Claim Missing Document
Check
Articles

Rancangan Kanban Elektronik Untuk Mereduksi Keterlambatan Pada Proses Perakitan Komponen Rudder Di Pt Dirgantara Indonesia Thamara Thamara; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Dirgantara Indonesia (Indonesian Aircraft Industries) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pesawat terbang dan merupakan satu – satunya perusahaan yang memproduksi pesawat di Indonesia dan sudah menerapkan Just In Time (JIT). PT Dirgantara Indonesia menacakup dalam desain dan pengembangan, pembuatan, perakitan, dan perawatan pesawat. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada bagian helikopter yaitu ekor atau yang biasa disebut Tailboom pada komponen rudder di lini perakitan. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukkan terhadap kondisi saat ini PT Dirgantara Indonesia masih belum dapat menyelesaikan proses perakitan pada waktu yang telah ditentukan, ini terjadi karena adanya keterlambatan sehingga menyebabkan job stop pada lini perakitan rudder. Keterlambatan pada lini perakitan diakibatkan pula oleh sub - assy penyusun rudder yang disebabkan kurang nya sistem kontrol pada area lini perakitan serta informasi mengenai bagian yang diperlukan pada proses perakitan. Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah keterlambatan komponen atau sub - assydiperlukannya sistem kontrol serta pengendalian untuk mengontrol dan mengendalikan semua komponen dan sub - assy dalam jumlah dan waktu yang tepat. Salah satu alat dari Just In Time ini yaitu dengan menggunakan Sistem Kanban yang berbasis elektronik serta di otomatisasikan sebagai salah satu sistem yang dapat mengontrol aliran informasi serta aliran material pasa setiap komponen maupun sub – perakitan. Hasil yang diusulkan dari rancangan Sistem Kanban Elektronik ini untuk mengontrol lini perakitan rudder sehingga menghasilkan lini perakitan yang lancar tanpa adanya keterlambatan dan job stop. Kata kunci: Just In Time, Sistem Kanban, Kanban Elektronik, Keterlambatan, Job Stop. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6329 Abstratct PT. Dirgantara Indonesia (Indonesian Aircraft Industries) is a company engaged in manufacturing airplanes and is the only company that manufactures aircraft in Indonesia and has implemented Just In Time (JIT). PT Dirgantara Indonesia cover in the design and development, manufacture, assembly, and maintenance of aircraft. Based on the observation that has been done on the helicopter part of the tail or commonly called the Tailboom on the rudder component in the assembly line. Based on the observations that have been made to the current condition of PT Dirgantara Indonesia is still not able to complete the assembly process at a predetermined time, this occurs due to delays causing a job stop in the rudder assembly line. The delay in the assembly line is also due to sub – the rudder assembly that caused less control system in the assembly line area as well as information on the necessary parts of the assembly process. Therefore, to solve the problem of delays in components or sub-assembly the system needs control and control to control and control all components and sub-assembly in the amount and the right time. One of the tools of Just In Time is that using the electronic-based Kanban system as well as in automatisated as one system that can control the flow of information and the flow of material in each component or sub – assembly. The proposed result of the design of this electronic Kanban system to control the rudder assembly line resulted in a smooth assembly line with no delays and a job stop. Keyword : Just In Time, Kanban System, Electronic Kanban, Delay, Job Stop
Meminimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Kemeja Pria Di Cv. Xyz Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Jeremy Ray Cristian; Dida Diah Damayanti; Ayudita . Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. XYZ merupakan perusahaan manufacture yang bergerak di bidang industri tekstil. Pada CV. XYZ sering sekali terjadi keterlambatan dalam pengirimanan produksi terutama pada produk kemaja pria, adapun keterlambatan ini terjadi dikarenakan terjadinya waste pada proses produksi salah satunya ialah waste motion. Waste Motion adalah pergerakan atau aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan dapat memperlambat proses produksi sehingga lead time menjadi lebih lama. Waste Motion dapat disebabkan oleh tata letak workstation yang buruk, desain metode yang buruk, ukuran batch yang besar, reorientasi material, dan organisasi tempat kerja yang buruk. Pendekatan penyelesaian masalah yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah pendekatan Lean Manufacturing. Dalam mengumpulkan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung. Hasil tugas akhir menunjukkan terdapat selisih lead time sebelum dan sesudah adanya rancangan usulan perbaikan, yaitu sebesar 151,08 detik. Hasil tugas akhir merupakan usulan penerapkan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Kata kunci : Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, 5S
Perancangan Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Pabrik Di Cv Artana Engineering Dengan Menggunakan Algoritma Simulated Annealing Heuristik Gusti Ayu Dwitya Sari; Dida Diah Damayanti; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Artana Engineering merupakan perusahaan bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi tangki. Perusahan mengalami permasalahan dalam pemenuhan permintaan produk. Pada tata letak eksisting perusahaan, terdapat adanya aliran material yang bolak-balik sehingga menyebabkan total jarak perpindahan menjadi lebih besar hingga menghabiskan biaya perpindahan Rp 489,727 perharinya, selain itu jarak antar fasilitas saling berjauhan rata-rata lebih dari 10meter sehingga beberapa stasiun kerja tidak dapat dijangkau oleh material handling dikarenakan keterbatasan standar penggunaan bahan bakar. Hal ini menyebabkan proses perpindahan material menghabiskan banyak waktu sehingga menyebabkan keterlambatan produksi. Perusahaan harus merancang ulang tata letak dengan memperpendek jarak perpindahan dan penempatan fasilitas bedasarkan urutan aliran proses untuk menghilangkan aliran material yang bolak-balik. Metode algoritma yang digunakan adalah Simulated Annealing Heuristik dikarenakan algoritma ini sesuai dengan keadaan pabrik dimana ukuran setiap fasilitas berbeda-beda. Terdapat dua alternatif usulan dikarenakan perusahaan memiliki luas area terbatas. Tata letak usulan dengan luas area sesuai jumlah mesin yang dibutuhkan dapat mengurangi total perpindahan sebesar 69% dan biaya perpindahan sebesar 6% dari tata letak eksisting. Pada Tata letak usulan dengan luas area yang tersedia dapat mengurangi total perpindahan sebesar 81% dan biaya perpindahan sebesar 8% dari tata letak eksisting Kata Kunci : Perancangan Ulang Tata Letak, Simulated Annealing Heuristik
Designing Of Electronic Kanban As One Of The Ways To Reduce Delays On A Production Process For Assembly Line Of Elevator At Pt. Dirgantara Indonesia Tyara Silva Sagita; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Aircraft industry consists of several players those are the sellers as the original equipment manufacturers (OEMs), which include the aircraft and part manufacturers for Boeing, Airbus, etc. PT Dirgantara Indonesia or Indonesian Aerospace is an Indonesian aerospace company that engages in the field of aircraft design and development and manufacture. Currently PT Indonesian Aerospace is conducting an elevator project for an aircraft to meet a demand from customers. An Elevator is a pitch altitude controller of an aircraft, and therefore the angle of attack and the lift of the wing. Based on observations, there are still delays in the process of assembling the elevator. This happened because there are still mismatches between the planning process and actual process due to the lack of information of each worker, especially on an assembly line area, and also there is lateness in parts coming to the assembly line area. So, this research is focused on the parts that caused of delay of the assembling process because there are incomplete work package. To obtain these components and parts that are needed and to control the production system in the right item, right amount, and right time, the appropriate control system that can be used is Kanban. This research proposed to design the Electronic Kanban system to tackle the problem. Electronic Kanban also is known as e-Kanban includes all the features of the traditional Kanban system, using a mixture of technology to replace traditional elements such as Kanban cards in a way to reduce the delay and to achieving production time according to the schedule agreed with the customers. Keywords: Aircraft, Elevator, Electronic Kanban, Kanban, Delay.
REVITALISASI PENAMPUNGAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN ( STUDI PADA DESA CITEUREUP RW 8 KEC.BOJONGSOANG) Agus Kusnayat; Tri Widarmanti; Dino Caesaron; Kemas Muslim Lhaksmana; Murman Dwi Praseti; Denny Darlis; Dida Diah Damayanti
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.344 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17518

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh masyarakat, melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan masyarakat sasar warga RW 8 Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Tim PkM yang merupakan gabungan dari 4 fakultas di Universitas Telkom, melakukan kegiatan Tahap 1 revitalisasi penampungan dan pengolahan sampah ramah lingkungan, melalui perbaikan infrastruktur sipil (perbaikan landasan mesin), sanitasi (pengaturan pembuangan air) dan kelistrikan (untuk mendukung fungsional mesin), respon masyarakat sasar terhadap kegiatan ini sangat baik 97% menyatakan kegiatan ini bermanfaat. Pengabdian kepada masyarakat tahap 1 ini merupakan awal dari optimalisasi TPS3R menuju penampungan dan pengolahan sampah yang berdaya ekonomi dengan pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot, ikan lele dan tanaman hidroponik, pemanfaatan sampah anorganik melalui pemilahan sampah yang bisa dijual kembali.
Modeling Kebijakan Staffing, Cross-Training, Tour Scheduling, dan Assignment it Support Contact Center dengan Mempertimbangkan Skill Set Hasna Nurhasanah; Dida Diah Damayanti; Mohammad Deni Akbar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i9.13567

Abstract

Scheduling is an important activity to allocate existing resources so that a company can be more optimal. With good scheduling a company can do work effectively and can even make efficiency. Contact center is the central point or center of interaction between the company and customers managed by a company. The contact center plays a role in recognizing opportunities by collecting as much customer information as possible, making sales, and retaining customers. However, the contact center can only play an active role if it is complemented by the role of IT support which functions to choose the right technology, implement it correctly, and then maximize it from day to day. The success of the IT support division determines the success of the contact center as a whole. In this research, a procedure algorithm was developed to model staffing policies, cross-training, tour scheduling, and assignment of IT support contact centers by considering skill sets. This procedure algorithm starts by identifying demand needs for each skill, existing personnel capabilities, and preparing work schedules according to the efficiency of each personnel. The planning horizon used in this research is 1 week. Based on the PT XYZ case study, this algorithm provides benefits in terms of cost and fairness of schedule distribution for employees.
Development of Inventory Model to Reduce Total Inventory Costs at RSUD Mentawai Inaya Izzati; Dida Diah Damayanti
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 7 No 02 (2023): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v7i02.241

Abstract

The inventory policy problem is a problem in the inventory system related to how to ensure that each usage demand can be met at minimal cost. In the healthcare industry, it is imperative that the procurement and use of stock is not only cost-effective, but also that the required stock is always available. Discrepancies between total inventory and usage can lead to damage to BMHP inventory as the items have expiry dates, as well as excess total inventory costs. The problem of total inventory costs exceeding the budget occurs because overstock is 83% of the total need, overstock is caused by an excessive number of drug orders purchased. The purpose of this study is to reduce the total cost of inventory by considering expiry costs, inspection cost, shortage cost, order cost, holding cost using the EOQ method. The first stage in this study is to calculate the optimal order quantity value, then find the expected number of drug expirations. These results will be used to calculate the total inventory cost of five types of medical materials. for the inspection cost value, if the number of expired medical materials is above 20, the inspection cost value is not equal to zero. The calculation results found that the total inventory cost was Rp. 162,904,965, this cost is less than the actual cost of Rp. 185,843,346.00 with a difference of 12%.
IMPLEMENTASI MODEL NEWSVENDOR DENGAN KAPASITAS REAKTIF DI PT. XYZ Sumargo, Seto; Damayanti, Dida Diah
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v6i2.17924

Abstract

PT. XYZ is a company that sells fashion products. The main business process of the company is designing, marketing, and selling fashion products. The fashion products sold by the company are clothes, footwear, bags, and other accessories. The selection of footwear products is based on the trend of increasing demand from year to year. This study aims to determine the number of footwears ordered for the limited category that will be sold in the next sales period. The lead time for procuring footwear is 3 months, special lead time for second order is 1 month and the selling period for products at normal prices is 6 months. The results of calculations using the newsvendor model with reactive capacity obtained the number of first order is 486 pairs and the number of second order is 69 pairs. With the second order, the expected loss of sales does not exist. The expected leftover with reactive capacity decreased by 82.32% and became 32 pairs. Performance measurements newsvendor model with reactive capacity obtained the expected profit is IDR 88,374,150 or 11.52% more than single order. Based on these measurements, companies are advised to implement the newsvendor model with reactive capacity to increase expected profits. Keywords: inventory, newsvendor model, reactive capacity ABSTRAK PT. XYZ adalah perusahaan yang menjual produk fashion. Proses bisnis utama dari perusahaan adalah mendesain, memasarkan dan menjual produk fashion. Produk fashion yang dijual oleh perusahaan adalah baju, alas kaki, tas dan aksesoris lainnya. Pemilihan produk alas kaki berdasarkan tren permintaan yang meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah alas kaki yang dipesan untuk kategori terbatas yang akan dijual pada periode penjualan berikutnya. Lead time untuk pengadaan alas kaki adalah 3 bulan, lead time khusus pada pesanan ke 2 adalah 1 bulan dan lama periode penjualan produk dengan harga normal adalah 6 bulan. Hasil perhitungan menggunakan model newsvendor dengan kapasitas reaktif diperoleh jumlah pesanan pertama sebanyak 486 pasang dan jumlah pesanan kedua sebanyak 69 pasang. Dengan adanya pesanan kedua maka kehilangan penjualan yang diharapkan tidak ada. Sisa barang yang diharapkan dengan kapasitas reaktif menurun 82,32% menjadi 32 pasang. Pengukuran kinerja dengan kapasitas reaktif diperoleh keuntungan yang diharapkan sebesar Rp88.374.150 atau 11,52% lebih banyak daripada dengan satu kali pesanan. Berdasarkan pengukuran tersebut perusahaan disarankan untuk mengimplementasi model newsvendor dengan kapasitas reaktif untuk meningkatkan keuntungan yang diharapkan.. Kata kunci:  kapasitas reaktif, model newsvendor, persediaan 
PEMBUATAN SMART KOLAM LELE DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG CYBER Lhaksmana, Kemas Muslim; Kusnayat, Agus; Widarmanti, Tri; Damayanti, Dida Diah; Doyo Yekti, Yusuf Nugroho; Rahayu, Mira; Sumargo, Seto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2190

Abstract

Desa Citeureup terletak di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung memiliki luas 205 ha yang ditempati sekitar 20.537 penduduk. Sebagai Perguruan Tinggi yang terletak di antara Desa Citeureup dan Desa Sukapura, Universitas Telkom mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Digital Community Service Engagement (Digital CSE) untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat mandiri melalui implementasi teknologi di Desa Citeureup. Tema pengabdian tersebut merupakan amanat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang telah menetapkan Desa Citeureup sebagai salah satu lokasi Kampung Cyber. Transformasi digital tidak hanya terkait dengan teknologi dan digitalisasi, namun yang terutama adalah memberikan solusi atas permasalahan utama masyarakat dengan berbasiskan teknologi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berupa pembuatan kolam “cerdas” budidaya lele untuk meningkatkan ekonomi warga sebagai kegiatan pengabdian yang berkelanjutan CSE hingga tiga tahun. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Citeureup melalui pembuatan kolam lele berbasis SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Kolam lele merupakan salah satu potensi pengembangan ekonomi di wilayah tersebut, namun banyak warga yang menghadapi kendala dalam pengelolaan kolam lele yang efisien dan berkelanjutan. Metode SMART digunakan untuk merancang kolam lele yang tepat sasaran dan berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat setempat.
Perancangan Tata Letak Fasilitas Perakitan Box Radio Panel dengan Menggunakan Metode Blocplan pada PT Mobilkom Telekomindo Umarella, Rafif Fadhlurrahman; Diah Damayanti, Dida; Budiasih, Endang
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1114

Abstract

In the manufacturing industry, designing efficient facility layouts is critical to increasing productivity, reducing costs, and improving quality. PT Mobilkom Telekomindo, which operates in the trunking and SCADA radio communications sector, is working on a radio panel box procurement project from PT Pelindo. This research aims to evaluate the existing layout which still has workstations that are far apart and design a new layout to reduce assembly time using the BLOCPLAN algorithm. The results show that the new layout reduces the material transfer distance from 293.5 meters to 169 meters (42.4% reduction), as well as reducing the material transfer time from 10 minutes 27 seconds to 6 minutes 3 seconds (58.02% reduction).
Co-Authors Abu Bakar, Nur Azaliah Addini, Haya Anuaryska Adi Tri Juliansyah Agus Kusnayat Aldwyn Hazaghi Andika Prayoga Sujana Andika Prayoga Sujana, Andika Prayoga Angela Merici Dinda Anggun Kharisma Putri Anissa Wulandari Anissa Wulandari, Anissa Annisa Salma Hanifah Arfan, Zidnie Ayudita Oktafiani Bagja Satiaraharja Bagus Rahadian Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa David Simangunsong Decky Ridho Sahertian Delva Gestio Denny Darlis Denny Sukma Eka Atmaja Deraman, Zakaria Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty Destaria Madya Verawaty, Destaria Madya Dinnurillah Febryanti Dino Caesaron Efrata Denny Saputra Yunus Endang Budiasih Erlangga Bayu Setyawan Erlangga Bayu Setyawan Evita Rengganis Fadiah Shabrina Winarno Fania, Farell Fatia Mulyahati Yunus Fitra Hananto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Ghiyats Nur Syafiq Abdul Qadir Gilang Akbar Riyadi Giovanny, Tengku Khalida Zia Gusti Ayu Dwitya Sari Hadiyan Fathur Rahman Haris Rachmat Harly Mifta Nurfala Hasna Nurhasanah Husni Amani Ilham Maulana Hakim Inaya Izzati Inaya Izzati Irfandi Juliansyah Jeremy Ray Cristian Julian, Widia Kama, Nazri Kemas Muslim Lhaksmana Liliana Liliana M Rifky Vidiarta M. Taufiq Herdikatama Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari Maya Putri Arumsari, Maya Putri Meldi Rendra Mira Rahayu Mohammad Deni Akbar Muflih Hafidz Danurhadi Muhammad Hilman Kusnawan Muhammad Naufal Amanullah Murman Dwi Praseti Murni Dwi Astuti Nadhifah Aqilah Nugraha Nadya Nadya Nasution, Shafira Tasyani Nia Novitasari Nopendri Nopendri Nurul Farhana Nurul Hidayati Ony Azwida Sari Prafajar Suksessanno Muttaqin Prakasa, Syahidan Fauzan Pratya Poeri Suryadhini Putu Ayu Anggrasari Wirawardani Rahadian, Bagus Rahayu Novita Tanzil Rahma Sabrina Latifani Rahma Ulimanda Yulinasari Rahmatya Dwi Arini Rahadina Ratna Wulan Sari Ratna Wulan Sari Rd. Rohmat Saedudin Rifa Rizka Anisah Rino Andias Anugraha Sandhika, Preity Shinta Adriana Sari, Nilam Putri Saskia Puspa Kenaka Seto Sumargo Suksessanno Muttaqin, Prafajar Tarmiji, Mohamad Fadzli Thamara Thamara Tony Iqbal Rahmadika Tri Widarmanti Tyara Silva Sagita Umarella, Rafif Fadhlurrahman Valdy Septyano Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari Vita Ardiana Sari, Vita Ardiana Wening Ayomi Dhara Setyani Widia Juliani Widia Juliani Widia Juliani Wirandy Fajar Saputra Yossy Meidy Wijaya Yossy Meidy Wijaya Yusoff, Rohani Yusuf Nugroho Doyo Yekti