah antrian pelayanan penyiapan pada mobil perusahaan PT. WXY yang mengakibatkan Waktu rata-rata mengantri (Ws) sebesar 1.25 jam pada gudang 2 PT. WXY dan keterlambatan pengiriman. Setelah melakukan observasi didapatkan gejala awal yang diduga menjadi akar masalah adalah akibat kurangnya fasilitas pintu. Pada gudang 2 PT. WXY hanya terdapat 1 buah pintu yang melayani 2 pelayanan yaitu inbound dan outbound, dengan tingkat rata- rata kedatangan mobil supplier dan mobil perusahaan 5,44 sehingga perlu adanya penambahan fasilitas. Setelah melakukan perhitungan dengan pendekatan teori antrian didapatkan hasil perbaikan 19% dan peningkatan kuantitas mobil perusahaan yang melakukan p engiriman sebesar 45,4% Analisisis sistem antrian dilakukan dengan teknik simulasi karena dengan simulasi kondisi eksisting perusahaan bisa tergambarkan dengan benar bagaimana proses pengiriman dan pelayanan yang pada gudang 2 PT. WXY. Bentuk kedatangan kendaraan yang dilayani di gudang 2 memiliki variasi dan kriteria yang berbeda-beda sesuai dengan volume barang dan jenis barang yang dibawa, tujuan yang dituju kendaranpun berbeda-beda, bentuk pelayanan yang diberikan perusahaan juga berbeda beda antara pelayanan gudang 1 dan gudang 2 tergantung dari jenis barang yang akan dibawa dan disimpan, dan tingkat kedatangan supplier yang randomize semakin mempersulit perhitungn secara statistical. Aplikasi simulasi yang digunakan adalah ProModel yang dijalankan selama 1 hari dengan jam kerja dari jam 08:00-17:00. Dengan replikasi mobil supplier sebanyak jumlah kendaraan mobil perusahaan. Setelah melakukan penambahan pintu (server) penelitian ini juga mengusulkan perbaikanjadwal bongkar, yang awalnya bersifat randomize kini disusun berdasarkan waktu proses tercepat. Usulan penelitian yang ditawarkan adalah dengan penambahan 1 server pintu dengan perkiraan pembangunan sebesar Rp. 9.275.600 rupiah. Hasilnya menunjukan dengan penambahan 1 server pintu mampu menaikan volume keberangkatan mobil perusahaan yang sebelumnya berjumlah 11 mobil/hari menjadi 16 mobil/hari dengan peningkatan (Ls) sebesar 40.36%, (Ws) sebesar 40.13%, (Lq) sebesar 86,30% dan (Wq) sebesar 86.33%. Keywords – Teori Antrian, Simulasi, Promodel, Penjadwalan, Disiplin Pelayanan, Operational Research
Co-Authors Abu Bakar, Nur Azaliah Addini, Haya Anuaryska Adi Tri Juliansyah Agus Kusnayat Aldwyn Hazaghi Andika Prayoga Sujana Andika Prayoga Sujana, Andika Prayoga Angela Merici Dinda Anggun Kharisma Putri Anissa Wulandari Anissa Wulandari, Anissa Annisa Salma Hanifah Arfan, Zidnie Ayudita Oktafiani Bagja Satiaraharja Bagus Rahadian Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa David Simangunsong Decky Ridho Sahertian Delva Gestio Denny Darlis Denny Sukma Eka Atmaja Deraman, Zakaria Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty, Destaria Madya Dinnurillah Febryanti Dino Caesaron Efrata Denny Saputra Yunus Endang Budiasih Erlangga Bayu Setyawan Erlangga Bayu Setyawan Evita Rengganis Fadiah Shabrina Winarno Fania, Farell Fatia Mulyahati Yunus Fitra Hananto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Ghiyats Nur Syafiq Abdul Qadir Gilang Akbar Riyadi Giovanny, Tengku Khalida Zia Gusti Ayu Dwitya Sari Hadiyan Fathur Rahman Haris Rachmat Harly Mifta Nurfala Hasna Nurhasanah Husni Amani Ilham Maulana Hakim Inaya Izzati Inaya Izzati Irfandi Juliansyah Jeremy Ray Cristian Julian, Widia Kama, Nazri Kemas Muslim Lhaksmana Liliana Liliana M Rifky Vidiarta M. Taufiq Herdikatama Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari, Maya Putri Meldi Rendra Mira Rahayu Mohammad Deni Akbar Muflih Hafidz Danurhadi Muhammad Hilman Kusnawan Muhammad Naufal Amanullah Murman Dwi Praseti Murni Dwi Astuti Nadhifah Aqilah Nugraha Nadya Nadya Nasution, Shafira Tasyani Nia Novitasari Nopendri Nopendri Nurul Farhana Nurul Hidayati Ony Azwida Sari Prafajar Suksessanno Muttaqin Prakasa, Syahidan Fauzan Pratya Poeri Suryadhini Putu Ayu Anggrasari Wirawardani Rahadian, Bagus Rahayu Novita Tanzil Rahma Sabrina Latifani Rahma Ulimanda Yulinasari Rahmatya Dwi Arini Rahadina Ratna Wulan Sari Ratna Wulan Sari Rd. Rohmat Saedudin Rifa Rizka Anisah Rino Andias Anugraha Sandhika, Preity Shinta Adriana Sari, Nilam Putri Saskia Puspa Kenaka Seto Sumargo Suksessanno Muttaqin, Prafajar Tarmiji, Mohamad Fadzli Thamara Thamara Tony Iqbal Rahmadika Tri Widarmanti Tyara Silva Sagita Umarella, Rafif Fadhlurrahman Valdy Septyano Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari, Vita Ardiana Wening Ayomi Dhara Setyani Widia Juliani Widia Juliani Widia Juliani Wirandy Fajar Saputra Yossy Meidy Wijaya Yossy Meidy Wijaya Yusoff, Rohani Yusuf Nugroho Doyo Yekti