Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pembelajaran daring materi KPK dan FPB menggunakan model problem based learning untuk meningkatkan kognitif Siswa kelas IV SD berbantuan media whatsapp Milawati Dewi; Asep Samsudin; Linda Hania Fasha
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i2.11870

Abstract

Aspek pemahaman materi KPK dan FPB di sekolah dasar belum sepenuhnya dapat memahami siswa yang kurang memahami materi sehingga mengakibatkan kurang efektifnya pembelajaran yang dilaksanakan. Sedangkan siswa banyak mengalami kesulitan dalam pembelajaran berani yang dilakukan saat ini dimana siswa kurang konstensi dalam pembelajaran khususnya Matematika yang tidak mudah untuk dijelaskan kepada siswa yang mengakibatkan suasana pembelajaran menjadi kurang kondusif. Untuk mengatasi kesulitan pemahaman siswa inilah perlu adanya metode yang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana metode Problem Based Learning (PBL) dapat melihat kesulitan siswa dalam memahami materi penjumlahan. Penelitian ini menggunakan kajian 5 literatur artikel nasional melalui pembelajaran berani.Dimana pembelajaran berani. Dari hasil penelitian pemahaman materi KPK dan FPB adalah 60%, respon pembelajaran Matematika KPK dan FPB sebanyak 70%, respon terhadap materi guru KPK dan FPB adalah 80%, dan respon penggunaan metode PBL berbantuan whatsapp adalah 85%. dimana terlihat dari respon siswa dalam pembelajaran dengan minat siswa.
Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan gambaran keterampilan berhitung pada siswa kelas IV SD Nikita Novianti; Asep Samsudin; Rina Rohmawati
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.15158

Abstract

The application of numeracy skills is a skill that must be possessed by students with feedback. This study aims to determine the PBL learning model in the application of numeracy skills to elementary school students. This research is motivated by the problems that occur, namely the lack of numeracy skills in students of SDN 197 Karang Taruna Karangsari. Based on this, the researchers used the PBL (Problem Based Learning) model to overcome problems at SDN 197 Karang Taruna Karangsari. Numeracy skills from experts are very relevant to describe numeracy skills using the PBL (Problem Based Learning) model which has the characteristics of problem-based learning. The research method used is descriptive qualitative research. The research subjects were fourth grade students at SDN 197 Karang Taruna Karangsari totaling 40 students. Based on the results of the study, it showed that students' numeracy skills were very good, learning was also very enjoyable and students were more confident about learning through a problem-based learning model. It can be said that this PBL learning model is very relevant in knowing the description of numeracy skills in class IV students at SDN 197 Karang Taruna Karangsari.
THE IMPLEMENTATION OF PROJECT BASED LEARNING (PJBL) MODEL TO IMPROVE THE SIXTH GRADERS’ NATURAL SCIENCE CONCEPT UNDERSTANDING ON SIMPLE ELECTRICAL CIRCUIT MATERIALS AT SDN 3 PABEAN ILIR Febri Ari Ramdhani; Asep Samsudin; Uus Kuswendi; Muhammad Rizal Fauzi
xxxx-xxxx
Publisher : Sekolah Pascasarjana UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5340/ciee.v1i2.52621

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine one of the ways to increase the understanding of the science concept of class VI UPTD SDN 3 Pabean Ilir students on electrical circuit material. The type of research used is classroom action research consisting of two cycles. The stages of this research consisted of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The subjects in this study were students of class VI UPTD SDN 3 Pabean Ilir. The instrument in this study was a science concept understanding test. The data obtained from this study during the pre-cycle mean the test scores for students' understanding of science concepts during the pre-cycle were 71.64. In cycle I, the average score for students' understanding of science concepts was 77.92. In cycle II, the average score for students' understanding of science concepts was 88.42. It can be concluded that this study shows that the application of the project based learning (PjBL) model can improve students' understanding of science concepts in class VI on electrical circuits.
Penggunaan model guided writing untuk meningkatkan kemampuan menulis tegak bersambung pada siswa kelas 2 SD Al Basyariyah Lika Agustin Suwijaya; Asep Samsudin; Ruli setiyadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.18262

Abstract

              Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembelajaran menulis tegak bersambung pada siswa kelas 2 SD Al Basyariyah dengan menggunakan model guided writing. Metode penelitian yang digunakan yaitu mix method. Subjek pada penelitian ini yaitu 25 orang siswa pada kelas 2 SD Al Basyariyah yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Instrumen penelitian berdasarkan hasil observasi dan angket siswa mengenai proses pembelajaran yang berlangsung selama masa penelitian dengan menggunakan model guided writing. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dan berdasarkan pembahasan yang mendeskripsikan seluruh proses pembelajaran yang dilakukan selama penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa baik itu selama proses pembelajaran, hal ini dapat diketahui dari hasil posr test dan pretwst serta observasi yang dilakukan. Berdasarkan skenario dan implementasi keterampilan siswa terdapat peningkatan kemampuan yang signifikan. Respon siswa sangat baik dalam proses penelitian yang berlangsung. Kendala maupun kesulitian yang dihadapi siswa selama masa penelitian adalah sulit berkonsentrasi dan mengganggu teman
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA SEKOLAH DASAR KELAS 2 Nurul Lailatul Qodriah; Asep Samsudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1840

Abstract

Peneliti memiliki tujuan yaitu dengan mencari: a) tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis setelah pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning pada siswa kelas 2. (b) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis setelah pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning pada siswa kelas 2. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode Mix Method dan menggunakan desain the explanatory sequential design. Dengan populasi 22 orang siswa kelas 2 di Sekolah Dasar. Hasil dari penelitian ini bahwa adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning pada siswa kelas 2 sekolah dasar. Pengingkatan ini siswa dapat memecahkan permasalahan dengan caranya sendiri dan dengan cara berpikir kritisnya itu sendiri.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF DIGITAL PADA TEMA 2 DI KELAS VI Siti Hamidah Hamidah; Asep Samsudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1864

Abstract

This study aims to test whether there are increase in the ability to understand the concept of multipication between student who learn to use the Realistic Mathematics Education (RME) model and students who not to learn use the Realistic Mathematics Education (RME) model. The method chosen is mix methods and the type of research is in the form of sequential explanatory, which aims for researcher to obtain quantitative data first and followed by an explanation of qualitative data. The increase in concept understanding ability can be seen from the increase in test results from 55.6% to 73.6. And from qualitative data obtained that the difficulty of students is difficult to memorize multiplication. While the difficulty of the teacher is difficult to condition the class and difficult to find appropriate props.
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Elisabeth Lusitania Desiawati; Asep Samsudin; Nunu Mahmud Firsaus
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4157

Abstract

Blended learning, yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan teknologi pembelajaran daring, telah menjadi model pembelajaran yang relevan di era digital. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi blended learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya di dunia pendidikan yang semakin terdigitalisasi. Penelitian ini mengkaji berbagai pendekatan dan strategi yang diterapkan oleh pendidik dalam memadukan media pembelajaran tradisional dan digital, serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Melalui analisis literatur dan studi kasus, ditemukan bahwa penerapan blended learning dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi pembelajaran yang lebih fleksibel, dan mendukung perkembangan keterampilan digital yang dibutuhkan oleh generasi saat ini. Meskipun demikian, tantangan terkait infrastruktur, pelatihan guru, dan akses teknologi menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk memastikan keberhasilan implementasi model ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa blended learning dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital, dengan syarat adanya dukungan yang memadai dari semua pihak terkait. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan.
Model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) dalam membaca intensif pada siswa kelas tinggi Lia Amalia; Asep Samsudin; Agni Muftianti; Ryan Dwi Puspita
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i2.6583

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dalam membaca intensif pada siswa kelas tinggi sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia,dikarenakan kemampuan membaca siswa yang masih belum intensif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur, yang di dalamnya memuat kajian-kajian teoritis terhadap beberapa artikel yang mengemukakan pemahaman kemampuan membaca intensif pada siswa kelas tinggi sekolah dasar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Metode yang akan digunakan untuk pengkajian ini studi literatur dengan mengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri atas empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dapat meningkatkan keterampilan membaca intensif pada peserta didik kelas tinggi sekolah dasar.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF INSTRUCTION UNTUK MEREDUKSI STRES AKADEMI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA DI SMAN 2 PURWAKARTA shrisma handakusuma; Asep Samsudin; Muhammad Rezza Septian
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2026): Vol 9, No 3 Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i3.24790

Abstract

The phenomenon of academic stress that occurs among students will greatly disrupt the conditions in the learning process. Academic stress has a negative effect on physiological and psychological. This study aims to test whether group guidance with self-instruction techniques is effective in reducing academic stress experienced by students. The method used is a quasy experiment using a noneqivalent control group design. The sample in this study was selected using a purposive sampling technique with a sample of 18 people divided into 2 groups, namely the control group and the experimental group. The measuring tool in this study uses an academic stress instrument made by the researcher and refers to Hans Selye's theory. Data processing in this study uses a non-parametric Wilcoxon Signed Ranks test obtained using SPSS ver 26. Based on the results of data analysis using the Wilcoxon Signed Ranks obtained the Asymp probability number. Sig (2-tailed) 0.008 < 0.05 so that H0 is rejected and Ha is accepted. This means that group guidance with effective self-instruction techniques to reduce academic stress in class XI Mipa students at SMAN 2 Purwakarta.