Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN PERAWATAN PAYUDARA DENGAN TEHNIK PIJAT OKETANI TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM Elvrinica Christina; Bela Purnama Dewi
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.465

Abstract

Coverage of exclusive breastfeeding for babies in the world is 41%, while the WHO target for exclusive breastfeeding in the world is 70% (Global Breast Feeding Collective, Unicef ??and WHO, 2018). Not all postpartum mothers immediately express breast milk. To stimulate the release of the hormones prolactin and oxytocin in Indonesia, there are many types of methods that can be used as an option for mothers who experience problems during breastfeeding, one of which is the oketani massage technique. This study aims to determine the effect of providing breast care using the oketani massage technique on breast milk production in post partum mothers at RSIA Az-Zahra Palembang. This research method uses a pre-experimental research method with a one group pretest—post test design. The sample in this study was 71 post partum mothers on days 1-3 using the purposive sampling method. The research was conducted from 1 - 31 January 2025 at RSIA Az-Zahra Palembang. The results of this research showed that based on the Wilcoxon test, it was found to be 0.001 < 0.05, it could be concluded that there was a significant effect of breast care using the oketani massage technique on the smoothness of breastfeeding in postpartum mothers at RSIA Az-Zahra Palembang. It is hoped that this research will be useful for post partum mothers and can be applied at home so that the mother's breast milk production runs smoothly and the baby's nutrition is met.
PENGARUH PEMBERIAN SWEITENIA MAHAGONI L. TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA WANITA MENOPAUSE Stephani Pratiwi Sorongan; Bela Purnama Dewi
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.466

Abstract

Most menopausal women experience an increase in cholesterol levels due to a decrease in body function, one of which is a decrease in hormones. This study aims to determine the effect of administering Sweitenia Mahagoni L on reducing cholesterol in menopausal women. This research method uses a pre-experimental research method with a one group pretest—post test design. The sample in this study was menstruating mothers with cholesterol levels >200 mg/dl. The sample was 32 samples using the purposive sampling method. The research was conducted on January 9 - March 9 2025 at the Sekip Palembang Community Health Center. The results of this study showed that based on the Wilcoxon test, it was 0.001 < 0.05, so it could be concluded that there was a significant effect of giving Sweitenia Mahagoni L on reducing cholesterol levels in menopausal women. It is hoped that this research will be useful for menopausal mothers with hypercholerolemia and can be consumed at home as an alternative non-pharmacological treatment.
PENINGKATAN EDUKASI DAN SENAM LANSIA SEBAGAI U P A Y A UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS LEBUNG GAJAH Riko Sandra Putra; Bela Purnama Dewi; Ratna Juwota
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49095

Abstract

Menurut Data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi.  Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada sekitar 1,5 Miliar orang yang akan terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal dunia akibat hipertensi dan komplikasinya (Kemenkes RI, 2019).Tujuan dari PkM untuk melakukan rehabilitatif pada lansia dengan hipertensi. Metode pelaksanaan dengan memberikan penyeluhan dan pelaksanaan senam lansia, dilakukan selama satu hari dengan durasi selama 20-30 menit. Sasaran kegiatan ini adalah lansia warga RT 42 Kelurahan Lebung Gajah. Hasil kegiatan berupa booklet senam lansia yang bisa digunakan sebagai panduan apabila lansia ingin melakukan senam dirumah dan peningkatan edukasi tentang hipertensi dan pencegahannya. Lansia yang melakukan senam lansia dapat menjaga kesehatan tubuh dan jantung sehingga dapat membuat tekanan darah menjadi normal, atau terjadi penurunan tekanan darah apabila lansia tersebut hipertensi.
PEMANFAATAN JUS BUAH PEPAYA DAN PISANG MAS TERHADAP WANITA MENOPAUSE DENGAN HIPERTENSI Leni Wijaya; Bela Purnama Dewi; Bela Sepira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54890

Abstract

perubahan hormonal yang meningkatkan tekanan darah. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan adalah konsumsi buah kaya kalium, seperti pepaya dan pisang mas. Tujuan dari PkM ini adalah pemanfaatan jus pepaya dan pisang mas terhadap tekanan darah wanita menopause dengan hipertensi. Terapi ini coba dimanfaatkan bagi lansia wanita menopause yang berada di Puskesmas Sematang Borang Palembang. Kegiatan ini dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan tentang tekanan darah tinggi, dan pemberian terapi komplementer jus pepaya dan pisang mas diberikan setiap hari selama 7 hari. Kemudian melaksanakan evaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dengan melakukan pengukuran tekanan darah kembali. Adapun media promosi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan dapat terlaksana dengan baik atas keterlibatan dan kerjasama dari panitia, puskesmas dan dosen STIKES Mitra Adiguna. Hasil pemeriksaan tekanan darah pada lansia wanita menopause mengalami penurunan tekanan darah rata-rata menjadi 136 mmHg.
Implementasi Keperawatan Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Menopause Di Rt 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang Tahun 2025 Bela Purnama Dewi; Italia; Zakina Arlina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, akan ada sekitar 1,2 miliar perempuan berusia di atas 50 tahun. Sebagian besar dari mereka, sekitar 80%, tinggal di negara-negara berkembang, dan setiap tahunnya, populasi perempuan yang mengalami menopause meningkat sekitar tiga persen (Dewi BP, 2023). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan reproduksi yang menyeluruh kepada perempuan, termasuk aspek kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi, sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengelola fungsi dan proses reproduksinya. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup lansia di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai menopause dengan pendekatan berbasis keperawatan kesehatan masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa 17 peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Diharapkan, peningkatan pengetahuan ini tidak hanya berdampak pada pengetahuan, tetapi juga dapat mengubah perilaku dan sikap perempuan menopause, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka
Bakti Sosial Dan Terapi Okupasi: Membuat Keset Kaki Pada Lansia Di Kelurahan Talang Jambe Italia; Bela Purnama Dewi; Mutmainah H; Zakina Arlina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, jumlah perempuan berusia di atas 50 tahun akan mencapai sekitar 1,2 miliar. Mayoritas dari mereka, sekitar 80%, tinggal di negara berkembang, dengan tingkat pertumbuhan populasi perempuan yang mengalami menopause meningkat sekitar tiga persen setiap tahunnya (Purnama Dewi et al., 2024). Peningkatan jumlah lansia sebenarnya mencerminkan perbaikan kesehatan masyarakat Indonesia, yang ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup. Namun, di sisi lain, produktivitas mereka cenderung menurun. Proses penuaan ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan, karena kondisi fisik yang semakin melemah baik secara alami maupun akibat penyakit. Kualitas hidup lansia yang masih tergolong rendah dapat dilihat dari tingkat pendidikan terakhir yang mereka tempuh serta tingginya angka buta huruf di kalangan lansia. Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan produktivitas, dilakukan kegiatan pembuatan keset dari bahan yang telah disediakan . Kegiatan ini diikuti oleh 20 lansia yang berpartisipasi secara aktif, meskipun masih membutuhkan bimbingan dalam prosesnya. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin, baik di posyandu lansia maupun di puskesmas, sehingga para lansia tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif dan sehat di usia senja
Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah, Palembang Bela Purnama Dewi; Diana H. Soebyakto; Ecy Xesti
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause sendiri merupakan proses biologis alami yang terjadi pada setiap wanita, ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan umumnya terjadi pada rentang usia 45 hingga 51 tahun (WHO, 2024). Oleh karena itu, penting bagi wanita lansia untuk menerapkan pola hidup sehat guna menjaga daya tahan tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai menopause serta membantu mengurangi keluhan yang berkaitan dengan fase tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk penyuluhan kesehatan mengenai menopause yang ditujukan kepada wanita lansia di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah, Palembang, pada tahun 2025. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah masyarakat, khususnya para wanita lansia yang berada di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah. Lokasi pelaksanaan dipilih di kediaman Ketua RT 36 sebagai pusat kegiatan. Kegiatan diawali dengan pengkajian wilayah di RT 36, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pengurus RW, RT, serta kader kesehatan setempat. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan dukungan langsung dari pihak RT guna mempermudah pelaksanaan dan meningkatkan partisipasi warga. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat didapatkan semua wanita menopause yang hadir mengalami peningkatan pengetahuan Dimana mereka lebih memahami apa itu menopause, tanda gejala, dan hal – hal yang dapat dilakukan apabila ada masalah pada masa tersebut.
Pemberdayaan Perempuan Menopause Pasca Mastektomi Melalui Edukasi Dukungan Psikososial dan Manajemen Diri Lisda Maria; Bela Purnama Dewi; Ratih Nia Gara
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): JLIPM - APRIL
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan menopause yang menjalani mastektomi menghadapi tantangan fisik dan psikologis yang kompleks, termasuk perubahan citra tubuh, perasaan rendah diri, dan kecemasan terhadap masa depan. Mastektomi adalah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengangkat jaringan payudara sebagai salah satu bentuk penatalaksanaan kanker payudara. Wanita menopause yang menjalani prosedur ini kerap menghadapi beragam tantangan, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause pasca mastektomi melalui edukasi psikososial, pelatihan manajemen diri, dan penguatan dukungan kelompok sebaya. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pelatihan coping mechanism. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap kondisi pasca mastektomi dan meningkatnya rasa percaya diri. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.