Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA CETAK PENDIDIKAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BALITA DI KOTA BOGOR Arsyati, Asri Masitha; Pratomo, Hadi; Ismail, Irawati; Prasetyo, Sabarinah; Damayanti, Rita
HEARTY Vol 5 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.452 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v5i1.1052

Abstract

Indonesia menjadi darurat kejahatan seksual sejak tahun 2014 dan terus meningkat tiap tahunnya. Dinegara- negara maju media edukasi pencegahan kejahatan seksual dinilai efektif menurunkan angka kasus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media edukasi pencegahan kekerasan seksual pada balita untuk ibu dan kader posyandu. Media yang diuji coba terdiri dari poster, modul dan booklet. Jenis penelitian dengan Rappid Assesment Procedure (RAP) melalui diskusi kelompok pada 10 kader dan wawancara mendalam pada 20 ibu balita. Desain kualitatif ini dimodifikasi dengan pengembangan media (pre testing methods), yaitu tahapan ujicoba dan mengukur hasil media selama 3 kali. Hasil penelitian menemukan terdapat perubahan bahasa serta gambar dalam poster dan modul, sedangkan hanya bahasa dalam booklet. Sebagian besar ibu balita sangat membutuhkan booklet dibandingkan poster. Booklet terbukti lebih efektif digunakan untuk edukasi dibandingkan poster dan modul.
PERAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP ANEMIA REMAJA PUTRI DI PULAU MOROTAI SELATAN TAHUN 2021 Palimbong, Victor; Krianto Karjoso, Tri; Damayanti, Rita
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7441

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang berisiko mengalami anemia karena dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan zat gizi yang tinggi. Berdasarkan tempat tinggal, prevalensi anemia remaja putri di perkotaan sebesar 22.7% sementara pedesaan mencapai 25%. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pendidikan dan pekerjaan orang tua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sosial budaya terhadap angka kejadian anemia remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah croos sectional dengan sampel sebesar 300 remaja putri. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data karateristik remaja putri, pekerjaan, dan pendidikan orang tua. Kadar Hemoglobin (Hb) diperoleh dengan pengambilan darah pada pembuluh darah vena radialis,kemudian diuji dengan metode hematologi analyzer merk medonic dan medonic reagent analyzer merk boule. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan remaja putri yang menderita anemia sebanyak 56%. Berdasarkan lokasi menunjukkan kejadian anemia lebih banyak terjadi di daerah pedesaan sebesar 47,3%. Terdapat hubungan pendidikan dengan anemia (P=0,000) dan hubungan pekerjaan dengan anemia (P=0,000). Kejadian anemia yang dialami remaja putri mempengaruhi prestasi belajar dan tumbuh kembang remaja putri sehingga disarankan meningkatkan edukasi dan memaksimalkan penyuluhan bagi remaja putri di wilayah pedesaan. 
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.
Perbedaan Persepsi Gambar Peringatan Bahaya Merokok antara Masyarakat Jakarta dan Cirebon Dewi, Nina Candra; Damayanti, Rita
Kesmas Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan kausa kematian tinggi yang menjadi masalah kesehatan dunia. Data tahun 2004, jumlah perokok memperlihatkan tren meningkat dari 32% menjadi 35%. Jakarta menempati posisi tertinggi jumlah perokok. Penyakit ISPA non specific menempati level tertinggi dan terbanyak pada tahun 2006 dan diduga merupakan dampak kebiasaan merokok. Salah satu upaya pemerintah menurunkan kebiasaan merokok adalah peringatan tertulis pada label sigaret. Studi yang dilakukan pusat studi kesehatan Universitas Indonesia di Jakarta dan Cirebon pada tahun 2007 mengindikasikan bahwa 76,3% peringatan kesehatan terpilih dalam bentuk gambar dan tulisan merupakan peringatan kesehatan yang efektif. Perbedaan persepsi masyarakat pada gambar peringatan bahaya merokok berdasarkan umur, sex, ekonomi, sosial dan status merokok. Studi ini merupakan analisis data peringatan bahaya merokok dengan menggunakan desain cross sectional di kota jakarta dan Cirebon tahun 2007. Penelitian terhadap 138 responden yang tinggal di Jakarta dan Cirebon melakukan analisis dengan uji statistik Mann Whitney and Kruskal Wallis. Hasil studi memperlihatkan bahwa ada persepsi berbeda pada gambar peringatan bahaya merokok berdasarkan jenis kelamin, sosial ekonomi, dan status merokok. Untuk jenis kelamin gambar paling efektif (p = 0,000), paling mendukung (p = 0,002) paling bermasalah (p = 0,000), gambar paling efektif p = 0,001. Berdasarkan status sosial ekonomi yang paling mendukung p = 0,022 dan yang paling efektif p = 0,000. Berdasarkan status merokok, yang paling atraktif p = 0,000, paling jelas p=0,00ktif p=0,000. Sehubungan dengan hasil studi tersebut disarankan untuk promosi kesehatan tentang gambar peringatan bahaya merokok untuk melihat berbagai perbedaan tersebut. Smoking habit is a leading cause of mortality and becomes a world health problem. Susenas data 2004 showed that number of smoker increased from 32% to 35%. Jakarta is on the highest level and has largest number of smoker according to a smoking survey in 2000. Non specific ARI is accordingly on the highest level in 2006 and caused by smoking. One government effort to decrease smoking habit is by provide warning sign on dangers of smoking. Study conducted by Center for Health Research, University of Indonesia in Jakarta and Cirebon cities in 2007 indicated that 76.3% respondents prefer warning sign in the form of combination of picture and words as an effective health warning. This study analyze perception on warning sign of dengers of smoking using a cross-sectional design among 138 respondents in Jakarta and Cirebon cities. Analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with Mann Whitney and Kruskal Wallis test. Study result indicated that there is perception difference on warning sign according to age for most effective picture (p = 0.030), sex for most effective picture ( p = 0.000), most supportive picture (p = 0.00), most terrifying picture (p = 0.000), most effective picture (p = 0.001). Based on social-economic status for most supportive picture (p = 0.022) and most effective picture (p = 0.000). Based on smoker status for most attractive picture (p = 0.000), clearest picture (p=0.000), most supportive picture (p = 0.000), most terrifying picture (p=0.000) and most effective picture (p=0.000). According to study result, it was suggested for health promotion program related to dangers of smoking warning sign to consider differences based on age, sex, social economic status and smoker’s status as to effectively convey the message.
Psychosocial Determinants of Risky Sexual Behavior among Senior High School Students in Merauke District Etrawati, Fenny; Martha, Evi; Damayanti, Rita
Kesmas Vol. 11, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja usia 10-24 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual pranikah, penyalahgunaan narkoba dan infeksi HIV/AIDS. Papua merupakan penyumbang angka HIV/AIDS terbesar di Indonesia. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut Rutgers WPF membentuk suatu program intervensi kesehatan reproduksi remaja di tingkat sekolah menengah atas (SMA) yakni program Dunia Remajaku Seru! (DAKU!). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan psikososial perilaku seksual berisiko pada siswa SMA di Kabupaten Merauke dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 1.364 siswa SMA kelas dua yang mendapatkan program DAKU!dan dilakukan proses pencocokan pada sekolah yang tidak mendapat program DAKU!. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (uji kai kuadrat) dan multivariat (uji regresi logistik). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang signifikan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko remaja adalah kelompok teman sebaya dengan perilaku negatif, efikasi diri, kontrol orangtua, keterpaparan dengan program DAKU!dan jenis kelamin. Sedangkan berdasarkan hasil analisis multivariat, kelompok teman sebaya dengan perilaku negatif merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku seksual berisiko. Adolescents aged 10-24 years old are susceptible group to premarital sex, drugs abuse, and HIV/AIDS infection. Papua is the largest contributor to AIDS/HIV number in Indonesia. To overcome such problem, Rutgers WPF formed Dunia Remajaku Seru!(DAKU!), an intervention program towards adolescent reproductive health at senior high school level. This study aimed to determine psychosocial determinants of risky sexual behavior among senior high school students in Merauke District through cross-sectional approach. Samples were 1,364 second grade students that got DAKU!Program and matching process was conducted on schools that did not get DAKU!Program. Data analysis included univariate analysis, bivariate (chi square test) and multivariate (logistic regression test). Results showed that variables significantly related to adolescent risky sexual behavior were peer group with negative behavior, self-efficacy, parents’control, exposure to DAKU!Program and sex. Meanwhile, based on multivariate analysis, peer group with negative behavior (RP = 4.7 CI = 2.8 - 7.7) was the most dominant factor influencing risky sexual behavior.
Effectiveness of health literacy interventions on contraceptive use among women of reproductive age in rural and urban Indonesia: A systematic review Saragih, Amaliyah Nurmely Rahmah; Damayanti, Rita
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 03 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i03.18623

Abstract

Purpose: To evaluate the effectiveness of health literacy interventions, such as health education, health promotion, and digital media use, in improving knowledge, attitudes, and contraceptive use among women of reproductive age (WRA) in Indonesia, as well as to compare outcomes in rural and urban areas. Methods: This systematic review, guided by the PRISMA 2020 framework, analyzed data from 2019 to 2024 on health literacy interventions related to contraception. Literature was sourced from four databases: Lens.org, PubMed, Scopus, and Google Scholar. Results: Out of 10,451 articles identified (Lens.org: n=1,598; PubMed: n=84; Scopus: n=121; Google Scholar: n=8,648), 154 articles were assessed for eligibility, and 22 were included in the final review. Common interventions included leaflets, videos, mobile apps, and counseling, which effectively improved WRA’s knowledge, attitudes, and contraceptive behaviors. Technology-based methods were more effective in urban areas, while community-based approaches were more effective in rural settings. Conclusion: Health literacy interventions improve contraceptive outcomes among WRA in Indonesia. Their effectiveness varies by the type of intervention and the geographic context. A combined approach of community empowerment and technology, tailored to local settings, is key to enhancing contraceptive health literacy.
Implementasi Model Pembelajaran Calistung dalam Mengukur Literasi dan Numerasi Melalui Tes AKM untuk Siswa Kelas V di SD Negeri 3 Pengadegan Damayanti, Rita; Purwati, Panca Dewi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11285032

Abstract

This research is motivated by the low level of literacy and numeracy among students in class V. Based on observations made in class V, most students have not mastered literacy and numeracy skills well. Therefore, the calistung learning model was chosen which has the advantage of overcoming the difficulties of students who have difficulty reading, writing and arithmetic. The aim of this research is to describe the implementation of the Calistung learning model in measuring literacy and numeracy through the AKM test for fifth grade students at SD Negeri 3 Pengadean. The method in this research is descriptive qualitative with data collection techniques, namely tests, observation and documentation. The research was conducted at SD Negeri 3 Pengadean with 30 class V students as the subject. The research results show that the implementation of the calistung learning model can improve the results of the AKM literacy and numeracy tests. This is evidenced by an increase in the percentage of completion of AKM literacy scores by 46.7% and numeracy by 70% after implementing the calistung learning model. Thus, the implementation of the calistung learning model can improve the AKM literacy and numeracy test results for class V students at SD Negeri 3 Pangadean.
ANALISIS SOSIAL BUDAYA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Nurhaqqi, Siti Sarah; Damayanti, Rita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29448

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) menjadi pilihan terbaik untuk bayi karena memberikan nutrisi dan energi penting selama bulan-bulan pertama kehidupan. Menurut WHO, hanya 44% bayi yang tidak menerima ASI selama usia 0-6 bulan. Di Indonesia, persentase ASI eksklusif mencapai 69,7%. Hasil ini melewati target pada tahun 2021 yaitu sebesar 45%. Meskipun hasil ini melebihi target, terdapat beberapa faktor yang menjadi hambatan ASI eksklusif. Salah satu hambatan ASI eksklusif yaitu faktor sosial budaya. Tujuan literature review ini yaitu untuk mengetahui hubungan sosial budaya dengan pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan literature review. Pencarian data menggunakan Google Scholar mulai tahun 2018-2023. Penulis menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi untuk mengidentifikasi studi yang akan direview. Ditemukan 6 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Studi menunjukkan bahwa faktor sosial budaya yang mempengaruhi ASI eksklusif yaitu tradisi keluarga, kepercayaan, pengetahuan, dukungan keluarga serta dukungan tenaga medis. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa sosial budaya berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif.
STUDI KUALITATIF TERKAIT DENGAN KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI LABORATORIUM X Kusumaningtyas, Larasati; Damayanti, Rita
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1605

Abstract

Latar Belakang: Laboratorium adalah salah satu layanan kesehatan yang melakukan pelayanan penelitian terhadap sampel klinis untuk memperoleh informasi tentang kesehatan seseorang. Petugas laboratorium memiliki risiko yang cukup besar untuk terpajan bakteri dan virus, salah satunya COVID-19. Petugas perlu untuk melindungi diri dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran kepatuhan petugas laboratorium dalam penggunaan APD ketika pemeriksaan spesimen selama pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif secara deskriptif. melalui wawancara mendalam (in-depth interview), dan telaah dokumen. Jumlah informan utama dalam penelitian ini ada 5 orang dan 1 informan kunci. Informan utama memiliki range umur 24-25 tahun dan bekerja sebagai petugas laboratorium. Hasil: Berdasarkan hasil wawancara kepada informan secara keseluruhan informan memiliki pengetahuan yang baik, walaupun masih ada beberapa yang kurang patuh dalam menggunakan APD ketika bekerja, kurang pelatihan penggunaan APD, dan pengawasan yang masih perlu dioptimalkan. Kesimpulan: Kepatuhan petugas dalam menggunakan APD perlu ditingkatkan, terutama penggunaan APD ketika bekerja, serta pihak laboratorium perlu mengadakan pelatihan penggunaan APD dan pengawasan yang lebih optimal untuk meningkatkan kedisiplinan petugas terkait penggunaan APD
Environmental Accounting; An Overview Utilization Of Eco Enzyme For Treatment Nail And Mouth Diseases (Nmd) Of Cows In Malang Jamaluddin; Mintarti, Sri; Damayanti, Rita; Akhdiyat, Randhi; Sonhaji
The International Journal of Accounting and Business Society Vol. 31 No. 2 (2023): The International Journal of Accounting and Business Society
Publisher : Accounting Department,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ijabs.2023.31.2.750

Abstract

Purpose – This study aims to determine the effectiveness of using eco-enzymes for treating nail and mouth disease (NMD) in cattle from the perspective of environmental accounting. This eco-enzyme is produced by fermenting household organic waste, sugar, and water. Eco Enzyme is environmentally friendly and helps improve environmental quality. Methodology – This type of research uses mixed methods with a case study approach. The innovation perspective is carried out as a strategy to understand the problems. In addition, in-depth interviews and direct observations were conducted to understand the application of eco enzymes and calculate the cost of goods. Research findings – This study shows that using eco-enzymes to treat NMD is effective and efficient. That can be seen from the cure rate for NMD treated with eco-enzymes which reaches 100%. Things contribute to this problem. Practical implications - Using eco enzymes is highly recommended for treating foot and mouth diseases. It educates the public to use organic treatments and protect the environment by using eco enzymes. Originality – This research was conducted in Malang Raya, an area impacting foot and mouth disease in Indonesia. It is hoped that preventing and treating foot and mouth disease using an eco enzyme in Malang can become a pilot project to overcome nail and mouth disease in Indonesia. They are because eco enzymes are an effective, efficient, and environmentally friendly solution.