Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Karakteristik Pasien Usia Lanjut Dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) Yang Menjalani Hemodialisis Disebabkan Diabetes Melitus Dan Hipertensi Dewi, Bela Purnama; Darussalam, Al Amin; Rimbawati, Yazika; Safitri, Serli Wulan
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v9i2.537

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) menggambarkan terjadinya kerusakan pada ginjal yang telah berlangsung ≥3 bulan dan bersifat progresif. Penyakit ginjal telah meningkat dari urutan ke 13 penyebab kematian menjadi urutan ke 10. Penyakit ginjal kronik pada usia 55-64 tahun sebesar 7,21%, usia 65-74 tahun sebesar 8,23% dan usia 75 tahun keatas sebesar 7,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien usia lanjut dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis disebabkan Diabetes Melitus dan Hipertensi di RS PUSRI Palembang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif bersifat deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah ±90 orang, pasien usia lanjut dengan PGK yang menjalani hemodialisis di RS PUSRI Palembang dan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dilakukan secara purposive sampling. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan karakteristik pasien usia lanjut (umur p value = 1.000, jenis kelamin p value = 0.458, pendidikan p value = 0.458 dan IMT p value = 1.000) dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis disebabkan diabetes melitus dan hipertensi di RS PUSRI Palembang tahun 2022. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar informasi kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keluarga berusia lanjut yang menjalani terapi hemodialisis serta sebagai informasi kesehatan kepada masyarakat untuk pencegahan sedini mungkin atau memperlambat kerusakan ginjal yang lebih parah dengan mengontrol faktor resiko. Kata Kunci : Karakteristik Pasien, Usia Lanjut, Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
PENDAMPINGAN DALAM PEMBUATAN JUS SEMANGKA DAN PENINGKATAN EDUKASI UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE RT 001 TALANG JAMBE TAHUN 2023 Dewi, Bela Purnama; Nopriani, Yora; Italia, Italia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19263

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian yang seringkali tidak diketahui dan menjadi penyebab penyakit jantung, gagal ginjal serta stroke. Berdasarkan Data Riskesdas (2018) prevalensi hipertensi sebesar 34,1%. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi dimuali dari diri sendiri dan keluarga. Buah semangka merah merupakan buah yang murah dan mudah didapat di masyarakat. Semangka mengandung asam amino sitrulin, kalium air, vitamin C, vitamin A (karotenoid), vitamin K, sehingga semangka dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk hipertensi (Solihah, 2015). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa edukasi kesehatan menopause pada ibu-ibu di RT.01 Talang Jambe (Manajemen Penanganan Hipertensi pada Wanita Menepause dengan Jus Semangka) tahun 2023. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat khususnya para ibu-ibu yang hadir di acara penyuluhan kesehatan di RT.001 Desa Sugihwaras, Talang Jambe. Pemilihan lokasi penyuluhan adalah di Jl. Melati 1 No. 25 Rt 001 Rw. 001 Sugiwaras Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang. Menopause merupakan hal alamiah setiap wanita akan mengalami transformasi dari masa reproduksi ke masa menopause, namun usia terjadinya menopause pada setiap wanita berbeda-beda. Normal tidaknya usia menopause dapat menimbulkan masalah kesehatan. Target luaran yang diharapkan yakni adanya peningkatan pengetahuan pada masyarakat khusunya perempuan dan lansia perempuan mengenai menopause di RT.001 Kelurahan Talang jambe, adanya media promosi kesehatan berupa leaflet dan booklet untuk edukasi tentang usia menopause. hal tersebut dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan serta adanya media promosi kesehatan tentang usia menopause. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan cara untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan informasi tentang faktor-faktor yang bisa mempercepat terjadinya menopause dan dampak yang bisa ditimbulkan dari menopause tersebut. Peningkatan pengetahuan dan pemberian informasi tersebut dengan cara melakukan konseling dan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para lansia dan masyarakat telah mengetahui pentingnya kesehatan menopause yang meliputi dampak dan penatalaksanaannya.
EDUKASI BERBASIS VIDEO DAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA PASIEN LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG JAMBE PALEMBANG TAHUN 2024 Nopriani, Yora; Dewi, Bela Purnama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29302

Abstract

Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang cukup serius dimana insulin tidak dapat diproduksi secara maksimal oleh pancreas Tujuan Untuk mengetahui pengaruh video edukasi dan booklet tentang diabetes mellitus pada lansia terhadap pengetahuan dan tekanan darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Talang Jambe Palembang tahun 2024.Teknik pengambilan sampel (sampling) pada penelitian ini pra eksperimen (Pre Exsperimental designs) dengan pendekatan without control one group pre test post tes design , diketahui distribusi frekuensi dapat dilihat bahwa responden pre test pengetahuan baik yaitu sebanyak 7 lansia 17,7%) pengetahuan cukup yaitu sebanyak 34 lansia (34,1%). Dan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 21 lansia (51,2%)diketahui distribusi frekuensi bahwa responden pos test Pengetahuan baik yaitu sebanyak 21 lansia (51,2%) pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 lansia (39,0%). Dan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 4 lansia (9,8 %)diketahui distribusi frekuensi responden pre test tekanan darah normal yaitu sebanyak 15 lansia (36,5%) tekanan darah tidak normal yaitu sebanyak 26 lansia (63,5%). distribusi frekuensi bahwa responden pos test tekanan darah normal yaitu sebanyak 28 lansia (68,35%) tekanan darah tidak normal yaitu sebanyak 13 lansia (31,7%). Berdasarkan uji chi square pengetahuan berdasarkan uji wilcoxon sebesar 0,001 dan untuk tekanan darah 0,003 lebih kecil dari taraf signifikan 5% atau (p value = 0,000 < 0,05).Diharapkan Perlu ditingkatkan kegiatan yang dapat menambah pengetahuan lansia tentang diabetes Mellitus serta menganjurkan kepada lansia agar selalu memperhatikan pola makan yang dikonsumsi serta memeriksakan tekanan darah di puskesmas minimal 1 bulan sekali.
PENYULUHAN TERHADAP PENYAKIT HIPERTENSI PADA PEREMPUAN MENOPAUSE DI RT 16 KELURAHAN TALANG JAMBE TAHUN 2024 Maria, Lisda; Dewi, Bela Purnama; Kurniawan, Budi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30566

Abstract

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat (tenang) dimana hipertensi ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Tujuan Pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi keluhan masyarakat pada penderita hipertensi. Melakukan pengkajian wilayah di RT 16 Talang Jambe Palembang ,Berkoordinasi dengan pihak RW , RT dan kader Kesehatan setempat dan Pendekatan ke masyarakat dengan bantuan dari pihak RT setempat. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 14 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil rata-rata tekanan darah sistolik sebelum mengkonsumsi jus semangka sebesar 146,64 dan setelah mengkonsumsi jus semangka mengalami penurunan menjadi 139,36. Sedangkan tekanan darah diastolik sebelum mengkonsumsi jus semangka sebesar 87,50 dan setelah mengkonsumsi jus semangka mengalami penurunan menjadi 83,71. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh mengkonsumsi jus semangka terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi.
INTERVENSI SENAM LANSIA UNTUK MENURUNKAN HOT FLASHES PADA WANITA MENOPAUSE Dewi, Bela Purnama; Putra, Riko Sandra; Soebyakto, Diana H.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35475

Abstract

Estrogen merupakan hormon yang berperan penting dalam mencegah proses oksidasi kolesterol jahat (LDL). Hormon ini juga memegang peranan dalam menyeimbangkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Berdasarkan data yang diambil WHO, wanita yang mengalami menopause di seluruh dunia mencapai 476 juta dan di perkirakan tahun 2030 akan meningkat menjadi 1,2 milyar wanita. Hot flashes dialami kurang lebih 70-80% wanita menopause. seorang wanita peri atau pasca menopause dapat mengalami keluhan berupa hot flashes atau berkeringat yang dikategorikan sebagai gejala vasomotor. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar High Density Lipoprotein (HDL) dengan Penurunan Hot Flashes pada menopause dengan senam lansia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita menopause tentang penanganan kolesterol pada wanita menopause. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, yaitu terlaksananya senam lansia dan peningkatan pengetahuan wanita menopause tentang Hot Flashes pada wanita menopause. Saran yang diberikan yaitu diharapkan masyarakat khususnya wanita menopause bisa implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan senam lansia rutin guna menjaga kesehatan fisik pada wanita menopause yg mengalami hot flashes.
EFEKTIFITAS TANAMAN SAGE (SALVIA) UNTUK MENURUNKAN GEJALA HOT FLASHESPADA WANITA MENOPAUSE Bela Purnama Dewi; Jusnila Wati
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.463

Abstract

Menopause is a natural phase in a woman's life that is often accompanied by various symptoms, one of the most common being hot flashes—a sudden sensation of heat followed by excessive sweating. These symptoms can significantly impact women's quality of life. Due to concerns over the side effects of hormone therapy, the use of herbal treatments such as Salvia officinalis (sage) is being considered as an alternative remedy. This study aimed to determine the effectiveness of sage (Salvia officinalis) in reducing hot flash symptoms in menopausal women. This research employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 60 menopausal women experiencing hot flashes, selected through purposive sampling at Puskesmas Plaju Palembang. The intervention involved administering a sage infusion (100 grams in 200 ml of water), consumed once daily for seven days. Hot flash symptoms were measured before and after the intervention using a hot flash instrument. The data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed that the administration of sage infusion was significantly effective in reducing hot flash symptoms in menopausal women, indicating that sage can serve as a safe and natural non-hormonal therapy alternative.
PENGARUH PEMBERIAN PERAWATAN PAYUDARA DENGAN TEHNIK PIJAT OKETANI TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM Elvrinica Christina; Bela Purnama Dewi
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.465

Abstract

Coverage of exclusive breastfeeding for babies in the world is 41%, while the WHO target for exclusive breastfeeding in the world is 70% (Global Breast Feeding Collective, Unicef ??and WHO, 2018). Not all postpartum mothers immediately express breast milk. To stimulate the release of the hormones prolactin and oxytocin in Indonesia, there are many types of methods that can be used as an option for mothers who experience problems during breastfeeding, one of which is the oketani massage technique. This study aims to determine the effect of providing breast care using the oketani massage technique on breast milk production in post partum mothers at RSIA Az-Zahra Palembang. This research method uses a pre-experimental research method with a one group pretest—post test design. The sample in this study was 71 post partum mothers on days 1-3 using the purposive sampling method. The research was conducted from 1 - 31 January 2025 at RSIA Az-Zahra Palembang. The results of this research showed that based on the Wilcoxon test, it was found to be 0.001 < 0.05, it could be concluded that there was a significant effect of breast care using the oketani massage technique on the smoothness of breastfeeding in postpartum mothers at RSIA Az-Zahra Palembang. It is hoped that this research will be useful for post partum mothers and can be applied at home so that the mother's breast milk production runs smoothly and the baby's nutrition is met.
PENGARUH PEMBERIAN SWEITENIA MAHAGONI L. TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA WANITA MENOPAUSE Stephani Pratiwi Sorongan; Bela Purnama Dewi
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.466

Abstract

Most menopausal women experience an increase in cholesterol levels due to a decrease in body function, one of which is a decrease in hormones. This study aims to determine the effect of administering Sweitenia Mahagoni L on reducing cholesterol in menopausal women. This research method uses a pre-experimental research method with a one group pretest—post test design. The sample in this study was menstruating mothers with cholesterol levels >200 mg/dl. The sample was 32 samples using the purposive sampling method. The research was conducted on January 9 - March 9 2025 at the Sekip Palembang Community Health Center. The results of this study showed that based on the Wilcoxon test, it was 0.001 < 0.05, so it could be concluded that there was a significant effect of giving Sweitenia Mahagoni L on reducing cholesterol levels in menopausal women. It is hoped that this research will be useful for menopausal mothers with hypercholerolemia and can be consumed at home as an alternative non-pharmacological treatment.
PENINGKATAN EDUKASI DAN SENAM LANSIA SEBAGAI U P A Y A UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS LEBUNG GAJAH Riko Sandra Putra; Bela Purnama Dewi; Ratna Juwota
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49095

Abstract

Menurut Data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi.  Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada sekitar 1,5 Miliar orang yang akan terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal dunia akibat hipertensi dan komplikasinya (Kemenkes RI, 2019).Tujuan dari PkM untuk melakukan rehabilitatif pada lansia dengan hipertensi. Metode pelaksanaan dengan memberikan penyeluhan dan pelaksanaan senam lansia, dilakukan selama satu hari dengan durasi selama 20-30 menit. Sasaran kegiatan ini adalah lansia warga RT 42 Kelurahan Lebung Gajah. Hasil kegiatan berupa booklet senam lansia yang bisa digunakan sebagai panduan apabila lansia ingin melakukan senam dirumah dan peningkatan edukasi tentang hipertensi dan pencegahannya. Lansia yang melakukan senam lansia dapat menjaga kesehatan tubuh dan jantung sehingga dapat membuat tekanan darah menjadi normal, atau terjadi penurunan tekanan darah apabila lansia tersebut hipertensi.
PEMANFAATAN JUS BUAH PEPAYA DAN PISANG MAS TERHADAP WANITA MENOPAUSE DENGAN HIPERTENSI Leni Wijaya; Bela Purnama Dewi; Bela Sepira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54890

Abstract

perubahan hormonal yang meningkatkan tekanan darah. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan adalah konsumsi buah kaya kalium, seperti pepaya dan pisang mas. Tujuan dari PkM ini adalah pemanfaatan jus pepaya dan pisang mas terhadap tekanan darah wanita menopause dengan hipertensi. Terapi ini coba dimanfaatkan bagi lansia wanita menopause yang berada di Puskesmas Sematang Borang Palembang. Kegiatan ini dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan tentang tekanan darah tinggi, dan pemberian terapi komplementer jus pepaya dan pisang mas diberikan setiap hari selama 7 hari. Kemudian melaksanakan evaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dengan melakukan pengukuran tekanan darah kembali. Adapun media promosi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan dapat terlaksana dengan baik atas keterlibatan dan kerjasama dari panitia, puskesmas dan dosen STIKES Mitra Adiguna. Hasil pemeriksaan tekanan darah pada lansia wanita menopause mengalami penurunan tekanan darah rata-rata menjadi 136 mmHg.