Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Perilaku Pencegahan COVID-19 Pada Tenaga Kesehatan Puskesmas Dalam Masa Pandemi di Indonesia Tahun 2020 Meiliyana, Lia; Damayanti, Rita
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. COVID-19 is a new contagious disease emerging in December 2019 and turned into a pandemic in 2020. Health workers are on the front line against COVID-19. The death rate for health workers in Indonesia is the third-highest globally (as of 27 January 2021); therefore, it is necessary to analyze the factors from a behavioral aspect. Objective. to analyze the prevention behavior of COVID-19 among health workers at health centers (puskesmas) during the pandemic in Indonesia in 2020 using the Health Belief Model. Method. used a cross-sectional approach on secondary data of collaboration PPPKMI PPKFKM UI in the June 2020 survey. Selected variables consist of modification factors, perceived threats, perceived barriers, and cues to action. Results. The proportion of respondents that always wear a mask when leaving the house was 93,7%, at work 96.2%, always wash hands 90%, and always keep a distance 86.7%. The average of practicing preventive behavior was 97,75 points (scale 100). Independent variables that have a significant relationship with COVID-19 prevention behavior are gender (p-value=0,003;OR.2,056), knowledge (p-value=0,032;OR.0,603) and perceived barriers (p-value=0,0001 OR.2,080). Conclusion. This study found that perceived barriers were the most influencing factor on COVID-19 prevention behavior among health workers at Puskesmas.
Perilaku Pencarian Bantuan Oleh Perempuan Disabilitas Penyintas Kekerasan Seksual (Studi Kasus di Lembaga X Yogyakarta) Widyaningtyas, Prasita Ayu; Damayanti, Rita
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Women with disabilities are a vulnerable group who can experience sexual violence due to conditions of disability and intersecting gender inequality. Aim. Knowing the behavior of seeking help by women with disabilities who are survivors of sexual violence by using the help seeking behavior model from Liang year 2005 includes individual factors, interpersonal factors, socio-cultural factors, problem recognition, decision making to seek help, and selection of sources of support. Method. Qualitative research with a case study approach at Institution X Yogyakarta with a total of 7 informants. Result. Survivors have a false perception that sexual violence is an act of beating and not coercion. All the survivors were initially silent because of the culture that considers people with disabilities to be people who do not deserve help. Informal sources of assistance are preferred by survivors to solve problems and only some survivors continue to formal institutions. Conclusion. Survivors with good knowledge about sexual violence, have family support, and have few socio-cultural barriers will encourage survivors to seek help to formal institution
Dinamika Determinan Parental: Studi Kualitatif Pola Asuh Orang Tua pada Perokok Balita di Indonesia Ulfa, Annisa Sayyidatul; Damayanti, Rita
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Indonesia is ranked third in the world for the highest number of smokers after China and India. An increase in the prevalence of child smokers occurred in 2018 from 7.2% to 9.1%, particularly the phenomenon of smoking was also found. The emergence of this phenomenon indicates the neglect of parenting practices carried out by parents towards toddlers who smoke. This is because smoking has positive social acceptance and is considered a common habit in Indonesian society. Aim. To analyze dynamics of parenting and role of social environment of parents who neglect toddlers, causing toddlers to become smokers. Method. This is qualitative research with case study design, conducted in South Sumatra, West Java and East Java in November 2021-January 2022. Result. Parents estimate that the environmental conditions of the majority of smokers are the beginning of toddlers smoking. Parenting role is fully given to the mother, resulting double burden which makes the mother's inability to care for toddlers. Neglection causes the incidence of toddler smoking, the social environment also supports smoking and its normalization, so efforts are needed to improve toddlers' care
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.
Implementasi Strategi Pencegahan Infeksi Tuberkulosis di Fasilitas Kesehatan: Tinjauan Sistematis Adila, Meita Nazla; Damayanti, Rita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43108

Abstract

Tenaga kesehatan rentan terhadap infeksi tuberkulosis karena adanya kontak dekat dengan pasien TB di fasilitas kesehatan, namun tidak banyak studi yang meneliti tentang upaya untuk mencegah infeksi tuberkulosis pada petugas kesehatan di fasilitas kesehatan. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan yang diadopsi oleh fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan tuberkulosis pada petugas kesehatan. Metode: Tinjauan sistematis ini menggunakan artikel yang diekstraksi dari database Scopus, ProQuest, dan PubMed dalam 10 tahun terakhir, terbatas pada artikel teks yang dapat diakses secara lengkap dalam bahasa Inggris. Hasil: Tinjauan sistematis ini berfokus pada tindakan pencegahan yang diadopsi oleh fasilitas kesehatan untuk melindungi petugas kesehatan dari infeksi tuberkulosis. Penelitian ini mencakup tujuh studi yang mengkaji strategi pengendalian infeksi TB dari aspek manajerial, administratif, lingkungan, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Penerapan pengendalian infeksi tuberkulosis ini bervariasi di setiap fasilitas kesehatan. Hambatan utama dalam implementasi strategi pencegahan meliputi keterbatasan sumber daya, regulasi yang belum seragam, serta kurangnya pelatihan tenaga kesehatan. Kesimpulan: Untuk mengatasi kesenjangan ini dan meningkatkan pengendalian infeksi TB di seluruh fasilitas kesehatan, diperlukan penguatan kebijakan dan standar terkait pencegahan tuberkulosis agar dapat diterapkan secara serempak di berbagai jenis fasilitas layanan kesehatan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PRIMA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK Anugerahwati, Dwi Lestari; Rita Damayanti; Dien Anshari
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.608

Abstract

Penggunaan smartphone sangat membantu dalam layanan kesehatan, promosi kesehatan, dan meningkatkan derajat kesehatan. IDAI meluncurkan aplikasi Prima dengan tujuan untuk membantu memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan anak usia 0-18 tahun demi terwujudnya generasi prima mengingat 37,2% kasus stunting terjadi di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Prima terhadap pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental pre-test post-test with control group dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang pada kelompok aplikasi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan terdapat perbedaan pengetahuan ibu sesudah diberikan aplikasi Prima dengan rata-rata pengetahuan post-test 88,05 pada kelompok aplikasi dan 57,43 pada kelompok non aplikasi (p=0,005, α=0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa aplikasi Prima berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah menyempurnakan aplikasi Prima sehingga dapat digunakan sebagai media baru dalam proses penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat agar dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak secara terus menerus.
PENGEMBANGAN MEDIA CETAK PENDIDIKAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BALITA DI KOTA BOGOR Arsyati, Asri Masitha; Pratomo, Hadi; Ismail, Irawati; Prasetyo, Sabarinah; Damayanti, Rita
HEARTY Vol 5 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.452 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v5i1.1052

Abstract

Indonesia menjadi darurat kejahatan seksual sejak tahun 2014 dan terus meningkat tiap tahunnya. Dinegara- negara maju media edukasi pencegahan kejahatan seksual dinilai efektif menurunkan angka kasus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media edukasi pencegahan kekerasan seksual pada balita untuk ibu dan kader posyandu. Media yang diuji coba terdiri dari poster, modul dan booklet. Jenis penelitian dengan Rappid Assesment Procedure (RAP) melalui diskusi kelompok pada 10 kader dan wawancara mendalam pada 20 ibu balita. Desain kualitatif ini dimodifikasi dengan pengembangan media (pre testing methods), yaitu tahapan ujicoba dan mengukur hasil media selama 3 kali. Hasil penelitian menemukan terdapat perubahan bahasa serta gambar dalam poster dan modul, sedangkan hanya bahasa dalam booklet. Sebagian besar ibu balita sangat membutuhkan booklet dibandingkan poster. Booklet terbukti lebih efektif digunakan untuk edukasi dibandingkan poster dan modul.
PERAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP ANEMIA REMAJA PUTRI DI PULAU MOROTAI SELATAN TAHUN 2021 Palimbong, Victor; Krianto Karjoso, Tri; Damayanti, Rita
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i1.7441

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang berisiko mengalami anemia karena dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan zat gizi yang tinggi. Berdasarkan tempat tinggal, prevalensi anemia remaja putri di perkotaan sebesar 22.7% sementara pedesaan mencapai 25%. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pendidikan dan pekerjaan orang tua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sosial budaya terhadap angka kejadian anemia remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah croos sectional dengan sampel sebesar 300 remaja putri. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data karateristik remaja putri, pekerjaan, dan pendidikan orang tua. Kadar Hemoglobin (Hb) diperoleh dengan pengambilan darah pada pembuluh darah vena radialis,kemudian diuji dengan metode hematologi analyzer merk medonic dan medonic reagent analyzer merk boule. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan remaja putri yang menderita anemia sebanyak 56%. Berdasarkan lokasi menunjukkan kejadian anemia lebih banyak terjadi di daerah pedesaan sebesar 47,3%. Terdapat hubungan pendidikan dengan anemia (P=0,000) dan hubungan pekerjaan dengan anemia (P=0,000). Kejadian anemia yang dialami remaja putri mempengaruhi prestasi belajar dan tumbuh kembang remaja putri sehingga disarankan meningkatkan edukasi dan memaksimalkan penyuluhan bagi remaja putri di wilayah pedesaan. 
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.
Perbedaan Persepsi Gambar Peringatan Bahaya Merokok antara Masyarakat Jakarta dan Cirebon Dewi, Nina Candra; Damayanti, Rita
Kesmas Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan kausa kematian tinggi yang menjadi masalah kesehatan dunia. Data tahun 2004, jumlah perokok memperlihatkan tren meningkat dari 32% menjadi 35%. Jakarta menempati posisi tertinggi jumlah perokok. Penyakit ISPA non specific menempati level tertinggi dan terbanyak pada tahun 2006 dan diduga merupakan dampak kebiasaan merokok. Salah satu upaya pemerintah menurunkan kebiasaan merokok adalah peringatan tertulis pada label sigaret. Studi yang dilakukan pusat studi kesehatan Universitas Indonesia di Jakarta dan Cirebon pada tahun 2007 mengindikasikan bahwa 76,3% peringatan kesehatan terpilih dalam bentuk gambar dan tulisan merupakan peringatan kesehatan yang efektif. Perbedaan persepsi masyarakat pada gambar peringatan bahaya merokok berdasarkan umur, sex, ekonomi, sosial dan status merokok. Studi ini merupakan analisis data peringatan bahaya merokok dengan menggunakan desain cross sectional di kota jakarta dan Cirebon tahun 2007. Penelitian terhadap 138 responden yang tinggal di Jakarta dan Cirebon melakukan analisis dengan uji statistik Mann Whitney and Kruskal Wallis. Hasil studi memperlihatkan bahwa ada persepsi berbeda pada gambar peringatan bahaya merokok berdasarkan jenis kelamin, sosial ekonomi, dan status merokok. Untuk jenis kelamin gambar paling efektif (p = 0,000), paling mendukung (p = 0,002) paling bermasalah (p = 0,000), gambar paling efektif p = 0,001. Berdasarkan status sosial ekonomi yang paling mendukung p = 0,022 dan yang paling efektif p = 0,000. Berdasarkan status merokok, yang paling atraktif p = 0,000, paling jelas p=0,00ktif p=0,000. Sehubungan dengan hasil studi tersebut disarankan untuk promosi kesehatan tentang gambar peringatan bahaya merokok untuk melihat berbagai perbedaan tersebut. Smoking habit is a leading cause of mortality and becomes a world health problem. Susenas data 2004 showed that number of smoker increased from 32% to 35%. Jakarta is on the highest level and has largest number of smoker according to a smoking survey in 2000. Non specific ARI is accordingly on the highest level in 2006 and caused by smoking. One government effort to decrease smoking habit is by provide warning sign on dangers of smoking. Study conducted by Center for Health Research, University of Indonesia in Jakarta and Cirebon cities in 2007 indicated that 76.3% respondents prefer warning sign in the form of combination of picture and words as an effective health warning. This study analyze perception on warning sign of dengers of smoking using a cross-sectional design among 138 respondents in Jakarta and Cirebon cities. Analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with Mann Whitney and Kruskal Wallis test. Study result indicated that there is perception difference on warning sign according to age for most effective picture (p = 0.030), sex for most effective picture ( p = 0.000), most supportive picture (p = 0.00), most terrifying picture (p = 0.000), most effective picture (p = 0.001). Based on social-economic status for most supportive picture (p = 0.022) and most effective picture (p = 0.000). Based on smoker status for most attractive picture (p = 0.000), clearest picture (p=0.000), most supportive picture (p = 0.000), most terrifying picture (p=0.000) and most effective picture (p=0.000). According to study result, it was suggested for health promotion program related to dangers of smoking warning sign to consider differences based on age, sex, social economic status and smoker’s status as to effectively convey the message.