Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Keperawatan Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Menopause Di Rt 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang Tahun 2025 Bela Purnama Dewi; Italia; Zakina Arlina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, akan ada sekitar 1,2 miliar perempuan berusia di atas 50 tahun. Sebagian besar dari mereka, sekitar 80%, tinggal di negara-negara berkembang, dan setiap tahunnya, populasi perempuan yang mengalami menopause meningkat sekitar tiga persen (Dewi BP, 2023). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan reproduksi yang menyeluruh kepada perempuan, termasuk aspek kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi, sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengelola fungsi dan proses reproduksinya. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup lansia di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai menopause dengan pendekatan berbasis keperawatan kesehatan masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa 17 peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Diharapkan, peningkatan pengetahuan ini tidak hanya berdampak pada pengetahuan, tetapi juga dapat mengubah perilaku dan sikap perempuan menopause, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka
Bakti Sosial Dan Terapi Okupasi: Membuat Keset Kaki Pada Lansia Di Kelurahan Talang Jambe Italia; Bela Purnama Dewi; Mutmainah H; Zakina Arlina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/eyh8k447

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, jumlah perempuan berusia di atas 50 tahun akan mencapai sekitar 1,2 miliar. Mayoritas dari mereka, sekitar 80%, tinggal di negara berkembang, dengan tingkat pertumbuhan populasi perempuan yang mengalami menopause meningkat sekitar tiga persen setiap tahunnya (Purnama Dewi et al., 2024). Peningkatan jumlah lansia sebenarnya mencerminkan perbaikan kesehatan masyarakat Indonesia, yang ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup. Namun, di sisi lain, produktivitas mereka cenderung menurun. Proses penuaan ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan, karena kondisi fisik yang semakin melemah baik secara alami maupun akibat penyakit. Kualitas hidup lansia yang masih tergolong rendah dapat dilihat dari tingkat pendidikan terakhir yang mereka tempuh serta tingginya angka buta huruf di kalangan lansia. Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan produktivitas, dilakukan kegiatan pembuatan keset dari bahan yang telah disediakan . Kegiatan ini diikuti oleh 20 lansia yang berpartisipasi secara aktif, meskipun masih membutuhkan bimbingan dalam prosesnya. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, baik di posyandu lansia maupun di puskesmas, sehingga para lansia tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif dan sehat di usia senja
Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah, Palembang Bela Purnama Dewi; Diana H. Soebyakto; Ecy Xesti
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.102

Abstract

Menopause sendiri merupakan proses biologis alami yang terjadi pada setiap wanita, ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan umumnya terjadi pada rentang usia 45 hingga 51 tahun (WHO, 2024). Oleh karena itu, penting bagi wanita lansia untuk menerapkan pola hidup sehat guna menjaga daya tahan tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai menopause serta membantu mengurangi keluhan yang berkaitan dengan fase tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk penyuluhan kesehatan mengenai menopause yang ditujukan kepada wanita lansia di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah, Palembang, pada tahun 2025. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah masyarakat, khususnya para wanita lansia yang berada di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Lokasi pelaksanaan dipilih di kediaman Ketua RT 36 sebagai pusat kegiatan. Kegiatan diawali dengan pengkajian wilayah di RT 36, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pengurus RW, RT, serta kader kesehatan setempat. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan dukungan langsung dari pihak RT guna mempermudah pelaksanaan dan meningkatkan partisipasi warga. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat didapatkan semua wanita menopause yang hadir mengalami peningkatan pengetahuan Dimana mereka lebih memahami apa itu menopause, tanda gejala, dan hal – hal yang dapat dilakukan apabila ada masalah pada masa tersebut.
Pemberdayaan Perempuan Menopause Pasca Mastektomi Melalui Edukasi Dukungan Psikososial dan Manajemen Diri Lisda Maria; Bela Purnama Dewi; Ratih Nia Gara
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.114

Abstract

Perempuan menopause yang menjalani mastektomi menghadapi tantangan fisik dan psikologis yang kompleks, termasuk perubahan citra tubuh, perasaan rendah diri, dan kecemasan terhadap masa depan. Mastektomi adalah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengangkat jaringan payudara sebagai salah satu bentuk penatalaksanaan kanker payudara. Wanita menopause yang menjalani prosedur ini kerap menghadapi beragam tantangan, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause pasca mastektomi melalui edukasi psikososial, pelatihan manajemen diri, dan penguatan dukungan kelompok sebaya. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pelatihan coping mechanism. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap kondisi pasca mastektomi dan meningkatnya rasa percaya diri. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
EDUKASI PEMANFAATAN KAPSUL DAUN SALAM DAN KEMANGI SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI KELURAHAN TALANG JAMBE Bela Purnama Dewi; Ani Syafriati; Fahrun Nur Rosyid; Leni Wijaya; Haryoto Haryoto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah terjadinya komplikasi. Hasil observasi awal di Kelurahan Talang Jambe menunjukkan bahwa penderita DM masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai pemanfaatan terapi komplementer yang aman dan berbasis bukti, termasuk penggunaan tanaman herbal sebagai terapi pendamping. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita DM tipe 2 dalam memanfaatkan kapsul daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun kemangi (Ocimum sanctum) sebagai terapi komplementer. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2025 di Kelurahan Talang Jambe dengan melibatkan 57 penderita DM tipe 2. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pelatihan pembuatan kapsul herbal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan, serta observasi keterampilan peserta selama praktik pembuatan kapsul. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan terapi komplementer dan penggunaan herbal yang aman. Selain itu, sebagian besar peserta mampu membuat, menyimpan, dan menjelaskan cara penggunaan kapsul herbal sesuai prosedur yang telah diajarkan. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan diabetes secara mandiri serta penggunaan terapi komplementer yang tetap terintegrasi dengan pengobatan medis standar. Dengan demikian, edukasi dan pelatihan pemanfaatan kapsul daun salam dan daun kemangi dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengelolaan diabetes mellitus tipe 2 di tingkat komunitas. 
Implementasi Keperawatan Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Menopause Di Rt 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang Tahun 2025 Bela Purnama Dewi; Italia; Zakina Arlina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, akan ada sekitar 1,2 miliar perempuan berusia di atas 50 tahun. Sebagian besar dari mereka, sekitar 80%, tinggal di negara-negara berkembang, dan setiap tahunnya, populasi perempuan yang mengalami menopause meningkat sekitar tiga persen (Dewi BP, 2023). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan reproduksi yang menyeluruh kepada perempuan, termasuk aspek kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi, sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengelola fungsi dan proses reproduksinya. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup lansia di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai menopause dengan pendekatan berbasis keperawatan kesehatan masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa 17 peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Diharapkan, peningkatan pengetahuan ini tidak hanya berdampak pada pengetahuan, tetapi juga dapat mengubah perilaku dan sikap perempuan menopause, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka
Bakti Sosial Dan Terapi Okupasi: Membuat Keset Kaki Pada Lansia Di Kelurahan Talang Jambe Italia; Bela Purnama Dewi; Mutmainah H; Zakina Arlina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/eyh8k447

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, jumlah perempuan berusia di atas 50 tahun akan mencapai sekitar 1,2 miliar. Mayoritas dari mereka, sekitar 80%, tinggal di negara berkembang, dengan tingkat pertumbuhan populasi perempuan yang mengalami menopause meningkat sekitar tiga persen setiap tahunnya (Purnama Dewi et al., 2024). Peningkatan jumlah lansia sebenarnya mencerminkan perbaikan kesehatan masyarakat Indonesia, yang ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup. Namun, di sisi lain, produktivitas mereka cenderung menurun. Proses penuaan ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan, karena kondisi fisik yang semakin melemah baik secara alami maupun akibat penyakit. Kualitas hidup lansia yang masih tergolong rendah dapat dilihat dari tingkat pendidikan terakhir yang mereka tempuh serta tingginya angka buta huruf di kalangan lansia. Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan produktivitas, dilakukan kegiatan pembuatan keset dari bahan yang telah disediakan . Kegiatan ini diikuti oleh 20 lansia yang berpartisipasi secara aktif, meskipun masih membutuhkan bimbingan dalam prosesnya. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, baik di posyandu lansia maupun di puskesmas, sehingga para lansia tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif dan sehat di usia senja
Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah, Palembang Bela Purnama Dewi; Diana H. Soebyakto; Ecy Xesti
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.102

Abstract

Menopause sendiri merupakan proses biologis alami yang terjadi pada setiap wanita, ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan umumnya terjadi pada rentang usia 45 hingga 51 tahun (WHO, 2024). Oleh karena itu, penting bagi wanita lansia untuk menerapkan pola hidup sehat guna menjaga daya tahan tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai menopause serta membantu mengurangi keluhan yang berkaitan dengan fase tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk penyuluhan kesehatan mengenai menopause yang ditujukan kepada wanita lansia di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah, Palembang, pada tahun 2025. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah masyarakat, khususnya para wanita lansia yang berada di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Lokasi pelaksanaan dipilih di kediaman Ketua RT 36 sebagai pusat kegiatan. Kegiatan diawali dengan pengkajian wilayah di RT 36, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pengurus RW, RT, serta kader kesehatan setempat. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan dukungan langsung dari pihak RT guna mempermudah pelaksanaan dan meningkatkan partisipasi warga. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat didapatkan semua wanita menopause yang hadir mengalami peningkatan pengetahuan Dimana mereka lebih memahami apa itu menopause, tanda gejala, dan hal – hal yang dapat dilakukan apabila ada masalah pada masa tersebut.
Pemberdayaan Perempuan Menopause Pasca Mastektomi Melalui Edukasi Dukungan Psikososial dan Manajemen Diri Lisda Maria; Bela Purnama Dewi; Ratih Nia Gara
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.114

Abstract

Perempuan menopause yang menjalani mastektomi menghadapi tantangan fisik dan psikologis yang kompleks, termasuk perubahan citra tubuh, perasaan rendah diri, dan kecemasan terhadap masa depan. Mastektomi adalah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengangkat jaringan payudara sebagai salah satu bentuk penatalaksanaan kanker payudara. Wanita menopause yang menjalani prosedur ini kerap menghadapi beragam tantangan, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause pasca mastektomi melalui edukasi psikososial, pelatihan manajemen diri, dan penguatan dukungan kelompok sebaya. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pelatihan coping mechanism. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap kondisi pasca mastektomi dan meningkatnya rasa percaya diri. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT STRES PADA LANSIA Ilta Marlena; Sherly Widianti; Bela Purnama Dewi
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i2.477

Abstract

Stress is a common psychological problem experienced by the elderly as a result of the physical, psychological, and social transformations that occur during the aging process. If stress is left untreated, it can significantly reduce their overall quality of life. This study was conducted to examine how classical music therapy affects stress levels in the elderly at the Bina Sejahtera Elderly Health Post in Palembang. The study used a pre-experimental design with a single-group pretest-posttest methodology. A total of 35 elderly participants were recruited through a total sampling technique. Stress levels were assessed using a questionnaire administered before and after the classical music therapy intervention. Data normality was evaluated using the Shapiro-Wilk test, which indicated a normal distribution. Furthermore, bivariate analysis was conducted using a paired-sample t-test. The results showed a statistically significant reduction in stress levels in the elderly after the classical music therapy intervention, with a p-value of 0.000, less than 0.05. This study concludes that classical music therapy is effective in reducing stress levels in the elderly and can serve as a valuable non-pharmacological approach in elderly healthcare.