Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Gambaran budaya keselamatan pasien di rumah sakit Izza Karawang Tahun 2024 Dewi, Marhindayani; Damayanti, Rita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i1.737

Abstract

This study was conducted to describe the patient safety environment developed by Izza Hospital, Karawang, using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) instrument developed by the Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). The research method used a quantitative descriptive design with a survey approach, involving 326 respondents from medical and non-medical personnel who were directly related to patient care. The sampling technique was accidental sampling, and data were analyzed using univariate analysis for the frequency distribution of the 12 dimensions of patient safety culture. The findings showed that most respondents were nurses (62.9%) with 1-5 years of service (38%) and working hours >40 hours per week (64%). The assessment of the work unit showed the majority in the “good” category (56%), while the most patient safety reports were 1-2 reports per year (35%). Most indicators of patient safety culture showed positive responses, such as teamwork (97%) and open communication (66-81%). However, there were challenges in indicators such as response to errors and staff courage to ask critical questions. In conclusion, the patient safety culture at Izza Hospital is in the “good” category but needs specific improvements in certain dimensions to support more optimal patient safety. These results provide insights for the hospital in formulating strategies for continuous improvement of patient safety culture.
Hubungan Persepsi Pola Asuh Orang Tua dan Karakteristik Siswa dengan Kecemasan Siswa Kelas 7 - 12 di Sekolah X Jakarta Apryanti, Andi Rika; Hadi, Ella Nurlaella; Damayanti, Rita
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Anxiety is a negative emotional response that is subjective with physical symptoms. Anxiety is influenced by various factors such as parenting styles and student characteristics. Objective. The purpose of this study was to determine the relationship between perceived parenting styles and student characteristics with anxiety in 7th – 12th grade students at School X Jakarta. Method. This research is a quantitative study using a cross-sectional design. Data from 220 of 486 students who were willing to take part of this study and had permission from their parents were collected by filling out a questionnaire independently. Data were analyzed using the chi-square test. Results. The results showed that the prevalence of anxiety in 7th – 12th grade students at School X Jakarta were 27.3%. The most dominate student’s perceptions of their parenting styles are authoritative (36.4%) and neglectful (36.4%). Meanwhile, the characteristics of the students were early teens (58.2%), female (50.5%), and junior high school level (72.7%). The results of the analysis showed a significant relationship between neglectful parenting, indulgent parenting, student gender, and grade level with student anxiety. Conclusion. Student at risk of experiencing anxiety are female, high school level, and parenting style is neglectful or indulgent. For this reason, School X needs to conduct an evaluation to these student, as well as providing a "student’s mail box" and parenting workshops.
Kecemasan Tenaga Kesehatan Saat Gelombang Kedua Pandemi COVID-19: Literature Review: Anxiety of Health Workers in the Second Wave of the Covid-19 Pandemic: Literature Review Riska Kurniawati; Rita Damayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2484

Abstract

Latar belakang: Kecemasan adalah kondisi emosi dengan timbulnya rasa tidak nyaman pada diri seseorang, dan merupakan pengalaman yang samar-samar disertai dengan perasaan yang tidak berdaya serta tidak menentu yang disebabkan oleh suatu hal yang belum jelas. Hasil penelitian Huang et al menunjukkan bahwa kesehatan mental dari 1.257 petugas kesehatan yang merawat pasien Covid-19 di 34 rumah sakit di Tiongkok dengan hasil gejala depresi 50 % Kecemasan 45 % Insomnia 34 % Tekanan psikologis 71,5 %. Tentuhal ini menjadi perhatian serius setiap negara seluruh dunia terkait tingkat kecemasan tenaga kesehatan pada masa pandemi yang terjadi hingga dua gelombang bahkan terdapat berbagai varian baru. Tujuan: Adapun tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk melakukan studi literatur review tentang tingkat kecemasan tenaga kesehatan dari berbagai negara pada saat pandemi COVID-19. Metode: Studi ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan narative review. Artikel didapatkan dari pencarian database seperti Google Scholar, Elsevier, Perpustakaan Nasional, Pubmed dan Biomed Central. Kriteria artikel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang sudah dibuat oleh peneliti yakni jurnal berbahasa indonesia dan inggris dari berbagai negara. Hasil: Berdasarkan kajian beberapa penelitian dalam kajian ini, analisis untuk pengukuran skala kecemasan tenaga kesehatan selama masa pandemi/outbreak pandemi gelombang kedua disetiap negara memiliki alat ukur kuesioner yang beragam. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan bahwa untuk ke 3 negara tersebut kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur tingkat kecemasan adalah SAS yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu kecemasan ringan, kecemasan sedang, dan kecemasan berat. Penekanan pada hasil penelitian bahwa yang tertinggi adalah tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai perawat (63,64%) diikuti oleh apoteker (60%). Kecemasan memiliki presentase yang tertinggi dibandingkan dengan Depresi dan Stres. Kesimpulan: Persentase kecemasan tenaga kesehatan yang di dominasi oleh tenaga perawat terutama yang berjenis kelamin perempuan sebagai garda terdepan lebih tinggi dari pada tenaga kesehatan yang tidak merawat pasien positif COVID-19. Kecemasan tenaga kesehatan berdampak pada gangguan psikologi lanjutan, peningkatan risiko penularan bahkan kematian merupakan berita yang sepanjang pandemi disiarkan pada berbagai saluran media, hasil review juga menunjukkan bahwa seperti yang diamati dalam ulasan tersebut, beban kesehatan mental untuk petugas kesehatan selama pandemi sangat tinggi baik selama dan setelah wabah.
Hubungan Usia Pertama Menikah dengan Keluaran Kesehatan Reproduksi pada Wanita Usia Subur di Provinsi Nusa Tenggara Barat (Analisis Data ICMM Tahun 2016): Relationships of Age at First Marriage with Reproductive Health Outcomes in Women of Childbearing Age in West Nusa Tenggara (Analysis of 2016 ICMM Data) Rika Fianti; Danang Wahansa Sugiarto; Rita Damayanti; Iwan Ariawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2655

Abstract

Latar Belakang: Perempuan yang kawin pertama kali pada usia muda mempunyai risiko terhadap kehamilan yang lebih tinggi daripada perempuan yang kawin pertamanya di usia yang lebih tua. Pernikahan usia dini secara umum memberikan dampak yang kurang baik terhadap keluaran kesehatan reproduksi wanita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia pertama kali menikah dengan keluaran kesehatan reproduksi (jumlah anak yang dilahirkan, anak lahir mati dan meninggal, jumlah anak yang dimiliki saat ini, kejadian keguguran/digugurkan, serta penggunaan KB di tahun pertama pernikahan) pada wanita usia subur (WUS) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari Improving Contraceptive Method Mix (ICMM) di Nusa Tenggara Barat tahun 2016. Jumlah sampel sebanyak 14.498 responden. Pemilihan sampel menggunakan cluster sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan chi-square dan uji T independen, serta multivariat dengan regresi logistik dengan model faktor risiko. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,9% WUS menikah di usia muda atau usia dini. Berdasarkan hasil analisis multivariat, didapatkan bahwa usia pertama menikah (terutama usia muda) berhubungan dengan keluaran kesehatan reproduksi yang buruk, yaitu jumlah anak yang dilahirkan, anak lahir mati dan meninggal, jumlah anak yang dimiliki saat ini, dan penggunaan KB di tahun pertama pernikahan, setelah dikontrol oleh variabel usia saat ini, pendidikan, pekerjaan, wilayah tinggal, dan status sosial ekonomi. Kesimpulan: Proporsi WUS di NTB yang menikah di usia muda masih sangat tinggi dan keluaran kesehatan reproduksi WUS masih tergolong kurang baik.
Telehealth terhadap Pencegahan Readmisi Rawat Inap Pasien : Tinjauan Sistematis: Telehealth On Preventing Patient Readmissions From Hospitalization : Systematic Review Nia Istianah; Rita Damayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4034

Abstract

Latar belakang: Readmission merupakan suatu penanda kualitas perawatan pasien di rumah sakit yang diidentifikasi oleh rencana kesehatan yang telah dibuat sebagai kunci dari komponen sebuah pelayanan yang diberikan. Intervensi telehealth menawarkan pendekatan berbasis bukti untuk memberikan perawatan yang hemat biaya, pendidikan, dan komunikasi jarak jauh tepat waktu. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh telehealth terhadap pencegahan readmisi rawat inap pasien. Metode: Menggunakan pendekatan meta-analysis dengan pencarian artikel dibeberapa database seperti Google Scholar, ProQuest, dan other sources (websites) Centers for Medicare and Medicaid Services (CMS) berdasarkan kriteria inklusi menggunakan PICO tool terdiri dari pasien rawat inap di Rumah Sakit (RS), follow-up, dan rawat jalan, yang mendapatkan intervensi telehealth dibandingkan dengan mendapatkan perawatan biasa, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap readmission rate, dari semua desain studi. Artikel yang digunakan berbahasa Inggris, dipublikasi dalam waktu lima tahun (2018-2023) serta fullpaper dengan memasukkan kata kunci “Telehealth Readmission”, kemudian diseleksi menggunakan diagram alur PRISMA 2020, berdasarkan judul, abstrak, dan hasil. Tahap pemilihan dilakukan dengan sintesis hasil-hasil penelitian melalui pendekatan systematic review. Hasil: Penelusuran artikel dibeberapa database menghasilkan 24.687 artikel dan setelah dilakukan skrining diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Kesimpulan: 10 artikel menyatakan bahwa dengan intervensi telehealth angka readmisi dapat diturunkan secara signifikan.
Pengaruh Pendidikan, Paritas, dan Pemanfaatan BPJS dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi pada Akseptor KB di Puskesmas X Kota Depok Zhafira Alya Putri Krisnafi; Rita Damayanti
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 11, No 1: Februari 2026
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v11i1.30296

Abstract

Background: The use of Long-Acting Reversible Contraception (LARC) in Indonesia is still far from the national target. A similar thing was observed at Community Health Center “X” Depok City where LARC use remained low in 2023 (22.75%). Education, parity, and BPJS utilization are factors that can influence the low use of MKJP. This study aims to analyze the relationship between these three factors and contraceptive choice at Community Health Center “X” Depok City.Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. This study uses secondary data from family planning register records at Community Health Center “X” Depok City in 2024 with a total of 247 family planning acceptors. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods.Result: The distribution of contraceptive use showed that 50.6% of acceptors used non-LARC methods, while 49.4% used LARC. Multivariate analysis indicated a significant association between parity and LARC use (p = 0.002; OR = 1.9; CI = 1.2–2.9). In contrast, education (p = 0.956; OR = 0.9; CI = 0.6–1.5) and BPJS utilization (p = 0.678; OR = 1.1; CI = 0.7–1.7) were not significantly associated with LARC use.Conclusion: Parity is the most influential factor in the choice of contraceptive methods among family planning acceptors at Community Health Center “X” Depok City in 2024. These findings imply the importance of improving outreach and the quality of services provided by healthcare workers to building public trust in the use of LARC and BPJS.
FAKTOR SOSIAL DAN BUDAYA YANG MEMENGARUHI PERILAKU PEREMPUAN DISABILITAS DALAM MENCARI BANTUAN Prasita Ayu Widyaningtyas; Rita Damayanti; Roma Yuliana; Putri Rahmadani; Artha Budi Susila Duarsa; Ahmad Fauzi; Gracia Kelengi Sembiring
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 3 (2026): July - September
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i3.878

Abstract

Perempuan penyandang disabilitas menghadapi risiko kekerasan seksual yang jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan tanpa disabilitas. Meskipun demikian, akses mereka terhadap bantuan sering kali terhambat oleh berbagai faktor sosial dan budaya yang belum banyak dikaji secara mendalam, khususnya dalam konteks lokal Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor sosial dan budaya yang memengaruhi perilaku pencarian bantuan (help-seeking behavior) pada perempuan disabilitas penyintas kekerasan seksual di Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan utama terdiri dari dua orang yaitu satu perempuan disabilitas fisik dan satu sensorik berusia 15-49 tahun yang terdaftar di Lembaga X Yogyakarta. Informan kunci meliputi satu konselor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan triangulasi sumber, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian terdapat dua tema besar yang membentuk perilaku pencarian bantuan informan. Pertama, faktor sosial yang mencakup stigma terhadap disabilitas, marginalisasi dari komunitas, dan kondisi ekonomi yang rentan. Kedua, faktor budaya yang mencakup nilai patriarki, norma kerahasiaan aib dalam budaya Jawa, serta pandangan masyarakat yang cenderung menyalahkan korban. Faktor sosial dan budaya secara nyata menghambat perempuan disabilitas dalam mencari bantuan setelah mengalami kekerasan seksual. Diperlukan intervensi berbasis komunitas yang berpihak terhadap disabilitas dan gender, serta penguatan kebijakan perlindungan bagi perempuan disabilitas di tingkat lokal.
PEMANFAATAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS PAPAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VII SMP NEGERI 4 MADIUN Damayanti, Rita; Maria, Yuli; Rahma Kusumastuti, Windhy; Sudarmiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58826

Abstract

This research evaluates the outcomes of efforts to enhance collaborative abilities following the adoption of a digital board-based interactive learning approach. The study employs Classroom Action Research (CAR), which encompasses four phases: planning, implementation, observation, and reflection. Conducted across two cycles—Cycle I and Cycle II—it uses the pre-cycle stage as a baseline and initial reference point. The participants comprised 31 seventh-grade students from SMP Negeri 4 Madiun, including 16 boys and 15 girls. The research followed the procedural framework of the Kemmis and McTaggart model over the two cycles. Data were collected through observation activities involving students, utilizing instruments such as test question observation sheets. The findings revealed an improvement in collaboration skills following the introduction of the digital board-based interactive learning model. In Cycle I, students' collaboration skills rose to 73.54%. In Cycle II, these skills further improved to 87.35%. These results indicate that the digital board-based interactive learning approach effectively enhances students' teamwork abilities and educational achievements. Therefore, this study can be a recommendation and become an alternative choice for teachers to implement and improve the quality of learning in the classroom