Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Mixed Model Untuk Minimasi Idle Time Pada Proses Pengepakan Di Ptpn Viii Ciater Muhammad Naufal Amanullah; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara VIII, Ciater adalah salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang beroperasi di bidang perkebunan di seluruh Indonesia. Pada salah satu proses pembuatan bubuk teh di PT. Perkebunan Nusantara VIII, Ciater yaitu pada proses pengepakan dilakukan kebijakan penyimpanan bubuk teh di dalam peti miring sebelum dilakukan proses pengepakan. Kebijakan penyimpanan ini mengakibatkan idle time, dan waktu menganggur pada proses pengepakan. Dalam kondisi eksisting proses penyimpanan mengakibatkan idle time 164008,07 menit, balance delay 85,63%, line efficiency 14,37, smoothest index 66956 untuk proses pengepakan bubuk teh BOP I sebagai sample dengan menggunakan 4 operator. Dalam untuk mencapai tujuan meminimasi idle time pada proses pengepakan maka diusulkan menggunakan mixed model, yaitu melakukan proses pengepakan tanpa dilakukannya penyimpanan bubuk teh. Bubuk teh yang dihasilkan akan langsung dimasukkan ke proses pengepakan. Setelah dilakukan perubahan proses pengepakan dengan menghilangkan peti miring menggunakan mixed model dan menghasilkan idle time 940,70 menit, balance delay 30,78%, line efficiency 69,22, smoothest index 678 dan roses pengepakan dilakukan secara berurutan berdasarkan waktu proses kerja setiap bubuk teh dengan menggunakan 1 operator. Kata Kunci : Mixed Model, Idle Time, Balance Delay, Line Efficiency, Smoothest Index.
Peramalan Produksi Pucuk Teh Menggunakan Metode Box-jenkins Pada Pt. Perkebunan Nusantara Viii Ciater Rahma Ulimanda Yulinasari; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara VIII Ciater merupakan perusahaan BUMN yang bergerak pada sektor perkebunan dengan kegiatan usaha meliputi pembudidayaan tanaman, pengolahan, dan penjualan komoditi perkebunan seperti teh. Dalam dua tahun terakhir, terjadi gap yang signifikan antara target dan real produksi pucuk teh sebesar 50 persen pada PT. Perkebunan Nusantara VIII Ciater. Ketidaksesuaian antara target dan real produksi pucuk teh mengakibatkan tidak terpenuhinya permintaan teh hitam, sehingga mengakibatkan produksi di dalam pabrik tidak dapat mencapai target. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kerugian pada perusahaan karena tidak tercapainya target produksi pucuk teh. Pada penelitian ini dilakukan peramalan untuk mengetahui jumlah produksi pucuk teh pada masa yang akan datang. Sehingga produksi teh hitam dapat memenuhi permintaan. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Box-Jenkins atau ARIMA dengan perhitungan tingkat kesalahan peramalan menggunkan RMSE (Root Mean Square Error), MSE (Mean Square Error), dan MAPE (Mean Absolute Percent Error) untuk menentukan model peramalan. Berdasarkan hasil pengolahan data, model peramalan yang memiliki tingkat error terendah adalah ARIMA (2,1,4) sebesar 21 persen dibandingkan dengan peramalan sebelumnya yang berkurang sebesar 29 persen. Kata kunci : Produksi Pucuk Teh, Peramalan, Tingkat Kesalahan Peramalan, dan Box-Jenkins.
Perancangan Lini Perakitan Motor Listrik Bldc 5 Kw Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Dengan Menggunakan Metode Moodie Young Dan Pendekatan Simulasi Pada Pt Xyz Evita Rengganis; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ di bagian divisi alat berat memproduksi motor listrik BLDC 5 kW. Pada lini perakitan motor listrik BLDC 5 kW terdapat permasalahan yaitu tidak tercapainya target produksi dan adanya peningkatan permintaan motor listik BLDC 5 kW pada tahun 2020 sebesar 20%. Sehingga perlu dilakukannya sebuah penelitian perancangan suatu lini perakitan motor listrik BLDC 5 kW dengan tujuan meningkatkan efisiensi lini dengan meminimasi jumlah stasiun kerja menggunakan metode moodie young, dan untuk memvalidasi hasil perhitungan dengan metode tersebut digunakan software Arena Simulation. Proses perakitan motor listrik BLDC 5 kW dilakukan secara manual sehingga waktu mengalami berfluktuasi dan dibutuhkan observasi. Dari hasil perbandingan antara lini perakitan aktual dan lini perakitan usulan dengan melakukan pengalokasian elemen kerja dengan waktu dari hasil observasi maka diperoleh peningkatan efisiensi lini menjadi 84,55%, jumlah stasiun kerja dapat di-minimasi menjadi 4 stasiun kerja dan berdasarkan hasil simulasi untuk memproduksi 30 unit produk dibutuhkan waktu selama 7,97 jam. Sedangkan untuk lini perakitan usulan dengan kenaikan permintaan sebesar 20% diperoleh efisiensi lini sebesar 79,85%, dengan jumlah stasiun sebanyak 8 stasiun kerja dan berdasarkan hasil simulasi untuk memproduksi 36 unit produk dibutuhkan waktu selama 8,5 jam. Kata kunci: Penyeimbangan Lini Perakitan, Moodie Young, Simulasi
Perancangan Lintasan Pada Lini Perakitan Sub-assembly Rotor Complete Bldc 5kw Untuk Meningkatkan Efisiensi Menggunakan Pendekatan Metode Ranked Position Weighted (rpw) Dan Simulasi Di Pt.xyz Nurul Farhana; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan yang produksi BLDC 5kW. Pada bagian produksi BLDC 5kW khususnya di bagian perakitan rotor, terdapat perbedaan waktu yang signifikan antar stasiun kerja. Masalah yang terdapat pada proses produksi BLDC 5kW ini adalah lintasan yang kurang seimbang yang dapat diartikan produksi BLDC 5kW termasuk kurang efisien karena adanya cycle time yang lebih besar daripada takt time. Solusi optimal dalam penyelesaian masalah keseimbangan lintasan dapat menggunakan metode Ranked Position Weighted (RPW) dengan mempertimbangkan waktu siklus pada masing-masing stasiun kerja, lalu dilakukan validasi menggunakan software ProModel, karena data tersebut merupakan data waktu observasi. Dengan dilakukannya penyeimbangan lini perakitan Rotor BLDC 5kW menggunakan metode RPW, terjadi pengurangan jumlah stasiun kerja yang awalnya 7 stasiun kerja menjadi 4 stasiun kerja, kenaikan efisiensi lintasan yang awalnya 30% menjadi 78.10%, penurunan keseimbangan waktu senggang yang awalnya 70% menjadi 47%, dan penurunan indeks kelancaran yang awalnya sebsar 1983 menjadi 221. Berdasarkan kenaikan performansi tersebut, dapat disimpulkan bahwa usulan dari penyeimbangan lini yang dilakukan lebih efisien dibanding lini eksisting. Kata kunci: Penyeimbangan Lini, Ranked Positioning Weighted, Efisiensi Lintasan, Keseimbangan Waktu Senggang, Indeks Kelancaran.
Perancangan Lintasan Perakitan Sub-assembly Stator Complete Bldc 5 Kw Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Dengan Menggunakan Metode Linear Programming Dan Simulasi Di Pt. Xyz Putu Ayu Anggrasari Wirawardani; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi produk Motor Listrik. Penelitian ini meneliti lintasan perakitan produk Sub-Assembly Stator Complete milik produk Motor Listrik BLDC 5 kW. Permasalahan yang terjadi adalah terdapat ketidakseimbangan waktu yang menyebabkan terjadinya bottleneck dan waktu menunggu. Selain itu, waktu siklus yang lebih tinggi daripada takt time yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan lintasan perakitan dengan meningkatkan efisiensi guna dapat memenuhi target produksi dan merancang usulan lintasan perakitan apabila terjadi kenaikan permintaan sebesar 20% ditahun berikutnya dengan menggunakan metode linear programming menggunakan waktu baku untuk pengalokasian elemen kerja pada masingmasing stasiun kerja dengan software LINGO versi 18.0 serta simulasi menggunakan waktu observasi yang digunakan untuk memvalidasi dan memverifikasi hasil pengalokasian elemen kerja pada stasiun kerja dengan software Arena Simulation versi 14.0. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan lintasan perakitan usulan dengan jumlah stasiun kerja, yaitu 17 stasiun kerja, meningkatkan efisiensi lintasan dari 41,48% menjadi 80,51%. Sedangkan, apabila terjadi kenaikan permintaan sebesar 20% ditahun berikutnya, maka rancangan lintasan perakitan usulan dengan jumlah stasiun kerja, yaitu 29 stasiun kerja, memiliki efisiensi lintasan sebesar 79,35%. Berdasarkan hasil rancangan lintasan perakitan usulan, maka perusahaan dapat mencapai target produksi per harinya. Kata kunci: Penyeimbangan Lintasan, Stator Complete, Linear Programming, Simulasi
Container Loading Allocation To Improve Space And Loading Utilization Of Fleet Compartment Capacity By Using Genetic Algorithm Wirandy Fajar Saputra; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract PT. XYZ is the current leading automotive company, the supplier that is part of its subsidiary company provides services in form of supply and distribution of raw material. Based on data collected from January till March, the problem appears is the compartment fleet utilization that is far from the maximum capacity. According to the plan production control department, the desired average loading utilization is 16 ton per delivery, while the average loading utilization is 42% or 6,8 ton per delivery. In addition, there are also some deliveries exceeding maximum capacity allowed. Therefore in this research, the most suitable loading pattern is needed to improve utilization of fleet compartment with heterogeneous fleet and heterogeneous material dimension. Loading pattern is also needed as supporting tools for the department by considering weight limit, physical dimension of material and compartment fleet dimension, so that overloaded and unburdened deliveries can be avoided. The research is conducted in plan production control department to gain more information about the fleet, production demand, and raw material properties. Genetic algorithm is used as method for solving the problem and visualize the loading pattern by using Matlab. The calculation is conducted toward loading and space utilization of compartment fleet. From the research, the utilization of space can be optimized to 6% and loading utilization can be optimized up to 50%. Keywords – Container Loading Problem (CLP), Genetic Algorithm, Matlab
Identical Parallel Machine Scheduling Using Genetic Algorithm To Minimize Total Tardiness For Cnc 4 Axis In Pt Dirgantara Indonesia (persero) Muflih Hafidz Danurhadi; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract in manufacturing operations, fulfilling the demand by the due dates is one way to keep customer satisfaction level. if the demand was delivered after the due dates, the tardiness penalty was occurred due to maintain the customer satisfaction level. scheduling was needed to reduce the tardiness that may occur in manufacturing operations. the production scheduling system in part fabrication is considered parallel machine scheduling due to several machine with same capabilities and characteristic. thus in order to get optimal solution to reduce tardiness, this research used genetic algorithm. keyword: parallel machine, scheduling, tardiness, genetic algorithm
Usulan Kebijakan Persediaan Produk Cat Dengan Menggunakan Metode Continuous Review (S, S) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Di Pt Xyz Fatia Mulyahati Yunus; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan perusahaan yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini menjual bahan material bangunan yaitu cat. Perusahaan menjual berbagai jenis cat seperti cat tembok, cat genteng, cat kayu dan besi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Perusahaan memiliki anggaran atau budget untuk masing-masing biaya operasional warehouse, transportasi dan inventory. Perusahaan mempunyai batas budget yang harus dikeluarkan untuk biaya persediaan pertahun yaitu Rp22.023.220,00. Dalam kenyatannya, pengeluaran biaya persediaan perusahaan masih belum dapat sesuai dengan target budgetnya. Penyebab tingginya biaya total persediaan pada PT XYZ disebabkan oleh overstock dan lost sales. Faktor-fakor penyebab terjadinya overstock dan lost sales adalah belum adanya perhitungan mengenai kebijakan persediaan. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan kebijakan persediaan sehingga permasalahan tingginya biaya persediaan dapat diminimalisir. Penelitian ini menggunakan metode continuous review (s, S) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, maximum inventory level, reorder point, safety stock untuk meminimasi total biaya persediaan.. Hasil dari penelitian ini didapatkan kuantias optimal sebesar 60 unit, reorder point sebesar 46 unit, safety stock sebesar 17 unit, dan maximum inventory level sebesar 106 unit dan mampu meminimasi total biaya persediaan dari Rp234.032.558,47 menjadi Rp21.220.947,89 dengan penghematan sebesar 90,9%. Total biaya persediaan usulan dapat berkurang dibawah target budget biaya persediaan yang telah ditentukan oleh perusahaan yaitu Rp22.023.220,00. Kata Kunci: Kebijakan Persediaan, Overstock, Lost Sales, Continuous Review (s, S) Abstract PT XYZ is a company located in Kendari, Southeast Sulawesi. This company sells building materials, such as paint. The company sells various types of paints such as wall paint, tile paint, wood paint and iron to meet customer needs. The company has a budget or budget for each warehouse, transportation and inventory operating costs. The company has a budget limit that must be spent on annual inventory costs, which is Rp22.023.220,00. In reality, the company's inventory costs are still not in accordance with its target budget. The reason for the high total cost of inventory at PT XYZ is caused by overstock and lost sales. Factors causing overstock and lost sales are the absence of calculations regarding inventory policies. Based on these problems inventory policies are needed so that the problem of high inventory costs can be minimized. This study uses the continuous review method (s, S) to determine the optimal number of orders, maximum inventory level, reorder points, safety stock to minimize total inventory costs. The results of this study obtained an optimal quantias of 60 units, reorder points of 46 units, safety stock of 17 units, and a maximum inventory level of 106 units and is able to minimize the total inventory cost from Rp234,032,558,47 to Rp21.220.947,89 with savings of 90.9%. The total proposed inventory costs can be reduced below the target inventory cost budget set by the company, which is Rp22.023.220,00. Keywords: Inventory Policy, Overstock, Lost Sales, Continuous Review (s,S)
Penerapan Assembly Line Balancing Untuk Mengurangi Waste Waiting Pada Proses Perakitan Komponen Nose Fuselage Di Pt. Xyz Wening Ayomi Dhara Setyani; Dida Diah Damayanti; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dunia industri yang semakin pesat menimbulkan persaingan dalam pemenuhan permintaan konsumen membuat perusahaan yang bergerak dalam bidang industri penerbangan terus melakukan perbaikan. PT. XYZ merupakan perusahaan industri manufaktur yang memproduksi pesawat terbang. Berdasarkan kondisi aktual, PT. XYZ memiliki permintaan sebanyak 6 unit per tahun, namun hasil produksi masih belum mencapai target. Pada proses perakitan komponen mengalami permasalahan karena terdapat waste waiting pada perakitan nose fuselage yang disebabkan adanya beban kerja tidak merata tiap stasiun kerja, seperti waktu siklus minimal sebesar 119,63 jam dan waktu siklus maksimal selama 326,14 jam. Agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut perlu dilakukan penyeimbangan lini perakitan dengan meminimasi jumlah stasiun kerja, dan meningkatkan efisiensi lini perakitan. Pada penelitian ini penyeimbangan lini perakitan dilakukan dengan metode Genetic Algorithm (GA). Hasil dari penyeimbangan lini perakitan dengan metode tersebut berupa minimasi dari stassiun kerja sebelumnya 6 stasiun kerja menjadi 4 stasiun kerja, peningkatan line efficiency aktual sebesar 54% menjadi 91%, dan menurunkan smoothness index sebesar 408,337 menjadi 89,78. Hasil usulan dari penyeimbangan lini perakitan nose fuselage menghasilkan lini perakitan yang lebih baik daripada sebelumnya. Kata kunci: Genetic Algorithm, penyeimbangan lini perakitan, waste waiting
Designing Electronic Kanban To Reduce Lead Time On Cone Assembly Line In Pt Xyz Nadhifah Aqilah Nugraha; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Airplanes manufacturing are growing along with the increasing demand from consumers. PT XYZ is a manufacturing company of aircraft included the design and development, manufacture, assembly, and services of aircraft. The helicopter's tail called Tailboom is a product of the helicopter division, where the Tailboom assembly line is a pull system. Based on observations of existing conditions that occur at PT XYZ, production is still unable to meet demands of consumers, Lead Time occurs greater than the plan agreed upon by the consumers. In the assembly process, each work station experiences a lack of parts and component needed to assemble. This happens because of the delay in getting the required part information and there is no warning about the availability of parts needed, it makes some parts unavailable in assembly warehouse. The lack of parts and components from the previous work station causes the assembly process to stop and the assembly line also stops at the next station. In its completion, the production time was late and not on schedule. In resolving these problems, controlling process is needed, which is controlling the assembly line to get all components and sub-assembly in the right amount and at the right time. This study applies one of Just In Time tools, namely Kanban and automation should be added as efficiently and effectively communication line becomes Electronic Kanban. The problem can be solved by reducing buffer such as waiting time and idle time. The proposed results of controlling the assembly line of Tailboom result in a smooth assembly line without waiting, reduced lead time and achieving production time according to the schedule agreement with the consumers. Keywords— Kanban, E-Kanban, Lead Time, Pull System. Abstrakt— Manufaktur pesawat terbang tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. PT XYZ adalah perusahaan manufaktur pesawat yang mencakup dalam desain dan pengembangan, pembuatan, perakitan, dan perawatan pesawat. Ekor helikopter yang disebut Tailboom adalah produk dari divisi helikopter, dengan lini perakitan Tailboom adalah sistem tarik. Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi saat ini di PT XYZ, produksi masih belum dapat memenuhi permintaan konsumen, Lead Time terjadi lebih besar dari rencana yang disepakati oleh konsumen. Dalam proses perakitan, setiap stasiun kerja mengalami kekurangan komponen yang dibutuhkan untuk merakit. Hal ini terjadi karena keterlambatan dalam mendapatkan informasi bagian yang diperlukan dan tidak ada peringatan tentang ketersediaan suku cadang yang dibutuhkan, hal ini membuat beberapa komponen tidak tersedia di gudang perakitan. Kurangnya komponen dari stasiun kerja sebelumnya menyebabkan proses perakitan berhenti dan lini perakitan juga terhenti di stasiun berikutnya. Sehingga, waktu produksi terlambat dan tidak sesuai jadwal. Dalam menyelesaikan masalah ini, diperlukan adanya proses pengendalian, yaitu mengendalikan lini perakitan untuk mendapatkan semua komponen dan sub-perakitan dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat. Penelitian ini menerapkan salah satu alat Just In Time, yaitu Kanban dan ditambahkan otomatisasi sebagai jalur komunikasi yang lebih efisien dan efektif menjadi Elektronik Kanban. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengurangi buffer seperti waktu tunggu dan waktu idle. Hasil yang diusulkan untuk mengontrol jalur perakitan Tailboom menghasilkan jalur perakitan yang lancar tanpa menunggu, mengurangi lead time dan mencapai waktu produksi sesuai dengan perjanjian jadwal dengan konsumen. Kata Kunci- Kanban, E-Kanban, Lead Time, Sistem Tar
Co-Authors Abu Bakar, Nur Azaliah Addini, Haya Anuaryska Adi Tri Juliansyah Agus Kusnayat Aldwyn Hazaghi Andika Prayoga Sujana Andika Prayoga Sujana, Andika Prayoga Angela Merici Dinda Anggun Kharisma Putri Anissa Wulandari Anissa Wulandari, Anissa Annisa Salma Hanifah Arfan, Zidnie Ayudita Oktafiani Bagja Satiaraharja Bagus Rahadian Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa David Simangunsong Decky Ridho Sahertian Delva Gestio Denny Darlis Denny Sukma Eka Atmaja Deraman, Zakaria Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty, Destaria Madya Dinnurillah Febryanti Dino Caesaron Efrata Denny Saputra Yunus Endang Budiasih Erlangga Bayu Setyawan Erlangga Bayu Setyawan Evita Rengganis Fadiah Shabrina Winarno Fania, Farell Fatia Mulyahati Yunus Fitra Hananto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Ghiyats Nur Syafiq Abdul Qadir Gilang Akbar Riyadi Giovanny, Tengku Khalida Zia Gusti Ayu Dwitya Sari Hadiyan Fathur Rahman Haris Rachmat Harly Mifta Nurfala Hasna Nurhasanah Husni Amani Ilham Maulana Hakim Inaya Izzati Inaya Izzati Irfandi Juliansyah Jeremy Ray Cristian Julian, Widia Kama, Nazri Kemas Muslim Lhaksmana Liliana Liliana M Rifky Vidiarta M. Taufiq Herdikatama Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari, Maya Putri Meldi Rendra Mira Rahayu Mohammad Deni Akbar Muflih Hafidz Danurhadi Muhammad Hilman Kusnawan Muhammad Naufal Amanullah Murman Dwi Praseti Murni Dwi Astuti Nadhifah Aqilah Nugraha Nadya Nadya Nasution, Shafira Tasyani Nia Novitasari Nopendri Nopendri Nurul Farhana Nurul Hidayati Ony Azwida Sari Prafajar Suksessanno Muttaqin Prakasa, Syahidan Fauzan Pratya Poeri Suryadhini Putu Ayu Anggrasari Wirawardani Rahadian, Bagus Rahayu Novita Tanzil Rahma Sabrina Latifani Rahma Ulimanda Yulinasari Rahmatya Dwi Arini Rahadina Ratna Wulan Sari Ratna Wulan Sari Rd. Rohmat Saedudin Rifa Rizka Anisah Rino Andias Anugraha Sandhika, Preity Shinta Adriana Sari, Nilam Putri Saskia Puspa Kenaka Seto Sumargo Suksessanno Muttaqin, Prafajar Tarmiji, Mohamad Fadzli Thamara Thamara Tony Iqbal Rahmadika Tri Widarmanti Tyara Silva Sagita Umarella, Rafif Fadhlurrahman Valdy Septyano Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari, Vita Ardiana Wening Ayomi Dhara Setyani Widia Juliani Widia Juliani Widia Juliani Wirandy Fajar Saputra Yossy Meidy Wijaya Yossy Meidy Wijaya Yusoff, Rohani Yusuf Nugroho Doyo Yekti